Siapakah Umat Umat Pilihan Allah?
Ishak Natan
Nov 2023
Istilah "umat-umat
pilihan" dalam Alkitab merujuk pada kelompok
orang yang dipilih atau terpilih oleh Allah untuk peran atau tujuan
tertentu. Konsep ini muncul dalam banyak bagian di Alkitab dan dapat
merujuk pada beberapa kelompok orang yang berbeda tergantung pada
konteksnya. Di bawah ini adalah beberapa kelompok yang sering dianggap
sebagai "umat-umat pilihan" dalam Alkitab:
1.
Bangsa Israel (Umat Yahudi)
2. Umat Kristen bukan Yahudi yang dicangkok
3. Umat Israel (Yahudi) yang percaya Yesus
4. Umat Israel & umat non Israel yang disatukan dalam
Kristus
1. Bangsa Israel (the Jews):
Dalam Alkitab, bangsa Israel dianggap sebagai "umat
pilihan" karena mereka dipilih oleh Allah untuk menjadi bangsa yang
khusus dan menerima hukum Taurat melalui nabi Musa serta janji-janji
Allah.
Allah memilih
Abram (Gen12:1-3) sebagai nenek moyang leluhur mereka melalui garis
keturunan Abraham, Ishak, dan Yakub.
Lagi
Ia berfirman: "Akulah Allah
ayahmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub." Lalu Musa menutupi
mukanya, sebab ia takut memandang Allah. (Ex 3:6)
Selanjutnya berfirmanlah Allah kepada Musa: "Beginilah kaukatakan
kepada orang Israel: TUHAN, Allah nenek moyangmu, Allah Abraham, Allah
Ishak dan Allah Yakub, telah mengutus aku kepadamu: itulah nama-Ku
untuk selama-lamanya dan itulah sebutan-Ku turun-temurun. (Ex 3:15)
Pergilah, kumpulkanlah para tua-tua Israel dan katakanlah kepada
mereka: TUHAN, Allah nenek moyangmu, Allah Abraham, Ishak dan Yakub,
telah menampakkan diri kepadaku, serta berfirman: Aku sudah
mengindahkan kamu, juga apa yang dilakukan kepadamu di Mesir. (Ex 3:16)
Aku telah menampakkan diri kepada Abraham, Ishak dan Yakub sebagai
Allah Yang Mahakuasa, tetapi dengan nama-Ku TUHAN Aku belum menyatakan
diri. (Ex 6:2-3)
Sehubungan dengan tanah sengketa di
Palestina yang menurut PBB (United Nations) masih 'diduduki' oleh
Israel;
Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Pergilah, berjalanlah dari sini,
engkau dan bangsa itu yang telah kaupimpin keluar dari tanah Mesir, ke
negeri yang telah Kujanjikan dengan sumpah kepada Abraham, Ishak dan
Yakub, demikian: Kepada keturunanmulah akan Kuberikan negeri itu--
(Ex
33:1).
Dengan perkataan lain sengketa tanah Palestina yang sekarang diributkan
oleh seluruh dunia telah ditetapkan oleh sang Khalik milik bangsa
Israel dengan "conditional clause". Apabila mereka tidak taat akan
perintah-perintah sang Khalik hal berikut akan terjadi;
Tetapi seperti telah datang atas
kamu segala yang baik, yang telah dijanjikan kepadamu oleh TUHAN,
Allahmu, demikianlah TUHAN akan mendatangkan atas kamu segala yang
tidak baik sampai Ia telah memusnahkan kamu dari
tanah yang baik ini,
yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, apabila kamu melangkahi
perjanjian, yang telah diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, dan
pergi beribadah kepada allah lain dan sujud menyembah kepada mereka.
Maka murka TUHAN akan bangkit terhadap kamu, sehingga kamu segera
binasa dari
negeri yang baik, yang telah diberikan-Nya kepadamu." (Jos 23:15-16)
Paulus (orang Yahudi) menulis kepada orang-orang kudus di kota Roma
menyatakan duka citanya akan bangsanya yang masih menolak Yesus;
Aku
mengatakan kebenaran dalam Kristus,
aku tidak berdusta. Suara hatiku turut bersaksi dalam Roh Kudus, bahwa
aku sangat berdukacita dan selalu bersedih hati. Bahkan, aku mau
terkutuk dan terpisah dari Kristus demi saudara-saudaraku, kaum
sebangsaku secara jasmani. Sebab mereka adalah orang Israel,
mereka
telah diangkat menjadi anak, dan mereka telah menerima kemuliaan, dan
perjanjian-perjanjian, dan hukum Taurat, dan ibadah, dan janji-janji.
