Karya Kristus Dari Kekekalan
Sampai Kelestarian & Keabadian
Ishak Natan
Aug 2024
Part 1of2
Part 2of2
Sebagai
Pencipta Sebelum Inkarnasi
Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan
Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.
Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang
telah jadi dari segala yang telah dijadikan. (Joh 1:1-3)
Diberi Nama Yesus
Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria,
ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh
Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. Karena Yusuf
suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama
isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.
Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak
kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau
takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam
kandungannya adalah dari Roh Kudus. Ia akan melahirkan anak laki-laki
dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan
menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka." (Mt 1:18-21)
Sebagai Sumber Hidup Sejati
Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. Terang
itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.
(Joh 1:4-5)
Sebagai Jalan KeSorga
Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ." Kata Tomas
kepada-Nya: "Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi
bagaimana kami tahu jalan ke situ?" Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan
dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa,
kalau tidak melalui Aku. (Joh 14:4-6)
Sebagai Hakekat Kebenaran
Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku.
Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia." Kata
Filipus kepada-Nya: "Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu
sudah cukup bagi kami." Kata Yesus kepadanya: "Telah sekian lama Aku
bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku?
Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau
berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami. Tidak percayakah engkau,
bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan
kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang
diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya. (Joh 14:7-10)
Sebagai Nabi Dan Persyaratannya
Jawab TUHAN
kepadaku: "Para nabi itu bernubuat palsu demi nama-Ku! Aku tidak
mengutus mereka, tidak memerintahkan mereka dan tidak berfirman kepada
mereka. Mereka menubuatkan kepadamu penglihatan bohong, ramalan kosong
dan tipu rekaan hatinya sendiri. Sebab itu beginilah firman TUHAN
mengenai para nabi yang bernubuat demi nama-Ku, padahal Aku tidak
mengutus mereka, dan yang berkata: Perang dan kelaparan tidak akan
menimpa negeri ini--:Para nabi itu sendiri akan habis mati oleh perang
dan kelaparan! (Jer 14:14-15)
Dalam Perjanjian Baru, Tuhan, di awal pelayanan-Nya, memperingatkan
para pendengar-Nya untuk berhati-hati terhadap nabi-nabi palsu, Mat
7:15; dan di dalam gereja, roh-roh harus diuji, karena banyak nabi
palsu telah muncul di dunia. 1Joh 4:1. Mereka adalah dan merupakan
tiruan Setan dari para nabi Allah, dan tujuan mereka adalah,
berdasarkan prinsip peniruan, demi menetralkan firman Allah.
Yesus Sebagai Nabi Menggenapi Ucapan Nya
Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia
harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak
tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan
dibangkitkan pada hari ketiga. Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping
dan menegor Dia, katanya: "Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal
itu sekali-kali takkan menimpa Engkau." Maka Yesus berpaling dan
berkata kepada Petrus: "Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan
bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah,
melainkan apa yang dipikirkan manusia." (Mt 16:21-23)
Dua Murid Berjalan Ke Emaus Dihampiri
Yesus
Ketika mereka sedang bercakap-cakap dan bertukar pikiran, datanglah
Yesus sendiri mendekati mereka, lalu berjalan bersama-sama dengan
mereka. Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga
mereka tidak dapat mengenal Dia. Yesus berkata kepada mereka: "Apakah
yang kamu percakapkan sementara kamu berjalan?" Maka berhentilah mereka
dengan muka muram. Seorang dari mereka, namanya Kleopas, menjawab-Nya:
"Adakah Engkau satu-satunya orang asing di Yerusalem, yang tidak tahu
apa yang terjadi di situ pada hari-hari belakangan ini?" Kata-Nya
kepada mereka: "Apakah itu?" Jawab mereka: "Apa yang terjadi dengan
Yesus orang Nazaret. Dia adalah seorang nabi, yang berkuasa dalam
pekerjaan dan perkataan di hadapan Allah dan di depan seluruh bangsa
kami. Tetapi imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin kami telah
menyerahkan Dia untuk dihukum mati dan mereka telah menyalibkan-Nya.
