|
|
| Komunikasi Visual | ||
| x |
|
|
| x | Disain Komunikasi Visual | |
| x | ||
| Elemen Estetika, mempunyai fungsi yang sangat besar dalam pembentukan segala bentuk disain. Dari awal berupa perancangan setting lay out hingga berjalan sampai tahap final disain. Penerapan elemen-elemen serta prinsip-prinsip disain dalam proses disain dengan maksud agar dapat menghasilkan suatu karya grafis yang menarik, memiliki kedalaman makna. Bentuk karya bisa bemacam-macam seperti iklan, brosur, logo, website, email brosur, banner dan sebagainya. Disain adalah hasil penyusunan pengalaman visual dan emosional dengan memperhatikan elemen-elemen dan prinsip-prinsip disain yang dituangkan dalam satu kesatuan komposisi. | ||
| x | ||
| Unsur Estetika, keindahan disain komunikasi visual mengandung unsur-unsur estetika yang terdiri dari : (1) garis, (2) bentuk, (3) wana, (4) cahaya, (5) ruang, (6) tekstur, (7) keseimbangan, (8) keserasian, (9) proporsi, (10) skala, (11) irama dan khusus untuk website memiliki keunikan sendiri. | ![]() |
|
| x | ||
| Komposisi, berasal dari kata latin Componere yang artinya penggabungan. Pada dasarnya suatu komposisi merupakan penggabungan dari banyak bagian menjadi suatu bentuk yang serasi. Dianggap sebagai suatu pengorganisasian elemen-elemen disain dengan mengikuti prinsip-prinsip tertentu secara ketat. | |
|
| x | ||
| Garis, Secara umum terdiri dari unsur-unsur titik yang juga mempunyai warna tersendiri, dan unsur titik juga bisa mendukung keindahan. Bentuk garis bisa bersifat lurus atau lengkung, namun keduanya mempunyai bentuk dan karakter yang berbeda. Dalam disain komunikasi visual berperan untuk pemberi aksen. | |
|
| x | ||
| Bentuk atau Form, Istilah ini digunakan untuk menyatakan suatu bangunan atau shape yang tampak dari suatu benda. Sebenarnya bentuk, massa dan area mempunyai arti yang sama. Khususnya untuk benda yang sifatnya dua dimensional. Bentuk atau form adalah tubuh atau massa yang berisi garis-garis. sedangkan garis adalah bagian tepi yang biasa disebut "kontur benda". sebagai contoh : sepatu, tetapi konturnya menunjukkan kepada kita jenis dari sepatu itu sendiri. | |
|
| x | ||
| Ruang atau Space, adalah persepsi mengenai kedalaman sehingga terasa jauh dan dekat, tinggi dan rendah, tampak melalui indera penglihatan. Ruang dalam akan terasa dan nyata, dengan keberadaan benda-benda serta permukaan yang membatasi dan menegaskannnya. Hubungan antara ruang merupakan bagian dari perencanaan disain, apakah itu berupa jarak antar huruf atau huruf dengan gambar yang terletak pada sebidang kertas. | |
|
| x | ||
| Tekstur, Adalah sifat dan kualitas fisik dari permukaan suatu bahan, seperti kasar, mengkilap, pudar atau kusam, yang dapat diaplikasikan secara kontras, serasi atau berupa pengulangan untuk suatu disain. Prinsip-prinsip disain yang ikut menentukan yaitu : (1) keseimbangan, (2) keserasian, (3) proporsi, (4) skala, (5) irama. | ![]() |
|
| x | ||
| Keseimbangan atau Balance, Prinsip dasar dari komposisi yaitu keseimbangan paling mudah dikenal, atau dilihat. Bentuk keseimbangan yang paling sederhana yaitu keseimbangan simetris yang terkesan resmi atau formal. Keseimbangan asimetris terkesan tidak resmi atau informal, tetapi tampak lebih dinamis. | |
|
| x | ||
| Keseimbangan Horizontal, Pada lukisan atau fotografi, keseimbangan antara bidang bagian atas dan bidang bagian bawah diperoleh dengan penggunaan keseimbangan horizontal. | ||
| x | ||
| Keserasian atau Harmony, Keserasian adalah prinsip disain yang diartikan sebagai keteraturan diantara bagian-bagian suatu karya. Keserasian juga dapat dicapai melalui kesamaan arah, umpamanya arah dari garis horizontal, vertikal, diagonal ataupun lengkung. | ||
| x | ||
| Proporsi, merupakan perbandingan antara satu bagian dari suatu objek atau komposisi terhadap bagian yang lain atau terhadap keseluruhan objek atau komposisi. | ||
| x | ||
| Peranan kata-kata | ||
| x | ||
