-- AWIE --

Maya

Maya terpaku lagi
Tika gelincir hari
Mendengar denyut jantung
Mana harapan bergantung
Tewas... Dalam cinta

Dewi pernah ku puja
Rela ku menjadi hamba
Hingga keliru mengenal
Intan atau pun kaca
Dalam maya.. ini

Rasa bagai berlari setapak pun tak sampai
Ikatan yang tersimpul bagaikan tak terurai

Lepaskan ku dari perdaya maya mu
Jaga dan lena berulang silih berganti
Yang mana yang palsu
Yang mana yang benar
Berilah ku jalan
Jelaskan pandangan

Lepaskan ku dari perdaya maya mu
Jaga dan leka berulang
Hanya perangkap mimpi
Ku ingin dicinta sebenarnya cinta
Wajah yang ku damba
Agar jadi nyata

Maya terpaku lagi
Tika gelincir hari
Mendengar denyut jantung
Mana harapan bergantung
Dalam maya ini

Rasa bagai terjunam ranting mana ku capai
Ikatan yang tersimpul bagaikan tak terurai

( Lagu : M Nasir - Lirik : M Nasir )



-- M NASIR --

Anak-anak Kita

Anak-anak kitakah yang berlari telanjang
Di bawah mentari sumbing
Sambil bernyanyi lagu
Ketakutan hari-hari ini

Anak-anak kitakah yang memikul beban
Kesilapan kita
Hingga dia tak kenal budaya
Canggung bangsa sendiri

Selamatkan anak kita
Dari padang jerangkap samar
Selamatkan anak kita
Orde baru politikus usang

Anak-anak kitakah yang bermain
Di hutan belukar
Dengan senapang kayu ubi cambah
Tak kenal bahaya

Anak-anak kitakah yang tak tahu nak pulang
Bila petang
kerana terlalu sibuk main lastik
Dan berpistolan
Pistol-pistolan

Jaga-jaga anak kita
Jangan sampai jadi hamba
Jaga-jaga anak kita
Kita ini orang merdeka

Panggillah mereka pulang
Ayah nak ajar
Tentang kurang ajar
Jadi mereka takkan sendiri lagi

Panggillah mereka pulang
Ayah nak ajar
Tentang kurang ajar
Jadi mereka takkan dimomok lagi

Fikir
Selamatkah kita di tangan tukang karut itu
Fikir
Selamatkah kita di tangan dalang wayang itu
Fikir
Selamatkah kita di tangan ahli koporat itu
Fikir
Selamatkah kita di tangan doktor jiwa itu
Fikir
Selamatkah kita di tangan pakar kitab itu
Fikir
Selamatkah kita di tangan tuhan-tuhan itu

( Lagu : M Nasir - Lirik : M Nasir )


Andalusia

Cahaya mu bagai sabitah
Doa ku kau sejahtera
Biar warna kubah-kubahmu kian pudar
Untuk mu setanggi ini kubakar
Cahaya mu sediakala

Aku rindukan zaman kebangkitan
Pabila nurani bersulamkan fikiran
Seganding dan bersatu
Lafaz niat ku bertemu
Cahaya mu tiada tara

Pohon salam ku pada fakir-fakir mu Andalusia
Pohon izinkanlah aku menyelami irama asyik mu
Pohon ku dipinjamkan gabus dan ghazalmu jadi azimat
Supaya dapat aku tari menongkah arus
Sahutlah Andalusia

Apakah sudah kering lautan darah
Yang tertimbus di bumi Alhambra
Ataupun masih bergelora menanti saat
Melimpah mengikut mata air

Antal hadi antal haqqu
Laisal hadi Ilaahu

( Lagu : M Nasir - Lirik : Loloq )


Bonda

Mengapa kanta ini masih berkaca
Sedangku telah pun terima di dalam redha
Segala kepahitan
Pengalaman menjadi penawar
Mengejar impi ke pintu Syurga

