Pernahkan anda membaca buku Cicken Soup tentang Persahabatan ?. Ada
satu kata-kata dari sana yang saya coba hafalkan, kira-kira begini
bunyinya: '.. setiap orang memiliki gudang rahasia dalam hatinya,
namun dia ingin ada seseorang yang bisa duduk didalamnya sehingga
dia mengetahui apa rahasia digudang itu... seseorang itu adalah...
s.a.h.a.b.a.t ' (kutipan ini tidak persis aslinya).
Kata-kata itu begitu menyentuh hati. Membuat saya menyadari arti
penting sahabat saya selama ini. Sahabat bagi saya adalah dia yang
bisa mengerti dan memahami apa yang saya katakan maupun tidak saya
katakan. Dengan sahabat ada kebebasan untuk berbicara ataupun tidak
berbicara. Dengannya kita tidak malu dan khawatir untuk menangis,
marah, kelihatan lemah, manja atau berubah menjadi seorang yang arif,
dewasa dan pengertian. Kita tidak malu menceritakan ambisi, khayalan
dan obsesi kita.
Siapakah sahabat ?. Dia bisa orang lain, bisa juga suami atau isteri,
bisa saudara sekandung, sepupu, famili ataupun ibu, bapak, nenek,
kakek, dsb. Pokoknya dialah yang kita ingin duduk di dalam gudang
rahasia kita. Dimana kita berlari dalam susah dan senang karena
yakin akan merasakan damai bersamanya.
Sudahkah anda menemukan sahabat ?. Atau anda merasa tidak perlu
memiliki sahabat ?. Namun saya menyarankan, cobalah memiliki sahabat.
Karena sebagai manusia tidak selamanya kita bisa menyimpan rahasia.
Konsep self explossure (keterbukaan diri, benar gak ?) akan membantu
kita hidup lebih bahagia. Daripada keterbukaan diri kita ini nyasar...
salah orang.... maka sahabatlah yang bisa kita percaya menampung.
Ini tidak egois demi 'keuntungan' kita sendiri. Relasi persahabatan
akan berjalan baik, jika dia juga menganggap kita sahabatnya juga.
Dia juga melakukan self explossure dan kita adalah penyimpan rahasia
yang baik.
Mungkin, para remaja juga memerlukan sahabat dalam arti yang
sesungguhnya. Sehingga dengan demikian, gejolak emosi dan pikiran
anarkisnya mendapat tempat untuk disalurkan. Tapi... tidak remaja
saja. Orang dewasapun memerlukan sahabat.
Semoga.... anda dan kita mendapat sahabat yang baik. Dimana
bersamanya kita akan melakukan pengembaraan iman.
~ SAHABATSEJATI
~
Apa
yang kita alami demi teman kadang-kadang
melelahkan dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat
persahabatan mempunyai nilai yang indah. Persahabatan sering
menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi persahabatan sejati bisa
mengatasi cobaan itu bahkan bertumbuh bersama karenanya..
Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan
proses yang panjang seperti besi menajamkan besi, demikianlah
sahabatmenajamkan
sahabatnya. Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka
dan duka,
dihibur-disakiti, diperhatikan-dikecewakan,
didengar-diabaikan,dibantu-ditolak, namun semua ini tidak pernah
sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian.
Seorang sahabat
tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan,
justru karena kasihnya ia memberanikan diri menegur apa adanya.
Sahabat tidak pernah membungkuspukulan dengan ciuman, tetapi
menyatakan apa yang amat menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau
berubah.
Proses dari teman
menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari kesetiaan,
tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah kita
memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan
kasih dari orang lain, tetapi justru ia terinisiatif memberikan dan
mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya.
Kerinduannya
adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya, karena tidak ada
persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis. Semua orang pasti
membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua orang berhasil
mendapatkannya. Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya
persahabatan, namun ada juga yang begitu hancur karena dikhianati
sahabatnya.
