Home | Film

Potret Persahabatan di Film:

Orang-orang yang Membikin Hidup Ini Lebih Hidup

>>> Bagian 1 | Bagian 2

Adegan-adegan yang mempertemukan Aubrey dan Maturin tampil memikat. Aubrey adalah jagoan pemberani, agak gegabah, namun bertanggung jawab, flamboyan, dan doyan minum. Maturin lebih menahan diri, intelektual, ahli ilmu alam pra-Darwin yang lebih bersemangat meneliti fauna dan flora langka daripada menekuni tugasnya sebagai dokter kapal. Namun, mereka saling menghormati, dan saling melengkapi. Maturin tidak segan-segan memberi masukan berharga atas strategi Aubrey yang dinilainya agak sembrono, dan Aubrey menyebutnya kritik tajam, bersikeras mengukuhi sikapnya. Suatu ketika Aubrey memutuskan untuk menjauhi Kepulauan Galapagos -- saat Maturin sudah bergairah sekali untuk menjelajahinya -- agar dapat mengejar Acheron. Lihatlah bagaimana tanggapan Maturin, yang tentu saja terpukul atas keputusan ini.

Akhirnya mereka singgah juga di Galapagos setelah Maturin terkena tembakan sembrono salah satu awak kapal. Aubrey menyaksikan Maturin membedah dirinya sendiri untuk mengeluarkan peluru yang menembus perutnya, dan kita menyaksikan kedalaman ikatan persahabatan di antara keduanya. Kemudian, ketika Maturin menyuruhnya mencermati seekor belalang langka, Aubrey pun mendapatkan ide dan strategi cemerlang untuk menyergap Acheron.

Hm, persahabatan yang menembus gelombang….

Neal Page & Del Griffith
(dalam Planes, Trains and Automobiles)

Neal Page & Del Griffith

Neal pegawai biro periklanan, penampilannya serba licin dan rapi. Del penjaja gantungan tirai shower ("terbaik di dunia," katanya), penampilannya serba serampangan dan awut-awutan. Nasib mempertemukan mereka dalam kemacetan arus mudik Thanksgiving Day dari Manhattan ke Chicago.

Mereka bukan hanya terlunta-lunta akibat keterbatasan sarana transportasi, namun juga "tersiksa" akibat terjebak dalam pertemuan itu sendiri, dan terpaksa melanjutkan perjalanan bersama-sama. Sungguh perjalanan yang tak terlupakan!

Kali ini, aku akan mengutip Roger Ebert:

"The buried story engine of 'Planes, Trains and Automobiles' is not slowly growing friendship or odd-couple hostility (devices a lesser film might have employed), but empathy. It is about understanding how the other guy feels.

"Del, we feel, was born with empathy. He instinctively identifies with Neal's problems. He is genuinely sorry to learn he stole his cab. He is quick to offer help when their flight is diverted to Wichita, Kan., and there are no hotel rooms available. Neal, on the other hand, depends on his credit cards and self-reliance. He wants to make his own plans, book his own room, rent his own car. He spends the movie trying to peel off from Del, and failing; Del spends the movie having his feelings hurt and then coming through for Neal anyway.

"…. The key early scene takes place in the Wichita motel room they have to share, when Neal explodes, telling Del his jokes stink, his stories are not interesting and he would rather sit through an insurance seminar than listen to any more of the fat man's pointless anecdotes. Look at Candy's face fall. He shows Del as a man hurt and saddened--and not for the first time. Later he remembers how the most important person in his life once told him he was too eager to please, and shouldn't always try so hard.

"…. And we remember the scene where Del and Neal wake up cuddled together in the cramped motel bed, and Neal asks Del where his hand is, and Del said it's between some pillows, and Neal says, 'Those aren't pillows,' and the two men bolt out of bed in terror, and Neal shouts, 'You see that Bears game last week?' and Del cries, 'What a game! What a game! Bears gonna go all the way!' This is not homophobia but the natural reaction of two men raised to be shy and distant around other men--to fear misunderstood intimacy.

"…. The last scenes of the movie carry the emotional payoff we have been half-awaiting all along. For Neal, they reflect a kind of moral rebirth such as Scrooge experiences in another great holiday tale: He has learned his lesson, and will no longer judge people by their appearances, or by his own selfish standards. There is true poignancy in the scene where Neal finds Del waiting alone on the L platform."

Manesquier & Milan
(dalam The Man on the Train)

"Ada orang yang hanya melintas sejenak dalam kehidupan kita, namun kemudian ia meninggalkan jejak yang tak terhapuskan." -- Anonim

Manesquier & Milan

Botol aspirin terakhir di apotek mempertemukan mereka. Manesquier pensiunan guru yang kehidupannya serba rutin dan teratur. Sesekali ia masih memberi les untuk mengisi waktu. Milan perampok yang datang ke kota kecil tempat Manesquier tinggal, akan bertemu dengan komplotannya untuk merampok bank setempat. Ia penyendiri, kasar, menggelandang tanpa rumah.

