Islam memandang fengshui.


Apa yang dilarang Islam?


Selama ini yang paling ditakuti ummat Islam adalah segala sesuatu yang menyebabkan kepada perbuatan syirik atau menyekutukan Allah. Segala bentuk ramal meramal, baik itu yang berasal dari perbintangan, perdukunan, kartu, bola ajaib, lempar dadu, garis tangan, sihir, bertolak-balak (jimat), tathayyur (merasa sial) atau apa saja sangat dilarang dalam Islam. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Abu Daud, Ibn Majah, Ahmad “menyebutkan Barangsiapa mengutip ilmu (pengetahuan) dari bintang, ia telah mengutip satu cabang dari sihir, ia bertambah sesuai dengan tambahan yang dikutip”. Baik peramal ataupun yang minta diramal kedua-duanya dilarang dalam Islam. Rasulullah SAW pun memproklamirkan perang dengan kedustaan yang tidak berlandaskan ilmu, petunjuk ataupun dalil syar’i. Karena tidak ada satupun makhluk di alam ini yang mengetahui hal ghaib selain Allah SWT bahkan Rasullullah sekalipun.
Lantas bagaimana dengan feng shui sendiri? Apaka termasuk salah satu ilmu perbintangan dan termasuk ramal meramal dan tidak punya landasan ilmu yang bisa ditelusuri?

Kembali kepada feng shui yang merupakan ilmu kuno yang mempelajari hukum-hukum alam semesta, sehingga manusia bisa menyelaraskan dirinya dengan alam, bukan seenaknya menggunakan alam ini tanpa tanggung jawab. Kalau tidak maka kehancuran dan kedisharmonisan akan tercipta. Teori alam feng shui bisa dijadikan penelusuran logikanya (dalil akli), konsep yin-yang dan lima unsur baik produktif maupun destruktif merupakan sunnatullah. Al-Qur’an pun menegaskan bahwa alam ini dikendalikan dengan undang-undang dan hukum yang tetap, tidak pernah berubah dan berganti-ganti (al-Fathir: 43). Keberadaan alam diperintahkan oleh-Nya untuk difikirkan dan diselidiki oleh manusia, untuk dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi pemenuhan keperluan dan kesejahteraan hidupnya.

Feng shui memperkenalkan suatu energi yang disebut chi, energi ini tidak terlihat kasat mata, namun bisa kita rasakan karena mampu memberikan efek/pengaruh kepada kita. Chi ada dimana-mana di sekitar kita, bisa negatif maupun positif, chi positif harus kita aktifkan sebanyak-banyaknya, begitu pula sebaliknya. Chi ini bisa berada pada semua objek/benda, jadi kita dituntut kehati-hatian dalam menempatkan berbagai furniture maupun lukisan atau pajangan dekorasi dalam hunian kita. Lukisan yang seronok, seram akan selalu mengganggu kita, bahkan bisa mempengaruhi seseorang kepada sikapnya. Chi bukanlah hal ghaib yang ditakutkan dalam Islam. Chi adalah energi, seperti dalam ilmu tenaga dalam yang mampu mengeluarkan tenaga luar biasa yang tidak bisa kita lihat namun terbukti kekuatanya. Meskipun belum bisa dibuktikan melalui uji laboratorium, namun efek yang ditimbulkan tidak bisa kita tolak keberadaannya.

Arah mata angin sangat mempengaruhi chi, setiap individu akan mempunyai arah chi tersendiri. Masing-masing punya 4 arah baik dan 4 arah buruk. Dalam Islam semua arah itu baik, begitupula dalam feng shui. Semua arah adalah baik, feng shui tidak menyalahkan salah satu sudut arah. Hanya saja kecocokkan individu harus diteliti. Seperti halnya warna, semua adalah baik, namun tidak semua individu boleh menerapkan warna seenaknya. Sebagai contoh seorang laki-laki sangat kurang pas kalau selalu memakai warna pink yang feminin. Hal ini bukan berarti pink adalah warna jelek dalam feng shui. Atau menerapkan warna hitam gelap didalam kamar tidur atau hunian bisa berakibat fatal, lagi-lagi hal ini bukan karena hitam adalah warna jelek yang sakral dan keramat dan harus dihindari.

Dengan begitu, maka siklus alam ini pun dianggap akan mempengaruhi kondisi manusia, sehingga orang yang terlahir dalam siklus tertentu akan bisa diketahui bawaan alaminya yang disebut takdir. Takdir ini tidak bisa ditolak, dan kita diwajibkan untuk menerima takdir dengan ikhlas. Namun Allah SWT memberikan pilihan, kesuksesan dan keberhasilan tergantung manusia itu sendiri. Jadi bawaan alami kita (unsur-unsur alam) harus kita selaraskan dan kita tingkatkan. Kecuali kalau kita tidak mau tahu takdir atau kadar atau kemampuan kita, dan kita hanya sepenuhnya menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya. Kepasrahan ini bukanlah pada tempatnya.  Bukankah Allah tidak akan merubah suatu kaum sampai mereka mau merubah sendiri.

Analisa kepribadian terus berkembang, sehingga bisa diprediksi/diramalkan kecocokan baik unsur/elemen maupun shionya. Siklus alam yang tetap memungkinkan hal tersebut bisa dianalisa. Namun tidak jarang yang menghubung-hubungkan dengan mistis. Sehingga mampu meramalkan hal yang ghaib, seperti kapan orang akan ketemu jodoh, tata ruang yang salah akan menyebabkan dewa yang bersemayam ngamuk, cermin ba gua mampu mengusir roh jahat dan sebagainya.

Dari banyaknya aliran feng shui, terlebih yang memasukkan nilai-nilai mistis didalamnya, kita dituntut untuk selalu waspada, agar kita tidak salah dalam menerapkan aturan feng shui, atau bahkan kita terjerumus dalam kemusyrikan karena ketidak pahaman kita terhadap benda-benda atau saran-saran dan analisis yang diberikan. Disini kita benar-benar dituntut untuk memahami semua masalah dan solusinya. Bukan lantas ada anjuran menempatkan sebuah patung batu, lalu kita pasang patung dewa-dewa dari batu, kita dituntut kreatif, mungkin bisa kita pasang ukir-ukiran batu yang bermotif tumbuh-tumbuhan, atau kaligrafi dari batu dsb. Lebih penting lagi, pemahaman terhadap solusi harus benar, jangan sampai kita menganggap batu itu sebagi ‘jimat’ atau benda keramat yang disucikan, ini jelas-jelas syirik dan berbahaya. Semua solusi feng shui harus merujuk pada keseimbangan lima unsur alam. Hal ini semua berpulang kepada manusia-nya, tanpa feng shui pun, lukisan kalighrafi al-Qur’an yang dipajang di dalam rumah pun bisa menimbulkan syirik. Kita harus perkuat dulu akidah kita, baru kita berusaha semampunya (ijtihad) dalam mencapai hidup yang harmonis dengan alam dan lingkungan kita, dan terakhir kita bertawakkal dan ikhlas menerima semua kodrat baik buruk dari-Nya.

Wallahu a’lam bis-showab....segala kritik dan masukan sangat saya harapkan disini, untuk menjadi bahan diskusi yang lebih bermanfaat lagi.

 

 
  balik lagi... lanjut terus..  
<<menu utama >> ~ <<architecture>> ~ <<interior>> ~ <<exhibition>> ~ <<landscape>> ~ <<profile>>
~ <<article>> ~ <<daftar tamu & komentar>>
Hosted by www.Geocities.ws

1