Education, The Poverty Please Move!

     

                                               

Education in its general sense is a form of learning in which knowledge, skills, and habits of a group of people are transferred from one generation to the next through teaching, training, research, or simply through autodidacticism. From this definition we can know that Individuals purposes for pursuing education can vary. However in early age the focus is generally around developing basic Interpersonal communication and literacy skills in order to further ability to learn more complex skills and subjects. After acquiring these basic abilities education is commonly focused towards individuals gaining necessary knowledge and skills to improve ability to create value and a livelihood for themselves. Satisfying personal curiosities (Education for the sake of itself) and desire for Personal development, to "better oneself" without career based reasons for doing so are also common reasons why people pursue education and use schools.

Education is very important for us because so many benefits we can get from education and perhaps no harm if we are getting an education. Many people believe , it is very expensive and education relative to rich only. For the poor, the poor lose competitiveness achieve higher education. We need to know in Indonesia many people are blind to the study.

There is a sense that the current opportunity to study in formal schools can only be felt by children from wealthy class (rich), but that assumption is wrong because in fact the children of poor families also have the opportunity to attend school. Most important is the intention and the will to change. Changed from ignorance to be smart, not knowing to understand, slumped to rise, poor to rich, grief into love, disappointed to be happy. And all of it can only be achieved through school.

                To make matters more complicated, theorists have made a distinction between the purpose of education and the functions of education. A purpose is the fundamental goal of the process an end to be achieved. Functions are other outcomes that may occur as a natural result of the process by products or consequences of schooling. For example, some teachers believe that the transmission of knowledge is the primary purpose of education, while the transfer of knowledge from school to the real world is something that happens without effort as a consequence of possessing that knowledge a function of education.

           Because a purpose is an expressed goal, more effort is put into attaining it. It becomes a part of the explicit and official curriculum. Because functions are assumed to occur without directed effort, they are often ignored during instruction, particularly when time is an issue. It is, therefore, critical to determine which outcomes you consider a fundamental purpose of education.

I argue that changing the industrial conditions of teachers' work is central to addressing issues of poverty and education because the teachers are the most strategically placed workers to affect the relationship between poor children and schools, and because teachers of the poor have a capacity for strategic thinking about designing reform strategies that has been largely overlooked. Connell concludes by grounding his discussion in the larger realization that targeted programs are unlikely to have a major impact unless they are part of a broader agenda for social justice.

 

Ekonomi Kreatif Perkuat Cinta Produk dalam Negeri

Bangsa Indonesia saat ini semakin terjerumus dalam arus globalisasi. Globalisasi yang terus menyerang kaum manusia di berbagai belahan dunia. Salah satunya di negeri yang sangat kita cintai dan penuh dengan sumber daya ini, Republik Indonesia. Generasi  muda kita kini semakin terlena oleh buaian manis teknologi modern dan buaian fashion atau model produk yang juga akibat arus globalisasi. Bukan hanya itu, tetapi fenomena yang kini terjadi dimana generasi muda kita lebih menyukai produk buatan luar negeri yang katanya kualitasnya lebih bagus dari produk dalam negeri kita. Produk buatan luar negeri yang lebih maju dalam mutu dan kualitas adalah salah satu penyebab mengapa produk dalam negeri tak banyak disukai dibandingkan dengan produk luar negeri. Siapa yang patut disalahkan produk buatan dalam negeri atau bangsa kita yang dominan memamerkan produk buatan luar negeri? Dan yang terpenting, adakah dampak yang kita dapatkan oleh ekonomi kreatif dan menggunakan produk dalam negeri?

