|
jaga anggota jaya |
3 Aug 2002
21:11 [202.152.3.165]    |
![[komentar yang ini]](daa_files/comment.gif) ![[tentang jaga]](daa_files/info.gif) ![[meningkatkan nilai]](daa_files/rateup.gif) ![[menurunkan nilai]](daa_files/ratedn.gif) |
Re: FISIKA VS GEREJA
Bahkan ilmuwan prancis Dr. Maurice
Bucaille mengkritik bible sebagai kitab yg bertentangan dgn sains,hal ini
bisa kita lihat pada bukunya yg berjudul La Bible Le Coran Et La
Science (BIBEL, QUR-AN, dan Sains Modern)
Berikut kutipan
lengkapnya: ---------------------------
Sebagai yang telah
dikatakan oleh R. P. de Vaux, Kitab Kejadian bermula dengan dua
riwayat mengenai penciptaan alam. Oleh karena itu kita perlu
menyelidiki kedua riwayat itu secara terpisah untuk mengetahui
kesesuaiannya dengan penyeiidikan-penyelidikan ilmiah.
RIWAYAT
PERTAMA
Riwayat pertama memenuhi fasal I dan ayat-ayat pertama
dari fasal II. Riwayat ini merupakan contoh yang sangat menonjol
tentang ketidaktepatan ilmiah. Kita perlu melakukan kritik sebaris
demi sebaris. Teks yang kita muat di sini adalah teks menurut
terjemahan Lembaga Bibel Yerusalem, (Ecole Biblique de Yerusalem).
Dalam bahasa Indonesia, diambil dari Al Kitab cetakan Lembaga
Alkitab Indonesia tahun 1962. (Rasjidi).
Fasal 1, ayat 1 dan
2,
1. "Bahwa pada mula pertama dijadikan Allah akan langit dan
bumi.
2. Maka bumi itu lagi campur baur adanya, yaitu suatu
hal yang ketutupan kelam kabut; maka Roh Allah melayang-layang
diatas muka air itu."
Kita dapat menerima bahwa pada tahap bumi
belum diciptakan, apa yang kemudian menjadi alam yang kita ketahui
sekarang masih tenggelam dalam kegelapan, akan tetapi tersebutnya
adanya air pada periode tersebut hanya merupakan alegori (kiasan)
belaka mungkin sekali ini adalah terjemahan suatu mitos. Kita akan
melihat dalam bagian ketiga dari buku ini bahwa pada tahap
permulaan dari terciptanya alam yang terdapat adalah gas. Maka
disebutkannya air di situ adalah suatu kekeliruan.
Ayat 3
sampai 5
3. "Maka firman Allah: Hendaklah ada terang. Lalu
terangpun jadilah.
4. Maka dilihat Allah akan terang itu
baiklah adanya, lalu diceraikan Allah terang itu dengan gelap.
5. Maka dinamai Allah akan terang itu siang dan akan gelap itu
malam. Setelah petang dan pagi, maka itulah hari yang pertama."
Cahaya yang menerangi alam adalah hasil daripada reaksi
kompleks yang terjadi pada bintang-bintang. Hal ini akan kita
bicarakan pada bagian ketiga daripada buku ini. Pada tahap penciptaan
alam yang kita bicarakan sekarang, menurut Bibel, bintang-bintang
belum diciptakan, karena sinar di langit baru disebutkan dalam
ayat 14 dari Kitab Kejadian, yaitu sebagai ciptaan pada hari keempat,
untuk "memisahkan siang daripada malam," "untuk menerangi bumi." Dan
ini semua betul. Tetapi adalah tidak logis untuk menyebutkan efek
(sinar) pada hari pertama, dengan menempatkan penciptaan benda
yang menyebabkan sinar (bintang-bintang) tiga hari sesudah itu.
Lagipula menempatkan malam dan pagi pada hari pertama adalah
alegori (kiasan) semata-mata, karena malam dan pagi sebagai unsur
hari tak dapat digambarkan kecuali sesudah terwujudnya bumi dan
beredarnya di bawah sinar planetnya yaitu matahari.
