DIALOGUE CENTRE

Home

SELAMAT DATANG

Adakah yang bisa lari dari perbedaan?, pertanyaan tersebut terdengar naif karena jawabannya sudah kita ketahui bersama bahwa tidak satupun yang bisa. Jadi bagaimana kita harus menyikapi perbedaan?. pertanyaan ini nampaknya lebih tepat dibanding yang pertama. Setidaknya dengan pertanya kedua ini, satu sikap kritis akan muncul menggugah hati nurani kita, atau bahkan akan juga berimplikasi pada perubahan sikap kita dalam menghadapi terhadap perbedaan.

Sebagai bentuk tanggung jawab dialog center terhadap perbedaan, maka media Dialog Center on internet ini disuguhkan kepada pembaca sekalian. Apa yang ada dalam media ini adalah usaha kecil dari untuk membangun masyarakat yang sadar kenyataan atas pluralitas. Spirit yang kami tawarkan adalaha membangun masyarakat dalam pluralisme. Upaya ini tentu akan sia-sia tanpa partisipasi anda. Maka kritik, saran dan partisipasi anda dalam diskusi sangat kami harapkan.

Berita dan Informasi

Dialog Center memang masih seumur jagung, namun beberapa kegiatan telah dilaksanakan untuk meluruskan jalannya perdamaian di muka bumi. Semangat Pluralisme yang kamu tawarkan adalah sebentuk cita-cita bersama kami untuk berpartisipasi dalam mengejawantahkan nilai luhur agama di tengah-tengah masyarakat yang kian jauh dari nilai ketuhanan dan semangat kenabian.

DC Adakan seminarmenggugat Fatwa MUI tentang Ahmadiyah Kekerasan adalah musuh semua agama. Maka akan sangat. memalukan, jika agama dijadikan dasar legitimasi atas kekerasa. Dengan dasar pemikiran inilah, DC mengadakan diskusi terbuka yang dihadir ratusan peserta untuk menggugat fatwa MUI yang melarang ajaran Ahamadiyah.

DC Adakan Workshop Penyuluh Agama Depag DIY Penyuluh Agama di Departemen Agama memiliki fungsi strategis dalam meluruskan cita-cita agama untuk mewujudkan perdamaian. Pada 9 Agustus lalu, DC mengadakan workshop Peyuluh agama-agama.

Fundamentalisme dan Persoalan sosial-politik Fenomena fundamentalisme menjadi perhatian yang menarik. Menyusul pudarnya ide-ide protestanisme, fundamentalisme muncul dalam wajahnya yang lebih beragam dalam agama-agama. kelompok ini mengklaim adalah kelompok yang meyerukan kepada teks teks agama secara literer, juga menyatakan perang terhadap borok modernisme dan menawarkan nilai tunggal agama sebagai penyembuh luka akibat modernisasi dan globalisasi.

DC adakan penelitian "Ekspresi Keberagamaan di DIY Tidak lama setelah rezim Orde Baru lengser keprabon, kehidupan sosial politik Indonesia diwarnai dengan beragam tuntutan dari kelompok khusus, utamanya kelompok agama tertentu. Beragam ekspresi keberagamaan-pun bermunculan mennyertai masa transisi politik Indonesia. Ada yang bersikap loyal terhadap kondisi sosial-politik, bahkan banyak pula yang bersikap resisten.

 

Home | Profile | Email Us | Contact Adiministrator | ©2005 Dialogue Center Powered by Syaifudin Zuhri

Hosted by www.Geocities.ws

1