
Masih banyak warga yang tidak menyadari akan pentingnya sumber daya air bersih, dan juga tanaman eceng gondok yang terlantar yang hanya menjadi limbah di sungai. Banyaknya tanaman eceng gondok (Eichhornia crassipes) yang tumbuh secara liar, sehingga menggenang didekat pinggiran sungai dan menghalangi jalannya arus air. Banyak warga menganggap bahwa eceng gondok adalah salah satu tanaman liar yang menyebabkan pencemaran air, dan penyebab tersumbatnya arus air di sungai. Selanjutnya, banyak warga menggunakan air sungai yang kotor untuk kebutuhan sehari-hari, seperti menyuci baju, mandi, dan lain-lain. Mereka tidak tahu bahwa terdapat kandungan berbahaya yang terkandung di dalam air sungai tersebut yang dapat membahayakan kesehatan mereka.
Seperti yang telah diketahui, sebagian dari permukaan bumi diselimuti oleh air, baik yang ada di permukaan bumi atau di bawah permukaan bumi. Air yang ada di permukaan atau yang di bawah permukaan bumi terdiri dari air sungai, air laut, air danau, selat, teluk serta air tanah. Awalnya, kondisi air sungai sangat bersih, murni, dan jernih serta dapat dijamin kualitas kesehatannya, namun seiring berjalannya waktu sebagian besar air tersebut menjadi tercemar, dan tidak menutup kemungkinan bahwa sumber mata air ikut tercemar. Bukan karena itu saja, hal ini di karenakan oleh ulah tangan sebagian manusia yang tidak bertanggung jawab, seperti yang terjadi pada sungai di sungai sekitar pemukiman di RT.11 RW. 8 KEC Seberang Ulu 1 Jakabaring, Kota Palembang. Warga selalu melakukan hal-hal yang dapat merusak bahkan menghilangkan sumber air bersih seperti membuang sampah di sungai, baik sampah industri maupun sampah rumah tangga. Warga hanya melakukan hal-hal yang menurut mereka mudah, dan instan tanpa memikirkan akibat-akibat yang akan terjadi di kemudian hari dari apa yang mereka lakukan. Kemudian, kebanyakan warga yang tinggal di sekitar sungai menggunakan air aliran tersebut untuk keperluan sehari-hari seperti menyuci baju, mandi, dan lain-lain. Mereka tidak tahu bahwa terdapat kandungan berbahaya yang terkandung di dalam air sungai tersebut yang dapat membahayakan kesehatan mereka. Padahal kondisi air sungai tersebut sudah tidak memenuhi standard air bersih lagi yang layak untuk digunakan, apalagi banyak limbah-limbah dari pasar Induk (pasar yang berada di dekat sungai tersebut) yang di buang ke sungai tersebut.
Masih banyak warga yang tidak menyadari akan pentingnya sumber daya air bersih, dan juga tanaman eceng gondok yang hanya menjadi limbah di sungai. Banyaknya tanaman eceng gondok (Eichhornia crassipes) yang tumbuh secara liar, sehingga menggenang didekat pinggiran sungai dan menghalangi jalannya arus air. Banyak waraga menganggap bahwa eceng gondok (Eichhornia crassipe ) adalah salah satu tanaman liar yang menyebabkan pencemaran air, dan penyebab mampetnya arus air di sungai. Disisi lain, kepedulian warga tentang pentingnya air bersih, dan pembudidayaan tanaman eceng gondok (Eichhornia crassipes) juga masih rendah. Masih banyak warga yang membuang sampah ke sungai yang berakibat semakin menambah tingkat pencemaran sungai tersebut. Dari data yang kami peroleh, 65 % air aliran sungai di daerah Jakabaring ini telah tercemar oleh limbah organik, kandungan logam, dan limbah rumah tangga. Serta sekitar 35 % terselubung oleh tanaman eceng gondok.
Sehubungan dengan hal-hal yang kami paparkan di atas, dalam karya tulis ini kami mengambil sub tema mengenai pentingnya pengendalian pencemaran air. Sedangkan judul yang kami angkat yaitu “Budidaya Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) Guna Melestarikan Sumber Daya Air Di Jakabaring, Palembang” (HR).Read More
Today, among the elderly, teenagers and even children want to spend their time in a place like shopping mall, and others. More than millions of rupiah they spend just to shop at the mall.
Read MoreKran air adalah alat yang digunakan untuk menutup dan membuka katup saluran air sesuai dengan kebutuhan kita.
Read MoreAmazing, SMAN Sumtera Selatan (Sampoerna Academy) dancers berhasil masuk ke babak 5 besar finalis dance competition honda DBL 2013..
Read More