News
Trending: Brazil's controversial World Cup substitution
A decision to swap two of Brazil's most famous Afro-Brazilians actors for two white actors for the World Cup draw has led to a sharp reaction on social media. Fifa says the move has nothing to do with racism - but the issue has hit a nerve in Brazil.
Lazaro Ramos and Camila Pitanga are two well-known and well-loved Brazilian stars - they play the leading couple in the soap Lado a Lado (Side By Side). And they were expected to play a key role in the World Cup group stage draw on 6 December, in the state of Bahia - the historic heart of African-Brazilian culture. When news emerged they had been replaced by the blond, white couple, Fernanda Lima and Rodrigo Hilbert, there was outrage on blogs, forums and social media in Brazil.
"Fifa, we want Lazaro Ramos and Camila Pitanga, ok? They are our face, our people, and we love them!" was one tweet. "As if we weren't already self-sufficient when it comes to racism, Fifa comes over to lend us a hand," was another. US film director Spike Lee even chimed in with criticism of Fifa's power over the game. Many demanded an explanation - and in the absence of one, were quick to come to their own conclusions.
ARTICLE
MENCINTAI PRODUK DALAM NEGERI
Artidari cinta tanah air adalah cinta kepada negara tempat kita dilahirkan,dibesarkan dan memperoleh kehidupan didalamnya.Karena dari Negara kita tersebut semua yang kita butuhkan akan kita dapatkan.Artidari cinta tanah air adalah cinta kepada negara tempat kita dilahirkan,dibesarkan dan memperoleh kehidupan didalamnya.Karena dari Negara kita tersebut semua yang kita butuhkan akan kita dapatkan.Cinta tanah air adalah sama saja rela berkorban demi kepentingan negara.Menghayati arti dari cinta tanah air memang bukan masalah yang mudah,perlu kesabaran dan kerendahan hati untuk menjalankan hal tersebut,dikarenakan banyak ancaman dan tantangan yang bisa datang kapan saja,baik itu dalam diri kita ataupun diri,tetapi asal kita mempunyai tekad yang kuat untuk mencintai tanah air kita tanah air indionesia dengan sepenuh hati,pastilah kita akan dimudahkan oleh Yang Maha Kuasa dalam segala halnya terutama dalam tindakan yang POSITIF.Perlu diingat bahwa mencintai dan menjaga tanah air Indonesianegaranya sendiri dengan sepenuh hati adalah bentuk perbuatan yang merupakan bagian dari iman.
Banyak alasan untuk mencintai produk dalam negeri,dan sudah merupakan keharusan bagi warga negara agar mencintai nproduk produk dalam negeri agar agar produk dalam negeri sendiri bisa bersaing di kancah Internasional.Akan tetapi kita sering merasa lebih berkelas ketika memakai produk berlabel luar negeri,buatan rumah fashion ternama.Akan tetapi banayk produk dalam negeri yang jadi pemasok merk-merk maahal dan terkenal dari luar negeri.Salah satu pernyataan ini diungkapkan oleh Ketua Asosiasi PertekstilanIndonesia,Ade Sudrajat.
Kenapa negara-negara maju itu tertarik menggunakan barang lokal unntuk merk dagang mereka yang mendunia?Bukankah orang Indonesia itu sendiri mengatakan bahwa produk lokal merupakan barang kelas dua atau bahkan kelas tiga.Tidak hanya brand besar serta selebriti dunia,ternyata banyak juga atlit dunia yang menggunakan produk Indonesia untuk perlengkapan mereka.Sudah seharusnya kita sebagai bangsa Indonesia,lebih mencintai produk dalam negeri,karena brand dunia pun sudah MENGAKUI KUALITAS BARANG LOKAL kita.Jangan lagi ada gengsi dan merasa menggunakan brand luar negeri adalah suatu keharusan.Apa bedanya beli tas di Singapura dengan tas buatan lokal Cibaduyut?Toh,dua barang tersebut berasal dari pabrik yang sama di Indoneisa,bukan?Nah untuk itu meskipun cinta tanah air bersifat sedikit abstrak (tidak terdefinisi,namun hal itu menyentuh diseluruh kehidupan penduduk Indonesia dari Sabang sampai Merauke.Dan kita harus menanamkan sifat bangga sebagai warga negara Indonesia yang mempunyai beragam adat istiadat.Sebagai contoh orang yang memperjualbelikan produk Indonesia di Negara lain itu sudah termasuk menanamkan sikap cinta Tanah Air,meski tidak terdefinisi sudah =memasuki..Karena dia dapat mengharumkan dan membawa nama bamngsa Indonesia di Negara lain.Karena sekarang ini sudah mengalami perubahan,seperti sekarang ini sudah memasuki zaman globalisasi persaingan terjadi dimana-mana tidak di dalam maupun di luar Negara,mungkin sekarang sudah banyak orang yang melupakan akan pentingnya Tanah Air,karena alasan untuk bertahan hidup.Meskipun begitu kita sebaagai warga negara yang baik harus menanam sikap cinta tanah air dalam kondisi apapun supaya dapat mewariskan dimasa yang akan mendatang.