Banyak slogan yang mengatakan cintailah produk dalam negeri. Namun faktanya banyak orang kita yang tidak menyukai produk dalam negeri sendiri. Apakah karena kualitasnya yang rendah? Barangnya jelek atau ada faktor lain? Pada dasarnya, fashion akan sangat ditentukan dari suatu trend atau model yang sedang banyak digandrungi oleh banyak orang. Dengan adanya transparansi dan kehadiran tekhnologi maka jarak dan waktu sudah tidak menjadi halangan seseorang untuk dapat mengakses suatu berita. Para wanita sangat menyukai hal yang berbau fashion dan juga gaya hidup. Banyak pula dari para wanita Indonesia yang sangat berkiblat kepada luar negeri dalam hal berbusana. Maka tidak jarang orang kita sudah meninggalkan budaya timur, karena banyak yang meniru budaya barat. Hal ini tentu saja dipengaruhi oleh tekhnologi yang sangat pesat berkembang, dengan melihat artis kesayangannya di Televisi memakai suatu gaya tertentu, maka proses imitasi akan terjadi disini.

Suatu pertanyaan muncul dari negeri kita, akankah dengan mengembangkan ekonomi kreatif dapat mengubah anggapan bahwa kualitas produk luar negeri lebih bermutu dibandingkan dengan produk dalam negeri?. Indonesia mempunyai  keragaman adat dan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia yang akan menghasilkan produk yang sangat khas karena ada sentuhan etnik dan kultur yang berbeda. Produk yang khas, unik dan memiliki nilai seni yang tinggi adalah modal utama bangsa kita untuk menyaingi produk buatan luar negeri. Akan tetapi sungguh disayangkan fenomena yang terjadi berbanding terbalik, bangsa kita sendiri lebih menyukai produk luar negeri dan bangsa asing menyukai produk bangsa Indonesia. Namun kita harus berbangga karena batik telah melanglang dunia karena kekhasannya dan keunikannya yang merupakan salah satu produk kreatif berbasis budaya bangsa yang menjadi andalan untuk menghasilkan devisa.Jadi, ekonomi kreatif dapat mendatangkan dua keuntungan secara bersamaan, yaitu pertumbuhan ekonomi yang pro rakyat dan juga penguatan identitas budaya lokal yang memperkaya identitas nasional secara nyata.

 

Tahukah anda bahwasalnya produk tekstil kita menyumbangkan devisa mencapai Rp 50 triliun ke kas negara. Contohnya, batik. Batik adalah bagian dari industri tekstil, dan kapasitasnya bisa digenjot hingga empat kali lipat. Jangan gengsi, kita harus bangga produk dalam negeri telah dikenal di kalangan dunia. Bukan hanya batik, ukiran bali juga memenuhi pameran di luar negeri. Selain itu juga sepatu Cibaduyut menyaingi sepatu dengan merk Ripcurl, Nevada, Nike dll. Untuk menggalakkan kecintaan akan produk dalam negeri Departemen Perdagangan RI dibawah pimpinan Mari Elka Pangestu kini mulai gencar mengangkat isu-isu ekonomi kreatif. Dalam bidang industry, Industri garmen yang berlokasi di Bandung ternyata menjadi pemasok untuk merk mahal seperti Hugo Boss, Giorgio Armani, Guess, dan masih banyak lainnya. Produk hasil garmen lokal ini ternyata sudah menembus pasar Amerika Serikat, Hollywood, dan beberapa negara maju lainnya. Ternyata, banyak produk dalam negeri yang jadi pemasok merk - merk mahal dan terkenal dari luar negeri. Salah satu pernyataan ini diungkap oleh Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia, Ade Sudrajat. Dalam satu kesempatan, Ade mengakui, "Rata - rata produk garmen kita semua itu sudah go international, khusus garmen sampai puluhan merk. Dibuatnya di Bandung, ada yang subkontrak, ada yang terima order langsung dari pemegang merk"[1]. Dalam satu kesempatan, Ade mengakui, "Rata-rata produk garmen kita semua itu sudah go international, khusus garmen sampai puluhan merek. Dibuatnya di Bandung, ada yang subkontrak, ada yang terima order langsung dari pemegang merek."