Mereka adalah keturunan bapa-bapa leluhur, yang menurunkan Mesias dalam
keadaan-Nya sebagai manusia, yang ada di atas segala sesuatu. Ia adalah
Allah yang harus dipuji sampai selama-lamanya. Amin! (Ro 9:1-5)
2.
Orang-orang Kristen bukan Yahudi yang dicangkok:
Dalam Perjanjian Baru, umat Kristen dianggap sebagai
"umat pilihan" karena
mereka dipilih oleh
Allah untuk menerima kasih
karunia dan keselamatan melalui Yesus Kristus.
Kosakata Kristen pertama kali disebut dikota Antiokhia (Turki)
- Lalu pergilah Barnabas
ke Tarsus untuk mencari Saulus; dan setelah bertemu dengan dia, ia
membawanya ke Antiokhia. Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu
satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah
murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen. (Ac 11:25-26)
Jemaat Tuhan ini dicangkok
kedalam dahan pohon zaitun yang dipatahkan agar zat-zat 'nutrisi'
menghidupi orang-orang percaya yang telah ditebus oleh darah Yesus.
The believer is a heavenly man, and a stranger and pilgrim on the earth Heb3.1;1Pet2.11
|
3.
Orang-orang Israel (Yahudi) yang percaya Yesus disebut juga 'Messianic
Believers':
Petrus yang dikhususkan bagi orang-orang Yahudi di Jerusalem dan
diaspora;
Dari Petrus, rasul Yesus Kristus, kepada orang-orang pendatang, yang
tersebar di Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia Kecil dan Bitinia,
yaitu
orang-orang yang dipilih,
sesuai dengan rencana Allah, Bapa kita, dan
yang dikuduskan oleh Roh, supaya taat kepada Yesus Kristus dan menerima
percikan darah-Nya. Kiranya kasih karunia dan damai sejahtera makin
melimpah atas kamu. Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus,
yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh
kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup
yang penuh pengharapan, untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat
binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang
tersimpan di sorga bagi kamu. Yaitu kamu, yang dipelihara dalam
kekuatan Allah karena imanmu
sementara kamu menantikan keselamatan yang
telah tersedia untuk dinyatakan pada zaman akhir. (1Pe 1:1-5)
Tetapi kamulah bangsa yang
terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang
kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan
perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu
keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib: kamu, yang dahulu
bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang
dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas
kasihan. Saudara-saudaraku yang kekasih, aku menasihati kamu, supaya
sebagai pendatang dan perantau, kamu menjauhkan diri dari
keinginan-keinginan daging yang berjuang melawan jiwa. Milikilah cara
hidup yang baik di
tengah-tengah bangsa-bangsa bukan Yahudi, supaya
apabila mereka memfitnah kamu sebagai orang durjana, mereka dapat
melihatnya dari perbuatan-perbuatanmu yang baik dan memuliakan Allah
pada hari Ia melawat mereka. (1Pe 2:9-12)
4. Umat Israel & umat non
Israel yang disatukan dalam Kristus sebagai ciptaan baru.
Rasul Paulus juga berbicara tentang konsep
umat pilihan yang
mencakup semua orang yang percaya kepada Kristus, tanpa memandang suku
bangsa, ras, etnis, warna kulit atau asal usul nenek moyang mereka.
- Karena itu ingatlah,
bahwa dahulu kamu--sebagai orang-orang
bukan Yahudi menurut daging, yang disebut orang-orang tak
bersunat oleh mereka yang
menamakan dirinya "sunat"[orang orang Yahudi], yaitu sunat
lahiriah yang dikerjakan oleh tangan manusia, -- bahwa waktu itu kamu
tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat
bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan
tanpa Allah di dalam dunia. Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus
kamu, yang dahulu "jauh"
[bangsa-bangsa lain], sudah menjadi "dekat"[ umat Israel] oleh
darah Kristus. Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah
mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah,
yaitu perseteruan, sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah
membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk
menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru
di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera,
dan untuk memperdamaikan
keduanya [Umat Israel & non Israel], di dalam satu tubuh,
dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu.
Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang "jauh" [bangsa-bangsa lain]
dan damai sejahtera kepada mereka yang "dekat" [umat Yahudi bangsa
Israel] , karena oleh Dia kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan
masuk kepada Bapa. Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan
pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan
anggota-anggota keluarga Allah, yang dibangun di atas dasar para rasul
dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru. Di dalam Dia tumbuh seluruh
bangunan, rapih tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan. Di dalam Dia
kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh. (Eph 2:11-22)
Rasul Paulus kepada bangsa-bangsa non Yahudi memberikan argumentasi 'pohon zaitun' yang dipatahkan
Maka
aku bertanya: Adakah mereka [Israel] tersandung dan harus jatuh?
