Perjanjian - Perjanjian TUHAN Allah Dengan ManusiaDalam Alkitab, banjir global Nuh dijelaskan dalam Kitab Kejadian, dan setelah banjir, TUHAN Allah membuat beberapa perjanjian dengan manusia. Perjanjian-perjanjian ini adalah janji atau kesepakatan antara TUHAN Allah dan manusia, dan menetapkan syarat-syarat hubungan antara TUHAN Allah dan umat manusia. Berikut adalah beberapa perjanjian yang TUHAN Allah buat dengan manusia setelah banjir besar Nuh;
TUHAN Allah membuat perjanjian dengan Nuh dan keluarganya. Perjanjian ini adalah janji bahwa TUHAN Allah tidak akan lagi membinasakan bumi dengan banjir. Tanda dari perjanjian ini adalah pelangi di langit.
TUHAN Allah membuat perjanjian dengan Abraham, menjanjikan
kepadanya bahwa ia akan menjadi bapa dari banyak bangsa dan
keturunannya akan sebanyak bintang di langit. Tanda dari perjanjian ini
adalah sunat. TUHAN Allah juga berjanji untuk memberikan tanah Kanaan
(Palestinian) kepada Abraham dan keturunannya.
Diikuti perjanjian
dengan Musa dengan bani Israel, untuk menjadi Allah mereka
dan memimpin mereka keluar dari perbudakan di Mesir. TUHAN Allah
memberikan Musa Sepuluh Perintah dan hukum-hukum ritual korban
persembahan binatang-binatang yang harus
diikuti oleh orang Israel (Sinaitic). Tanda dari perjanjian ini adalah
hari Sabat.
Berikutnya TUHAN Allah membuat perjanjian dengan Raja Daud, menjanjikan kepadanya bahwa keturunannya akan selalu memerintah atas Israel. Perjanjian ini dipenuhi oleh sang penebus Yesus Kristus, yang berasal dari keturunan Daud. Tanda dari perjanjian ini adalah takhta Daud yang akan digenapi dimasa depan pada kerajaan 1000 tahun secara harafiah dan bukan dongeng, alegori atau kiasan.

Pertanyaan ini melibatkan aspek keagamaan dan politik yang sensitif dan kompleks. Namun, secara umum, dalam tradisi agama Yahudi, ada keyakinan bahwa Tanah Israel (yang mencakup sebagian besar wilayah Palestina saat ini) adalah wilayah yang dijanjikan oleh Tuhan Allah kepada bangsa Israel.
Dalam Alkitab Ibrani (atau Tanakh), terdapat beberapa ayat yang menyatakan bahwa Allah memberikan tanah ini kepada keturunan Abraham, Ishak, dan Yakub, dan akan menjadi warisan bagi bangsa Israel selamanya. Salah satu contohnya adalah dalam Kitab Gen 17:8, yang menyatakan: "Dan Aku akan memberikan kepadamu dan kepada keturunanmu, setelah engkau, tanah yang kau tinggali sebagai orang asing, seluruh tanah Kanaan menjadi milikmu untuk selama-lamanya. Dan Aku akan menjadi Allahmu."
Namun, pandangan ini tidak diterima oleh semua orang, termasuk beberapa kelompok Kristen dan Muslim. Selain itu, dalam konteks politik modern, persoalan kepemilikan tanah Palestina juga melibatkan sejarah, politik, dan konflik yang kompleks, dan melibatkan banyak faktor yang lebih dari sekadar pandangan agamawi.
Namun,
Perjanjian Musa yang dibuat Tuhan di Gunung Sinai berbeda
(conditional). Itu
adalah satu-satunya perjanjian bersyarat yang Allah buat dengan bangsa
Yahudi (Exo20:1-24). Tuhan berkata, “jika,” menyatakan syarat
yang
harus dipenuhi Israel untuk menerima berkat (Ex 19:5). Artinya, Israel
harus memelihara Hukum. Kita tahu dari sejarah bahwa Israel melanggar
Hukum
(Perjanjian Lama) dan tidak mematuhi dan mentaati perjanjiannya.
Melihat dari perspektif keseluruhan Alkitab
sebagai Firman kebenaran, maka dapat disimpulkan bahwa Perjanjian TUHAN
Allah demgan umat manusia adalah Ya dan Amin.