Skip navigation

Materi Pelajaran 1

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), puisi adalah ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima serta penyusunan larik dan bait.

Wajar pesan yang ingin disampaikan penyair puisi dirangkai dengan kata-kata yang indah, yang berbeda dengan bahasa sehari-hari.

Bahkan, bahasa dalam puisi juga berbeda dengan bahasa karya sastra lainnya, seperti drama atau prosa. Hal tersebut yang membuat banyak orang menyukai puisi.

Berdasarkan cara penyair mengungkapkan isi atau gagasannya, puisi dapat dibagi ke dalam beberapa jenis.

 

PUISI NARATIF

 adalah puisi yang mengandung suatu cerita menjadi pelaku, perwatakan, setting, atau rangkaian peristiwa tertentu yang menjalin suatu cerita. Puisi naratif terbagi menjadi balada dan romansa.

1.    Balada

Balada adalah puisi yang objektif, berisi gambaran perilaku seseorang, baik lewat dialog maupun monolog sehingga mengandung suatu gambaran kisah tertentu. Berikut ini contoh puisi balada:

Balada Pembungkus Tempe (WS Rendra)

2. Romansa

Romansa adalah jenis puisi cerita yang menggunakan bahasa romantis dan berisi kisah percintaan yang diselingi perkelahian dan petualangan. Contoh judul puisi romansa yaitu 'Priangan Sri Jelita' karya Ramadhan K.H., 'Taman' karya Chairil Anwar, 'Surat Cinta' karya W.S. Rendra.

 

Balada Pembungkus Tempe (WS Rendra)

 Fermentasi asa

Mengharap sempurna

Bentuk utuh nan konyol

Rasa, karsa tempe

 

Pembungkus yang berjasa

Penuh kisah bertulis duka lara

Dibuang tanpa dibaca

 

Pembungkus tempe

Bukan plastik tapi kertas usang tak terpakai

 

PUISI LIRIK

 adalah puisi yang berisi luapan isi batin individual penyairnya dengan segala macam endapan pengalaman, baik sikap maupun suasana batin yang melingkupinya. Puisi lirik terbagi atas beberapa macam, misalnya elegi, serenada, dan ode.

1. Elegi

Elegi adalah puisi ratapan yang mengungkapkan perasaan duka atau sedih sang penyair. Simaklah puisi berikut yang menggambarkan perasaan duka, gelisah, dan menunggu datang nya maut.

 

2. Serenada

Berbeda dengan elegi yang menggambarkan suasana duka, serenada merupakan puisi lirik yang bersuasana senang. Misalnya, tampak pada puisi berikut:

3. Ode

Ode merupakan puisi lirik yang berisi pujian terhadap seseorang, pada umumnya pahlawan. Misalnya tampak pada puisi berikut:

Misalnya tampak pada puisi berikut:

 

TERATAI

Kepada: Ki Hajar Dewantara

Dalam kebun di tanah airku

Tumbuh sekuntum bunga teratai

Tersembunyi kembang indah permai

Tidak terlihat orang yang lalu.

Akarnya tumbuh di hati dunia

Daun bersemi laksmi mengarang

Biarpun dia diabaikan orang

Seroja kembang gemilang mulia.

Teruslah, o, teratai bahagia

Bersemi di kebuh tanah Indonesia

Biarkan sedikit penjaga taman

Biarpun engkau tidak dilihat Biarpun engkau tidak diminat

Engkau turut menjaga jaman.

(Sanusi Pane, 1957).

 

PUISI DESKRIPTIF

adalah puisi yang mengemukakan tanggapan atau kesan penyair terhadap suatu hal atau keadaan.

Berbeda dengan puisi naratif yang berisi cerita dan puisi lirik yang mengemukakan gagasan pribadi penyair atau aku lirik, puisi deskriptif cenderung menggambarkan tanggapan atau kesan penyair terhadap suatu hal.

Tanggapan atau kesan tersebut dapat bersifat kritik maupun sindiran sehingga dikenal adanya puisi ironi dan satire (kritik). Misalnya tampak pada puisi berikut:

GURINDAM EMPAT

(Taufiq Ismail)

 

Ayahmu kaya raya berbagai rupa caranya

Mengapa engkau bangga Cuma menumpang nama

Pamanmu generasi komisi angkatan pertama

Engkau dan ponakanmu generasi komisi I dan III

Silsilah dan wajah jelas bukan preman pasar

Tapi praktek bisnismu sunyi akhlak begitu kasar

Jembatan ditelan, kapal diuntal, proyek habis dikunyah

100 keluarga kenyangnya terengah-engah, lihatlah.

copyright@abutholib-2024

Made with eXeLearning (New Window)