Perjanjian - Perjanjian TUHAN Allah Dengan Manusia
Setelah Banjir Global Nuh


Ishak Natan
Feb 2023


Pengantar

Dalam Alkitab, banjir global Nuh dijelaskan dalam Kitab Kejadian, dan setelah banjir, TUHAN Allah membuat beberapa perjanjian dengan manusia. Perjanjian-perjanjian ini adalah janji atau kesepakatan antara TUHAN Allah dan manusia, dan menetapkan syarat-syarat hubungan antara TUHAN Allah dan umat manusia. Berikut adalah beberapa perjanjian yang TUHAN Allah buat dengan manusia setelah banjir besar Nuh;

  • TUHAN Allah membuat perjanjian dengan Nuh dan keluarganya. Perjanjian ini adalah janji bahwa TUHAN Allah tidak akan lagi membinasakan bumi dengan banjir. Tanda dari perjanjian ini adalah pelangi di langit.

  • TUHAN Allah membuat perjanjian dengan Abraham, menjanjikan kepadanya bahwa ia akan menjadi bapa dari banyak bangsa dan keturunannya akan sebanyak bintang di langit. Tanda dari perjanjian ini adalah sunat. TUHAN Allah juga berjanji untuk memberikan tanah Kanaan (Palestinian) kepada Abraham dan keturunannya.

  • Diikuti perjanjian dengan Musa dengan bani Israel, untuk menjadi Allah mereka dan memimpin mereka keluar dari perbudakan di Mesir. TUHAN Allah memberikan Musa Sepuluh Perintah dan hukum-hukum ritual korban persembahan binatang-binatang yang harus diikuti oleh orang Israel (Sinaitic). Tanda dari perjanjian ini adalah hari Sabat.

  • Berikutnya TUHAN Allah membuat perjanjian dengan Raja Daud, menjanjikan kepadanya bahwa keturunannya akan selalu memerintah atas Israel. Perjanjian ini dipenuhi oleh sang penebus Yesus Kristus, yang berasal dari keturunan Daud. Tanda dari perjanjian ini adalah takhta Daud yang akan digenapi dimasa depan pada kerajaan 1000 tahun secara harafiah dan bukan dongeng, alegori atau kiasan.

  • Sementara itu Perjanjian Baru untuk umat Israel dan bangsa-bangsa kafir (Gentiles) diberitakan sebagai perjanjian Kasih-karunia (Grace) dan Belas Kasihan (Mercy); anugerah keselamatan melalui iman percaya akan kematian Yesus diatas kayu salib dan kebangkitan dari kubur Nya (Mat28:7) bagi dosa-dosa mereka.



Ketika Tuhan membuat Perjanjian dengan Abraham menurun ke-anaknya Ishak dan Yakub cucunya, Abraham adalah pihak yang percaya dan patuh.

1 Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; 2 Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan aku memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. 3 Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat." Ge 12:1-3

Perjanjian DAVIDIC
(Daud
)
Perjanjian ini, di mana kerajaan Kristus yang mulia "dari keturunan Daud menurut daging" akan didirikan, mengamankan:
(1) Sebuah "rumah" Daud; yaitu keturunan, keluarga
(2) Sebuah "takhta"; yaitu otoritas kerajaan
(3) Sebuah kerajaan; yaitu wilayah kekuasaan
(4) Selamanya;

(5) Dan perjanjian rangkap empat ini hanya memiliki satu syarat: ketidaktaatan dalam keluarga Daud harus dibalas dengan hukuman; tetapi tidak sampai pembatalan perjanjian 2Sam 7:15; Ps 89:20-37; Isa 24:5;54:3.

Hukuman jatuh; pertama dalam pembagian kerajaan di bawah Rehabeam, dan terakhir, dalam pembuangan ke Babel. 2Ki 25:1-7.
Pada kegenapan waktunya, satu Raja dari keluarga Daud telah dimahkotai di Yerusalem dan Dia dimahkotai duri. Perjanjian Daud yang diteguhkan kepada Daud dengan sumpah Yehova, dan diperbarui kepada Maria oleh malaikat Jibril, tidak dapat diubah Ps 89:30-37 dan Tuhan Allah masih akan memberikan kepada Yang bermahkota duri itu "tahta ayahnya Daud ." Luk 1:31-33; Act 2:29-32;15:14-17.

