utama - kung fu boy - chinmi other stories - new kung fu boy - kabar terbaru

KUNG FU BOY - RINGKASAN CHINMI NOMOR 01 - 05

Cover pertama dari Kung Fu Boy, ada 9 tokoh baru yang diperkenalkan oleh Takeshi MaekawaSeri: 01
Sampul Depan: Chinmi dalam posisi siaga
Diterbitkan: Tahun 1991 Indonesia

Rangkuman Disusun: 01 Maret 2002

Kisah ini bermula dari kedatangan seorang Pak Tua di sebuah rumah makan kecil. Pak tua sedang mencari seorang ahli kung fu yang telah diramalkan dalam kitab kitab kuno. Lalu tiba tiba ketika Pak Tua itu berjalan dia melihat seorang remaja � Chinmi � yang sedang membuat 100 pasang  sumpit dari bongkahan kayu hutan dengan ketajaman tangannya dan mengisi air sebuah gentong besar dengan melemparkan tiga belas ember kayu dari sungai yang tidak jauh dari rumah makan itu. Chinmi melakukan ini karena dimintai tolong oleh kakak perempuannya. Lalu Pak Tua mengetes Chinmi untuk mengetahui apakah dia yang telah ditulis oleh kitab kitab kuno tersebut. Tetapi setelah tes kung funya, di dahi remaja ini tidak ditemukan tahi lalat oleh Pak Tua, salah satu tanda yang disebutkan di dalam kitab kuno. 

Chinmi menggunakan jurus monyet dalam sebuah lomba kung fuSetelah sadar dari mabuknya remaja ini lalu melawan Kepala Batu Bersaudara yang membuat keributan di rumah makan itu. Dengan kepalanya mereka mampu menghancurkan apa saja seperti batu dan pohon yang besar. Lalu Chinmi mengalahkan mereka hanya dengan sepasang sumpit. Dengan pertandingan ini tahi lalat Chinmi yang ada di dekat alisnya secara tidak sengaja terlihat oleh Pak Tua. Pak Tua memohon kepada Chinmi untuk berlatih kung fu di kuil Dairin. Akhirnya kakak Chinmi mengizinkannya, dan dimulailah petualangan Chinmi dengan Go Kong menuju Kuil Dairin.

Di dalam perjalanan Pak Tua berkata pada Chinmi bahwa kung-fu itu seperti air (Pelajaran Kung-fu Pertama). Dalam perjalanan menuju kuil Dairin, Pak Tua dan Chinmi dimintai tolong seseorang untuk menjaga kedai tuak dari beberapa perampok. Mereka berjumlah empat orang. Dan Chinmi menyetujui tawaran itu karena tuak. Malam harinya, Chinmi melawan keempat perampok itu. Kepala Perampok menggunakan jurus tangan pemotong baja. Tangannya mampu memotong apa saja dengan mudah. Chinmi mengalahkan pemilik jurus ini dengan bantuan kelompok lebah. Setelah mengalahkan perampok ini, mereka pun melanjutkan perjalanan.

Di sebuah kota Chinmi mengikuti perlombaan kung fu yang hadiahnya dua gentong besar berisi tuak. Chinmi berkenalan dengan Lie ChaiChinmi memenangkan perlombaan kung-fu. Setelah mengalahkan empat orang, akhirnya Chinmi melawan juara tahun lalu. Namanya Tairon, dia menggunakan Triple Stick. Chinmi diijinkan menggunakan senjata, kemudian dia memilih sebuah Trisula Stick, yang tongkat tengahnya lebih pendek dari tongkat dikedua sampingnya. Chinmi memenangkan pertandingan ini dan menjadi juara lomba. Lalu Pak Tua , Chinmi dan Go Kong melanjutkan perjalanannya. Baru saja tiba di depan tangga kuil Dairin, kung fu Chinmi diuji oleh seorang Kakek Tua. Kakek tua ini gerakannya sangat lincah dan cepat. Chinmi tidak dapat mengalahkannya bahkan tidak dapat menyentuhnya.

Setelah tiba di depan kuil utama Dairin, Chinmi melihat banyak biksu berlatih kung-fu. Ada yang berlatih jurus jurus kung fu, melatih tonjokan di pasir, latihan tanding, melatih tendangan ke pohon dengan kepala dan banyak lagi. Semua hal ini membuat Chinmi ingin cepat cepat bergabung berlatih kung fu bersama mereka. Kemudian Chinmi diperkenalkan dengan Biksu Kepala, lalu Biksu Kepala memberikan Chinmi semacam tes masuk untuk menjadi murid di Kuil Dairin. Ujiannya yaitu membelah bulan menjadi dua dan Chinmi hanya diberikan waktu selama tiga hari. AKhirnya Chinmi melewati ujiannya dengan mengambil pelajaran dari burung walet. Maka dimulailah saat saat Chinmi menjadi murid di Kuil Dairin. Kejadian pertama menjadi murid di Kuil Dairin dialami Chinmi.