Ayat 6
sampai 8
6. "Maka firman Allah: Hendaklah ada suatu bentangan
pada sama tengah air itu supaya diceraikan dengan air.
7. Maka
dijadikan Allah akan bentangan itu serta diceraikanlah air yang di
bawah bentangan itu dengan air yang di atas bentangan. Maka jadilah
demikian.
8. Lalu dinamai Allah akan bentangan itu langit.
Setelah petang dan pagi, maka itulah hari yang kedua."
Mitos
air diteruskan dalam ayat-ayat tersebut dengan memisahkan air menjadi
dua lapisan, di tengahnya adalah langit. Dalam riwayat Banjir Nabi
Nuh, langit membiarkan air menanjak, dan air itu kemudian jatuh ke
tanah. Gambaran bahwa air terbagi menjadi dua kelompok tak dapat
diterima secara ilmiah.
Ayat 9 sampai 13
9. "Maka firman
Allah: Hendaklah segala air yang di bawah langit itu berhimpun kepada
satu tempat, supaya kelihatan yang kekeringan itu; maka jadilah
demikian.
10. Lalu dinamai Allah akan yang kekeringan itu darat,
dan akan perhimpunan segala air itu dinamainya laut; maka dilihat
Allah itu baiklah adanya.
11. Maka firman Allah: Hendaklah bumi
itu menumbuhkan rumput dan pokok yang berbiji dan pohon yang
berbuah-buah dengan tabiatnya yang berbiji dalamnya di atas bumi
itu; maka jadilah demikian.
12. Yaitu ditumbuhkan bumi akan rumput
dan pokok yang berbiji dengan tabiatnya dan pohon-pohon yang
berbuah-buah yang berbiji dalamnya dengan tabiatnya; maka dilihat
Allah itu baiklah adanya
13. Setelah petang dan pagi, maka itulah
hari yang ketiga."
Fakta bahwa pada suatu periode dalam
sejarah bumi, ketika bumi ini masih tertutup dengan air, terjadi
bahwa daratan-daratan mulai muncul, adalah suatu hal yang dapat
diterima secara ilmiah. Akan tetapi bahwa pohon yang mengandung
biji-biji bermunculan sebelum terciptanya matahari (yang menurut Kitab
Kejadian, baru tercipta pada hari keempat), dan juga bahwa siang dan
malam silih berganti sebelum terciptanya matahari, hal tersebut
sama sekali tak dapat dipertahankan.
Ayat 14 sampai 19
14.
"Maka firman Allah: Hendaklah ada beberapa benda terang dalam
bentangan langit supaya diceraikannya siang dengan malam dan menjadi
tanda dan ketentuan masa dan hari dari tahun.
15. Dan supaya
ia itu menjadi benda terang pada bentangan langit akan menerangkan
bumi; maka jadilah demikian.
16. Maka dijadikan Allah akan
kedua benda terang yang besar itu, yaitu terang yang besar itu akan
memerintahkan siang dan terang yang kecil akan memerintahkan
malam, dan lagi segala bintang pun.
17. Maka ditaruh Allah akan
dia dalam bentangan langit akan memberi terang di atas bumi.
18. Dan akan memerintahkan siang dan malam dan akan
menceraikan terang itu dengan gelap maka dilihat Allah itu baik
adanya.
19. Setelah petang dan pagi maka itulah hari yang ke
empat."
Di sini gambaran yang diberikan oleh pengarang Injil
dapat diterima. Satu-satunya kritik yang dapat kita lemparkan
terhadap ayat-ayat tersebut adalah tempat dan letaknya dalam hikayat
penciptaan alam seluruhnya. Bumi dan bulan telah memisahkan diri
daripada matahari; menempatkan penciptaan matahari dan bulan sesudah
penciptaan bumi adalah bertentangan dengan hal-hal yang sudah
disetujui secara pasti dalam ilmu pengetahuan mengenai tersusunnya
alam bintang-bintang.
