My soul
Menulis adalah caraku untuk menanggapi dan menghadapi hal-hal yang bagiku terlalu menggangu, menekan, atau menyakitkan untuk ditangani dengan cara lain. Cara ini aman
Menulis adalah tempat perlindunganku. Aku tidak bersembunyi di balik kata-katanya; aku menggunakan kata-kata itu untuk menggali di dalam hatiku untuk menemukan kebenaran. Selain itu, menulis tampaknya merupakan satu-satunya cara agar aku bisa benar-benar mengendalikan sebuah situasi atau setidaknya mencoba memahaminya.
Kurasa aku bisa mengatakan, sejujurnya, bahwa menulis juga menawariku semacam kesabaran yang tidak kumiliki dalam kehidupan sehari-hariku. Menulis membuatku berhenti. Menulis membuatku mencatat. Menulis memberiku semacam perlindungan yang tidak bisa kuperoleh dalam kehidupanku yang tergesa-gesa dan penuh dengan kegiatan. Selain itu, aku egois, dan sibuk dengan diri sendiri. Tapi aku menemukan bahwa menulis mengurangi kedua sifat itu. Menulis telah membuatku lebihberbela rasa. Bahkan sebenarnya itulah yang selalu kuminta dalam doaku: untuk lebih berbela rasa. Bagi semua orang. Aku telah belajar bahwa semua orang mempunyai perasaan meskipun kenyataannya kadang-kadang aku meragukannya, dan semua orang berpendapat tidak ada yang memahami peraaan mereka dan tak ada yang bisa merasakan apa yang mereka rasakan. Ini sama sekali tidak benar. Aku berulang kali mendapat kejutan.
Aku juga selalu ingin tahu,dan aku ingin mengerti mengapa aku melakukan sebagian hal-hal yang kulakukan dan mengapa kita begitu bodoh, dan untuk bisa sedikit berempati, aku harus belajar merasakan apa yang dirasakan orang lain. Menulis telah menjadi jiwaku.