Padahal kami dahulu mengharapkan, bahwa Dialah yang datang untuk
membebaskan bangsa Israel. Tetapi sementara itu telah lewat tiga hari,
sejak semuanya itu terjadi. Tetapi beberapa perempuan dari kalangan
kami telah mengejutkan kami: Pagi-pagi buta mereka telah pergi ke
kubur, dan tidak menemukan mayat-Nya. Lalu mereka datang dengan berita,
bahwa telah kelihatan kepada mereka malaikat-malaikat, yang mengatakan,
bahwa Ia hidup. Dan beberapa teman kami telah pergi ke kubur itu dan
mendapati, bahwa memang benar yang dikatakan perempuan-perempuan itu,
tetapi Dia tidak mereka lihat." Lalu Ia berkata kepada mereka: "Hai
kamu orang bodoh, betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya
segala sesuatu, yang telah dikatakan para nabi! Bukankah Mesias harus
menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?" Lalu Ia
menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh
Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi.
Mereka mendekati kampung yang mereka tuju, lalu Ia berbuat seolah-olah
hendak meneruskan perjalanan-Nya. Tetapi mereka sangat mendesak-Nya,
katanya: "Tinggallah bersama-sama dengan kami, sebab hari telah
menjelang malam dan matahari hampir terbenam." Lalu masuklah Ia untuk
tinggal bersama-sama dengan mereka. Waktu Ia duduk makan dengan mereka,
Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkannya dan
memberikannya kepada mereka. Ketika itu terbukalah mata mereka dan
merekapun mengenal Dia, tetapi Ia lenyap dari tengah-tengah mereka. (Lu
24:15-31)
Sebagai Jurubicara Di Zaman Akhir
Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai
cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi,
maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan
perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak
menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta.
(Heb 1:1-2)
Sebagai Imam Besar Mengorbankan Diri-Nya Sendiri Sekali Saja
Dan Ia bukan masuk untuk berulang-ulang mempersembahkan diri-Nya
sendiri, sebagaimana Imam Besar setiap tahun masuk ke dalam tempat
kudus dengan darah yang bukan darahnya sendiri. Sebab jika demikian Ia
harus berulang-ulang menderita sejak dunia ini dijadikan. Tetapi
sekarang Ia hanya satu kali saja menyatakan diri-Nya, pada zaman akhir
untuk menghapuskan dosa oleh korban-Nya. Dan sama seperti manusia
ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi,
demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk
menanggung dosa banyak orang. Sesudah
itu Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk
menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia. (Heb 9:25-28)

Sebagai Raja Kemuliaan Atas Segala Raja
Lalu aku melihat sorga terbuka: sesungguhnya, ada seekor kuda putih;
dan Ia yang menungganginya bernama: "Yang Setia dan Yang Benar", Ia
menghakimi dan berperang dengan adil. Dan mata-Nya bagaikan nyala api
dan di atas kepala-Nya terdapat banyak mahkota dan pada-Nya ada
tertulis suatu nama yang tidak diketahui seorangpun, kecuali Ia
sendiri. Dan Ia memakai jubah yang telah dicelup dalam darah dan nama-Nya ialah: "Firman Allah."
Dan semua pasukan yang di sorga mengikuti Dia; mereka menunggang kuda
putih dan memakai lenan halus yang putih bersih. Dan dari mulut-Nya
keluarlah sebilah pedang tajam yang akan memukul segala bangsa. Dan Ia
akan menggembalakan mereka dengan gada besi dan Ia akan memeras anggur
dalam kilangan anggur, yaitu kegeraman murka Allah, Yang Mahakuasa. Dan
pada jubah-Nya dan paha-Nya tertulis suatu nama, yaitu: "Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan." (Re 19:11-16)
Angkatlah kepalamu, hai segala pintu gerbang, angkatlah akan dirimu, hai pintu yang kekal, supaya masuk Raja yang mahamulia! Siapa gerangan Raja yang mahamulia itu? Ia itu Tuhan serwa sekalian alam, Ialah Raja yang mahamulia itu. -- Selah. (Ps 24:9-10)
Maranatha
________________________
https://www.swordsearcher.com/
http://www.bibleanalyzer.com/