Ayat 20 sampai 23
20. "Maka firman
Allah: Hendaklah dalam segala air itu menggeriak beberapa kejadian
yang bernyawa dan yang sulur menyulur, dan hendaklah ada unggas
terbang di atas bumi dalam bentangan langit.
21. Maka
dijadikan Allah akan ikan raya yang besar-besar dan segala binatang
sulur menyulur yang menggeriak dalam air itu tetap dengan tabiatnya,
dan segala unggas yang bersayap dengan tabiatnya, maka dilihat
Allah itu baik adanya.
22. Maka diberkati Allah akan dia,
firmannya: Jadilah biak dan bertambah kamu dan damaikanlah air yang di
dalam laut itu dan hendaklah segala unggas itupun bertambah-tambah
di atas bumi.
23. Setelah petang dan pagi maka itulah hari yang
kelima."
Ayat-ayat tersebut mengandung hal-hal yang tak dapat
diterima
---------------------------------------------------------------------------
untuk lebih jelasnya,silahkan buka link di bawah ini:
http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/PLAlam1.html
salam
[
di-edit oleh jaga - 3 Aug 2002 21:30 ] |
|
gembala_sapi anggota tetap |
4 Aug 2002
10:16 [202.154.44.27]  |
![[komentar yang ini]](daa_files/comment.gif) ![[tentang gembala_sapi]](daa_files/info.gif) ![[meningkatkan nilai]](daa_files/rateup.gif) ![[menurunkan nilai]](daa_files/ratedn.gif) |
Re: FISIKA VS GEREJA
Kontradiksi dalam Bibel ini yg
menjadikan Gereja dan orang-orang yg menganggap dirinya wakil Tuhan dibumi
berbuat sewenang-wenang terhadap IPTEK. Sikap Gereja inilah yg menyebabkan
dendam kebanyakan para ilmuwan thd lembaga keagamaan. |
|
tawon anggota terhormat |
4 Aug 2002
12:49 [202.158.31.3]   |
![[komentar yang ini]](daa_files/comment.gif) ![[tentang tawon]](daa_files/info.gif) ![[meningkatkan nilai]](daa_files/rateup.gif) ![[menurunkan nilai]](daa_files/ratedn.gif) |
Re: DONGDOT VS GEREJA
agama bisa disalahgunakan untuk menunggalkan kebenaran
dgn cara penyeragaman yg menjadi karakter negara. Agama kemudian diperalat
untuk kepentingan politik individual atau kelompok.[terutama kelompok
dongdot] |
|
tawon anggota terhormat |
4 Aug 2002
12:49 [202.158.31.3]   |
![[komentar yang ini]](daa_files/comment.gif) ![[tentang tawon]](daa_files/info.gif) ![[meningkatkan nilai]](daa_files/rateup.gif) ![[menurunkan nilai]](daa_files/ratedn.gif) |
Re: DONGDOT VS GEREJA
agama bisa disalahgunakan untuk menunggalkan kebenaran
dgn cara penyeragaman yg menjadi karakter negara. Agama kemudian diperalat
untuk kepentingan politik individual atau kelompok.[terutama kelompok
dongdot] |
|
tawon anggota terhormat |
4 Aug 2002
12:49 [202.158.31.3]   |
![[komentar yang ini]](daa_files/comment.gif) ![[tentang tawon]](daa_files/info.gif) ![[meningkatkan nilai]](daa_files/rateup.gif) ![[menurunkan nilai]](daa_files/ratedn.gif) |
Re: DONGDOT VS GEREJA
agama bisa disalahgunakan untuk menunggalkan kebenaran
dgn cara penyeragaman yg menjadi karakter negara. Agama kemudian diperalat
untuk kepentingan politik individual atau kelompok.[terutama kelompok
dongdot] |
|
doi pendatang |
4 Aug 2002
23:38 [61.5.76.206]  |
![[komentar yang ini]](daa_files/comment.gif) ![[tentang doi]](daa_files/info.gif) ![[meningkatkan nilai]](daa_files/rateup.gif) ![[menurunkan nilai]](daa_files/ratedn.gif) |
Re: FISIKA VS GEREJA
Katanya Alkitab itu Firman Tuhan
tulen yg tidak tercampuri ide manusia dan tidak mungkin ada kesalahan.