| Peranan kata-kata, Unsur kata-kata dalam suatu lay out-judul, artikel, caption, logo dan sebagainya, memiliki peranan penting untuk mengkomunikasikan suatu pesan kepada masyarakat atau konsumen sehingga mudah menangkap, membaca atau memahami kata-kata yang telah tersusun. | ||
| x | ||
|
Judul, Sebuah judul harus mampu menarik dan merayu pembaca agar memperhatikan tulisan yang didisplay. Mendisain judul hendaknya memperhatikan hal-hal berikut : (1) Pilihlah suatu huruf yang dapat mendukung judul yang dapat memancarkan sebuah tulisan (2) Judul dibuat kontras dengan tulisan yang ada di sekitarnya (3) Tempatkan judul dalam suatu frame khusus atau dalam bentuk lain (4) Ukuran huruf hendaknya lebih besar dari artikel, tetapi juga tidak terlalu mendominasi (5) Lakukan pemenggalan kalimat atau agar judul tidak terlalu panjang dan mudah terbaca (6) Jika memungkinkan tempatkan di bagian tengah halaman atau frame yang bisa menarik perhatian (7) Pembuatan huruf yang sama besar biasanya mengaburkan makna kata mana yang lebih berbobot |
||
| x | ||
|
Subjudul, Dimaksud untuk memancing pembaca dengan memperluas dan memperjelas judul secara menggugah, karena pembaca selalu ingin tahu tentang tulisan yang dibaca. Beberapa panduan yang yang perlu diketahui : (1) Padukan subjudul dengan teks induk, sehingga keduanya menjadi serasi dan saling mendukung (2) Hindari penempatan subjudul pada bagian bawah kolom, karena akan terkesan tertutup (3) Jangan terlalu banyak atau berlebihan dalam pengguanaan materi visual (4) Untuk mempertegas presentasi seluruh permukaan halaman, dianjurkan menggunakan type huruf yang kontras (5) Luruskan penempatan subjudul agar tidak berada ditengah tapi di sebelah kiri. |
||
| x | ||
| Media Gambar | ||
| x | ||
| Huruf sebagai karya seni (Type As Art), Huruf dapat ditransformasikan menjadi suatu karya seni yaitu dengan mengolah bentuk dari huruf, kata atau blok tulisan tersebut sesuai dengan fungsinya masing-masing, sehingga tercipta suatu bentuk, tekstur yang kemudian dikomunikasikan sebagai pesan, mood, atau berupa gambar hias. Banyak cara untuk membuat huruf menjadi lebih indah dengan membuat berbagai macam eksperimen seperti : (1) Merubah gaya, ketebalan huruf, ukuran (2) Menggunakan bentuk-bentuk geometris (3) Membesarkan huruf dari kata-kata (4) Membuat komposisi dari huruf, kalimat sehingga menjadi suatu bentuk yang mudah dikenal (5) membolak balikkan atau memiringkan posisi huruf (6) Melengkapi dengan ilustrasi disekitar huruf sebagai awal dimulainya suatu tulisan (7) Membuat pengulangan suatu huruf sehingga tercipta suatu tekstur (8) Membuat kontras antara huruf besar dan kecil (9) Huruf besar dan kecil di buat berselang-seling. | ||
| x | ||
| Unsur-unsur graphis, Seperti garis, bingkai, garis pinggir dan latar belakang akan menjadikan disain menjadi lebih menarik. Unsur grafis merupakan alat untuk mengorganisasikan semua unsur antara lain dengan membuat tekstur sebagai bagian gambar atau tulisan. | ||
| x | ||
|
Ilustrasi, Dipakai untuk membantu mengkomunikasikan pesan dengan tepat, cepat serta tegas dan merupakan terjemahan dari sebuah judul. Perlu diperhatikan juga keserasian antara judul dan tulisan. Ilustrasi adalah suatu cara menciptakan efek atau memperlihatkan suatu subjek dengan tujuan : (1) untuk menggambarkan suatu produk atau ilusi yang belum pernah ada. (2) menggambarkan kejadian atau peristiwa yang agak mustahil misalnya gambar sebuah pohon yang memakai sepatu. (3) mencoba menggambarkan ide abstrak, misalnya depresi. (4) memperjelas komentar, biasanya komentar editorial, dapat berbentuk kartun atau karikatur. (5) memperjelas suatu artikel untuk bidang medis atau teknik. (6) membuat corak tertentu untuk menggambarkan masa atau zaman pada saat tulisan tersebut dibuat. Ilustrasi sering dianggap kurang nyata dan lebih imajinatif dibanding foto. lebih cocok untuk menghiasi komentar editorial. |
||
| x | ||
|
Artini Kusmiati R. - Disain Komunikasi visual |
||
| x | x | |
|
UIEU/FIKOM/ 2005/2006//Komputer Grafik TV - Komunikasi Multimedia/TEDx |
||