Duhai bonda
Bilakah akan ku kecapi kasturi
Penebus maruah
Dan semangat lama

Mengapa sinar neon dan gedung indah
Kotaraya yang menjanjikan sejuta rasa
Sejuta haruman
Kini menjadi penjara jiwaku
Yang merindukan ketenangan

Duhai bonda
Hari-hariku kini berlalu
Bagaikan bahtera
Tanpa layar dan kemudi

Bonda
Akhirnya terbongkar jua rahsia
Tangisan dan gurindam
Keramat kasih sayangmu

Bonda
Saat dan pertemuan semula
Kita kali ini
Akan ku abadikan
Keramat kasih sayangmu

Oh! bonda
bonda

( Lagu : M Nasir - Lirik : Nurbisa )


Dari Kekasih Kepada Kekasih

Entah berapa kali ku coba
Membohong hati ku ini
Hebat dilanda rindu pada mu
Namun semua alasan
Rapuh bagaikan awan berarak
Yang memang tak pernah abadi
Dan terlalu cepat ia berlalu
Pabila digiring angin
Dan mudah pula layu
Selepas ia melimpahkan
Titis titis ehsan
Kini ku sangat terdesak
Untuk memiliki mu
Agar bisa aku meneruskan
Sisa sisa hidup ku ini
Seperti manusia yang punya kekasih
Yang punya kekasih

( Lagu : M Nasir - Lirik : Nurbisa )


Dua Insan

P : Bila kau senyum, ku gembira
Bila kau sedih, ku menangis
Bagai taman rindukan kembang
Ku rindu pada mu oh! sayang

L : Di mana saja kau berada
Ku kan tetap bersama mu
Walaupun jasad mu jauh
Namun hati mu dekat selalu

Walau duri halangan menimpa
Bila cinta ada ku tetap setia
Hanya dikau dan asmara
Membuat hidup ku bagai
Dalam Syurga

P : Biar masa berganti masa
Biar pun musim berubah
Telah ku katakan padamu oh! sayang

P/L : Hanya kuasa Tuhan dapat memisahkan

P : Jika kau tanya pada rembulan
Mengapa cahaya berseri-seri
Tentu jawabnya kepada mu
Kerna dikau cinta pada ku

L : Ku persembahkan kepada mu
Sekuntum bunga mawar merah
Kau terima sambil tersenyum
Kembang yang harum kau cium

Bila saja halangan menimpa
Kerna cinta ada ku tetap setia
Hanya dikau dan asmara
Membuat hidupku bagai
Dalam Syurga

P : Dua insan sedang bercinta
Dua insan berjanji setia
Telah ku katakan pada mu oh! sayang

P/L :
Hanya kuasa Tuhan dapat memisahkan

( Lagu : M Nasir - Lirik : M Nasir )


Kepada Mu Kekasih

Kepada Mu Kekasih
Aku berserah
Kerana ku tahu Kau lebih mengerti
Apa yang terlukis di cermin wajah ku ini
Apa yang tersirat di hati
Bersama amali

Kepada Mu Kekasih
Aku bertanya
Apakah Kau akan menerima ku kembali
Atau harus menghitung lagi
Segala jasa dan bakti
Atau harus mencampakku ke sisi
Tanpa harga diri

Hanya pada Mu Kekasih
Aku tinggalkan
Jawapan yang belum ku temukan
Yang bakal aku nantikan
Bila malam menjemput ku lena beradu

Kepada Mu Kekasih
Aku serahkan
Jiwa dan raga
Jua (juga) segalanya
Apakah Kau akan menerima penyerahan ini
Apakah Kau akan menerima ku
Dalam keadaan begini

( Lagu : M Nasir - Lirik : Eunosasah )


Insan Dan Manikam

Ya insan yang hadir
Dengarkan semua
Ku isytiharkan dengan hati terbuka
Ya insan yang daif
Insaflah semua
Manikam yang disangkakan
Bukan yang asli
Hanya seiras dan serupa
Ya insan yang hagas
Awaslah semua
Maya yang indah
Ada kudisnya
Jangan terpedaya

