LIAR, LIAR
Oleh
Idawati
Kalau kita membaca kisah Rahab, si pelacur, di Yosua 2:1-24, mungkin ada
beberapa di antara kita yang merasa heran. Mengapa Rahab berbohong dengan
enaknya untuk melindungi para pengintai dari bangsa Israel, dan dia tidak
dihukum Tuhan?
Apakah dengan demikian Tuhan mengijinkan kita berbohong untuk kebaikan atau
untuk pekerjaanNya?
Tentu tidak! Allah kita adalah Allah yang sanggup melakukan apapun tanpa bantuan
kita, apalagi "bantuan" kita itu berupa dusta! Kita bisa lihat di
Alkitab kita betapa Tuhan membenci pendusta dan kebohongan.
Ketika Saul mendahului Samuel untuk memberikan persembahan kepada Tuhan
(meskipun sepertinya Saul berniat baik dan sudah melakukan 99% kewajibannya
untuk patuh kepada Tuhan), Tuhan kita tetap berfirman lewat Nabi Samuel:
"Sebab pendurhakaan adalah sama seperti dosa bertenung, dan kedegilan
adalah sama seperti menyembah berhala dan terafim." (1 Sam 15:23)
"Enam perkara ini yang dibenci Tuhan, bahkan tujuh perkara yang menjadi
kekejian bagi hati-Nya: mata sombong, LIDAH DUSTA, tangan yang menumpahkan darah
orang yang tidak bersalah, hati yang membuat rencana-rencana yang
jahat......" (Amsal 6:16-18)
Dan masih banyak lagi kalau mau dicari ayat-ayat yang menyatakan betapa Allah
kita membenci kebohongan. Allah adalah terang, dan di dalam Dia tidak ada gelap
sedikitpun. Jadi sama sekali tidak masuk akal kalau kita mengatakan Allah
mengijinkan kita berdusta.
Kalau begitu, bagaimana dengan Rahab? Mengapa Rahab dibiarkan hidup oleh Yosua
bahkan diijinkan untuk tinggal di tengah-tengah bangsa Israel? (Yosua 6:25)
Mengapa nama Rahab termasuk dalam daftar "Pahlawan Iman" di Ibrani 11?
Mengapa Rahab justru beroleh belas kasihan di mata Allah untuk menjadi
"ancestor" atau "nenek moyang" Tuhan Yesus? (Matius 1:1,5)
Ini hal yang mau kita pelajari bersama.
[Ini adalah bagian pertama dari artikel "Belajar dari Rahab" oleh Idawati, SE ( [email protected] ) yang dimuat di Club Malachi dan Galaxy Web]
SEKILAS
MENGENAI RAHAB
Sebelum kira rame-rame menghakimi Rahab, si pelacur ini... mari kita lihat dulu
yuk, siapa sih Rahab?
Alkitab tidak banyak mencatat tentang Rahab. Hanya diceritakan di situ antara
lain bahwa ia adalah salah satu penduduk Yerikho yang waktu kehidupannya sangat
tidak bermoral dan jauuuuuuuuuuuuuuuuuuuh banget deh dari standard Tuhan. Rahab
sendiri adalah seorang pelacur, profesi yang aku rasa sangat umum pada jaman
itu.
Hal kedua yang kita tahu tentang Rahab adalah bahwa ia membantu kedua pengintai
dari bangsa Israel dengan menyembunyikan mereka di sotoh rumahnya, dan berbohong
pada pengawal dengan mengatakan bahwa mereka sudah pergi menjelang malam. ( Yos
2:4-5)
Hal ketiga adalah bahwa Rahab membuat perjanjian dengan kedua pengintai itu
untuk tidak menghabisi nyawanya dan keluarganya karena ia toh telah menolong
mereka. Kedua pengintai itu menyetujuinya asalkan Rahab mengikatkan tali kirmizi
pada jendela tempat mereka turun, dan ia dan seisi keluarganya tidak boleh
keluar rumah pada waktu mereka menyerbu Yerikho. (Yosua 2:12-13,17-19)
Setidaknya ketiga hal inilah yang biasanya sering diingat orang mengenai Rahab.
Tetapi kalau kita mau menggali lebih dalam, ada hal-hal menarik lainnya yang
patut kita ketahui ttg hidup Rahab. Hal-hal inilah yang justru merupakan kunci
jawaban dari pertanyaan kita.
Hal pertama, perhatikan kalimat yang dikatakan Rahab kepada kedua pengintai dari
Israel itu:
"Aku tahu, bahwa TUHAN telah memberikan negeri ini kepada kamu dan bahwa
kengerian terhadap kamu telah menghinggapi kami dan segala penduduk negeri ini
gemetar menghadapi kamu. Sebab kami mendengar, bahwa TUHAN telah mengeringkan
air laut Teberau di depan kamu, ketika kamu berjalan keluar dari Mesir, dan apa
yang kamu lakukan kepada kedua raja orang Amori yang di seberang sungai Yordan
itu....... Ketika kami mendengar itu, tawarlah hati kami dan jatuhlah setiap
orang menghadapi kamu, sebab TUHAN, Allahmu, ialah Allah di langit di atas dan
di bumi di bawah."
