-- FAUZIAH LATIFF --

Aku Masih Seperti Dulu

Kau masih ku sayang
Sehangat waktu cinta bermula
Tidak pernah pudar
Kasih ku pada mu
Sekalipun musim berlalu

Kau masih ku rindu
Walaupun tidak aku lafazkan
Tidak pernah aku
Membenci diri mu
Sekalipun engkau sakiti
Aku masih seperti dulu dahulu
Merahnya cinta ku
Menyala di kalbu

Aku masih yang kau kenal dulu
Harumnya kasih ku
Semerbak merindu

Ku merenung jauh
Kiranya ku hidup bersama mu
Akan ku cuba
Bahagiakan mu
Sekalipun hati terluka

( Lagu : Adnan Abu Hassan - Lirik : Juwie )


Aku Redha

Di saat ini
Ku menyedari
Siapa kau sebenarnya
Dalam hidup ku
Kau tak seperti
Yang ku harapkan
Dulu semuanya indah
Kini dah berubah

* :
Sakitnya dalam hati ku
Mengenangkan sikap mu
Mengapa mestinya ku
Kau singkir dari hidupmu
Apakah salah silapku
Hingga kau menyeksaku
Fikirkan janji mu dulu
Sebelum kau miliki... aku

Pilunya hati
Oh Tuhan berikan pada ku kekuatan
Di dalam kehidupan ini
Aku redha

Oh Tuhan berikan pada ku kekuatan
Di dalam hidup ini
Aku redha

( Lagu : Fauzie Marzuki - Lirik : Juwie )


Aku Seadanya

Tiada pernah sekali kau bertanya
Tiada kau ungkiti kisah lama
Menulikan telinga memejamkan mata
Menerima ku seadanya

Kau meletakkan diri ku ini
Di sana nun di puncak nan tertinggi
Namun ku menyedari hakikat diri
Tak layak berada di sisi

* :
Kau permata berkilauan tiap ketika
Di mana pun ditempatkan
Kau bercahaya
Sedang aku hanya kaca
Kehadiran tak ketara
Walau sering digilap serinya tak terserlah
Pengalaman kehidupan di masa lalu
Tiada beza sejarah mu sejarah ku
Dikau di persada
Daku di sini di lurah
Pandangan manusia pada kita
Tak serupa

( Ulang Rangkap * )

Tiada pernah sekali kau bertanya
Tiada kau ungkiti kisah lama
Menulikan telinga memejamkan mata
Menerima ku seadanya
Seadanya

Kau permata..
Aku seadanya..

( Lagu : Ross Arifin - Lirik : Habsah Hassan )


Aku Sebutir Pasir

Senandung rindu mendayu
Mengiring langkah yang makin tersungkur
Terlalu jauh pendakian
Begitu tingginya harapan
Begitu tingginya pengharapan
Bermusim lama mencari
Tak ku temui sampai kini

Tak henti jiwa dipalu
Dugaan demi dugaan menguji
Rebah dan bangun sendirian
Mencari bumbung perteduhan
Mereka riang tertawa
Aku hanya sebatang kara

Perjalanan masa mengejar hati
Semakin tabah kini
Di dalam kemarau dan gerimis
Aku tetap gagah mengharungi

Tuhan.. aku bagaikan sebutir pasir
Yang lemah lagi kerdil
Teguhkan keimanan jiwa ku
Agar tidak terpesong dari mu

Beribu teman ketawa
Payah ku temu yang sanggup bersatu
Di dalam susah dalam senang
Yang hadir cuma kepalsuan
Dugaan demi dugaan
Aku pasrah menadah tangan

( Lagu : Adnan Abu Hassan - Lirik : Amran Omar )


Apa Sebenarnya

Andai sampainya waktu aku harus tinggalkan mu
Akan aku berlalu bila tiba saat itu
Tak guna kau merayu dan tak perlu menahan ku
Kerana yang berlalu kehendak mu

Hanya tuhan yang lebih tahu
Susah senang hidup dengan mu
Sumpah janji semakin layu
Hingga kini jatuh satu persatu
Engkau membiarkan ku

Air mata bertamu tidak kenal erti jemu
Menemani hatiku tidak mengenal ruang waktu
Mengapa dari dulu tak kau kata kan padaku
Kehadiran ku ini menyusahkan

Yang terhalang kejujuran ku
Dan yang terbilang kesilapan ku
Memang payah dimengertikan
Kerana tertutup pintu hati mu
Terima penjelasan

Biar apa jua tafsiran
Yang ingin kau nyatakan
Aku rela terima semua....

( Lagu : Zulkifli Mahat - Lirik : Lukman S )


Next -->
[ E ] [ F ] [ G ]
[Lyrics Index] [Main Index]

Hosted by www.Geocities.ws

1