MENU l HOME l GRUP 1 I GRUP 2 I GRUP 3 I GRUP 4 I GRUP 5 I
GRUP 1 >>> TUGAS 1 - BERITA JURNALISTIK - Tema : Bencana Alam
Hartini 2002 - 53 - 003
Erick Pesona Nugraha 2002 - 53 - 004
Siti Hawa 2002 - 53 - 005
Ari Budiman 2002 - 53 - 006
Delvina Surya Prasetia 2002 - 53 - 007
x
x
xTUGAS 2 - IKLAN
x x x
GEMPABUMI
AS Menunduk Mengenang Korban Tsunami

04/1/2005 11:34 - Lampu-lampu di Empire State Building di New York, AS, diredupkan selama 15 menit untuk mengenang korban terjangan Tsunami di kawasan Asia. Gedung Putih juga memerintahkan pengibaran bendera setengah tiang.

Liputan6.com, New York: Duka ribuan warga yang tewas dalam bencana Tsunami Ahad dua pekan silam tak hanya terasa di negara yang bersangkutan. Kesedihan juga dirasakan warga Amerika Serikat. Bahkan, untuk mengenang korban terjangan Tsunami di kawasan Asia, lampu-lampu di Empire State Building di New York, AS, Senin (3/1), diredupkan. Menurut juru bicara manajemen gedung, Howard Rubenstein, aksi itu dilakukan dari pukul 21.00 hingga 21.15 waktu setempat.

x

BELASAN PSIKOLOG DIKIRIM KE ACEH

Liputan6.com,Jakarta: Pemerintah memberangkatkan 15 psikolog ke Nanggroe Aceh Darussalam, Senin (3/1) malam. Mereka bertugas memulihkan mental korban selamat yang kini trauma dan menanggung beban psikologis karena kehilangan orang-orang yang dicintai serta barang berharga lainnya.
x

Gedung Putih juga memerintahkan agar gedung-gedung pemerintahan di seluruh AS memasang bendera setengah tiang hingga 7 Januari mendatang. Hal ini sebagai penghormatan terhadap korban Tsunami. Selain di AS, pemasangan bendera setengah tiang dilakukan di gedung-gedung publik, pos militer, pangkalan angkatan laut, kedutaan, kantor konsulat, dan semua fasilitas AS di luar negeri.(TOZ/Uri)

Beberapa psikolog langsung menuju Banda Aceh dengan menumpang pesawat komersial. Sementara sisanya menyusul pagi ini. Selain memberi pelayanan, relawan khusus ini juga akan melakukan pemetaan terhadap situasi di kawasan bencana. Selain mereka, pemerintah juga memprogramkan pemberangkatan psikolog lainnya secara bergiliran untuk tiga bulan ke depan.

Pada saat bersamaan, ratusan relawan khusus dari berbagai daerah juga dikirim ke Tanah Rencong. Dari Bandung, Jawa Barat, pengasuh Pondok Pesantren Da`arut Tauhid Abdullah Gymnastiar alias Aa Gym melepas 15 santrinya menuju Serambi Mekah [baca: Ratusan Relawan Berangkat ke Aceh].

Belasan santri Ponpes Da`arut Tauhid akan bergabung dengan ribuan sukarelawan lainnya. Mereka berangkat dengan dibekali pembersih air buatan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Institut Teknologi Bandung serta sekitar 200 ton pakaian dan selimut.

Sebanyak 45 relawan terlatih dari berbagai daerah di Jawa Tengah, kemarin, juga diberangkatkan ke daerah paling Barat di Indonesia. Mereka dikirim untuk membantu pemulihan keadaan pascabencana. Sebagian besar relawan yang berangkat adalah kader Partai Keadilan Sejahtera yang pernah mendapat pelatihan search and rescue.

Dari Makassar, Sulawesi Selatan, dilaporkan 30 relawan dari PKS juga diberangkatkan ke Aceh. Mereka yang berangkat memiliki berbagai keterampilan medis dan teknik ini akan disebar ke sejumlah pos koordinasi bencana di NAD dan Sumatra Utara selama dua minggu.