Apakah Perjanjian Tuhan Allah Israel tentang tanah Kanaan (Palestina) merupakan perjanjian kekal? (Gen15:7)

Pertanyaan ini melibatkan aspek keagamaan dan politik yang sensitif dan kompleks. Namun, secara umum, dalam tradisi agama Yahudi, ada keyakinan bahwa Tanah Israel (yang mencakup sebagian besar wilayah Palestina saat ini) adalah wilayah yang dijanjikan oleh Tuhan Allah kepada bangsa Israel.

Dalam Alkitab Ibrani (atau Tanakh), terdapat beberapa ayat yang menyatakan bahwa Allah memberikan tanah ini kepada keturunan Abraham, Ishak, dan Yakub, dan akan menjadi warisan bagi bangsa Israel selamanya. Salah satu contohnya adalah dalam Kitab Gen 17:8, yang menyatakan: "Dan Aku akan memberikan kepadamu dan kepada keturunanmu, setelah engkau, tanah yang kau tinggali sebagai orang asing, seluruh tanah Kanaan menjadi milikmu untuk selama-lamanya. Dan Aku akan menjadi Allahmu."

Namun, pandangan ini tidak diterima oleh semua orang, termasuk beberapa kelompok Kristen dan Muslim. Selain itu, dalam konteks politik modern, persoalan kepemilikan tanah Palestina juga melibatkan sejarah, politik, dan konflik yang kompleks, dan melibatkan banyak faktor yang lebih dari sekadar pandangan agamawi.

  Meskipun demikian Firman Tuhan menjanjikan dan . . .
Memberi tahu Abram bagaimana caranya meneguhkan perjanjian antara Allah dan manusia secara ritual formal.
Abram (sebelum namanya diganti) diminta untuk memotong seekor lembu betina berumur tiga tahun, seekor kambing betina berumur tiga tahun, seekor domba jantan berumur tiga tahun menjadi dua bagian, kecuali seekor burung tekukur dan seekor anak burung merpati. Abram tidak berpartisipasi dalam ritual tersebut karena Tuhan membuat Abram tertidur lelap dan tidak melibatkannya sama sekali. Inilah bentuk perjanjian tanpa syarat. (Gen15:9-15).
Adat ritual itu mengharuskan dua pihak berjalan diantara dua potongan-potongan binatang yang terpisah. Apabila satu pihak mengingkari perjanjian itu, maka yang bersangkutan akan menderita seperti binatang binatang itu.
Jadi, Tuhan mengikatkan diri-Nya pada perjanjian tanpa partisipasi Abram. Oleh karena itu, hanya Allah dan Allah saja - bukan Abram atau keturunannya di masa depan yang dapat dianggap bertanggung jawab atas pelanggaran perjanjian.

Nama Abram kemudian diganti menjadi Abraham
(Gen17:5), isterinya Sarai menjadi Sara (Gen17:15) 
Apa yang dikatakan tentang Perjanjian Abraham dapat dikatakan sebagai tiga perjanjian tanpa syarat (unconditional).
Semua bergantung secara eksklusif pada integritas Allah untuk pemenuhannya. Tidak bergantung pada Abraham, Daud, atau orang nenek moyang Israel mana pun.
Jadi Alkitab mengajarkan lima fakta tentang perjanjian tanpa syarat:
1. Perjanjian bergantung pada kesetiaan Allah, bukan kesetiaan Israel.
2. Perjanjian harus ditafsirkan secara harfiah.
3. Perjanjian baru dibuat dengan Israel, bukan dengan Gereja/ekklesia (Jer. 31:31-34; Heb. 8:8).
4. Perjanjian tidak pernah dicabut atau diganti karena keberdosaan Israel.
5. Perjanjian akan menjadi milik Israel untuk selama-lamanya (Roma 9:4).

