
Release Date : May 2000 Format : 4 CD Platform : Playstation
Story
Final Fantasy yang satu ini mengambil setting Gaia, suatu planet dengan nuansa medieval (abad pertengahan) yang kental. Jadi tidak seperti seri sebelumnya, anda tidak akan menemukan mesin-mesin berteknologi canggih disini.
Cerita dimulai di kota Alexandria, dimana sedang terjadi pesta besar perayaan ulang tahun ke 16 Putri Garnet Til Alexandros, satu-satunya keturunan Queen Brahme yang berkuasa di Alexandria. Namun karakter utama Final Fantasy IX bukanlah Garnet, mela-inkan Zidane Triball, pemuda yang sehari hari berprofesi sebagai pencuri. Zidane sedang tergabung dalam grup yang mempunya misi menculik Garnet saat pesta ulang tahunnya. Rencananya, Garnet diculik saat perhatian semua orang sedang tertuju pada drama �I Want to be Your Canary�. Namun hal yang terjadi sungguh di luar dugaan. Garnet yang bosan dengan hidup glamournya itu malah menyerahkan diri untuk diculik. Usaha melarikan diri ternyata tidak semudah yang direncanakan, karena penculikan Garnet ketahuan dan mendapat pengejaran. Mereka berhasil meloloskan diri, namun pengawal pribadi Garnet, Adelbert Steiner, ikut dengan mereka, dan juga Vivi Ointinier, peyihir kecil yang ikut secara tidak sengaja saat tersesat di Alexandria. Steiner berusaha keras agar Garnet kembali ke Alexandria, dan Zidane berusaha sebaliknya.
Saat rombongan mencapai Lindblum, situasi merumit. Kini bukan hanya masalah ming-gatnya Garnet, tapi sudah meluas ke konspirasi tingkat tinggi antara Kuja dan Queen Brahme yang menyangkut eksistensi Gaia. Dunia kembali berada dalam bahaya, dan Zidane dkk. secara tidak sadar telah terlibat di dalamnya. Seiring dengan berkembangnya cerita, Zidane dkk. akan bertemu dengan Freija Crescent, Eiko Carewell, Quina dan Amarant. Sedikit demi sedikit juga akan terkuak apa dibalik konspirasi antara Queen Brahme dan Kuja, siapa Kuja, siapa Zidane sebenarnya, hubungan Garnet dengan Eiko, dan dari mana ekor Zidane berasal. Bagaimana kelanjutannya? Silahkan coba sendiri game ini
back to top
Characters
 |
Zidane Tribal
Umur� � � ��: 16 tahun
Senjata � �: Dual Dagger
Zidane adalah karakter utama dari Final Fantasy IX. Ia adalah orang yang ceria, optimis-tis, dan setia kawan. Tidak jelas masa lalu Zidane, dan dari mana ekornya berasal. Ia dididik secara keras oleh Baku, ayah angkatnya di Lindbulm. Zidane terlibat dalam cerita ini sejak rencanya penculikan Garnet, yang malah menyeretnya ke masalah besar yang melibatkan eksistensi 2 dunia.
|
 |
Garnet Til Alexandros
Umur� � � ��: 16 tahun
Senjata � �: Staff
Putri kerajaan Alexandria yang baru genap berumur 16 tahun. Garnet sama sekali tidak mirip ibunya, ia cantik sementara ibunya buruk rupa. Garnet sifatnya agak pendiam dan agak sombong, dikarenakan gaya hidup bangsawan yang masih melekat pada dirinya. Garnet merasa bosan dengan hidupnya yang selalu jadi pusat perhatian dan serba mewah, maka saat Zidane dkk. berencana menculiknya, ia dengan senang hati pergi bersama mereka. Lalu untuk menyamarkan indentitasnya, Garnet beralih nama menjadi Dagger. Asal usul Garnet yang juga tidak jelas dan hubungan antara dirinya dan Eiko akan terungkap seiring dengan berjalannya cerita.
|
 |
Adelbert Steiner
Umur� � � ��: 33 tahun
Senjata � �: Pedang
Steiner adalah seorang ksatria gaek dengan baju zirah lengkap yang telah mengabdikan hidupnya untuk mengawal Garnet, calon ratu Alexandria. Steiner bersifat sengat protektif terhadap Garnet, sehingga pada awalnya Steiner memusuhi Zidane. Namun karena Garnet bersikap mendukung Zidane (Garnet tidak mau kembali ke Alexandria), Steiner tidak punya pilihan selain terus mengikuti Garnet. Namun dibalik semua itu, Steiner adalah orang yang baik hati, loyal, setia kawan, dan dapat dipercaya.
|
 |
Vivi Ointinier
Umur� � � ��: ?? tahun
Senjata � �: Staff
Vivi adalah seorang penyihir ilmu hitam (black magic-bersifat ofensif, kebalikan dari keahlian Garnet&Eiko, white magic yang bersifat suportif) yang sedang tersesat di Alexandria. Secara tidak sengaja ia bertemu Zidane dan ikut dengan Zidane sampai cerita berakhir. Vivi adalah seorang yang masa lalunya suram, penakut, dan pesimistis. Namun sebenarnya Vivi adalah figur yang ramah dan baik hati. Seiring dengan berjalannya cerita, Vivi terus menerus didukung secara moril oleh kawan-kawannya, sampai akhirnya ia menjadi seorang pemberani yang dapat berdiri sendiri.
|
 |
Freija Crescent
Umur� � � ��: ?? tahun
Senjata � �: Tombak
Freija adalah seorang dragoon (orang-orang yang berikatan erat dengan naga, mampu berkomunikasi dengan naga) yang telah mengenal Zidane sejak dulu. Freija bergabung dengan Zidane dkk. di Lindbulm setelah Bounty Contest dimana Zidane dan Freija menjadi top scorer dan bersaing keras. Freija tidak memiliki banyak cerita tentang masa lalunya, kecuali tentang perpisahannya dengan kekasihnya, sesame dragoon, karena sesuatu hal. Freija bersifat keras, dan agak pendiam.
|
 |
Quina
Umur� � � ��: ?? tahun
Senjata � �: garpu & sendok
Makan, makan, dan makan. Itulah kata yang paling tepat menggambarkan Quina. Masa lalunya tidak jelas, sifatnya ceria, dan perannya dalam cerita benar-benar hanya sebagai bumbu penggembira saja. Keahliannya adalah memasak, bahkan ia dapat memakan atau memasak musuh dalam pertarungan! Quina juga sering terpisah dengan Zidane dkk. tanpa alasan yang jelas, yang makin memperjelas statusnya dalam cerita Final Fantasy IX sebagai penambah saja.
|
 |
Amarant
Umur� � � ��: ?? tahun
Senjata � �: tangan kosong
Amarant adalah seorang pembunuh bayaran yang disewa Queen Brahme untuk menang-kap Zidane dkk. hidup atau mati. Amarant melaksanakan tugasnya dengan dingin, namun setelah pertarungan satu lawan satu dengan Zidane yang dimenangkan Zidane, matanya terbuka bahwa prinsip kebenaran yang selama ini dianutnya salah, dan apa yang dilakukan Zidane mengenai Garnet bukanlah suatu tindak kejahatan. Sejak dari itulah Amarant bergabung dengan Zidane dkk. Amarant, walaupun sangat dingin dan sangat pendiam, sebenarnya adalah orang yang baik hati dan setia kawan.
|
back to top
� Copyright of Final Fantasy Fansite 2004 Final Fantasy � is a trademark of Square-Enix
|