Menghilangkan Gangguan

Excluding Distraction


  • Apa Gangguan Dapat Dihilangkan?
    Mungkinkah kita dapat meghilangkan semua sumber gangguan serta hambatan? Pasti tidak. Satu hal yang perlu kita sadari, sangat tidak mungkin kita dapat menghilangkan semua sumber gangguan atau hambatan. Akan tetapi jika beberapa faktor yang mempengaruhi konsentrasi dapat dikontrol, kemampuan konsentrasi kita akan meningkat. Beberapa cara yang efektif, kalau tidak dapat menghilangkan semua gangguan, akan dipaparkan berikut.

    Pilih Tempat yang Tingkat Gangguannya Minimun

    Tempat atau fisik lokasi yang kita pilih untuk belajar dan membaca, dalam beberapa hal menyodorkan sejumlah gangguan serta hambatan. Jika kita mencoba membaca atau belajar di tempat yang banyak kegiatan (misalnya, pintu keluar-masuk, tempat orang mengobrol, suara radio, guruh mesin, dan lain-lain) boleh jadi pikiran kita akan terganggu. Meskipun tidak benar-benar ingin mendengar percakapan yang berlangsung di sekitar, kita tidak akan dapat menghindarinya. Dan kita juga tidak akan dapat membantu pikiran agar menolak apa yang didengar.

    Pilihlah tempat yang gangguannya minimum. Jika rumah atau ruangan terlalu sibuk dan ribut, kita dapat belajar di ruangan yang tenang di kampus. Cobalah cari beberapa lorong tempat mahasiswa diskusi, atau periksa tempat belajar di perpustakaan. Ruang kelas yang kosong juga baik untuk belajar.

    Baca di Tempat yang Terasa Sama

    Coba belajar dan membaca di tempat dan saat yang sama dan biasa terasa lebih enak. Secara psikologis bekerja di tempat yang sama dengan teratur lebih menguntungkan. Seperti dalam melakukan banyak hal, kita biasa mengaitkan antara satu kegiatan dengan tempat kegiatan itu berlangsung. Jika kita selalu duduk di sebuah kursi yang nyaman untuk nonton TV, kapan pun ingin atau berharap bisa relaks sambil nonton TV kita akan duduk di kursi itu. Kondisi psikologis yang serupa juga berlaku pada saat kita belajar atau membaca. Jika kita sudah terbiasa bekerja pada sebuah meja khusus, itu berarti kita telah membangun asosiasi antara tempat itu -meja- dan kegiatan yaitu membaca atau belajar. Karena itu, ketika duduk di sana kita akan terdorong untuk membaca atau belajar. Dengan demikian, tuntutan kita akan terasa lebih mudah; paling tidak kita tidak perlu membiasakan diri dengan tempat. Sehingga kita hampir secara otomatis siap untuk membaca atau belajar setiap kita berada di meja itu.

    Dalam memilih tempat yang memungkinkan bisa membaca atau belajar secara teratur, kita perlu yakin benar bahwa tempat yang kita pilih bukan tempat yang sudah diasosiasikan dengan kegiatan yang lain. Kita jangan coba-coba membaca di kursi tempat kita nonton TV atau di tempat tidur karena di tempat itu kita telah membangun asosiasi untuk relaks atau untuk tidur.

    Baca Saat Perhatian di Puncak

    Waktu siang atau malam kita membaca dan atau belajar juga berpengaruh terhadap mudah sukarnya mengilangkan gangguan. Selain itu, pada umumnya orang juga memiliki limit berapa lama mereka dapat menjaga pikiran -biasa disebut rentang perhatian (attention span)- untuk tetap konsen pada sesuatu. Jangka waktu untuk dapat memperhatikan sesuatu berubah dari satu persoalan ke persoalan yang lain, dari satu buku ke buku yang lain, dari satu pelajaran ke pelajaran, dan dari waktu ke waktu yang lain. Selain itu, pengalaman juga menunjukkan bahwa baik buruknya perhatian seseorang juga berbeda dari waktu ke waktu. Sebagian orang merasa sangat konsern pada pagi hari; dan yang lain malam hari atau sore hari.