Ketika Milan tidak mendapatkan kamar hotel, Manesquier dengan senang hati menerimanya di rumah kunonya yang besar. "Bayaran"-nya, Milan mesti mendengarkan obrolan pria yang gemar bercerita ini. Adapun Milan, perlu beberapa waktu baginya untuk akhirnya membuka mulut, mulai membuka diri.

Kisah kedua pria ini dituturkan secara santai, dengan sentuhan humor halus di sana-sini. Suatu ketika, misalnya, Manesquier meminta tolong Milan memberikan roti, karena ia jengkel pada si gadis pelayan toko yang selalu bertanya "Ada lagi?" padanya dan pada semua pelanggan lain. Tapi, lihatlah apa yang terjadi ketika gadis itu melayani Milan. Dalam kesempatan lain, Milan memberi les pada murid Manesquier saat Manesquier pergi, dan mengajarkan sebuah novel yang bisa jadi dia sendiri belum pernah membacanya.

Meskipun memiliki latar belakang yang amat berbeda, mereka saling menemukan kecocokan yang ganjil. Mereka saling menghargai, namun juga diam-diam "cemburu" terhadap kehidupan satu sama lain. Mereka membayangkan suatu babakan baru, dan sekaligus tersadar akan apa yang kurang dalam hidup mereka masing-masing. Milan merasa letih, dan ingin menikmati ketenangan. Manesquier merasa boyak, dan ingin mencicipi petualangan. Mungkinkah mereka bertukar kehidupan?

Sebuah adegan menampilkan titik temu di antara keduanya. Milan melatih Manesquier menggunakan pistol, menembaki deretan botol kaleng. Milan kemudian mengutip sebuah puisi, yang hanya dia ingat bait awalnya. Manesquier tergelitik, karena ia sudah berulang-ulang mengajarkan puisi itu. Ia pun mengutip bait-bait sisanya. Adegan yang bersahaja, namun menyingkapkan banyak hal: dua dunia yang asing satu sama lain tengah terjembatani.

Di tengah itu semua, kedua pria yang sudah memasuki masa senja ini juga diingatkan bahwa hari-hari mereka tengah dihitung. Hari Sabtu, kira-kira pada jam yang bersamaan, Milan akan merampok bank dan meninggalkan kota, adapun Manesquier akan menjalani operasi jantung.

Betapapun, pertemuan singkat itu menyadarkan mereka masing-masing (dan kita) bahwa kehidupan ini berharga, dan patut dijalani sebaik-baiknya.

Kevin & Max
(dalam The Mighty)

Kevin & Max

Max seorang bocah ekstra bongsor, yang otaknya agak tumpul. Kevin penderita sindrom Morquio, yang menyebabkan tulangnya berhenti bertumbuh, sedangkan organ-organ lainnya terus berkembang. Berbeda dengan Max, otaknya cemerlang. "Saya melahirkan kamus seberat 7 ½ pon," komentar ibunya.

Keduanya sama-sama menjadi bulan-bulanan teman sekelas. Diilhami legenda King Arthur and the Knights of the Round Table, mereka membangun sinergi untuk mengeliminasi kelemahan dan memadukan kekuatan mereka. Dan, hm, lihat saja petualangan yang mereka lalui -- bukan hanya menegangkan, namun juga mengharu-biru!

Dan akhirnya, ada pula potret persahabatan yang terkoyak….

"Siapa menutupi pelanggaran, mengejar kasih, tetapi siapa membangkit-bangkit perkara, menceraikan sahabat yang karib." -- Raja Salomo

Judah Ben-Hur & Messala (dalam Ben-Hur) dan Oeroeg & Johan (dalam Oeroeg)

Mereka sama-sama sahabat karib semasa kecil (Oeroeg & Johan, dalam kepolosan mereka, mengikat "perjanjian darah"). Namun, saat mereka beranjak besar, arus politik dan kolonialisme menempatkan mereka pada pihak yang berseberangan. Yang satu berlangsung di Romawi kuno, yang lainnya di Hindia Belanda, ya Indonesia.

Bedanya…

Ben-Hur berhasil membuktikan ambisinya untuk menunjukkan bahwa dirinya sederajat dan bahkan bisa mengalahkan Messala (dalam pacuan kereta yang mencekam itu), namun akhirnya dendamnya luluh setelah ia bertemu dengan Mesias yang disalibkan.

Kisah Oeroeg & Johan, sebaliknya, justru diakhiri dengan penegasan bahwa mereka berdua belum bisa sederajat.

Kisah-kisah persahabatan yang terkoyak itu, bersama-sama dengan kisah-kisah persahabatan yang indah, mengingatkan kita bahwa persahabatan adalah harta karun berharga yang patut kita jaga dan kita kembangkan sepanjang hidup kita. Ya, sahabatlah, meminjam tuturan sebuah iklan, yang membikin hidup ini lebih hidup! *** (18/06/2004)

Bagian 1 | Bagian 2 >>>


Anda punya usulan lain? Tuliskan nama tokohnya, dalam film apa, dan uraian singkat tentang persahabatan mereka!

© 2004 Denmas Marto

Hosted by www.Geocities.ws

1