HomeAbout MeMy FamilyMy SchoolTV StreamingArticlesGallery

 

DO’A

 

                Terkadang, bila seseorang melakukan sesuatu yang telah diselesaikan, mereka pasti akan berharap hasil terbaik, istilah ini juga disebut dengan Do’a.

                Ya, Do’a merupakan sekumpulan kata-kata atau kalimat yang merupakan wujud harapan kita kepada sang tuhan. Doa merupakan inti beribadah, dan berpahala besar. Setiap muslim selalu membutuhkan do’a. Begitu juga manusia dalam kehidupan selalu membutuhkan sandaran untuk setiap keluh kesahnya dan tidak mungkin setiap usaha bisa berhasil tanpa berdo’a. Maka do’a adalah senjata andalan bagi setiap muslim. Tetapi tidak semua do’a bernilai ibadah dan pahala serta terkabulkan sebab terdapat kekeliruan, penghalang, dan kesalahan yang menjadi penyebab doa tersebut tertahan. Maka sangat perlu bagi setiap muslim mengetahui aturan, etika, syarat-syarat serta tata cara berdoa yang benar sesuai dengan syariat.

I. Etika Berdoa

  • 1. Ikhlas karena Allah semata
    2. Mengawalinya dengan pujian dan sanjungan kepada Allah, lalu diikuti dengan bacaan shalawat atas Rasulullah dan diakhiri dengan hal itu pula
    3. Bersungguh-sungguh dalam memanjatkan doa, serta yakin akan dikabulkan
    4. Mendesak dengan penuh kerendahan dalam berdoa dan tidak terburu-buru
    5. Menghadirkan hati dalam doa
    6. Memanjatkan doa baik dalam keadaan lapang maupun susah
    7. Tidak memohon kecuali hanya kepada Allah semata
    8. Tidak mendoakan keburukan kepada keluarga, harta, anak, dan diri sendiri
    9. Merendahkan suara dalam berdoa yaitu antara samar dan keras
    10. Mengakui dosa yang telah diperbuat, lalu memohon ampunan atasnya, serta mengakui nikmat yang telah diterima dan bersyukur kepada Allah atas nikmat tersebut
    11. Tidak membebani diri dalam membuat sajak dalam berdoa
    12. Tadharru’ (merendahkan diri), khusyu’, raghbah (berharap untuk dikabulkan) dan rahbah (rasa takut untuk tidak dikabulkan)
    Sebagaimana firman Alah:
    “Maka Kami kabulkan doanya, dan Kami anugerahkan kepadanya Yahya, dan Kami jadikan istrinya (dapat mengandung). Sungguh, mereka selalu bersegera dalam (mengerjakan) kebaikan, dan mereka berdoa kepada Kami dengan penuh harap dan cemas. Dan mereka orang-orang yang khusyu’ kepada Kami.” (Al-Anbiya:90) 

13. Mengembalikan (hak orang lain) yang dizhalimi disertai dengan taubat.
14. Memanjatkan doa tiga kali.
15. Menghadap kiblat.
16. Mengangkat kedua tangan dalam berdoa.

II. Cara mengangkat tangan dalam berdoa:

  • a. Ibnu Abbas berpendapat bahwa cara mengangkat tangan dalam berdoa adalah Kedua tangan diangkat hingga sejajar dengan kedua pundak, beristighfar dengan berisyarat satu jari. Adapun ibtihal (istighatsah) mengangkat kedua tangan tinggi-tinggi. 

b. Imam al-Qasim bin Muhammad berkata:”Saya melihat Ibnu Umar berdoa di al-Qashi dengan mengangkat kedua tangannya hingga sejajar dengan kedua pundaknya dan kedua telapak tangannya dihadapkan ke arah wajahnya.”

c. Adapun doa istisqa (minta hujan) mengangkat tangan tingi-tinggi dan mengarahkan punggung telapak tangan ke langit. Dari Anas bahwa beliau melihat Rasulullah berdoa saat istisqa dengan mengangkat tangan tinggi-tinggi, mengarahkan punggung telapak tangan ke langit, dan mengarahkan tangan sebelah dalam ke arah bumi hingga terlihat putih kedua ketiaknya.

III. Tentang mengusap muka:

Tidak ada satu hadits yang shahih tentang mengusap muka dengan kedua telapak tangan sesudah berdoa. Semua haditsnya sangat lemah dan tidak bisa dijadikan hujjah, jadi tidak boleh dijadikan alasan tentang bolehnya mengusap muka. Imam Nawawi berkata ” Tidak ada Sunnahnya mengusap muka.” Dan Imam al-’Izz bin ‘Abdus Salam berkata:”Tidaklah (yang melakukan) mengusap muka melainkan orang yang bodoh.”

  • 17. Jika memungkinkan, Berwudhu terlebih dahulu sebelum berdoa.
    18. Tidak berlebih-lebihan dalam doa.
    19. Bertawassul kepada Allah dengan Nam-Nama-Nya yang Indah dan sifat-sifat-Nya yang Maha Tinggi atau dengan amal shalih yang pernah dikerjakannya atau dengan doa seorang shalih yang masih hidup dan berada di hadapannya
    20. Makanan dan minuman yang dikonsumsi serta pakaian yang dikenakan harus berasal dari usaha yang halal
    21. Tidak berdoa untuk suatu dosa atau memutuskan silaturrahim.
    22. Menjauhi segala bentuk kemaksiatan.
    23. Harus menegakkan amar ma’ruf nahi munkar
    24. Hendaklah orang yang berdoa memulai dengan mendoakan diri sendiri, jika dia hendak mendoakan orang lain.
    25. Berdoa dengan lafazh yang singkat.
    “Dari Aisyah dia berkata bahwasanya Rasulullah menyukai doa yang singkat lafazhnya dan padat maknanya dan meninggalkan doa selain itu.” (Abu Daud)

IV. WAKTU, KEADAAN dan TEMPAT DIKABULKANNYA BERDOA

adapun waktu, keadaan dan tempat dikabulkannya berdoa adalah sebagai berikut:

1.       Malam Lailatul Qadr.

2.       Usai Sholat Wajib.

3.       Antara Adzan dan Iqamah

4.       Saat Jihad fii Sabilillah

5.       Ketika sujud dalam sholat

6.       Ketika minum air zam-zam dengan niat ikhlas.

7.       Doa pada hari arafah di arafah.

Dan masih banyak lagi. Maka dari itu, Kita tidak boleh sembarangan meremehkan do’a karena Do’a sama saja dengan symbol kalau kita benar-benar ikhlas dan ingin memiliki sesuatu yang kita inginkan.

 

See Other Articles:

Berhasil...

Sepakbola...

 Pacaran...

Dajjal...

 

Copyright Virgian Rizky 2013. All Rights Reserved.