            Ternyata, banyak produk dalam negeri yang jadi pemasok merk - merk mahal dan terkenal dari luar negeri. Salah satu pernyataan ini diungkap oleh Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia, Ade Sudrajat. Dalam satu kesempatan, Ade mengakui, "Rata - rata produk garmen kita semua itu sudah go international, khusus garmen sampai puluhan merk. Dibuatnya di Bandung, ada yang subkontrak, ada yang terima order langsung dari pemegang merk."[2]

            Hal yang menarik dapat kita lihat pada interior kereta api dimana seluruh sandaran kepala dari kursi dilapis kain penutup yang bagian belakang dari kain sandaran kepala itu tertera tulisan �Memakai Produk Sendiri Bukti Kemandirian Bangsa�. Slogan itu merupakan salah satu cara untuk mengingatkan kita semua akan pentingnya memupuk kecintaan kita pada produk dalam negeri kalau bukan kita siapa lagi.

            Pengembangan program Ekonomi Kreatif Indonesia dapat dijadikan sarana yang ampuh untuk melancarkan perang pencitraan melawan banyak brand internasional yang menyerbu pasar Indonesia sehingga diharapkan mampu membongkar konsep berpikir masyarakat yang bangga akan produk luar negeri khususnya khalayak sasaran menengah atas berbalik menjadi bangga menggunakan produk dalam negeri. Bila rasa bangga akan produk dalam negeri mulai tumbuh, maka tidak akan sulit mengajak publik untuk membeli produk dalam negeri.Namun yang terpenting bukan hanya slogan-slogan cinta produk dalam negeri saja yang harus didengung-dengungkan namun diperlukan adanya suri tauladan dari para pemimpin bangsa untuk selalu menggunakan produk dalam negeri.

            Tak ada yang patut disalahkan, bangsa kita yang dominan menyukai brand internasional karena kualitas sebanding dengan harganya, selain itu  produk dalam negeri melulu tradisional, kuno, dan tidak mengikuti perkembangan jaman. Tampaknya kita masih sering terjebak oleh perangkap konsep budaya tradisional, bahwa untuk merepresentasikan ke-Indonesiaan harus menggunakan ornamen tradisional, pakaian tradisional, secara eksplisit dan langsung dan kita telah melupakan kemampuan nenek moyang kita yang secara kreatif mampu menciptakan pemahaman baru akan keindonesiaan yang beragam dan dinamis.

            Mari Elka Pangestu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, mengatakan Indonesia merupakan pasar yang sangat empuk bagi para pemain sektor kreatif global seperti China, Eropa, Jepang, hingga AS. Menurutnya, dari 240 juta penduduknya, sekitar 67 juta orang merupakan anak muda berumur hingga 14 tahun, sedangkan sekitar 30 juta orang di antaranya adalah mereka yang gemar bermain game. Besarnya pasar produk-produk ekonomi kreatif di dalam negeri membuat impor tumbuh sangat besar. Produk  impor tadi  membuat industri kreatif lokal sulit bersaing.�Lebih dari 90% film kartun anak-anak bahkan masih diimpor bahkan tidak ada sama sekali karakter Keindonesiaan di dalamnya. Untuk mengurangi impor menjadi tantangan yang sangat besar,� tuturnya ketika berdialog dengan Presiden dan CEO Korean Creative Content Agency (KOCCA) Hong Sang-Pyo, Senin (24/9/2012). Perkembangan produk ekonomi kreatif dari dalam negeri seperti animasi, perfilman, musik hingga konten digital pun tak lepas dari ancaman para pembajak yang melakukan duplikasi dan peredaran secara ilegal yang merugikan para pelaku kreatif[3]

            Atas berbagai masalah tersebut menurut Mari, Indonesia ingin belajar dan membuka ruang kerja sama dengan Korea Selatan agar para pelaku ekonomi kreatif di dalam negeri tumbuh dan berdaya saing.Jika ada beberapa hal yang sangat positif, lanjutnya, Indonesia tak akan segan mengadopsi sistem pengembangan industri kreatif Korsel untuk diterapkan kepada industri serupa di dalam negeri agar dapat berkembang lebih pesat.Mari mengakui saat ini Korsel menjadi salah satu negara yang berhasil mengelola industri kreatif berbasis animasi, konten, dan film yang sangat sukses di dunia. Ekonomi kreatif di Korsel bahkan telah berkontribusi 6,1% terhadap PDB.Adapun, setiap permintaan produk kreatif senilai 1 miliar kwon (Rp8,8 miliar) akan menciptakan sekitar 12 tenaga kerja baru baik secara langsung maupun tak langsung. �Itulah sebabnya, kerja sama kedua negara dalam industri kreatif sangat penting.�

           

            Menurut saya, Jangan lagi ada gengsi dan merasa menggunakan brand luar negeri adalah suatu keharusan. Apa bedanya beli tas di luar negeri  dengan tas buatan lokal di Cibaduyut? Toh, dua barang tersebut berasal dari pabrik yang sama di Indonesia.Ternyata, banyak produk dalam negeri yang jadi pemasok merk-merk mahal dan terkenal dari luar negeri. Tidak hanya brand besar serta selebriti dunia, ternyata banyak juga atlit dunia yang menggunakan produk indonesia untuk perlengkapan mereka. Sudah seharusnya kita sebagai bangsa Indonesia, lebih mencintai produk dalam negeri, karena brand dunia pun sudah mengakui kualitas barang lokal kita. Jadi mulailah dari sejarang beranjak menggunakan produk produk dalam negeri untuk membuat ekonomi Negara yang kreatif dan memperkuat jatin diri khas Negara. Tentu banyak sekali dampak positif yang kita peroleh dari menggunakan produk dalam negeri.

Jadi, alasan mengapa kita harus mencintai produk dalam negeri.Dengan berbelanja produk dalam negeri, artinya kita membantu usaha dalam neger untuk berkembang dan menjadi maju,Setelah usaha dalam negeri banyak mengalami kemajuan, lapangan kerjapun akan terbuka lebar dan akan menyerap banyak tenaga kerja. Dengan banyaknya tenaga kerja yang diserap, akan berdampak pada berkurangnya angka pengangguran. Dengan berkurangnya angka pengangguran otomatis kesejahteraan rakyat akan meningkat. Dengan berbelanja produk dalam negeri, kita telah membantu peningkatan perekonomian negara. Banyak dampak positif yang kita dapatkan dengan berbelanja produk buatan negeri. Memang pada kenyataannya produk dalam negeri sering kalah dalam hal kualitas. Oleh sebab itu diharapkan pula kepada setiap produsen dalam negeri agar memperhatikan kualitas barang yang akan dilepas dipasar, agar konsumen pun mendapat kepuasan dan tidak ragu berbelanja produk dalam negeri.

            Mulai saat ini kita harus bertindak dengan cara bangga menggunakan produk dalam negeri. Negara untung, bangsa semakin bangga, Indonesia pun jaya. Kita harus berani berperang buktikan bahwa produk buatan putra bangsa juga berkualitas. Melalui ekonomi kreatif yang mandiri kita dukung program pemerintah untuk memajukan Indonesia karena kita yakin �INDONESIA PASTI BISA�.

            Dengan meningkatkan pengembangan ekonomi kreatif akan memberikan kontribusi yang signifikan dalam produk domestik bruto (PDB) Indonesia, menciptakan lapangan pekerjaaan serta merupakan salah satu upaya pemberdayaan UKM, sehingga pada akhirnya akan membangun nation brand untuk Indonesia yang menempatkan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang kreatif.

            Disinilah sangat dibutuhkan peran serta seluruh komponen bangsa untuk menggalang gerakan � Aku Cinta Indonesia�. �Where there is a will, there is away�, dimana ada kemauan pasti akan ada jalan keluar. Sebagai bangsa yang kuat, dengan memajukan ekonomi kreatif dan bangga produk dalam negeri kita perkuat jati diri bangsa di mata dunia. Dengan prinsip itu, pertumbuhan ekonomi akan semakin tinggi dan stabilitas ekonomi pun akan semakin kokoh sehingga kesejahteraan rakyat akan merata dan pengangguran dapat dikurangi serta angka kemiskinan dapat ditekan.