Kenapa sikap Gereja jadi barbarianisme & brutalisme terhadap ilmuwan.
Apa ini Kasih tak sampai....!! |
|
tawon anggota terhormat |
5 Aug 2002
00:45 [202.158.96.2]   |
![[komentar yang ini]](daa_files/comment.gif) ![[tentang tawon]](daa_files/info.gif) ![[meningkatkan nilai]](daa_files/rateup.gif) ![[menurunkan nilai]](daa_files/ratedn.gif) |
Re: DONGDOT VS GEREJA
walupun banyka gereja nyang
dibakar, tetafi berkat fertolongan dari Alloh maka tanfa menta2 sumbangan
kiri-kanan apa lagi samfe ke-jalan2 nyetof kendaraan lewat....
bismilah....tuuuh gereja berdiri lagi lebih bagus dari
sebelonnya....kix kix kix |
|
dogma anggota terhormat |
5 Aug 2002
13:32 [202.158.92.229]   |
![[komentar yang ini]](daa_files/comment.gif) ![[tentang dogma]](daa_files/info.gif) ![[meningkatkan nilai]](daa_files/rateup.gif) ![[menurunkan nilai]](daa_files/ratedn.gif) |
Re: FISIKA VS GEREJA
Lho mas kristen, opo iya bumi itu
datar dan matahari muterin bumi. Aku ojo di hukum bakar koyo Galileo
!! |
|
sinai anggota terhormat |
5 Aug 2002
14:18 [61.5.97.76]   |
![[komentar yang ini]](daa_files/comment.gif) ![[tentang sinai]](daa_files/info.gif) ![[meningkatkan nilai]](daa_files/rateup.gif) ![[menurunkan nilai]](daa_files/ratedn.gif) |
Re: FISIKA VS GEREJA
Bismillaahirrahmaanirrahiim
rada: sementara anda tidak menyebutkan sumber yg anda
kutip,
Sinai: Saya sudah menyebutkannya. Anda simaklah
lagi,OK! Coba perhatikan di bawahnya ada seperti ini : (Riwayat
Ahmad,Muslim dan Tirmidzi dari An Nawwas bin Sam’an) (Riwayat
Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah.Dan dari riwayat Ahmad,Abu Dawud dan
Ibn Majah)
Rada: saya berikan kepada anda sumber yg saya
kutip: Database USC yg menghimpun hadist2 shahih Bukhari. Coba klik di
sini: http://www.usc.edu/dept/MSA/fundamentals/hadithsunnah/bukhari/054.sbt.html#004.054.422
Sinai: Ya… sudah saya buka,ini isinya : Volume 4, Book 54,
Number 421: Narrated Abu Dhar: The Prophet asked me at sunset, "Do
you know where the sun goes (at the time of sunset)?" I replied, "Allah
and His Apostle know better." He said, "It goes (i.e. travels) till it
prostrates Itself underneath the Throne and takes the permission to rise
again, and it is permitted and then (a time will come when) it will be
about to prostrate itself but its prostration will not be accepted, and it
will ask permission to go on its course but it will not be permitted, but
it will be ordered to return whence it has come and so it will rise in the
west. And that is the interpretation of the Statement of Allah: "And the
sun Runs its fixed course For a term (decreed). that is The Decree of
(Allah) The Exalted in Might, The All-Knowing." (36.38
Hadits itu
bukan penjabaran dari (QS.36:38,tetapi Hadits itu diperkuat
dengan Al Qur’an. Jangan terbalik Pak Rada. Perhatikan bunyi ayat
Qur’annya : “ dan matahari berjalan di tempat peredarannya.Demikianlah
ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui… “ (QS.36:38
Bahwa semua itu,termasuk matahari terbit dari barat kelak,adalah
sebuah ketetapan dari Allah Ta’ala yang pasti terjadi. Itu intinya.
