|
One Freak Day by Luli
( Jam tujuh kurang seperempat)
Pagi ini, seperti biasa jalan kaki dari Water
Fountain ke kampus. Yaah, kenapa juga ada kuliah
pagi, bikin aku keteteran aja. Lagian, kok ngaak
ada cowok kece nyasar, terus nganterin aku ke
kampus ya? He…he…he…ngayal lagi. Dasar ratu
ngayal!… O ya, Manaf mana ya? Biasanya ketemu,
kan lumayan bisa buat temen ngobrol and jalan
sampai kampus.
(Jam tujuh kurang lima, udah di kampus)
Nah, tuh dia, mantan “Freak Of The Month” kelas
C udah datang. Biasa…, tuch rokok nggak pernah
lepas dari bibirnya. Indung, Indung…, kalau
aja uang untuk rokoknya ditabung, sekarang dia
udah jadi orang kaya. Kan enak, setiap hari
bisa makan-makan. Nina langsung unjuk gigi,
“Ndung, kayaknya SOS bakalan terhenti nich,
kegiatannya”. “ SOS apaan sich?” Linda memotong
dengan wajah inocent-nya. “ SOS tuch singkatan
dari Sindikat Oliphisasi Sastra, gerakan ini
rencananya mau mempopulerkan bahasa Oliph ke
seluruh kampus Sastra”,kataku sok tau. “ Semacam
gerakan bawah tanah?”, tanya Pipit dengan wajah
yang diserius-seriusin. “ Yach, something like
that” “ Emangnya kenapa, Nin?” tanya Indung
penasaran. “ Soalnya aku sudah sembuh!” cetus
Oliph. Nah, yang dari tadi diomongin udah datang.
“ Aku udah nggak pernah ngomong salah-salah
lagi!” “ Masa’ sich? Aku nggak percaya!” kata
Manaf. “ Ayo Liph, buat lucu-lucu yuk! Aku lagi
pengen hiburan nich”, kata Indung dengan wajah
memelas. “ Emangnya aku wanita penghibur!”,
celetuk Oliph sambil jalan menuju ke kelas.
“ Hua…ha…ha…ha…”, Indung nggak bisa nahan ketawanya.
(Jam sembilan kurang seperempat; jam kedua)
Bu Ratna udah duduk manis di depan kelas sambil
mbahas soal di depannya. “ Kenapa kalo’ kuliah
ini, aku nggak bisa konsen sich?”, rutukku dalam
hati. “ Sst, gimana kalo’ Bu Ratna dijadiin
Dosen Of The Month bulan ini?”, bisik Nining
pada Heni, “ Cariin alasannya donk!” “ Alasannya
suka ngelucu, walaupun kadang-kadang nggak lucu”,
kataku setengah berbisik. “ Alasan yang terpenting;
suka leker”, tukas Heni sambil menyeringai.
(Jam setengah sebelas; nunggu kuliah jam ketiga)
“ Karena Diah, karena Diah, begitu indah!”,
senandung Bowo niruin gaya Fadli nyanyi. Dia
senyam-senyum lihat aku cemberut. Habis, melesetin
lagunya Padi sich, aku kan salah satu Sobat
Padi. “ Duuh, orang lagi jatuh cinta, semua
lagu dijadiin lagu cinta buat si dia”, celetuk
Lulus dengan pandangan penuh arti ke arahku.
“ Don’t look at me like that, bikin salah paham
aja!”, kataku kege-eran. “ Oh, Diah kuingat
dirimu”, Bowo mulai lagi dech, kasihan si Yovie-Nuno,
kali ini mereka yang jadi korban.
(Jam sebelas; RB 6)
Lagi suntuk-suntuknya kuliah Writing, sambil
ndenger penjelasan Bu Kus yang begitu lemah
lembut, tau-tau, BRAKKKKKK!!!!! Apaan tuch?!
Tau-tau si Mila udah ndlosor dengan tenang di
lantai, Mil, Mil, lantai udah di pel kok masih
nekat mbersihin lagi. Otomatis sekelas pada
GERRRRRRR semua. Si Ninik aja mukanya sampe
merah semua, apalagi si Pipit matanya sampe
nggak keliatan.
(Panggung timur, jam setengah dua belas)
“ Udah deh Yuk, cowok kayak gitu nggak usah
diarepin, malah bikin sakit ati aja”, kata Luthfia.
“ Tapi bagiku dia benar-benar cowok idaman”,
kata Yayuk sedih. “ Sabar Yuk, emang cowok di
dunia ini dikit?!”, kata Linda sok tahu. “ Mendingan
kita cari lagi aja yuuuuk”, ajak Pipit yang
kebetulan baru aja broken heart. “ Tuch di depan
banyak….,tukang becak!”, teriak si Manaf sambil
menghindari kejaran Yayuk.
Wah, hari ini bener-bener ONE FREAK DAY on
C!!!!!!!!!!!!!
|