Footnote :

[1] : http://www.bisnis.com/articles/industri-kreatif-tergerus-produk-impor-dan-pembajakan

[2] : http://www.google.co.id/search?q=artikel+produk+dalam+negeri&ie=utf-8&oe=utf-8&aq=t&rls=org.mozilla:en-US:official&client=firefox-a

[3] : http://www.bisnis.com/articles/industri-kreatif-tergerus-produk-impor-dan-pembajakan

 

                        Cerpen

                                                        Dengan Gorengan Emak

                                   

Semuanya terbengkalai, kalang kabut, seperti gubuk yang tak terhuni selama puluhan tahun. Tak juga, gubuk tersebut seperti rumah laba-laba. Bau gorengan, kue kering, dan tak ada yang namanya wangi seperti lavender. Setiap pagi, tak jarang gemuruh minyak goreng terdengar, bahkan dilubang-lubang kecil gubuknya keluar asap, asap yang sedap tetapi tak mau di santap. Emak keluar ke warung langganan berhutang dengan tangan yang berlumuran tepung.

� Mau ke warung Pak Tejo ya buk, pasti mau beli Bumbu racikan kan?�

 �oh iya nih buk, biasa cari penyedap bahan rezekiku�, jawab Emak

                Setelah mendapatkan bahannya, Emakpun pulang dengan kresek hitam yang ditempelin bekas  tepung, yang isinya bubuk warna putih. Emak langsung menuju ember dan mencelupkan tangannya. Emak sudah paten mengadon semua gorenganya. tak jarang percikan minyak panas itu bermain lompat-lompatan mengenai tangan emak.

�Ndok, tolong kau angkat gorengan emak pake sutil yang ada di sangkutan dapur, hati-hati sama minyak yang akan melupas kulitmu itu, jangan lupa dilapisin Koran dulu nampanya�

�iya emak tak perlu lah emak jelaskan lagi, aku tahu kok mak, lagian ini kan sudah menjadi bagian hidupku�

�ngangkat, menyusun, dan menjajakan apalagi coba?�

�yo wess, cepetlah nanti teburu siang, gorengannya keriput tak ada kriuk-kriuknya�

�yo yo emak�,sekarang tempat mangkal kita dimana?, di gang rambutan, seroja, atau siguntang�

�terserah kamu ndok�

                Aku dengan semangat mengangkat senampan rezeki yang akan kuletakkan di atas fitrahnya organku dan dibantu kedua tanganku dengan suara khas seakan mau mengumpulkan donator uang untuku

�Gorengan�gorengan�gorengan, bakwan, risol, tahu bunting..�

                Itu adalah mantra untuk mengait parapembeli, sang surya sudah bangun dari tidurnya, tak jarang Masyarakat mulai mencari santapan pagi. Mendengar satu suara yang berteriak �gorengan sini� aku sigap mendekatinya

�bakwan dua, risol lima, balunya tiga ya dek�

�jangan lupa cabe rawit dengan cukanya�

�yo yo wess wess, Wanipiro?

Tak jarang daganganku mendapatkan komentar yang pedas, bahkan banyak pembeli yang mulutnya itu judes. Tapi, untung saja, aku bisa membalas komentar itu dengan sejuta alasan. Tak cukup satu tempat untuk menjajakan daganganku, jika sudah tak ada lagi pembeli di gang seroja, bergegas aku ke gang siguntang.

                Gang SiGuntang merupakan tempat komplotan anak-anak brandalan, terkadang saat aku bersuara kecil saja. Langsung anak anak memakai baju hitam dengan iron bulat yang menjerat lehernya dating dengan iron kecil dengan setitik permata itu menyangkut di telinganya.

�risoooool, bakwaaan, gorengaaann�.�

�bawa daganganmu itu kehadapanku� lantang si preman

�ngoop ngooop�

�ooooh, sungguh tak beruntung nasibmu kali ini, berani kau berjualan di sekitar arena hobiku?�

Layak pemain bola yang menyuting bola ke gol lawan, semua terkapar, terkontaminasi dengan kaki yang berdosa.