(Yosua 2:9-11)
Catatan: Dalam Alkitab Perjanjian Lama, setiap kali kata "Tuhan"
dicetak dengan huruf besar "TUHAN", itu berarti dalam bahasa aslinya
ditulis sebagai YHWH. Atau Jehovah/Yehowah, alias nama Allah kita dalam Kitab
Perjanjian Lama.
Perhatikan bahwa Rahab mengatakan kengerian telah menghinggapi seluruh penduduk
Yerikho karena Allah menyertai mereka. Meskipun begitu, perhatikan bahwa hanya
Rahab lah yang berinisiatif untuk memihak orang Israel. Yang lain meskipun telah
mendengar betapa dahsyatnya Allah kita, dan betapapun mereka takut dan gemetar,
tapi tetep aja dablek. =) Hanya Rahab yang bertindak. Perhatikan juga betapa
hormatnya Rahab menyebut Allah kita.
Hal menarik kedua, perhatikan pada ayat 6 dan 18. Di situ dikatakan bahwa Rahab
menyembunyikan kedua pengintai tersebut "di bawah timbunan batang rami,
yang
ditebarkan di atas sotoh itu."
Kalau dipikir2.... untuk apa seorang pelacur menumpuk batang rami di sotoh
rumahnya? (sotoh itu kayak loteng rumah tapi ala Timur Tengah gitu loh... Hayo
rame2 cari fotonya karena aku nggak bisa jelasin! ^_^)
Batang rami itu adalah bahan pembuat benang kirmizi. Perhatikan bahwa tali
kirmizi yang dipakai kedua pengintai itu untuk turun adalah tali yang dijalin
dari benang kirmizi, yang terbuat dari batang rami ini.
Jadi.... kalau mau disimpulkan... pada saat itu, Rahab telah berganti profesi
menjadi: tukang kain. Rahab sudah tidak lagi menjadi pelacur ketika
menyembunyikan kedua orang itu. Aku rasa begitu dia mendengar kabar tentang
Allah kita, dengan kesepuluh perintahNya, dengan tanda-tanda ajaib yang
dibuatNya, Rahab langsung menyadari bahwa inilah Tuhan, yang akan menghancurkan
Yerikho yang bejad!! Dan profesinya sebagai pelacur jelas bukan merupakan faktor
pendukung.
Maka Rahab mengganti profesinya.
Ada dua hal yang harus kita ingat dalam hal ini. Bahwa Allah telah menaruh dalam
hati ciptaanNya, kemampuan umum untuk membedakan yang baik dan yang jahat. Tuhan
telah mengukir kesepuluh perintah Allah itu pada hati kita. Jadi tidak usah
heran meskipun tadinya Rahab tidak mengenal Allah, tapi dia bisa ngerti kalo
menjadi pelacur itu bukan perbuatan yang bermoral. Sama seperti kita. Meskipun
mungkin tidak ada peraturan tertulis, tapi kita tahu bahwa berbohong itu salah,
memfitnah itu salah... dll.
Hal lainnya adalah fakta bahwa Alkitab tetap mencatat Rahab sebagai perempuan
sundal (Yosua 2:1). Hal ini juga mudah diterangkan, yaitu bahwa pandangan
masyarakat tidak semudah itu diubah. Rahab mungkin telah menjalani profesinya
sebagai pelacur seumur hidupnya. Dan sekarang ia berganti profesi. Tentunya
orang-orang kebanyakan tetap mengingat dia sebagai seorang pelacur. Sama seperti
di masyarakat kita. "Sekali pelacur, tetap pelacur!" (Pernah dengar
orang berkata seperti ini?)
Jadi tidak usah heran kalau Rahab tetap lebih dikenal bagai pelacur daripada
pembuat benang kirmizi (untuk kain) di Kitab Yosua. Akan hal-nya penyebutan
Rahab sebagai pelacur di Ibrani 11 mempunyai alasan yang berbeda. Kita akan
lihat ini nanti.
[Ini adalah bagian pertama dari artikel "Belajar dari Rahab" oleh Idawati, SE ([email protected]) yang dimuat di Club Malachi dan Galaxy Web]
LEARN
FROM RAHAB? THAT BITCH? ARE YOU KIDDING ME?!
Sekarang setelah kita mengenal Rahab, marilah kita mulai belajar dari Rahab.
Huh? Belajar dari seorang pelacur? Yap. Belajar dari seorang pelacur. :-) Apa
yang ingin Allah ajarkan dari kisah Rahab ini aku bagi dalam 6 point:
1. Iman tanpa perbuatan adalah mati
2. Allah yang setia
3. Allah melihat hati
4. Allah menghargai usaha kita
5. Allah sanggup
6. Amazing Grace
Dari keenam point ini, kita akan diajak untuk melihat dari sudut pandang Allah
tentang kebohongan yang diucapkan Rahab. Dan setelah itu kita akan semakin
mengerti, mengapa Allah yang jelas-jelas tidak menyukai lidah dusta itu,
menjadikan Rahab sebagai salah satu Pahlawan Iman Wanita dalam Alkitab.
Bersambung yah!
God bless you!
IDAWATI
CLICK DISINI UNTUK MELANJUTKAN CLICK DISINI UNTUK KEMBALI
Join Club Malachi 3:18, a place for all Indonesia speaking Christian Youth to learn to know Him and to make Him known by learning and teaching each other. To join go to http://www.geocities.com/galaxy_m318 and fill in your email address – this club is absolutely free of charge.