Angin yang membawa berita
Pancaindera yang memang lemah
Mudah terkeliru

Pak Tua menangis sendiri
Mengenangkan nasib diri
Walaupun puas mencari
Namun belum ketemui
Cik Buyung riang selalu
Damai dan senang hati
Walaupun tak berusaha
Dia ketemui

Dia ketemui
Apa dicari
Dia ketemui
Yang abadi
Dia ketemui

Alam yang membawa cerita
Pancaindera yang memang lemah
Mudah terkeliru

( Lagu : M Nasir - Lirik : Loloq )


Keroncong Untuk Ana I

Benarkah tiada bagi ku
Ruang di hatimu untuk ku bertapak
Walaupun sejengkal jari
Agar dapat ku berdiri
Di ambang pintu mu

Kemana hilangnya keroncong
Oh cinta yang kita nyanyikan bersama
Atau pun aku yang bersalah
Hanya menepuk tangan sebelah saja
Ana

Tiada ku sangka akhirnya
Kau tutup semua pintu cinta untuk ku
Hingga ku termangu
Tiada arah nak ku tuju
Membawa hati ku

( Lagu : M Nasir - Lirik : S Amin Sahab )


Keroncong Untuk Ana 2

Setelah lama berjauhan
Baru kini engkau terasa
Sedalam mana cinta
Yang terbenam di lubuk hati ku

Apakah sebenarnya
Rahsia yang engkau sembunyikan
Hingga sanggup berpaling
Dari hakikat sebenar-benarnya

Marilah ku huraikan
Kekusutan yang engkau alami
Sambil kita nyanyikan
Keroncong cinta kita dahulu
Ana

Bentangkanlah lembaran
Kasih sayang baru untuk kita
Dan semoga hendaknya
Akan bertapak mahligai bahgia

( Lagu : M Nasir - Lirik : S Amin Sahab )


Kiambang

Kiambang
kau kembang di pinggir kali
Ungu warna mu berseri
Walaupun bau mu tak seharum mawar
Namun kau masih tetap menawan

Kiambang
Bayang mu di air tenang
Mencerminkan wajah keriangan
Walaupun hidup mu dalam kesepian
Hanya berteman cahaya rembulan

Nasib mu kiambang di pinggir kali
Sedang kau mekar menghiasi desa
Kemarau panjang pun tiba
Keringlah dikau dalam dahaga

( Lagu : M Nasir - Lirik : S Amin Sahab )


Malam

Malam
Bila rindu ku bertambah dalam
Kau datang lagi dengan kenangan
Oh! betapa dinginnya malam ini

Kasih
Bila malam ku bertambah kelam
Seribu kisah melintas mata
Dan malam ini sungguh mencengkam

Bila malam
Tiap kali ku pandang semalam
Resah ku sering menjadi dendam
Hati mu ku rasakan dingin

Dan malam
Adalah masa yang membawa kesan
Pada diri ku yang kesepian
Kini ku tenggelam
Di bawah alunan ombak malam
Oh! malam

Bila malam
Tiap kali ku pandang semalam
Resah ku sering menjadi dendam
Hati mu ku rasakan dingin

Dan malam
Jika dikau dapat bicara
Katakanlah pada hamba
Mengapa dia pergi membawa hati ini
Oh! mengapa
Oh! Malam

( Lagu : M Nasir - Lirik : M Nasir )


Mentera Semerah Padi

Hei! kersani mengalirlah dikau
Menjadi raksa
Mengisi belikat punggung ku
Agar aku bisa berdiri
Tegap dan segak
Bagaikan laksmana Melayu

Hei! sepuluh helai daun sirih
Ku gentas bersama
Bunga cengkih jadilah dikau
Darah merah pekat
Mengisi urat ku
Agar bisaku berlangkah
Gagah dan tampan
Bagaikan sijantan yang berkokok