Namun, Perjanjian Musa yang dibuat Tuhan di Gunung Sinai berbeda (conditional). Itu adalah satu-satunya perjanjian bersyarat yang Allah buat dengan bangsa Yahudi (Exo20:1-24). Tuhan berkata, “jika,” menyatakan syarat yang harus dipenuhi Israel untuk menerima berkat (Ex 19:5). Artinya, Israel harus memelihara Hukum. Kita tahu dari sejarah bahwa Israel melanggar Hukum (Perjanjian Lama) dan tidak mematuhi dan mentaati perjanjiannya.
Perbedaan Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru disini.




Gereja Kudus&Am / Ekklesia
sebagai Jemaat Tuhan dipihak lain telah dicangkokan pada Israel yang dipatahkan.
23 Dan mereka juga, jika mereka tidak tetap tinggal dalam ketidakpercayaan, akan dicangkokkan: karena Allah dapat mencangkokkan mereka lagi. 24 Karena jika engkau dipotong dari pohon zaitun yang secara alami liar, dan dicangkokkan secara berlawanan dengan alam menjadi pohon zaitun yang baik: berapa banyak lagi ini, yang merupakan cabang-cabang alami, dicangkokkan ke pohon zaitunnya sendiri? 25 Karena aku tidak mau, saudara-saudara, bahwa kamu akan mengabaikan misteri ini, jangan sampai kamu akan bijaksana dalam kesombonganmu sendiri; bahwa kebutaan sebagian terjadi pada Israel, sampai kepenuhan bangsa-bangsa lain masuk. 26 Dan dengan demikian seluruh Israel akan diselamatkan: seperti ada tertulis, Dari Sion, Pembebas akan keluar, dan akan menjauhkan kefasikan dari Yakub: Rom 11:23-26

Perhatikan, rasul Paulus menyebut orang bukan Yahudi sebagai . . .
12
bahwa waktu itu kamu tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia. 13 Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu "jauh", sudah menjadi "dekat" oleh darah Kristus. 14 Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak [bangsa Yahudi dan Kafir] dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan, 15 sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera, Eph 2:12-15
Jangan mudah terkecoh dengan pemahaman teologis bahwasanya umat Israel telah berganti rupa menjadi Gereja/Jemaat Tuhan. Penjelasannya disini.

Israel adalah satu-satunya bangsa dalam sejarah yang dengannya TUHAN Allah memiliki hubungan perjanjian yang melimpah kebangsa-bangsa kafir.
Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat." Ge 12:3

Ringkasan Kesimpulan


Melihat dari perspektif keseluruhan Alkitab sebagai Firman kebenaran, maka dapat disimpulkan bahwa Perjanjian TUHAN Allah demgan umat manusia adalah Ya dan Amin.
Setiap manusia berdosa yang telah dilepaskan dari kerajaan maut (Rom6:23) secara bertahap dalam pertumbuhan iman akan pengenalan nya terhadap juruslamat Tuhan Yesus berangsur-angsur akan dibukakan pengertiannya tentang keseluruhan Kitab Suci yang adalah History Written in Advance.

23 Beginilah firman TUHAN: "Janganlah orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya, janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya, janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya, 24 tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah TUHAN yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh, semuanya itu Kusukai, demikianlah firman TUHAN." Jer 9:23-24
Oleh karena itu,
Terpujilah TUHAN, Allah Israel, dari selama-lamanya sampai selama-lamanya, dan biarlah seluruh umat mengatakan: "Amin!" Haleluya! Ps 106:48

Maranatha

______________
https://www.swordsearcher.com/bible-study-library/scofield-reference-bible.html
https://ready4eternity.com/the-bizarre-story-of-abraham-cutting-animals-in-half/
https://sljinstitute.net/pentateuch/genesis/the-ratification-of-the-abrahamic-covenant/
https://israelmyglory.org/article/q-what-is-gods-covenant-relationship-with-israel/
https://gracestillamazes.blog/2019/01/12/mcheyne-bible-reading-plan-january-11/
https://bibleproject.com/blog/covenants-the-backbone-bible/


Beranda