Pertarungan pertama di Kuil Dairin yang dijalani Chinmi adalah melawan Jintan. Jintan menggunakan jurus tiga sasaran. Jurus ini dapat diatasi oleh Chinmi dengan Jurus penahan tiga sasaran dan akhirnya Chinmi memenangkan pertarungan pertamanya. Biksu Kepala kemudian bertanya kepada Jintan mengapa dia sampai kalah dari Chinmi.(Pelajaran Kung-fu Kedua).

Pelajaran Kung-fu Pertama : Kung-fu itu laksana air. Hati laksana danau yang tenang, gerakan laksana aliran sungai yang deras dan semangat laksana ombak yang beriringan. Yang terpenting adalah keseimbangan. Pelajaran Kung-fu Kedua : Dari Biksu Kepala yaitu yang mengetahui dikalahkan oleh yang menyukai. Yang menyukai dikalahkan oleh yang menghayati.


Cover Kung Fu Boy Indonesia nomor dua, hanya ada satu tokoh baru yang diperkenalkanSeri: 02
Sampul Depan: Chinmi dengan double stick di tangan kanannya
Diterbitkan: Tahun 1991 Indonesia

Rangkuman Disusun: 03 Maret 2002

Semua murid Kuil Dairin berlatih untuk dapat melewati ujian di hutan. (Pelajaran Kung-fu Ketiga). Ada empat tahapan yang harus dilewati dalam ujian ini. Tahap pertama adalah memanjat pohon di hutan yang tidak bercabang dengan cepat. Tahap kedua yaitu menangkap ikan tanpa peralatan apa-apa, hanya dengan tangan, minimal menangkap lima ekor ikan. Pada tahap ini masih banyak murid yang lolos. Tahap ketiga melewati sungai yang alirannya berarus sangat deras. Pada tahap ini hanya Chinmi yang melewatinya. Akhirnya tahap keempat yang hanya diikuti oleh Chinmi, yaitu akan dikunci di sebuah gua dan harus dapat keluar sebelum matahari terbit. (Pelajaran Kung-fu Keempat).

Dalam gua ini, Chinmi hanya ditemani dengan spanduk bertuliskan 'Pusatkan Mata Hatimu', sebuah lilin dan sebuah batu besar yang menempel dengan dinding gua. Akhirnya Chinmi dapat keluar dari gua ini berkat batu besar dengan menggunakan mata hatinya. Karena Chinmi lulus ujian di hutan ini, dia mendapat kesempatan pelajaran Kempo di Gunung Shinzangyo.

Kemudian Chinmi berangkat ke gunung tersebut. Pelajaran pertama Chinmi, adalah menangkap tangan Master Kempo - Zenji. (Pelajaran Kung-fu Kelima). Pelajaran kedua dari Master Tendo adalah Chinmi harus menyatu dengan alam sekitarnya, atau mudahnya Chinmi harus menjadi batu yang membuat binatang tidak mengira kalau dirinya adalah manusia. Chinmi memperhatikan master Zenji menjadi batuBurung burung membuat sarang di kepala Zenji, ketika jiwa Zenji bersatu dengan hutanChimi dapat memahami pelajaran ini dengan diuji oleh ratusan ular yang mengitari hingga menutup tubuhnya. Pelajaran ketiga adalah membaca sebuah kalimat ketika meluncur deras dari sebuah tebing di dekat air terjun. Chinmi akhirnya dapat mempelajari ini dengan baik yang diberikan Master Tendo dan akhirnya dia harus mengikuti ujian terakhir di gua di dalam gunung.

Pelajaran Kung-fu Ketiga : Dari Biksu Kepala, latihan di hutan adalah latihan berat. Karena seseorang akan mengetahui dan menghadapi ketakutannya. Pelajaran Kung-fu Keempat : Dari Biksu Kepala, Semua kondisi yang tidak terlihat oleh matamu, hal itu dapat terlihat jernih hanya jika kamu memusatkan mata hatimu. Pelajaran Kung-fu Kelima : Dari Master Kempo, menyerang dapat dilakukan dengan memanfaatkan tenaga musuhmu, selain menggunakan kekuatanmu.