�ampun kak..ampun kak, apa salahku?�

�salahmu bocah ingusan? Telur diujung tanduk!� kata SiPreman

�aku hanya menjajakan daganganku di sekitar tempat ini, tak ada niatku lebih dari itu�

                Dengan muka yang sangat polos sambil mengambil gorengan-gorengan yang sudah menyatu dengan tanah, Aku pun langsung pergi meninggalkan orang-orang yang berdosa itu. Untung saja, dia tidak menjabal daganganku.

Hari sudah beranjak siang, setegok air liur yang bisa aku telan, aku hanya bisa memakan gorengan dengan meses tanah tadi, Aku segera pulang kerumah membayangkan betapa sedihnya Emak melihat semua itu. Tapi aku tetap melengkungkan pipiku ini.

�Emak aku pulang..�

�ooh Alhamdulillah ndok, gimana laris manis ga?�

�Alhamdulillah, beginilah mak, laris syukur ga laris wassalam�

�mengapa dengan gorengan ini ndok?, kamu terjatuh ya tadi?, coba lihat kulit anak kesayangan emak, mungkin ada luka yang menganga?�

                Aku terdiam sejenak, mata batinku melihat dan mata hatiku mendegar suara dari malaikat. Itu adalah sesosok wanita mulia dan prihatin kepadaku bukan dengan daganganku. Mungkin aku adalah orang yang beruntung didunia yang fana ini mempunyai malaikat seperti EMAK.

�tidak ada apa-apa kok mak�

�oalah ndok ndok, coba liat ini, memar biru seperti ini, duduk dulu coba ndok�

Emak mencari obat merah buat menutupi luka yang menganganya, emak baru teringat kalo tidak punya obat merah. Tak ada rotan akar pun jadi, entanh mengapa emak mencabuti daun merah  yang ada di belakang rumahnya, tiga helai daun ketapeng dibawanya.

�buat apa itu mak?�

�sudah nurut saja apa kata emak, ayo lonjorkan kakimu itu�

�diam ya ndok ini emak lagi mengobati lukamu itu�

�makasih maak, emak baik sekali�

                Selepas mengobati itu, emak langsung menuju tempat tumpukan piring kotor. Disana yang ada hanya bangku reyot,sabun gajah, dan sebet-sebetan. Kakinya terkangkang dikarenkan ruang yang sempit, yang hanya dibatasi oleh beton hijau tempat tinggalnya parasit-parasit penyakit. . Wadah yang berlumuran tepung itu satu per satu dicucinya.

                Selepas dari mencuci, Emak langsung menyiapkan makan siang, walau hanya sekedar nasi putih dengan sambal. Itu sudah menjadi makanan terfavorit rumahku. Kalo ada tempe gorengan saja senangnya seperti dapat dooprize, kalau ikan senangnya seperti lebaran, dan kalo daging senangnya seperti mengelilingi Jakarta.

�ayo ndok, saatnya makan siang..�

�iya mak, sebentar mau kasih makan Udin dulu mak�

�yoyo, wess.. jangan lupa dicuci tanganya pake sabun�

�siplah mak..�

                Udin adalah teman sepesial aku dirumah, Dia seperti robot alarm. Saat subuh dia berkokok, saat pagi mengibaskan sayapnya, dan malam kembali ke rumahnya. Udin itu penurut sekali, ga seperti ayam-ayam yang lain ada di kampung.

� alhamdullilah yaallah, ada tempe nih. Mak tumben mak, ayy mak sepertinya banyak duit nih�

� ga la nak, yasudah ga usah dipikirin, ayo cepat makan sana! Jangan lupa baca doa..�

                Rasanya perut yang keriting ini jadi gimbal lagi dengan makanan kali ini. Aku sangat senang sekali hari ini ada tempe. Berharapnya besok ada lagi yang lebih enak.

�Mak besok masak tempe goreng lagi ya mak�

�yoo wess ndok, kalo ada duit banyak�

�aah emak nih..�

�eeeeeh�, kita harus ber-syu-kur kan�

�oh iya, Alhamdulillah ya allah�

                Senja berganti kelam, lafadz adzan berkumandang pertanda bahwa umat muslim harus menjalankan solatnya.   Bayu-bayu yang berhembus menegakkan bulu kuduku dengan satu  titik merah yang menempel di ubun-ubun gubuk serta suara binatang yang menjerit dengan bahak yang selalu menemani malamku.