    Kemudian, supaya lebih mudah berkonsentrasi, cobalah membaca atau belajar pada saat perhatian kita sedang berada di puncak. Pilihlah waktu dalam sehari kapan kita merasa sangat segar dan lebih mudah menjaga pikiran untuk tetap pada apa yang sedang dikerjakan. Hindari bekerja saat kita cenderung lebih mudah tergangu. Jika hingga saat ini belum menyadari kapan kita merasa bisa lebih berkonsentrasi, segeralah lakukan analisis secara efektif. Lakukan pengamatan selama beberapa hari terhadap proses membaca dan belajar dan berapa banyak yang dapat diperoleh dari waktu ke waktu. Lalu, lihatlah bagaimana polanya.

    Kontrol Tingkat Kebisingan

    Sebagian orang ternyata sulit berkonsentrasi di ruangan yang benar-benar sepi. Sebagian yang lain perlu latar belakang suara agar dapat konsentrasi. Pada umumnya latar belakang suara sedang atau kompromi antara tanpa suara sama sekali dan suara keras sekali yang lebih disukai. Beberapa penelitian menunjukkan volume bunyi musik sebagai latar belakang memberi pengaruh yang berbeda terhadap masing-masing individu. Artinya, tingkat suara tertentu yang menggangu bagi seseorang belum tentu menggangu bagi yang lain.

    Cara terbaik untuk mengetahui latar belakang bunyi suara yang bagaimana yang pas untuk kita, coba beberapa level bunyi suara yang berbeda untuk melihat mana yang paling cocok. Coba belajar di tempat yang tanpa suara sama sekali; lalu coba diiringi musik lembut; kemudian coba tipe musik yang lain. Coba pula berbagai bunyi dalam berbagai situasi sampai merasa menemukan yang tidak mengganggu. Kemudian, pilih serentak tempat yang tingkat kebisingannya tepat, atau sesuaikan tingkat kebisingannya dengan selera kita.

    Perhatikan Kondisi Pisik

    Keadaan pisik kita sangat berpengaruh terhadap baik tidaknya konsentrasi. Jika lelah atau ngantuk, kita akan sulit berkonsentrasi. Jika lapar kita akan memikirkan apa yang bisa dimakan setelah menyelesaikan sesuatu. Jika merasa capek, tidak bergairah, dan malas, kita juga akan sulit berkonsentrasi. Karena itu, tetapkanlah jadwal membaca dan belajar pada saat tuntutan fisik kita tidak mengganggu. Atau, jika sedang membaca, kita lapar, lelah, atau capek, sebaiknya berhenti saja. Istirahatlah sejenak, ambil makanan kecil, atau berkeliling. Bagaimanapun, jika fisik atau mental kita letih, biasanya berhenti jauh lebih baik, dan carilah kesempatan lain untuk menyelesaikan tugas kita.

    Siapkan Materi yang Diperlukan

    Ketika duduk untuk membaca atau belajar, kita harus yakin bahwa bahan-bahan yang diperlukan telah tersedia. Misalnya; kamus, pulpen, pensil, kertas, kalkulator, kartu indeks, kalender, jam meja, dan lain-lain. Dengan benda-benda itu berada di sekeliling, kita secara psikologis siap untuk membaca atau belajar. Lebih jauh, jika kita perlu mengambil benda-benda itu di tempat lain, jelas akan merusak konsentrasi dan hal itu pasti mengganggu.

    Agar Anda bisa menghilangkan gangguan kerjakanlah Latihan 1 dan Latihan 2 pada bagian berikut.
     

    Return to Concentrate
    Hosted by www.Geocities.ws

    1