Pemerintah Daerah Maluku Utara sudah merekrut 30 relawan yang terdiri dari tenaga medis, palang merah, dan pemuda untuk dikirim ke Aceh. Mereka rencananya berangkat hari ini. Pemda setempat juga menggalang dana yang hingga kemarin sudah terkumpul sampai Rp 640 juta.(ICH/Tim Liputan 6 SCTV)

x

EVAKUASI KORBAN DI SRILANKA TERHAMBAT RANJAU

Liputan6.com, Kolombo: Upaya evakuasi dan distribusi bantuan korban Tsunami di Srilanka, baru-baru ini, terhambat. Selain banjir, penanggulangan bencana terganggu isu ranjau yang masih banyak tertanam atau bahkan berpindah dibawa gelombang Tsunami Ahad pekan silam. Ranjau disebar di berbagai lokasi sejak perang saudara 1983 sampai 2002.
x

Regu penjinak ranjau diterjunkan guna menyisir dan membersihkan ribuan ranjau darat yang ditanam kelompok pemberontak. Selain dari pemerintah Srilanka, regu penjinak ranjau juga berasal dari berbagai negara. Tim dari Norwegia, misalnya, diterjunkan guna menyisir kawasan pesisir Srilangka mulai dari Mullaithivu sampai ke zona keamanan khusus Jaffna. Hasil penyisiran menunjukkan lokasi tersebut aman dari ranjau sehingga pekerja kemanusiaan tidak perlu khawatir.

Jaminan bebas ancaman ranjau datang dari salah satu faksi kelompok bersenjata Tamil Eelam. Mereka mengimbau pekerja kemanusiaan tidak menghentikan tugasnya. Mereka menilai bahaya kelaparan dan penyakit yang mengancam korban Tsunami lebih dari bahaya ranjau.

Pemerintah Inggris melalui Menteri Luar Negeri Jack Straw menyebutkan 40 warganya dipastikan tewas saat Tsunami menerjang pulau Phi Phi, Thailand. Inggris juga menyatakan 159 orang lainnya dinyatakan hilang saat gelombang menghantam beberapa kawasan wisata di Thailand. Hingga kini, nasib 159 warga Inggris ini belum diketahui [baca: Turis Asing Menjadi Relawan di Thailand].

Saat ini, sejumlah warga asing terus mendatangi beberapa lokasi wisata dan rumah sakit untuk mencari kerabat mereka yang diduga turut menjadi korban Tsunami. Upaya mereka cukup terbantu dengan langkah rumah sakit setempat yang memajang foto-foto korban yang menjalani perawatan. Langkah ini juga mempermudah pihak rumah sakit dalam proses identifikasi korban mengingat dokumen milik wisatawan hilang tersapu Tsunami.

Selain lewat foto yang dipajang, keluarga korban juga memanfaatkan fasilitas modern yaitu dengan mengakses situs internet yang khusus dibuat pemerintah Thailand: http://www.thaitsunami.com. Situs ini bisa diakses gratis dari sejumlah komputer yang ditempatkan di balai kota maupun rumah sakit utama Kota Phuket, Thailand.

Menurut pengelola situs, data yang dimuat akan terus di-update mengingat besarnya manfaat yang diberikan. Namun pihaknya sering dihadapkan pada kendala keakuratan data korban yang berhasil dihimpun.

Bukan hanya warga Inggris yang menjadi korban saat Tsunami menghantam Thailand Ahad pekan silam. Sejumlah warga Swedia pun dilaporkan tewas tergulung ombak. Senin kemarin, enam jenazah warga Swedia diterbangkan ke negara asalnya. Kepulangan jenazah adalah keputusan pemerintah Swedia yang akan membawa semua warganya yang tewas digulung Tsunami. Swedia menyatakan sekitar 800 warganya hilang dalam bencana tersebut.

Keenam jenazah diberangkatkan dalam upacara singkat yang digelar di Bandar Udara Internasional Phuket. Upacara dihadiri sanak keluarga korban dan perwakilan Swedia di Thailand. Jenazah sempat didoakan dua rohaniwan Swedia sebelum diterbangkan kembali ke kampung halamannya.

Menurut Perdana Menteri Swedia Goeran Persson, sampai saat ini baru 52 warga Swedia yang diketahui tewas. Ia memperkirakan warga Swedia yang tewas dalam Tsunami bisa menembus angka 1.000 jiwa. Bagi Swedia, bencana ini menjadi bencana yang paling banyak menelan korban jiwa setelah peristiwa tenggelamnya Feri Estonia di Laut Baltik pada 1994 yang menewaskan 551 warga Swedia.

Sementara itu, upaya evakuasi korban Tsunami dan distribusi bantuan di Nagapattinam dan Andaman, India, berlangsung relatif lancar. Korban tewas yang telah dievakuasi kemudian dikremasi secara massal di pantai Nagapattinam, negara bagian Tamil Nadu, India. Upacara yang sesuai dengan kepercayaan Hindu itu dihadiri saudara dan kerabat korban.

Hingga saat ini, jumlah korban tewas di India mencapai 9.400 jiwa dan lebih dari 5.000 lainnya hilang. Sebagian besar korban berasal dari negara bagian Tamil Nadu. Bencana juga memaksa lebih dari 9 juta orang mengungsi ke 560 kamp penampungan.(TOZ/Nlg)

x
UIEU/FIKOM/ 2005/2006//Komputer Grafik TV - Komunikasi Multimedia/TED
Hosted by www.Geocities.ws

1