|
|
|
|
|
|
|
MATERI
PENGAYAAN MENTORING UNTUK MENTOR DAN TUTOR 
|
|
| Potensi
Manusia (Taqatul Insan) |
Setiap
kali pandangan ini tertuju pada orang-orang yang
bermegah-megah
dalam perjalanan hidup ini, disuatu hari ataupun
disuatu kota di negeri yang dibilang maju ini,
selalu muncul argument dalam diri ini, bahwa mereka
begitu beruntungnya dibandingkan saudara-saudara
kita di tempat lain, yang dimana mereka untuk
menghidupi dirinya dan keluarganya perlu kerja yang
sangat keras sekali ataupun malah lebih
memprihatinkan dari itu, oleh karena sebenarnya
mereka menjadi korban-korban dari mereka yang hidup
bermegah-megahan itu baik yang langsung maupun tidak
langsung.
Kemegahan itu akhirnya malah menjadikan mereka lupa
kepada perintah-perintah dan larangan-larangan
Tuhannya, Rabb Semesta alam, yang menciptakan mereka
penuh dengan segala kenikmatan. Mereka tidak
mengindahkan petunjuk-petunjuk yang diturunkan
Rabbnya melalui Rasulnya kepada seluruh manusia dan
makhluk lainnya sampai hari berakhirnya kehidupan
didunia ini. Sehingga seperti Allah tabaraka ta'ala
peringatkan, bahwa neraka jahanam adalah tempat bagi
mereka dihari akherat nanti
Hai manusia, sesungguhnya Allah, Rabb engkau yang
menciptakan seluruh kehidupan ini, sudah memberikan
potensi-potensi untuk memahami petunjuk-petunjuk
yang datang dariNya, yakni : potensi engkau
mendengar
( As-sam'u ), potensi engkau bisa melihat, dan
potensi engkau memahami dengan hati engkau.
Allah berfirman di Al Qur'an (Al Insan 76:1-3):
1. Bukankah telah datang atas manusia satu waktu
dari masa, sedang dia ketika itu belum merupakan
sesuatu yang dapat disebut (QS. 76:1)
2. Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari
setetes mani yang bercampur yang Kami hendak
mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena
itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat. (QS.
76:2)
3. Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang
lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir.
(QS. 76:3)
Coba sekarang kita pahami baik-baik
petunjuk-petunjuk Allah dalam Al QuranNya yang karim
ini, setelah Allah menginginkan terciptanya manusia
dari setetes mani yang bercampur, kemudian Allah
menguji kehadiran mereka dengan perintah-perintah
dan larangan-laranganNya.
Untuk itu Allah mempersiapkan kepada mereka dua
potensi yakni "mendengar dan melihat".
Melalui dua potensi ini seperti yg diteruskan di
Ayat ketiga bahwa mereka hendaknya memilih jalan
yang lurus yang sudah ditunjuki Allah SWT kepada
mereka, agar nantinya Allah menggolongkan mereka ke
dalam orang-orang yang bersyukur.
Firman Allah SWT di QS.An Nahl 16:78 mengingatkan:
Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam
keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi
kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu
bersyukur.
Ironis, karena pada kenyataannya banyak manusia yang
tidak mampu memanfaatkan potensi-potensi tersebut
untuk memahami dan menapaki jalan Allah yang lurus,
dan mensyukuri pemberian Allah kepada mereka,
sehingga mereka di katakan Allah SWT : kafir.
Di Firman Allah SWT yang lainnya yang sama bunyinya
: QS.As Sajdah 32:9:
Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam (tubuh)nya
roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu
kendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu
sedikit sekali bersyukur.
Mereka yang mengkafiri nikmat Allah SWT itu adalah
tempatnya Neraka Jahanam, yang kebanyakan terdiri
dari Jin dan Manusia, disebabkan mereka engkar dan
tidak memanfaatkan potensi yang sudah Allah SWT
berikan kepada mereka selama hidup di dunia. Dengan
keyakinan pengetahuan Allah yang Maha Luas, Allah
bahkan mengumpamakan manusia yang kafir ini bagaikan
binatang ternak, bahkan lebih parah dari itu.