Di mana bumi ku pijak
Di situ langit ku junjung
Alang-alang menyeluk pekasam
Biar sampai ke pangkal lengan

Aku seru mentera pusaka ku
Mentera semerah padi

( Lagu : M Nasir - Lirik : Nurbisa )


Sabarlah Sayang

Sinaran sang pelangi
Turut merasakan
Betapaku rindu kepada mu

Di mana kan ku cari
Bayangan wajah mu
Untuk mengubati rindu ku ini

Sumpah setia kau ucapkan
Apakah bagai mimpi
Hilang di pagi hari

Sedang katamu dahulu
Hanyalah kepadaku
Kau berikah cinta mu

Kasih
Dengarlah resah hati ku
Yang masih lagi setia
Menunggu mu sayang

Kasih
Walau bumi akan bergoncang
Ku tak ingin kita terpisah
Bercerai cinta

Sabarlah sayang
Sabar menunggu
Aku kan datang ke sisi mu kasih

Ku hapus rindu
Ku pancung resah
Membebaskan mu yang sedang kerinduan
Sayang

Hulurkanlah tangan mu
Biarkan ku genggam
Isyarat cinta mu
Di jejari ku
Oh! Sayang

( Lagu : M Nasir - Lirik : Siso )


Suatu Masa

Bagaimanakan ku mula
Dan apakah kata-kata
Yang indah untuk ku abadikan
Tiap wajah berkisah
Tiap madah bererti
Manakah ilham ku
Cahaya di mata mu
Senyum di bibir mu
Mengukir seribu tanda pertanyaan
Mungkinkah kau jua
Dalam kerinduan
Di saat begini aku merindukah

Berhelai-helai surat
Terbiar di depan ku
Tak dapat aku utuskan
Ku ramas semua
Dan ku buangkan jauh
Dari pandangan
Lalu aku kesal
Ku kumpul semula
Tak dapat ku nyatakan apa yang ku rasa
Jika engkau tahu di dalam hati ku
Mungkinkah kau sahut jeritan batin ku

Dengarkan lah panggilan ku
Dengarkah lah lagu untukmu
Angin lalu kau sampaikan
Rasa rindu yg membara
Kepadanya

Warna-warna cinta ku
Kian pudar bersama
Malam yang gelap gelita
Entahkan kau rasakan
Apa yang aku rasa
Atau kau tak endah
Tapi ku percaya
Semua telah tertulis
Dan niat suci ku takkan disiakan
Dan di suatu masa
Di hari yang indah
Ku hulur tangan ku
Lalu kau...
Terima....

( Lagu : M. Nasir - Lirik : M Nasir )


Tanya Itu Hud hud

Tujuh puluh tiga pintu
Tujuh puluh tiga jalan
Yang sampai hanya satu jalan

Beribu-ribu Margasatua
Mencari raja si Muraq
Yang sampai hanya tiga puluh

Ooh... Sang Algojo
Ooh... nanti dulu

Lihat dunia dari mata burung
Atau dari dalam tempurung
Yang mana satu engkau pilih
Dalam kalut ada peraturan
Peraturan mencipta kekalutan
Di mana pula kau berdiri
Di sini

Ooh... Sang Algojo
Ooh... nanti dulu

Berikan ku kesempatan akhir ini
Untuk menyatakan kalimah (kisah) sebenarnya
Berikan aku kesempatan akhir ini
Lai lai la lai la lai

"Tanya sama itu hud-hud
Lang mensilang
Kui mengsikui
Kerana dia yang terbangkan aku ke mari"

( Lagu : M Nasir - Lirik : M Nasir )




-- KAMIKAZE --

Bayangan Semalam

Gemerlapan cahaya kasih
Pudar ditelan waktu
Kisah silam waktu bersama mu
Membangkit gelora memburu rindu
Ternyata segala hanyalah kenangan
Hilang diri mu terbakar harapan

