HOME

TULISAN BERIKUTNYA => SATU DUA TIGA EMPAT LIMA STOP

Diagnose Penyakit

Diagnosis merupakan usaha untuk mengenal dan menentukan faktor penyebab penyakit dari suatu tanaman atau pertanaman dengan cara mengamati unsur-unsur penyebab yang ada. Pengenalan dan penentuan awal didasarkan kepada pengamatan gejala (symptom), yang dikenal sebagai ilmu simtomatik. Gejala adalah perubahan-perubahan atau ketidaknormalan atau reaksi yang ditunjukan oleh tanaman sakit sebagai akibat adanya aksi agen penyebab penyakit. Namun demikian biasanya belum cukup dapat digunakan sebagai bukti pengenalan dan penentuan penyakit. Oleh karena itu, dalam diagnosis juga menyertakan pengamatan tanda (sign). Tanda adalah pengenal yang ditunjukan oleh selain reaksi tumbuhan. Jika dengan pengamatan gejala dan tanda belum cukup untuk digunakan sebagai bukti pengenalan dan penentuan penyakit, maka diperlukan langkah identifikasi lebih lanjut..

Diagnosis langkah pertama adalah menjawab pertanyaan bahwa ketidaknormalan tumbuhan disebabkan oleh mikroorganisme atau lingkungan (fisiopath) ?. Untuk menjawab pertanyaan tersebut dapat diamati dari gejala dan tanda. Pengamatan gejala dan tanda diperuntukan mencari keberadaan organisme yang berasosiasi. Jika jawabannya organisme, maka harus dibedakan bahwa organisme tersebut hama (binatang) atau organisme parasit.

Jika  ditemukan adanya binatang yang berasosiasi, langkah berikutnya adalah mengenal binatang tersebut sebagai hama atau sebagai vektor patogen ?. Berikut ini adalah ciri-ciri keberadaan serangga atau tungau pada tumbuhan yang tidak normal, yang biasanya tidak atau sulit melihat

keberadaannya secara nyata.

1.      Embun madu : sering kali terlihat seperti permukaan basah pada daun-daun dari jarak beberapa meter sampai 15 meter. Banyak dijumpai pada pohon berdaun jarum. Embun madu mencirikan adanya infestasi golongan Aphid.

2.      Embun jelaga :.

Jika jawabannya mikroorganisme dan mikroorganisme tersebut belum pernah ada laporan yang dapat mendukungnya sebagai penyebab, maka harus dilakukan langkah-langkah sebagaimana tersebut dalam postulat Koch. Postulat Koch disusun untuk membuktikan hipotesis bahwa mikroorganisme yang ditemukan adalah penyebab penyakit, dengan langkah-langkah sebagai berikut :

1.    Mikroorganisme tersebut harus selalu ditemukan berasosiasi dengan tanaman sakit yang diuji.

2.    Mikroorganisme harus dapat dipisahkan (diisolasi) dan ditumbuhkan sebagai biakan murni pada medium

3.   Mikroorganisme dari biakan murni, jika ditularkan (diinokulasikan) ke tanaman rentan sehat, harus dapat menimbulkan penyakit yang sama  dengan tanaman yang diuji pertama kali.

4.   Mikroorganisme harus dapat ditemukan kembali pada tumbuhan rentan sakit.dan sifat-sifatnya benar-benar sama dengan mikroorganisme yang diisolasi pada langkah kedua.

 

Postulat Koch di atas jika telah diikuti dan dibuktikan kebenarannya, maka mikroorganisme yang diisolasi dapat diidentifikasi sebagai organisme penyebab penyakit. Postulat tersebut tidak selalu persis langkah-langkahnya, terutama untuk patogen-patogen yang bersifat parasit obligat, patogen-patogen yang belum diketahui bagaimana cara mengisolasi dan membiakannya, dan patogen-patogen yang belum diketahui cara penularannya, diperlukan bukti-bukti tidak langsung yang dapat diasumsikan sepadan dengan teknik pembiakan, isolasi dan inokulasi.

Diagnosis yang tepat dari penyakit yang diderita oleh tanaman merupakan langkah yang sangat penting sebelum sesuatu tindakan pengendalian atau anjuran pencegahan diberikan. Apabila patogen yang ditemukan pada tumbuhan sakit dan patogen tersebut dapat diidentifikasi dengan benar serta sudah banyak dilaporkan dan diyakini sebagai penyebabnya, maka diagnostik mungkin dianggap cukup.

Jika jawaban pada diagnose langkah pertama tidak ditemukan adanya organisme yang berasosiai, maka jawaban akan mengarah ke lingkungan sebagai penyebabnya. Untuk menjawab hipotesis bahwa lingkungan sebagai penyebab terjadinya penyakkit tumbuhan, maka harus dilakukan pengujian pada kondisi lingkungan yang dicurigai tanpa ikut sertanya patogen.

Ingin teks selengkapnya ?                YA                TIDAK

Hosted by www.Geocities.ws

1