| Sebetulnya
cita-cita saya amat sederhana. Pertama, ingin bisa terus
menerus memperbaiki diri karena saya sadar bahwa tak ada yang paling
berbahaya dalam hidup ini selain lalai dari kesalahan diri. Kedua,
saya ingin bisa mempersembahkan yang terbaik dari episode hidup
ini, bermanfaat sebesar-besarnya bagi umat manusia dan peradaban,
yang bermakna bagi dunia dan berarti bagi akhirat nanti.
Adapun di akhirat, walaupun malu
dan merasa amat hina untuk bercita-cita seperti ini, saya sangat
ingin kalau pulang ke akhirat nanti bisa berjumpa dengan Allah Yang
Maha Agung, Yang Menciptakan diri saya, Yang Mengurus diri saya
setiap waktu, Yang Menutupi lumuran dosa dan aib, Yang Selalu
Memberikan Kesempatan untuk bertobat, Yang Menunjukkan jalan agar
bisa pulang kepada-Nya.
Alangkah rindunya jikalau bisa
berjumpa kelak dengan Dzat Yang Maha Sempurna segala kebaikan dan
kasih sayang-Nya. Saya tahu bahwa diri saya amat hina, rendah
berlumur dosa, tapi cita-cita ini tetap saya pelihara agar saya
bersemangat untuk berbuat baik. Semoga Allah menerima kebaikan yang
sederhana ini dan mengabulkan suatu saat kelak bisa berjumpa
dengan-Nya.
Dan saya pun ingin sekali berjumpa
dengan Rasulullah tercinta, yang keteladanan dan pengorbanannya ...
menjadikan jalan hidup saya terang benderang. Saya amat rindu
menatap wajahnya yang mulia. Amin ya Robbal Alamin. |
 |