Rada : Anda akan menemukan di hadist no.421 apa yg
telah saya kemukakan, dan anda akan menemukan bahwa dalam hadist itu
jelas2 dikatakan: Itu adalah tafsir Surah 36:38 yg BUKAN soal kiamat
seperti yg anda kira. Memang bagian akhir kisah perjalanan sang matahari
itu yaitu ketika dia tidak diijinkan berjalan, ditafsirkan sebagai
kejadian pada hari kiamat.
Sinai : Bukan di tafsirkan secara
serampangan,namun ada hadits lain dari Rasulullah SAW,bunyinya :
“Tidak akan terjadi kiamat sehingga matahari terbit dari tempat
terbenamnya (barat),apabila ia telah terbit dari barat dan semua
manusia melihat hal itu,maka semua mereka akan beriman,dan itulah waktu
yang tidak ada gunanya iman seseorang yang belum pernah beriman sebelum
itu .” (Riwayat Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah.Dan dari riwayat
Ahmad,Abu Dawud dan Ibn Majah)
Ini adalah hadits shahih.Ini tanda
hari kiamat. Hadits ini sudah sangat populer di kalangan kaum Muslimin.
Bahkan yang tingkat awam pun mengetahui bahwa matahari terbit dari Barat
adalah tanda kiamat besar.
Rada: Tapi yg jadi masalah
bukan ttg itu, melainkan ttg bagaimana cara matahari berjalan, lalu
berhenti di malam hari di Arasy, minta izin, dikabulkan baru bergerak
lagi.
Sinai: Mengapa itu Anda jadikan masalah ? Seluruh
alam semesta tunduk dan patuh di hadapan-Nya,termasuk matahari.Bahkan
semut dan tumbuh-tumbuhan,mereka semua bertasbih memuji-Nya dan taat
kepada-Nya.
rada: Kata apa yg dipakai untuk cahaya bulan di
ayat QS.Nuuh:15-16 yg anda juga kutip? Nur! Surah yg berbunyi: Tidakkah
kamu perhatikan bagaimana Allah telah menciptakan tujuh langit
berlapis-lapis,dan menciptakan padanya BULAN YANG BERCAHAYA dan MEMBUAT
MATAHARI SEBAGAI PELITA (yang cemerlang)? Kata BERCAHAYA di ayat itu
adalah: nur. Apa penjelasan anda?
Sinai: Tetap ada perbedaan.
Bulan dan matahari tidak di gunakan kata yang sama. Ini menandakan ada
perbedaaan antara matahari dan bulan,tentang cara mereka bersinar.
Rada : Memang di (QS.Al Furqan:61) digunakan kata "munir" tapi
benarkah itu artinya "memantulkan cahaya"?
Sinai : Munir =
cerah berbinar-binar. Kata ‘ wahhaj ’ = terang membara dan ‘ siraj ’ =
lampu .. Dua kata ini,wahhaj dan siraj, selalu di gunakan untuk
matahari dan tidak pernah di gunakan untuk bulan.Di sinilah perbedaannya.
Matahari yang terang membara,ia menghasilkan panas yang amat
tinggi dan cahaya yang amat terang benderang sebagai akibat dari reaksi
nuklir di dalamnya dan efeknya ada pada bulan yang hanya memantulkan
cahaya , yang hanya munir,cerah berbinar-binar, akibat yang di terimanya
dari matahari.
Rada : Saya kutipkan surah lain: Surah 22:8 yg
berbunyi: Dan di antara manusia ada orang-orang yang membantah tentang
Allah tanpa ilmu pengetahuan, tanpa petunjuk dan tanpa kitab (wahyu) yang
bercahaya Kata "bercahaya" itu adalah "munir". Nah lho! Apakah wahyu
itu sekadar memantulkan cahaya atau justru memancarkan cahaya?
Sinai : Hemm.., bila dalam bahasa Indonesia ada yang maknanya
denotasi dan konotasi. Ini adalah konotasi,hanya sebagai kiasan.Jadi
tak ada hubungannya dengan memantul atau memancar seperti pada sebuah
benda. Bercahaya di Surah 22:8 adalah kitab yang menjelaskan antara
yang haq dan yang batil.