Aku tak pernah lupa mencium tangan Emak setelah solat, kata Emak agar dapat berkahnya. Waktu untuk bermimpi sudah datang, ranjang bambu yang keras adalah tempat bermimpiku dengan pundi bantal yang berisikan kapuk dari pohon dibelakang rumah.

� Aku sekarang dimana?, kenapa semuanya sunyi dan sepi, dimana aku..dimana aku..�

                Dalam naungan mimpinyku, Aku bertemu seorang beliau yang entah aku tak tau siapa dia? Dan mengapa ada Emak disana?

�Ndok, ini lah yang sebenarnya�.�

�Sebenarnya apa Mak?, kok ada laki-laki asing di samping emak?�

�Siapa dia Mak���.?�

                Kejutan sang surya menusuk mata, Udin pun sudah mengeluarkan kokokkanya. Aku terbangun dari serangkain angin mimpi yang tak tau arahnya kemana, terbayang di mata batinku siapa sosok beliau tersebut.

                Rutinitas keseharian Emak pasti di dapur, dengan kulit keriput dan raut rambut seperti rambutan itu sambil membuat aneka bentuk rezeki dari lemuran tepung dan sayur.

� Ndok, ini sudah siap gorengannya, tinggal taruh di tampan aja Ndok�

�iya mak, bentar lagi mau keluar nih�

                Aku menjajakan gorengan itu ditempat biasanya. Sang surya sudah berada dititik puncak, ada sesosok Laki-laki tua menghampiriku dengan rambut putih dibawah hidung lagak seorang bangsawan memegang tongkat dan dua buah kacahitam berkaca dimatanya  dengan kilapan yang kinclong.

�Nak, coba saya cicip gorenganmu, kalau enak akan saya borong semuanya�

�ohh wess wess pak, silahkan�ini buatan tangan Emakku yang sangat enak, jika bapak makannya, bapak akan merasakan keliling di samudera atlantis, hahaha�cumin main-main kok pak�

�hohohoho..dasar kamu nak..nak.. hemm, benar juga boleh saya borong gorenganmu sekarang�

�yah pak, gorengan tinggal sedikit, kalau mau datang aja kerumahku sekarang, aku setia kok menghantarkan bapak dengan senang hati�

�okee, baiklah ayo naik mobil bapak saja..�

�janganlah pak, ngerepoti aja, pembeli kan adalah raja..�

�ayo cepat nanti saya batalin borong gorenganmu�

�iya pak..makasih banyak ya�

                Diperjalanan, aku didudukan di dalam mobil mewah, yang sama sekali aku tak pernah menaikkinya seumur hidup, mobil perak kinclong dengan alat pendingin di dalamnya, bahkan kursi ngembung yang membuat bokongku ini kembali joss. Tiba didepan rumahku yang merusak pemandangan mobilnya.

�Emak�coba lihat mak�, ada siapa?, ada pelanggan nih mak yang mau ngeborong gorengan kita� sambil bejingkrak-jingkrak kesenangan.

                Emakpun keluar dengan muka terberongak, seluruh organya diam, dengan mata yang mau berkaca-kaca. Entah kenapa sesosok laki-laki yang aku bawa ini juga mempunya reaksi yang sama jika melihat emak. Aku terdiam dan tak sengaja terhempaskan nampan-nampan ini.

�Ba..ba..pak�.� sahut emak dengan gagunya

�Ningsih�., itukah kamu�, sudah 10 tahun lamanya kita tak bertemu, selama aku merantau ke ujung sumatera. Sekarang, aku bisa bertemu kembali denganmu�.

�ba..ba..pak, akhirnya aku bisa bertemu kembali denganmu, setelah menunggu hingga ujung usiaku..� menetaskan butiran mutiara yang jarang aku lihat selama ini.

�jadi dia adalah�.�

Beliau  langsung  memelukku dengan pelukan layak malaikat dari surga firdaus . Mulutku tertutup rapat dan  kedua kelereng ini tiba-tiba gelap dengan pikiran hampa.