Disurat Al A'raaf(7):179 , Allah berfirman:
Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka
Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka
mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakan untuk
memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata
(tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat
(tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka
mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya
untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu
sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat
lagi. Meraka itulah orang-orang yang lalai.
Sesungguhnya binatang ternak bisa mendatangkan
manfaat pada tuannya,
sehingga tuannya merasa puas atas pekerjaannya.
Diperintahkan untuk
menggarap tanah, berangkat ke kandang dan bertelur,
atau menarik gerobak, mereka mau melakukan. Tetapi
sebagian manusia itu tidak
mengikuti perintah-perintah dan larangan-larangan
sang Penciptanya, yang juga memberikan hati untuk
memahami perintah-perintah dan larangan-larangan
Tuhannya. Dari hati merekalah sumber
permasalahannya,
sehingga mereka menutup telinga mereka dan
membutakan matanya terhadap perintah-perintah dan
larangan-larangan Allah SWT, walaupun mereka
sudahmenyaksikan dan mendengar kebesaran Allah di
muka bumi ini.
Firman Allah SWT di QS.Al Hajj 22:46 : maka apakah
mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka
mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami
atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat
mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu
yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di
dalam dada.
Tanggung Jawab ( mas'uliyah)
Pemberian potensi-potensi yang diberikan Allah SWT
tadi, sesungguhnyaharus dipertanggung jawabkan.
Firmah Allah (17:36):
Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak
mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya
pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan
diminta pertanggunganjawabnya.
Apakah tanggung jawab atas potensi itu?, Tidak lain
adalah beribadah kepada Nya. Karena memang
penciptaan manusia adalah semataa-mata untuk
beribadah kepadaNya.
Dalam Do'a Iftitah disetiap sholat kita, kita
senantiasa senandungkan bahwa: "Sesungguhnya
Sholatku, Dermaku, Hidupku, Matiku hanya untuk
Allah, Rabb Semesta Alam". Ibadah tidak hanyak
merupakan pelaksanaan rukun islam yang lima, juga
semuat aktivitas kita diibadahkan untuk Allah SWT.
Amanah dan Khalifah Maka setelah manusia sudah mampu
melakukan mas'uliyah ini dengan baik, selanjutnya
Allah memberikan amanah (kepercayaan), seperti yang
sebutkan di Firmah Allah SWT (QS.33:72) :
Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada
langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan
untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan
mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh
manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan
amat bodoh, Dan apabila amanah tersebut bisa manusia
laksanakan dengan baik, maka pantaslah mereka
menjadi Khalifah di bumi ini ( QS.An Nur(24):55).
Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang
beriman diantara kamu dan mengerjakan amal-amal yang
saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan
mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia akan
meneguhkan bagi
mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka,
dan Dia benar-benar akan merobah (keadaan) mereka,
sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman
sentausa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada
mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan
barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu,
maka mereka itulah orang yang fasik.
Allah menggambarkan ciri-ciri khalifah yang
diinginkannya itu dalam Al Quran (QS.48:29)
Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang
yang bersama dia adalah keras terhadap orang-orang
kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka: kamu
lihat mereka ruku' dan sujud mencari karunia Allah
dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada
muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah
sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat
mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman
mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan
tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak
lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan
hati penanam-penanamnya karena Allah hendak
menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan
kekuatan orang-orang mu'min). Allah menjanjikan
kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal
yang saleh di antara
mereka ampunan dan pahala yang besar.
Semoga kita termasuk kedalam orang2 yg bersyukur
kepadaNya, hasbunallahu wanikmal wakil. wasalam - A.
Jarin/ Region 4 -
|
|
|
|
|
|
|
RINCIAN
PROGRAM |
|
KURIKULUM |
|
PETUNJUK
TEKNIS |
|
PERSYARATAN
MENTOR |
|
STRATEGI
MENTORING
|
|
|
|
|
|
|
|
|