Rada: ada :Surah lain: QS 31:20:
Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk
(kepentingan)mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan
untukmu ni'mat-Nya lahir dan batin. Dan di antara manusia ada yang
membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu pengetahuan atau petunjuk dan
tanpa Kitab yang memberi penerangan. Sama, di sini juga dipakai kata
"munir" yg diartikan MEMBERI penerangan. Jadi anda salah.
Sinai :
Saya tidak salah.Yang harus di perhatikan adalah penggunaan bendanya.
Kosa kata bahasa Arab sangatlah luas.Satu kata dapat di turunkan menjadi
banyak makna. Lihat bendanya.Kita tahu bulan itu memang bercahaya.
Namun bagaimana halnya dengan Kitab ? Apakah ia sungguh2 ada cahayanya ?
Tidak. Munir di sini ,memberi penerangan dalam arti kiasan saja.
Analoginya seperti ini.Di dalam bahasa Indonesia ada kata “ Cahaya “.
Artinya memang cahaya.,tetapi manakala ia bertemu dengan kata
benda,maknanya dapat berubah. Cahaya bulan = cahaya dari bulan
Cahaya Kitab = cahaya yang memberi penerangan antara yg haq dan yg
batil.
rada: Tetap saja tidak ada pernyataan bahwa bumi
berputar. Bahkan kalaupun pengertian menutupkan itu mengimplikasikan bumi
yg bulat, tidak dengan sendirinya berarti bumi berputar.
Sinai:
Bila ada sebuah bola dan lilin yg memberi sinar.Kemudian di sampaikan
bahwa bola itu saling bungkus (menutup) antara sisi satu dan sisi
lainnya,maka ini sebuah isyarat bahwa bola itu yang berputar
dan bukannya lilin yang berputar mengelilingi bola.
“ Dialah Yang
menciptakan langit dan bumi dengan sebenarnya ; Dia menutupkan malam atas
siang dan menutupkan siang atas malam…. (QS.Az Zumar:5)
Substansinya adalah bumi dan bukan mataharinya.Informasi yang
terdapat di dlam ayat tersebut, mengenai saling bungkus (menutup) antara
siang dan malam itu,mencakup informasi yang akurat tentang bentuk bumi.
Situasi ini bisa benar jika bumi ini bundar. Ini berarti perputaran
bumi ini telah diisyaratkan di dalam Al Qur’an.
Rada : Bahkan dalam Qur'an kita membaca pernyataan2nya
bahwa mataharilah yg bergerak, yg membawa efek yg sama: malam dan siang
saling menutupkan . Kenapa anda menggiringnya ke kesimpulan bumi yg
berputar?
Sinai : Manakah ayat yang Anda sebut matahari
bergerak ? Yang di sebutkan dalam Al Qur’an adalah : “ Dialah Yang
menciptakan langit dan bumi dengan sebenarnya ; Dia menutupkan malam atas
siang dan menutupkan siang atas malam…. (QS.Az Zumar:5)
Jadi yang
di bicarakan dalam ayat di atas adalah bumi dan bukan matahari. Yang
saling menutup,takwir,adalah sang bumi.
----Sinai---Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu Yang
Maha Pemurah------
--
[ di-edit oleh sinai - 5
Aug 2002 14:34 ] |
|
dogma anggota terhormat |
6 Aug 2002
09:26 [202.158.92.229]   |
![[komentar yang ini]](daa_files/comment.gif) ![[tentang dogma]](daa_files/info.gif) ![[meningkatkan nilai]](daa_files/rateup.gif) ![[menurunkan nilai]](daa_files/ratedn.gif) |
Re: FISIKA VS GEREJA
Kalo melo angka romawi yg dianut
Gereja ora angka 0 (nol). Angka 0 itu dari Arab trus di adaptasi oleh
latin sampai kini toh. Bayangken kalo melo aturan Gereja Ilmu Pengetahuan
ora maju-maju alias bablas mas !! |
|