~Welcome To IeMa Zone~
 


20 February 2006

Home Profile Galery Tips Friends News


 

 

 

Lintas Berita: KWI Prihatin Pemuatan Karikatur Menghina Umat Islam


Glorianet -
Komisi Hubungan Antar Agama Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) menyesalkan terjadinya pemuatan karikatur yang menampilkan gambar Nabi Muhammad di harian Jyllands Posten, Denmark. KWI berharap pemerintah Denmark segera melakukan klarifikasi, meminta maaf dan memberikan sanksi kepada pemimpin surat kabar tersebut.

     "KWI memahami sepenuhnya apa yang menjadi kemarahan umat Islam di Indonesia akibat pemuatan karikatur tersebut. KWI berharap hal ini dapat secepatnya diselesaikan oleh pemerintah Denmark dan media massa di Indonesia dapat menjadikan kasus ini sebuah pelajaran berharga agar tidak dilakukan oleh pers nasional," ujar Sekretaris Komisi Hubungan Antar Agama KWI, Benny Susetyo Pr kepada Pembaruan di Jakarta, Senin (6/2).

    Sementara itu, Pemerintah Denmark meminta maaf kepada umat Islam dunia dan menyatakan sangat prihatin dengan pemuatan gambar-gambar Nabi Muhammad di surat kabar Jyllands Posten, yang dianggap sebagai penghinaan terhadap Nabi Muhammad dan Islam sebagai agama.

     Demikian siaran pers yang berisi pernyataan Perdana Menteri Denmark Anders Fogh Rasmussen dan Pemimpin Redaksi Jyllands Posten, Carsten Juste tersebut dikirim Kedutaan Besar Denmark di Jakarta yang ditandatangani Duta Besarnya Niels Erik Andersen pada Jumat dan dikirimkan kepada sejumlah organisasi Islam terbesar di Indonesia PBNU dan PP Muhammadiyah.

     Suratkabar harian itu, disebutkan, tidak bermaksud melecehkan Nabi Muhammad dan telah menyatakan permintaan maaf serta berharap pernyataan maaf itu dapat memberi ketenangan kepada pihak yang merasa disakiti dan terhina.

     "Saya sangat menghormati penganut agama. Tentu saja saya tidak akan pernah memilih untuk menggambarkan simbol keagamaan dengan cara tersebut," kata Rasmussen.

     Pemerintah Denmark, ujar Rasmussen, mengutuk segala ungkapan, tindakan atau tanda yang berniat menghina sekelompok orang berdasarkan agama atau suku, karena hal itu suatu yang tidak dapat diterima oleh masyarakat yang saling menghormati.

      Pihaknya telah mengimbau kepada seluruh kelompok untuk tidak memberi keterangan atau tindakan yang dapat menimbulkan ketegangan lebih lanjut. Di Denmark dan negara lainnya harus berusaha untuk melakukan dialog dan membangun persahabatan. "Saya merasa senang bahwa permintaan maaf tersebut telah diterima dengan baik oleh masyarakat muslim di Denmark dan mereka berjanji untuk mendukung upaya kami," katanya.

       Sementara itu, Pemimpin Redaksi Jyllands Posten, Carsten Juste, berpendapat bahwa ke-12 gambar kartun itu biasa-biasa saja dan tidak dimaksudkan untuk menyinggung perasaan siapapun. "Tetapi tak dapat dibantah bahwa telah menyinggung perasaan umat Islam dan karena itu kami meminta maaf," kata Juste.

      Pada 30 September 2005 Jyllands Posten telah mencetak 12 gambar karya juru gambar kartun yang mengekspresikan bagaimana kira-kira rupa Nabi Muhammad. Ini dalam rangka perdebatan seru tentang kebebasan mengutarakan pendapat yang sangat dihargai di Denmark.

     Sebagai lanjutan dari diskusi mengenai gambar kartun ini pihaknya telah mengadakan pertemuan dengan wakil dari umat Islam di Denmark yang terjadi dalam suasana positif dan konstruktif.

     Permintaan Maaf Secara terpisah, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan, pemerintah dapat menerima permintaan maaf pemerintah Denmark atas pemuatan karikatur yang melecehkan Nabi Muhammad SAW. Diharapkan peristiwa tersebut tidak terulang kembali dan berbagai langkah diplomatik yang telah ditempuh pemerintah dipahami masyarakat dengan tetap memelihara ketertiban umum.

      Demikian pernyataan resmi pemerintah yang dikemukakan Presiden Yudhoyono, di Kantor Presiden, Sabtu (4/2) dalam jumpa pers tanpa tanya jawab, menyikapi pemuatan karikatur Nabi Muhammad SAW di Harian Jylland Posten yang terbit di Kopenhagen, Denmark, baru-baru ini. Ironisnya, karikatur serupa, sejumlah 12 buah, dimuat ulang di beberapa media massa di beberapa negara Eropa.

      Menurut Presiden, yang didampingi Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda dan Menteri Agama M Mahtuh Basyuni, pemerintah mengecam dan menganggap pemuatan karikatur tersebut sebagai sikap tidak sensitif terhadap pandangan dan keyakinan umat agama lain. "Pelecehan terhadap simbol-simbol agama tersebut telah menyakiti perasaan umat Islam dan pembenaran atas dasar kebebasan menyatakan pendapat sulit diterima," katanya.

      Karena itu reaksi dan protes yang muncul di masyarakat atas karikatur tersebut dapat dipahami pemerintah. "Namun sebagai umat beragama kita patut menerima pernyataan maaf yang telah disampaikan pemerintah Denmark," katanya.

      Sehari sebelum Presiden menyatakan sikap resmi pemerintah, di tempat yang sama, Menlu Hassan Wirajuda dan Jurubicara Kepresidenan Andi Mallarangeng juga telah menyampaikan sikap resmi pemerintah. Saat itu Hassan Wirajuda juga telah mengemukakan permintaan maaf Perdana Menteri Denmark Anders Fogh Rasmussen dan Pemimpin Redaksi Jyllands Posten, Carsten Juste, melalui Dubes Denmark di Jakarta, Niels Erik Andersen.

     Menurut Presiden Yudhoyono, kejadian tersebut menguatkan pandangan pemerintah tentang perlunya dilakukan dialog. (GCM/SHcom-E-5/Y-3)

http://www.glorianet.org/mau/index.html

 

Hosted by www.Geocities.ws

1