Sekali-kali tidak! Tetapi oleh pelanggaran mereka, keselamatan telah
sampai kepada bangsa-bangsa lain, supaya membuat mereka cemburu. Sebab
jika pelanggaran mereka berarti kekayaan bagi dunia, dan kekurangan
mereka kekayaan bagi bangsa-bangsa lain, terlebih-lebih lagi
kesempurnaan mereka. Aku
berkata kepada kamu, hai bangsa-bangsa bukan Yahudi. Justru
karena aku adalah rasul untuk
bangsa-bangsa bukan Yahudi, aku menganggap hal itu kemuliaan
pelayananku, yaitu kalau-kalau aku dapat membangkitkan cemburu di dalam
hati kaum sebangsaku menurut daging dan dapat menyelamatkan beberapa
orang dari mereka. . . Karena itu apabila beberapa cabang telah
dipatahkan dan kamu sebagai tunas liar telah dicangkokkan di antaranya
dan turut mendapat bagian dalam akar pohon zaitun yang penuh getah,
janganlah kamu bermegah terhadap cabang-cabang itu! . . . Mereka
dipatahkan karena ketidakpercayaan mereka, dan kamu tegak tercacak karena iman.
Janganlah kamu sombong, tetapi takutlah! Sebab kalau Allah tidak
menyayangkan cabang-cabang asli, Ia juga tidak akan menyayangkan kamu.
Sebab itu perhatikanlah kemurahan Allah dan juga kekerasan-Nya, yaitu
kekerasan atas orang-orang yang telah jatuh, tetapi atas kamu
kemurahan-Nya, yaitu jika kamu tetap dalam kemurahan-Nya; .. . Sebab
jika kamu telah dipotong sebagai cabang dari pohon zaitun liar, dan
bertentangan dengan keadaanmu itu kamu telah dicangkokkan pada pohon
zaitun sejati, terlebih lagi mereka ini, yang menurut asal mereka akan
dicangkokkan pada pohon zaitun mereka sendiri. .. , aku mau agar
kamu mengetahui rahasia ini: Sebagian
dari Israel telah menjadi tegar sampai jumlah yang penuh dari
bangsa-bangsa lain telah masuk. Dengan jalan demikian seluruh
Israel akan diselamatkan, seperti ada tertulis: "Dari Sion akan datang
Penebus, Ia akan menyingkirkan segala kefasikan dari pada Yakub. Dan
inilah perjanjian-Ku dengan mereka, apabila Aku menghapuskan dosa
mereka." Mengenai Injil mereka adalah seteru Allah oleh karena kamu,
tetapi mengenai pilihan mereka
adalah kekasih Allah oleh karena nenek
moyang. Sebab Allah tidak menyesali kasih karunia dan
panggilan-Nya. Sebab sama
seperti kamu dahulu tidak
taat kepada Allah, tetapi sekarang beroleh kemurahan oleh ketidaktaatan
mereka, demikian juga mereka sekarang tidak taat, supaya oleh kemurahan
yang telah kamu peroleh, mereka juga akan beroleh kemurahan. . .
(Ro 11:11-32)
Penjelasan lebih rinci tentang ciptaan baru silahkan berkunjung disini dan disitu.
Para pembaca yang berakal sehat jangan mudah dijebak dengan doktrin model beginian.
Keberadaan
bangsa-bangsa lain yang dicangkok bukanlah konsep di Perjanjian Baru,
sudah ada di Perjanjian Lama.
Berkatalah Naomi: "Telah pulang iparmu kepada bangsanya dan kepada para
allahnya; pulanglah mengikuti iparmu itu." Tetapi kata Rut: "Janganlah
desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau;
sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana
engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan Allahmulah
Allahku; (Ru 1:15-16)
Karena itu,
sebagai orang-orang pilihan
Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas
kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran.
Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan
yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama
seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian. Dan
di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang
mempersatukan dan menyempurnakan. Hendaklah damai sejahtera Kristus
memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil
menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah. (Col 3:12-15)
Maranatha
________________
https://hope4portperry.com/a2-bible-study/
https://growingoldereveryday.com/gods-chosen-people/
https://www.abiblestudy.info/new-testament/romans/chapter-11/