
Alkitab &
Transhumanism
Bagian 1 of 2
Ishak Natan
Jun 2023
Texts
31 Ya raja, tuanku melihat suatu penglihatan, yakni
sebuah patung yang amat besar! Patung ini tinggi, berkilau-kilauan luar
biasa, tegak di hadapan tuanku, dan tampak mendahsyatkan. 32
Adapun patung itu, kepalanya dari emas tua, dada dan lengannya dari
perak, perut dan pinggangnya dari tembaga, 33 sedang pahanya dari
besi dengan kakinya sebagian
dari besi dan sebagian lagi dari tanah
liat. 34 Sementara tuanku melihatnya, terungkit lepas
sebuah batu
tanpa perbuatan tangan manusia, lalu menimpa patung itu, tepat pada
kakinya yang dari besi dan tanah liat itu, sehingga remuk. 35
Maka dengan sekaligus diremukkannyalah juga besi, tanah liat, tembaga,
perak dan emas itu, dan semuanya menjadi seperti sekam di tempat
pengirikan pada musim panas, lalu angin menghembuskannya, sehingga
tidak ada bekas-bekasnya yang ditemukan. Tetapi batu yang menimpa
patung itu menjadi gunung besar yang memenuhi seluruh bumi [simbol Kerajaan 1000 tahun yang
akan datang] . 36
Itulah mimpi tuanku, dan sekarang maknanya akan kami katakan kepada
tuanku raja: Da 2:31-36
Apa itu Transhumanisme?
Transhumanisme berasal dari gagasan
mendasar bahwa kemanusiaan sedang berkembang menuju Nietzschean
übermensch - makhluk berevolusi tertinggi - sebuah ide yang cacat pada
akarnya dan berbahaya bagi masyarakat kita. Sebab manusia
diciptakan menurut gambar Allah
dalam Gen 1:26

Seperti tuanku lihat besi
bercampur dengan tanah liat, itu berarti: mereka akan bercampur oleh
perkawinan, tetapi tidak akan merupakan satu kesatuan, seperti besi
tidak dapat bercampur dengan tanah liat. (Da 2:43)
Ketika dunia semakin dekat ke hari kembalinya Kristus,
laju perubahan teknologi yang eksponensial akan memainkan peran yang
semakin meningkat dalam pemenuhan penggenapan nubuatan Alkitab.
Pengembangan teknologi seperti manufaktur molekuler, komputasi
kuantum
dan AI
(kecerdasan buatan) dapat memicu perubahan secara
mendadak
dan radikal
dalam lanskap ekonomi, sosial, dan geopolitik global.
Definisi transhumanisme bervariasi tergantung pada siapa Anda
berkonsultasi, contoh dari Wikipedia:
"Transhumanisme adalah gerakan filosofis dan
intelektual yang mendukung peningkatan kondisi manusia dengan
mengembangkan dan membuat teknologi canggih yang tersedia secara luas
untuk dapat memperpanjang umur, memperbaiki suasana hati, dan
meningkatkan kemampuan fisik atau kognitif. Transhumanisme juga
memprediksi munculnya teknologi tersebut di masa depan "
Lebih khusus lagi, transhumanisme
mendorong penggunaan AI untuk memampukan umat
manusia
menuju sesuatu yang "lebih dari" manusia. Pada dasarnya, itu adalah
bentuk utopianisme, keyakinan bahwa manusia dapat mengubah diri mereka
sendiri dan menciptakan surga di bumi. Gagasan dasar meningkatkan
kondisi manusia sangat kompatibel dengan menunggangi ayat-ayat Alkitab.
Contohnya salah satu tujuan gaya hidup yang berkelimpahan (John 10:10).
Namun
transhumanisme bertentangan dengan Alkitab ketika mengasumsikan bahwa
umat manusia benar-benar berdaulat dan mampu melakukan perubahan
mandiri tanpa perlu Tuhan Allah. Sesungguhnya hati manusia berdosa
ambur adul (Jeremia 17:9).
Seperti gerakan budaya lainnya, ada himpunan bagian dan sub-genre
pemikiran di bawah payung transhumanist. Ada beberapa motivasi
yang
mengagumkan di balik transhumanisme. Bagi sebagian orang, niatnya
adalah untuk mengurangi penderitaan dan meningkatkan kualitas hidup
(3Joh1:2). Selanjutnya, apabila dibawa ke arah ekstrem, menjadi
pengejaran
keabadian tanpa kematian.
Suatu bentuk agama baru di dalam dari dirinya sendiri. Sebaliknya
penebusan utama umat manusia berdosa hanya dapat dikerjakan oleh Allah
saja (Eph2:8), bukan oleh
AI. Contoh AI yang dapat menyiapkan khotbah
berdasar permintaan klik disini.
Disisi lain karena Tuhan
memberi kekuasaan pada umat manusia atas bumi, ada cara yang
dapat diterima secara akal dalam kerangka meningkatkan kesejahteraan
kondisi manusia
melalui teknologi. Hal itu tidak berarti bahwa manusia sepenuhnya
mampu,
atau bahkan sepenuhnya bebas, walaupun demi mengubah diri dengan cara
apa
pun yang dipilihnya.
Pada akhirnya, hanya Tuhan yang berdaulat atas hidup manusia. Kita
tidak berdaulat atas diri kita sendiri. Begitu seseorang mengambil
pandangan bahwa mereka dapat menciptakan cara agar diri mereka hidup
panjang umur tanpa sakit penyakit,
mereka menempatkan diri dalam posisi spiritual yang tidak
realistis dan merebut hak prerogatif Allah. Pengetahuan, kekuatan, dan
kemampuan akal budi manusia tidak dapat dibandingkan dengan Sang
pencipta (Job38:2-5).
_______________________
https://chat.openai.com/
https://www.theguardian.com/technology/2017/apr/18/god-in-the-machine-my-strange-journey-into-transhumanism
https://www.lffellowship.com/blog/2021/5/26/speech-amp-reasoning-transhumanism
http://www.end-times-bible-prophecy.com/transhumanism.html
https://www.gotquestions.org/transhumanism.html