Our Mission
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Vestibulum eget bibendum tellus. Nunc vel imperdiet tellus. Mauris ornare aliquam urna, accumsan bibendum eros auctor ac.
Maecenas vestibulum fermentum eleifend. Mauris erat sem, suscipit non tincidunt quis, vestibulum eget elit. Duis eget arcu ante. Proin nulla elit, elementum sit amet commodo et, eleifend vitae quam. Nam vel aliquam tortor. Aliquam bibendum erat a urna interdum quis mattis augue interdum. Phasellus fermentum bibendum mauris, ut semper justo pharetra vestibulum. Duis dictum purus sed nibh commodo a congue elit lobortis. Nunc sed feugiat tellus. Mauris aliquet lorem non enim euismod quis fermentum erat porta. Nullam non elit orci. Aliquam blandit mattis feugiat. Cras pulvinar aliquet massa, quis laoreet mi pulvinar ac. Aliquam mi augue, vehicula in consectetur in, porttitor sed tellus. Mauris convallis dapibus auctor. Integer in egestas lorem. In nulla dolor, sollicitudin vitae sollicitudin quis, viverra at lorem.
Ut ullamcorper velit et nisi feugiat non sagittis tortor pharetra. Mauris ut urna et magna commodo cursus. Curabitur quis elementum arcu. Maecenas eleifend, urna vitae vehicula bibendum, felis tellus tincidunt lorem, at iaculis neque eros ac dui. Nunc malesuada pulvinar suscipit. Phasellus sed tortor quis ligula facilisis aliquam. Aliquam quis magna eu dolor posuere malesuada. Quisque consequat, metus fermentum convallis imperdiet, ante justo pharetra enim, vel commodo ipsum mauris eget purus. Morbi lacinia nisl urna, scelerisque suscipit lacus. Nulla ac orci ut nunc venenatis gravida
Sport News
Many football fans will be scratching their heads to see Switzerland among the top seeds at next year's World Cup finals, while thoroughbreds like the Netherlands and Italy are not. The truth is that it could be down to the choices made by football administrators, not players.
The eyes of millions of football fans will be focused on Costa do Sauipe in the Brazilian state of Bahia next week, for the 2014 World Cup draw.
A path to glory for the 32 teams that have qualified will be determined when eight pools are created - each containing four teams that will play each other in the group stages.
Eight of the teams are seeds. They are the seven highest-ranked teams in Fifa's world rankings plus the host nation, which is Brazil. Being a seeded team has one big advantage - it means you don't have to play one of the other seeds in the group stages.
The top seven rankings when the seedings were determined in October were Spain, Germany, Argentina, Colombia, Belgium, Uruguay and Switzerland. Brazil, ranked 11th at the time, joined them.
|
|
||
|
Ranking |
Country |
Ranking points |
|
1 |
Spain |
1513 |
|
2 |
Germany |
1311 |
|
3 |
Argentina |
1266 |
|
4 |
Colombia |
1178 |
|
5 |
Belgium |
1175 |
|
6 |
Uruguay |
1164 |
|
7 |
Switzerland |
1138 |
|
8 |
Netherlands |
1136 |
|
9 |
Italy |
1136 |
|
10 |
England |
1080 |






