|
DO’A
Terkadang, bila seseorang melakukan sesuatu yang telah diselesaikan, mereka pasti akan berharap hasil terbaik, istilah ini juga disebut dengan Do’a. Ya, Do’a merupakan sekumpulan kata-kata atau kalimat yang merupakan wujud harapan kita kepada sang tuhan. Doa merupakan inti beribadah, dan berpahala besar. Setiap muslim selalu membutuhkan do’a. Begitu juga manusia dalam kehidupan selalu membutuhkan sandaran untuk setiap keluh kesahnya dan tidak mungkin setiap usaha bisa berhasil tanpa berdo’a. Maka do’a adalah senjata andalan bagi setiap muslim. Tetapi tidak semua do’a bernilai ibadah dan pahala serta terkabulkan sebab terdapat kekeliruan, penghalang, dan kesalahan yang menjadi penyebab doa tersebut tertahan. Maka sangat perlu bagi setiap muslim mengetahui aturan, etika, syarat-syarat serta tata cara berdoa yang benar sesuai dengan syariat. I. Etika Berdoa
13. Mengembalikan (hak orang lain) yang
dizhalimi disertai dengan taubat. II. Cara mengangkat tangan dalam berdoa:
b. Imam al-Qasim bin Muhammad berkata:”Saya melihat Ibnu Umar berdoa di al-Qashi dengan mengangkat kedua tangannya hingga sejajar dengan kedua pundaknya dan kedua telapak tangannya dihadapkan ke arah wajahnya.” c. Adapun doa istisqa (minta hujan) mengangkat tangan tingi-tinggi dan mengarahkan punggung telapak tangan ke langit. Dari Anas bahwa beliau melihat Rasulullah berdoa saat istisqa dengan mengangkat tangan tinggi-tinggi, mengarahkan punggung telapak tangan ke langit, dan mengarahkan tangan sebelah dalam ke arah bumi hingga terlihat putih kedua ketiaknya. III. Tentang mengusap muka: Tidak ada satu hadits yang shahih tentang mengusap muka dengan kedua telapak tangan sesudah berdoa. Semua haditsnya sangat lemah dan tidak bisa dijadikan hujjah, jadi tidak boleh dijadikan alasan tentang bolehnya mengusap muka. Imam Nawawi berkata ” Tidak ada Sunnahnya mengusap muka.” Dan Imam al-’Izz bin ‘Abdus Salam berkata:”Tidaklah (yang melakukan) mengusap muka melainkan orang yang bodoh.”
IV. WAKTU, KEADAAN dan TEMPAT DIKABULKANNYA BERDOA adapun waktu, keadaan dan tempat dikabulkannya berdoa adalah sebagai berikut: 1. Malam Lailatul Qadr. 2. Usai Sholat Wajib. 3. Antara Adzan dan Iqamah 4. Saat Jihad fii Sabilillah 5. Ketika sujud dalam sholat 6. Ketika minum air zam-zam dengan niat ikhlas. 7. Doa pada hari arafah di arafah. Dan masih banyak lagi. Maka dari itu, Kita tidak boleh sembarangan meremehkan do’a karena Do’a sama saja dengan symbol kalau kita benar-benar ikhlas dan ingin memiliki sesuatu yang kita inginkan.
See Other Articles:
Copyright Virgian Rizky 2013. All Rights Reserved. |
||