* :
Kini kau menjelma kembali
Setelah kau pergi
Apakah kehadiran mu ini
Bisa mengubati atau menambah derita ini

** :
Keperitan luka semalam
Terbit sejarah hitam
Engkau pergi dan engkau kembali
Bagaikan permainan bayangan mimpi
Biarpun diri mu masih ku sayangi
Namun tak mungkin bersinar kembali bersemi

( Ulang Rangkap * dan ** )

( Lagu : - Lirik : )


Kasih Yang Pergi
(T-Rex Duet Dengan Abot)

L : Senja berlalu pergi
Malam mengundang mimpi
Hari silih berganti
Merantai mencengkam diri

P : Kasih antara kita
Hambar disalut duka
Bila kalut asmara
Kau hilang entah ke mana

L/P : Indah lembut bicara
Kelam ditelan dusta
L : Kasih tertutup sudah
P : Terpahat sejarah cinta
L/P : Kau dan aku...

L : Kasih bagai selumbar
P : Rindu kasih tercalar
Biarpun datang dan pergi
Peritnya jiwa merana...

* :
L/P : Diperhamba cinta setia
Dan mengalir lumpur kecewa
L : Andainya ini jalan penyudah
P : Ku relakan perpisahan...

** :
L/P : Simpan kenangan lama
Terjalin antara kita
L : Tiada lagi cinta yang suci
P : Yang tinggal hanya memori
Kasih kita....

( Ulang Rangkap * dan ** )

( Lagu : - Lirik : )


Luhur

Singkap kembali detik akhir bersama
Linangan air mata ku menitis
Dalam pelukan dakapan yang terakhir
Mengalir darah membasahi bumi
Pergi yang tak kembali untuk selamanya
Sungguh indah nama mu di hati ku

Perjuangan mu bagai lilin membakar
Bersinar menerangi kegelapan
Rela berkorban meredah onak berduri
Jasa bakti mu sejernih air di kali
Bersemadilah engkau aman di pusara
Sinar cahaya murni keramat mu
Berjihad biar menitis darah terakhir
Menjadi lambang cinta yang terluhur

* :
Sayu dan pilu bermain di jiwa ku
Hilang mu kini tiada pengganti
Hanya nama mu tersemat di kalbu ku
Menjadi satu kenangan abadi

( Ulang Rangkap * )
Menjadi satu kenangn yang abadi

( Lagu : - Lirik : )


Tawa Dalam Tangisan

* : Apa erti teman
Kini jadi lawan
Racun kau lemparkan
Diri ku tersiksa
Biarlah ku menenggung keperitan

** :
Sesalan diri ku mula terasa
Kenangan jadikan pengajaran
Tak mudah untuk aku melupakan
Demi persahabatan
Tawa dalam tangisan

*** :
Terbongkar segala rahsia
Selama ini ku tak pernah
Apa yang cuba kau lakukan
Terbuktilah engkau gunting dalam lipatan

( Ulang Rangkap *, ** dan *** )

( Lagu : - Lirik : )


Teman Sejati

Mencari sinar pelangi
Selami kasih suci
Kidung mu sering meniti
Di lubuk hati

Tiada ku sangka lagi
Engkaulah teman sejati
Semalam amat bererti selamanya.. Wohoo..
Ku tahu kau derita
Dihimpit keresahan azab dan sengsara

* :
Bersama janji ku terima
Pahit maung pedihnya
Rela berkorban jasad dan nyawa
Asal kau bahagia

Tersimpan seribu makna
Menjadi seribu rahsia
Semangat ku membara
Membakar dalam jiwa
Pasrah aku berdusta

Bersama janji ku terima
Pahit maung pedihnya
Rela berkorban jasad dan nyawa
Asal kau bahagia

( Ulang Rangkap * ( 2X )

( Lagu : Sham Kamikaze - Lirik : Akoi )



*** Page 17 ***

<-- Previous Next -->

[Lyrics Index] [Main Index]


Hosted by www.Geocities.ws

1