Menghormati Ayah Bunda (1)

(Tafsir Surat Al Ahqaaf ayat 15)

BUYA HAMKA

 

"Dan kami wasiatkan kepada manusia supaya dengan kedua ibu bapaknya, hendaklah berbuat baik" (QS. Al Ahqaff ayat 15)

 

Inilah wasiat atau perintah utama kepada manusia, sesudah perintah-perintah percaya kepada Allah sebagai dasar kehidupan. Dengan percaya kepada Allah, kalau manusia hendak menegakkan budi baik dalam dunia ini, maka perintah kedua setelah perintah berbakti kepada Allah adalah perintah menghormati kedua orang tua, ayah bunda, ibu bapak.

Sebab pertalian darah, pertalian keturunan, terutama ayah dan bunda itu adalah thabi'at murni manusia. Bahkan thabi'at murni binatangpun. Si ayah dan si ibu menumpahkan kasih sayangnya, cintanya yang murni dan tidak mengharapkan balasan daripada putera yang lahir dari hubungan mereka. Keinginan beroleh putera adalah jadi idaman dari setiap perempuan yang sehat caranya berfikir. Dalam ayat ini ditegaskan bahwasanya seorang anak hendaklah berbuat kebajikan kepada kedua orang tuanya. Manusia yang sehat mempunyai perasaan yang halus, mempunyai perasaan kasih dan sayang juga cinta. "Telah dikandung akan dia oleh ibunya dengan susah payah dan telah melahirkannya dengan susah payah".

 

Ini diperingatkan oleh Tuhan terlebih dahulu kepada insan berbudi; diperingatkan kepadanya kesusah payahan ibu mengandung dan kesusah payahan ibu melahirkan ! Semua kita melihat sendiri kesusahan itu. Seorang ibu menderita karena mengandung, karena melahirkan, namun kesusah payahan itu menambah erat cintanya.

 

Bahkan bukan sedikit seorang ibu yang subur, melahirkan tahun ini menyusukan tahun depan, melahirkan tahun yang satu lagi dan menyusukan pula sesudah itu, sehingga tahun ini beranak, tahun depan menyusukan. Kian lama anak kian banyak, namun badan kian lama kian lemah dan kasih kepada anak tidak berkurang.

 

Kerap kali orang mengambil perumpamaan burung "pelikan", yang menghisap darahnya sendiri buat minuman anaknya dan sehabis darahnya itu, diapun mati dan anaknya hidup, namun dia tidak menyesal. Kita melihat banyak ibu yang demikian. Saya sendiri mengalami isteri saya, ibu dari anak-anak saya, sepuluh banyaknya anak yang hidup, tujuh laki-laki dan tiga perempuan, dan dua yang meninggal dan dua kali keguguran sedang hamil, sehingga jumlahnya menjadi empat belas orang anak semua. Akhirnya berhenti sendiri dan tidak beranak lagi tapi badannya sudah sangat lemah dan berbagai penyakit tidak terderitakan lagi. Beliau wafat dalam usia lima puluh tujuh tahun.

 

Sebab itu manusia pun ada yang bernasib sebagai burung pelikan, menderma baktikan darahnya, tenaganya dan nyawanya buat anak-anaknya, sesudah itu dia pun mati.

 

Maka banyak sekalilah wasiat Tuhan, perintah wajib dari Tuhan agar manusia menghormati, berbuat kebajikan, berkhidmat kepada dua orang ibu bapaknya. Dan tidaklah kita bertemu di dalam Al Quran atau di dalam Hadits yang memerintahkan supaya seorang ayah atau seorang ibu memelihara puteranya dengan baik. Sebab memelihara putera dengan baik, walaupun tidak diperintahkan, akan pasti dikerjakan orang karena didorong oleh kasih, didorong oleh sayang. Kadang-kadang makanan yang telah ada dalam mulutnya dicabutnya kembali karena diminta oleh anaknya, biar si ibu lapar. Bahkan diberi ingat oleh Tuhan agar kasih kepada anak, buah hati pengarang jantung dibatasi hendaknya. Karena kasih yang demikian bisa jadi fitnah. Dan memang Allah memerintahkan putera menghormati dan berbuat kepada ibu-bapak, sebab banyaklah anak yang telah lupa kepada ibu dan bapaknya, bila dia merasa telah dewasa. Kalau dipandang dari segi yang lain, anak tidak sempat membalas jasa kebaikan ibu dan bapak, sebab diapun akan menumpahkan kasih dan sayang pula kepada anaknya sendiri. Sebab itu maka seorang putra tidaklah dapat membalas budi ayah bundanya, sebagaimana ayah bundanya memelihara dia waktu kecilnya. Semuanya akan ditumpahkannya pula kepada puteranya sendiri di belakang hari setelah dia berumah tangga pula.


 

HOME

INDEX

SELANJUTNYA >>

© 2003 by Lentera Hati

Tulisan Buya Hamka ini dikumpulkan oleh Reza Ervani. Bagi yang ingin menggunakannya, dipersilahkan dengan mencantumkan sumber tulisan ini. Tanggapan dan masukan :

[email protected]


Hosted by www.Geocities.ws

1