Ingatlah kapan
terakhir kali anda berada dalam kesulitan. Siapa yang berada di
samping anda ?? Siapa yang mengasihi anda saat anda merasa tidak
dicintai ?? Siapa yang ingin bersama anda saat anda tak bisa
memberikan apa-apa ??
MEREKALAH SAHABAT
ANDA Hargai dan peliharalah selalu persahabatan anda dengan mereka.
** Dalam masa
kejayaan, teman-teman mengenalkita.Dalam
kesengsaraan, kita mengenal teman- teman kita**
10 Tips Membina Persahabatan
1. Pikirkanlah apa yang dapat kamu
berikan kepada sahabatmu bukan apa yang dapat kamu peroleh dari
persahabatan. Jangan bersahabat hanya demi memperoleh kesenangan,
karena jika demikian, kamu bukanlah sahabat sejati. Hargailah
sahabatmu seperti kamu ingin dihargai
2. Dukunglah sahabatmu. Sahabat
sejati selalu saling menyemangati dan 'mendorong'
supaya mereka bersama-sama dapat menjadi yang terbaik bukannya
saling menjatuhkan. Ia turut berbahagia ketika sahabatnya berhasil
mencapai apa yang diinginkannya dan tidak merasa tersaingi.
3. Bersedia untuk memaafkan
Jangan biarkan 'luka'
berkembang menjadi kepahitan karena hal ini akan menghancurkan
persahabatan yang ada. Maafkan kesalahan yang diperbuat oleh
sahabatmu dan jangan biarkan luka itu merusak hubungan.
4. Jangan memandang kesalahan
yang dibuatnya Ini adalah suatu cara untuk menunjukkan betapa kita
peduli terhadap dia. Jangan tinggalkan sahabatmu saat dia berbuat
kesalahan. Bersabarlah dan tuntunlah dia untuk berubah. Sadarilah
bahwa tidak ada orang yang sempurna.
5. Jadilah sahabat yang dapat
diandalkan dan tepatilah janji yang telah kamu ucapkan.
6. Jangan mencoba untuk
mengontrol sahabatmu. Bersahabat bukan berarti harus selalu
bersama-sama . Memang akan sangat menyenangkan bila dapat selalu
bersama dengan orang yang kita kasihi. Namun ingat, sahabat kita itu
bukan monopoli kita sendiri karena ia juga mempunyai teman lain
selain kita. Untuk itu jangan merasa dikhianati ketika temanmu
bergaul dengan yang lain, sebaliknya usahakan kamu juga dapat
berteman dengan mereka. Hal ini akan membuat kita dan sahabat kita
lebih menghargai satu sama lain.
7. Selalu ada disaat senang
maupun susah Bergembiralah bersama mereka saat mereka sedang
bergembira namun jangan ada hanya pada saat senang saja. Ketika
sahabatmu sedang kesal akan sesuatu, berikan mereka perhatian. Yang
paling dibutuhkan dari seorang sahabat adal ah sepasang telinga yang
simpatik dan yang mau me mahami perasaan mereka.
8. Menerima apa adanya
sahabatmu Jangan menuntut sahabat kita untuk bereaksi dengan cara
yang sama seperti yang biasa kita lakukan. Hargailah dia apa adanya
termasuk juga keputusan yang dia ambil yang mungkin tidak sesuai
dengan kehendak kita.
9. Jangan jadi 'Ember'
(mulut bocor). Belajarlah untuk menjaga rahasia sahabatmu.
10. Jangan biarkan perbedaan
pendapat menghancurkan persahabatanmu. Misalkan kamu sedang
berdiskusi dengan sahabatmu dan waktu kamu mengemukakan pendapat
yang menurut kamu benar ternyata ia tidak setuju. Bila itu terjadi,
jangan terus berdebat yang hanya akan membuat kamu dongkol. Lepaskan
hasrat untuk menang sendiri daripadapersahabatanmu rusak karenanya.