Khotbah yang ditulis oleh
AI (Artificial Intelligence)


Ishak Natan
Feb 2023


Pengantar
Rabi Senior New York Josh Franklin, dari Pusat Yahudi Hamptons, mengejutkan jemaatnya  dengan menyampaikan khotbah yang seluruhnya ditulis oleh Kecerdasan Buatan (AI.)
Rabi ini menggunakan chatbot ChatGPT, program AI gratis yang diluncurkan pada November tahun lalu.
Setelah membacakan tulisan AI, Rabbi Franklin meminta jemaatnya untuk menebak siapa yang menulis khotbah tersebut. Jemaah salah menebak. Mereka mengira bahwa Rabi Jonathan Sacks yang menulis artikel itu.

Sementara Rabi Franklin menyatakan keyakinannya bahwa AI tidak akan mengambil pekerjaannya dalam waktu dekat, AI berpotensi mengambil ratusan juta pekerjaan. Menurut Zippia, setengah dari semua perusahaan saat ini menggunakan beberapa bentuk AI, dan 375 juta pekerjaan diperkirakan akan menjadi usang pada dekade berikutnya.
Rabi ini yakin bahwa, meskipun khotbahnya ditulis dengan sangat baik, AI tidak akan mengambil alih pekerjaannya karena teknologi tidak memiliki 'nefesh' (bahasa Ibrani untuk jiwa). Sementara teknologi mungkin dapat meniru 'emosi' dan menulis secara mendalam tentang hubungan manusia, namun ia tidak dapat merasakan dan tidak memiliki jiwa.

Dipihak lain, Rabi Gershon Winkler berpendapat bahwa jika golem, makhluk humanoid dari tanah liat yang diciptakan oleh orang Yahudi dapat melindungi orang Yahudi,  maka robot suatu hari nanti mungkin dapat disebut orang Yahudi. Jika sebuah robot dianggap Yahudi, itu karena robot tersebut memiliki jiwa Yahudi. Mungkin, suatu hari, AI akan berpartisipasi dalam doa dan bahkan memimpin beberapa orang 'menjadi orang' Yahudi yang diterima.
https://www.jpost.com/jpost-tech/business-and-innovation/article-729095

Pemikiran penulis
Sementara komputer dapat diprogram untuk "berbicara"/ berdialog, AI membutuhkan kata-kata yang berasal dari pikiran manusia. Sebuah komputer tidak dapat memiliki pikiran. Ia dirancang dengan cerdik untuk menghasilkan suara yang terdengar sebagai kata-kata perkataan. Kata-kata yang diambil dari jejaring  data-bank negara negara maju dengan seperangkat protokol (algoritme) yang mampu menentukan dan memecahkan ribuan jutaan masalah dalam sekejab.
Berinteraksi dengan Chatbots (salah satu perangkat AI), seolah olah kita berdiskudi dengan "mahluk" luar biasa pintar dan pandangan jawaban-jawaban nya amat logis, masuk akal sehat dan menginspirasi. Contoh dengan robot Sophia.

Contoh pengalaman penulis
https://chat.openai.com/chat

Permintaan lewat keyboard komputer> Siapkan kotbah Yoh 3:16
Tampilan Jawaban dilayar (screen) dalam beberapa detik saja >

Bapak-bapak dan saudara-saudari sekalian,

Pada hari ini, kita akan membicarakan tentang ayat Yohanes 3:16, yang merupakan salah satu ayat terkenal dalam Alkitab. Ayat ini berbunyi: "Sebab begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, agar setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan memperoleh hidup yang kekal."

Kasih Allah kepada kita adalah kasih yang begitu besar dan sangat luar biasa. Ia memberikan Anak-Nya, Yesus Kristus, sebagai penebus dosa bagi kita. Kita dapat memperoleh hidup yang kekal melalui iman kepada-Nya. Ia adalah jalan, kebenaran, dan hidup.

Tetapi, banyak orang masih tidak percaya kepada Yesus dan terus hidup dalam dosa dan kegelapan. Mereka belum menemukan kebahagiaan dan keamanan yang sejati. Mereka belum menemukan hidup yang kekal.

Saudari-saudari sekalian, marilah kita mempercayai Yesus Kristus dan menjalani hidup kita dengan dalam hubungan pribadi dengan-Nya. Marilah kita menjalani hidup kita dengan mengikuti jejak-Nya dan membawa kabar baik tentang kasih dan kebenaran-Nya kepada dunia.

Sekian kotbah kita hari ini, marilah kita berdoa bersama. Amin.

Ketika seseorang manusia datang memberikan khotbah, pengajaran atau perkataan apa pun; sumbernya selalu dari Firman Tuhan.
Karena Tuhan sebagai Roh terlibat. AI tidak bisa melibatkan Dia. AI tidak tahu apa-apa tentang Dia. AI tidak memiliki roh/jiwa.
Entitas tanpa jiwa tidak dapat mengetahui hal-hal spiritual dengan cara apa pun.
AI jelas berada di ranah teknologi tinggi, yang didominasi oleh pemikiran "duniawi" dan bukan "surgawi". Disisi lain kecanggihan AI dapat 'membantu' dan mempermudah para pendeta menyiapkan topik khotbahnya. Hal ini akan berujung keperdebatan theologis. Apakah hamba-hamba Tuhan akan memakai AI sebagai alat bantu atau sepenuhnya bergantung kepada hikmat sang Pencipta langit dan bumi?
12 Aku, hikmat, tinggal bersama-sama dengan kecerdasan, dan aku mendapat pengetahuan dan kebijaksanaan. 13 Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat. 14 Padaku ada nasihat dan pertimbangan, akulah pengertian, padakulah kekuatan. 15 Karena aku para raja memerintah, dan para pembesar menetapkan keadilan. Pr 8:12-15

Mungkinkah patung binatang itu (Wahyu 13) dikaitkan dengan AI?


