Kuliah Sistem Nyata Waktu dan Embedded...

Pengantar

Progress

Kuliah

Ringkasan

Artikel

Tugas

Waktu Eksekusi Jawaban Quiz Opini-Bagian 1 Opini-Bagian 2

Tentang Syarat Berhasilnya Demokrasi

Saya setuju dengan pendapat bahwa berhasilnya demokrasi dipengaruhi oleh kemampuan rakyat memilih pemimpin terbaik melalui kriteria tertentu. Ini sangat masuk akal. Menurut saya,hal ini harus dimulai dengan mendidik rakyat agar sadar akan hak-haknya sebagai warga negara. Kesadaran ini akan disusul oleh kesadaran akan pentingnya mendapatkan pemimpin terbaik yang dapat menjamin terpenuhinya hak-hak mereka. Dengan sendirinya, rakyat akan menentukan kriteria pemimpin terbaik sesuai harapannya.
Namun, terkadang menentukan kriteria ini tidak semudah yang kita bayangkan. Contohnya ketika saya harus memilih rekan kuliah yang memiliki kemampuan terbaik di bidang Real-Time System. Kriteria yang sesuai menurut saya:

Cara terbaik untuk mengukurnya tentu melalui tes, dapat berupa tes tertulis maupun lisan. Akan tetapi, menurut saya, kadang-kadang faktor intuisi juga dapat dijadikan pedoman untuk memilih (meski nampaknya tidak cukup berdasar). Kadang kita dapat merasa begitu yakin akan sesuatu tanpa tahu betul alasannya. Dan, pada akhirnya, ternyata pilihan kta benar!
Rasanya tidak adil menilai kemampuan seseorang tanpa melalui tes atau unjuk kerja. Meski demikian, untuk menilai kemampuan rekan-rekan di kelas, saya lebih suka melakukannya berdasarkan pengamatan sehari-hari. Alasan saya memilih mereka adalah mereka tampak mudah memahami konsep yang terdapat di dalam buku, dan sering menjadi “narasumber” bagi rekan-rekan yang belum paham.
Menurut saya, yang mungkin termasuk terbaik (secara tidak berurutan) adalah:

Tentang Mekanisme Penanganan Bantuan Sosial

Menurut saya dapat diterapkan pola “orang tua asuh”. Seperti yang sudah banyak dilakukan terhadap anak-anak yang memerlukan biaya untuk sekolah. Bedanya, pemberian subsidi/bantuan biaya diberikan kepada sebuah keluarga secara keseluruhan.
Reward yang dapat diberikan kepada “orang tua asuh” dapat berupa poin atau nilai tertentu yang dapat diakumulasikan. Setelah mencapai nilai tertentu,poin-poin ini dapat ditukarkan dengan hal-hal tertentu sesuai pilihan, misalnya pemotongan pajak, atau berbagai tawaran menarik seperti yang dilakukan oleh bank penerbit kartu kredit: - voucher menginap di hotel berbintang, - voucher diskon untuk berbelanja atau makan, - dan lain-lain.
Mengenai pendapat bahwa koruptor dapat saja “dimaafkan” jika mereka mengembalikan uang hasil korupsinya kepada negara/masyarakat, saya tidak setuju. Soal pengembalian hasil korupsi, saya tentu setuju, tapi untuk dimaafkan? Saya rasa tidak boleh semudah itu. Hukuman/sanksi secara fisik tetap harus dilakukan sesuai hukum yang berlaku.

Tentang Mekanisme untuk Mengatasi Lupa Password

Sebenarnya telah ada mekanisme untuk mengatasi user yang lupa akan password-nya. Biasanya dilakukan dengan memberikan pertanyaan rahasia yang bersifat pribadi kepada user saat pendaftaran. Saat user ingin mengingat passwordnya kembali, pertanyaan rahasia ini akan diajukan. Jika berhasil dijawab, password akan dikirimkan kepada user melalui email.
Yang kemudian dapat menjadi masalah adalah jika alamat email yang ia gunakan saat pendaftaran saat ini sudah tidak aktif lagi, atau user ini sangat pelupa sehingga ia lupa alamat email mana yang ia gunakan saat pendaftaran, atau bahkan pada kasus yang ekstrim ia juga lupa password untuk emailnya (kasus ini agak tidak masuk akal, tapi toh mungkin saja terjadi). Contoh mekanisme untuk mengatasi user yang lupa akan password-nya antara lain dapat dilihat di beberapa penyedia layanan Webmail sepeti Yahoo!Mail dan Telkomnet.

Hosted by www.Geocities.ws

1