Suhesti itulah namanya, nama yang singkat tapi jelas dan diberikan
dengan penuh cinta dan kasih sayang oleh kedua orang tuanya .
Suhesti
lahir di Indramayu tanggal 16 Juni 1987 dari pasangan Rosid dan
Aisah. Bungsu dari 4 bersaudara ini sangat lincah, periang
dan juga
sedikit pemarah. Kehidupan semasa kecilnya tidaklah seindah seperti
anak-anak kebanyakan , namun hal tersebut justru membuatnya
bangga
bahwa kehidupan remajanya sekarang tidaklah didapat dengan mudah
melainkan dari kerja keras orang tuanya dan pengorbanan ibunya
ditinggalkan
sang ayah untuk merantau. 18 tahun sudah kehidupan ia jalani Ibu
tercinta sudah meninggalkan ia untuk selama-lamanya tepat
diusianya
17 tahun. Sedangkan ayah sudah tidak berdaya untuk merawat dan
mendidiknya. Suhesti sekarang hanya berharap kepada 2 kakaknya..
Begitu
banyak kesedihan dan masalah yang ia rasakan setelah kepergian
ibunda tercinta namun hal itu tidak membuatnya runtuh melainkan
tetap
tabah dan
terus menerjang kehidupan ini. Hal itu karena ia sadar bahwa tidak
ada yang kekal di dunia ini dan hidup akan terus berjalan walaupun
tanpa
orang-orang yang ia cintai. Remaja yang terkenal pandai bicara ini
masih menjadi siswi di SMK Negeri 8 Jakarta dan akan segera
menyelesaikan
pendidikan terakhirnya di bidang akuntansi pada tahun 2006. Beberapa
lomba pernah ia ikuti selama ia duduk dibangku SMK yaitu:
- Lomba
Cepat Tepat Ekonomi di UNJ dan UI
- Lomba
Pidato Bahasa Inggris
- Lomba
Olimpiade Ekonomi tingkat Jakarta Selatan
Suhesti
juga mempunyai beberapa keahlian dan keterampilan yaitu:
- Dapat
mengoperasikan Komputer Akuntansi (MYOB v.10)
- Dapat
mengoperasikan Ms. Office
- Dapat
mengoperasikan Mesin tik manual dan elektrik
- Dapat
berbahasa Inggris lisan dan tulisan
Suhesti
mempunyai hobi yang mungkin dimiliki oleh remaja pada umumnya yaitu
membaca, jalan-jalan dan mengobrol
sekarang
cita-cita terbesarnya adalah dapat bekerja setelah ia lulus sehingga
dia dapat menghasilkan uang sendiri dan membalas kebaikan
orang-orang
yang membantunya. setelah ibunya meninggal dia dibantu oleh
seseorang yang sangat baik yang bersedia membiayai sekolahnya
walaupun
tidak semuanya dan Suhesti masih ditanggung oleh kakak laki-lakinya
yang sudah menikah. alhamdulillah ia memiliki kakak
yang sangat
menyayanginya. suhesti juga memiliki seseorang yang sangat mencintai
dan menyayanginya yaitu kekasihnya. Muhammad Iqbal
namanya
orang yang tampan baginya dan baik pula baginya. demi kakaknya,
kekasihnya dan tentu masa depannya dia bertekad meraih kesuksesan
dengan
tangannya sendiri.
|