11Lalu saya melihat seekor binatang lain muncul dari darat. Binatang itu mempunyai dua tanduk seperti anak domba, tetapi kata-katanya penuh penghinaan dan tipuan seperti si naga besar. 12Binatang dari laut tadi memberikan kuasa penuh kepada binatang yang keluar dari darat. Jadi dengan hak sebagai wakilnya, binatang kedua ini memaksa seluruh penduduk bumi menyembah binatang yang pertama, yaitu dia yang sudah sembuh dari luka mematikan. 13Dan untuk meyakinkan manusia, binatang kedua mengadakan berbagai keajaiban yang hebat, bahkan menurunkan api dari langit ke bumi di depan mata semua orang. 14Dengan kemampuan dan kuasa untuk melakukan keajaiban yang diberikan oleh binatang pertama tadi, binatang kedua pun menyesatkan hampir semua penduduk bumi, bahkan orang dari bangsa saya [Yahudi]. Lalu dia menyuruh mereka membuat patung berhala berbentuk binatang pertama yang pernah dilukai dengan pedang. 15Selanjutnya, dengan kuasa dari binatang yang pertama, binatang kedua menghidupkan patung itu sehingga bisa berbicara. Dan ketika patung itu berbicara, dia memberikan perintah, “Siapa saja yang tidak sujud menyembahku harus dibunuh!”
16Lalu binatang kedua ini memaksa setiap orang untuk menerima tanda sebagai penyembah binatang pertama pada tangan kanan atau dahi mereka. Setiap orang dipaksa menerima tanda itu, baik yang berkedudukan tinggi maupun rendah, baik orang kaya maupun miskin, baik budak maupun orang merdeka. 17Artinya, tidak seorang pun boleh melakukan jual-beli kalau tidak mempunyai tanda tersebut. Tanda penyembah itu berupa angka yang merupakan lambang nama binatang pertama.
18Diperlukan kebijaksanaan untuk mengartikan maksud dari angka yang dipakai sebagai lambang nama binatang pertama itu, karena angka itu menunjukkan seseorang. Dan angka itu adalah 666 (YouVersion) . Rev13:11-18

Manusia mengagungkan kepandaian otaknya
21
Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap. 22 Mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat, tetapi mereka telah menjadi bodoh. 23 Mereka menggantikan kemuliaan Allah yang tidak fana dengan gambaran yang mirip dengan manusia yang fana, burung-burung, binatang-binatang yang berkaki empat atau binatang-binatang yang menjalar. 24 Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka akan kecemaran, sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka [sexual revolution, tattooing]. 25 Sebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja dan menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya yang harus dipuji selama-lamanya, amin. Ro 1:21-25

Kesimpulan
Alkitab sudah memperingatkan ribuan tahun yang lalu;
 4 Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. 5 Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku, 6 tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku. Ex 20:4-6

Imajinasi sia-sia semacam itu bukanlah hal baru; umat manusia bersalah karena menyembah karya tangan mereka sendiri.
"The Way of the Future" hanyalah versi modern dari 'ukiran berhala'. Dan itu sangat berbahaya.
Singkatnya, AI mungkin dapat melakukan tugas-tugas tertentu lebih baik daripada yang dapat dilakukan seseorang. Tidak ada alasan filosofis, atau alkitabiah untuk berpikir itu bisa "lebih baik" dalam arti yang hakiki. AI meniru pola yang digunakan manusia saat kita berpikir, tetapi AI tidak akan pernah bisa menggantikan hati nurani dan kreativitas pikiran manusia. Singkatnya, konsep AI menghasilkan fiksi yang menghibur, tetapi tidak lebih dari itu.
"Masa depan kita akan sangat terpengaruh oleh hal ini,”  “Kami telah mencari Firdaus, sejak kami kehilangan pada zamannya Adam dan Hawa, kami berusaha untuk kembali ke sana. Sekarang kami pikir kami dapat membuatnya dengan elektronik dan pemberhalaan mesin."

Manusia menerbitkan gagasan tentang robotika yang diprogram untuk selalu melayani manusia. Sebaliknya iblis ingin memprogram pikiran kita manusia.
Untungnya umat tebusan Yesus memiliki Allah Roh Kudus di dalamn diriya dan itu tidak dapat dibobol, diretas (hacked) oleh iblis.
38 Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, 39 atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. Ro 8:38-39

Maranatha


_______________
https://www.christianitytoday.com/news/2019/april/ai-artificial-intelligence-technology-statement-evangelical.html
https://www.christianpost.com/books/artificial-intelligence-is-replacing-god-warns-pastor.html
https://www.gotquestions.org/artificial-intelligence-AI.html
https://www.nowtheendbegins.com/openai-chatgpt-artificial-intelligence-is-taking-over-end-times/







Beranda