Sekedar Info

                                                             Stress? Makan Aja Sambal Terasi

            Apa yang anda pikirkan jika terdengar kata Sambal terasi? Pedas, bau, menggelegar, atau mantap? Sambal yang terbuat dari terasi udang ini memang cocok disajikan dengan nasi panas seperti Nasi ayam bakar, bebek bakar, ikan bakar, ataupun pecel lele? Warna merah mencolok dari sambal terasi ini membuktikan bahwa seberapa pedas sambalnya, bahkan kebanyakkan orang membuat sambal terasi ini ditambah juga dengan Cabe ijo biar rasanya bertambah pedas menggelegar.

            Sekali colek muncul derasnya keringat, mata merah, dan butuh segelas air ataupun es. Rasa pedas yang menggelegar dari sambal terasi ini membuat orang berpikir dua kali untuk memakanya. Tapi, bagi orang pencinta makanan pedas, makan sambal terasi ini adalah hal yang biasa. Bagaimanakah dengan anda? Beranikah mencobanya? let's prove it. Kebanyakan warung makan dan restauramt di Indonesia menggunakan Sambal terasi sebagai makanan pelengkap, katanya agar cita rasa makanan yang disajikan lebih berkesan dan mantap.

            Apakah dengan pedasnya sambal terasi bisa mengobati orang yang lagi stress? Saya tidak tahu apakah itu benar atau tidak tapi berdasarkan pengalaman saya selama menikmati Sambal terasi, jika saya lagi stress dan makan sambal terasi akan bisa menghilangkan rasa stress di otak saya. Pedasnya sambal terasi itu bisa melupakan semua masalah yang kita hadapi bahkan kita malah menjadi fokus mau menghabiskan sambal terasi tersebut. Dipikiran kita nantinya hanyalah mau minum ataupun mau nambah? Tidak ada kepikiran dengan masalah kita. Keringat yang bercucuran pun membuat kita semakin menggelegar dan semangat akan kalah ataupun menang selagi menikmati sambal terasi.s

            Mungkin ini adalah artikel yang konyol, tapi artikel ini akan membuat anda untuk mencoba mencicipi Sambal terasi selagi stress ringan ataupun berat. Ha..ha..ha..Saya sudah mencobanya, dan mari mencoba makan sambal terasi selagi stress. Benar atau tidak? Kirim balasannya ya.

                                               

                                                                                              We Need Scientists!

            Which one will you choose? Athlete or Scientist? Does scientists ensure many awards, trophies, or inventions to your school? Primarily, Good science equipments can grab the opportunities to be scientists. Good science equipments is the most important thing for our school, it can ensure us to create student's willingness to be scientist and also the students will attempt to find invention  and new alternative invention for our country even our world,

            Nowadays, students claim that Good science equipments can increase academic achievement. The student's willingness to science subject more increase too. They will apply their science subject through practice in Laboratory. The student will be motivated to do some competitions, it can bring them to create many achievements and awards to our school. Therefore, Good science equipments are not useless in our school. In the fact, the one who will become the winner in some science competitions such as scientists report, science practice, and science  invention will go to the next level of competitons. It's just like National Competition and International competition. How proud you are if you go to International competition and you will bring your country's name, it will become your gold history in our life.

                In addition, The students will be success to be scientists for their future. they can explore their ability to be Doctor, master of chemistry, medicine's expert, etc. It can ensure them to create the Science invention that will be useful for this World. Good science equipments can ensure the students do a lot of experiments, it can make them fell more spirit, diligent, smart, and work hard. Good science equipments will bring more positive effects for us rather than the drawbacks. It will be more useful if the laboratory facilities is good. therefore, The student's willingness to science subject increase and also they will be scientists for our future.

                   The benefits of Good science equipments is clearly any drawbacks. It can create scientists for our future and also increase academic achievements for the school. Our country, our world, and our earth need Scientists to solve some problem that happen in this era globalization. Hopefully, Scientists in our generation has been increasing and also it can bring the betterment for us.