Cover nomor tiga, disini Takeshi Maekawa mengenalkan dua tokoh baruSeri: 03
Sampul Depan: Chinmi dalam posisi menyerang
Diterbitkan: Tahun 1992 Indonesia

Rangkuman Disusun:03 Maret 2002

Chinmi harus melewati ujian di gunung. Gua ini harus dilewati Chinmi. Hanya ada satu jalan, dan Chinmi tidak bisa balik ke belakang. Hambatan pertama adalah Chinmi harus melewati kolam magma yang sangat panas. Hambatan kedua adalah harus melewati lorong di dalam sungai yang panjang dan hambatan ketiga adalah dirinya harus melawan patung prajurit yang dapat mengeluarkan ribuan pisau bayangan, pisau aslinya hanya sebuah, patung itu terlihat bagaikan Dewi Kwan In. Akhirnya Chinmi dapat mengalahkan patung itu dengan memusatkan mata hatinya. Dan tiba tiba patung itu sesungguhnya adalah Pak Tua dari Kuil Dairin yang ingin menjemput Chinmi. Dengan selesainya pertarungan ini, pelajaran dari Master Kempo pun berakhir. Chinmi, Go Kong dan Pak Tua pun kembali ke Kuil Dairin.

Ryukai menggunakan tenaga dalamnya kepada ChinmiDalam perjalanan pulang ke Dairin, Chinmi telah mengalahkan tiga pemuda berandalan di warung makan. Setibanya mereka di Kuil Dairin, oleh Biksu Kepala Chinmi diperkenalkan dengan seorang pelatih kuil yang baru saja tiba yaitu Ryukai. Dan keduanya diminta Biksu untuk saling memperlihatkan pelajaran yang baru diperolehnya selama ini dengan bertanding. Chinmi kalah dari Ryukai karena dia merasa yakin dengan kemampuannya and Chinmi juga kalah dari Ryukai karena Ryukai menggunakan jurus tenaga dalamnya. Karena kekalahan inilah Chinmi menyadari bahwa dirinya sudah takabur akan kemampuan berkung fu-nya.

Dalam pandangan Chinmi Ryukai menjadi besar dan makin besarChinmi yang telah mengalahkan tiga berandalan di toko roti, sekarang harus menghadapi mereka lagi ditambah dengan teman temanya, yang berjumlah tujuh orang. Chinmi dapat mengalahkan mereka setelah dia mengetahui kapan harus menggunakan diplomasi dan kapan harus menggunakan kung funya.(Pelajaran Kung-fu Keenam) Chinmi mendapat pelajaran dari Ryukai. Setelah perkelahian itu Chinmi dan Ryukai kembali ke Kuil Dairin. Hari berikutnya di Dairin Ryukai pun mengajar beberapa murid Dairin. Pelajaran pertama yang diberikan Ryukai adalah bagaimana cara untuk mengendalikan tenaga dalam.

Di suatu pagi musim dingin yang dingin, Chinmi dan Go Kong membantu seorang gadis yang membawa sayuran untuk dijual, namanya adalah Yan. Karena Yan sakit, Chinmi dan Go Kong akhirnya menjual sayuran itu ke pasar. Sayuran itu terjual cepat, setelah itu mereka bertiga pulang ke rumah Yan, untuk mengantar Yan yang sedang sakit. Ketika sampai di rumah, Yan melihat penagih hutang dan pengawalnya, mereka memukul kakek Yan. Secara tidak langsung, Chinmi mendengar pembicaraan mereka dari luar rumah.

Pelajaran Kung-fu Keenam : Dari Ryukai, kamu membutuhkan keyakinan besar dalam suatu pertarungan.


Cover Indonesia nomor 4 sama seperti di Jepang, disini dikenalkan dua karakter baruSeri: 04
Sampul Depan: Chinmi sedang marah
Diterbitkan: Tahun 1992 Indonesia

Rangkuman Disusun: 03 Maret 2002

Penagih hutang ini menghancurkan abu orang tua Yan karena tidak puas atas pembayaran hutangnya. Melihat ini Chinmi sangat marah, dia berteriak ke mereka untuk bertarung di luar rumah. Sekarang Chinmi harus melawan pengawalnya yang mempunyai jurus kung fu totokan. Chinmi kalah dan mendapat pukulan cukup banyak. Penagih hutang tersebut memberikan waktu kepada Yan tiga hari untuk membayar hutangnya.

Walaupun Yan menyarankan Chinmi untuk tidak membantunya, Chinmi masih mencari cara untuk melawan kung totokan. Dengan bantuan dari Jintan, Chinmi menguji kekuatan tubuhnya dengan pukulan, hasilnya kayu yang dipukulkan hanya retak saja.Yan disiksa oleh penagih hutang dengan cambuk sampai bajunya robekTiba tiba Go Kong datang dan memberitahu Chinmi sesuatu. Chinmi berlari secepat mungkin ke rumah Yan. Akhirnya Chinmi harus melawan dengan pengawalnya. Chinmi sangat marah ketika Yan disiksa dengan cambuk sampai pakaian Yan robek. Hal ini membuat semangat Chinmi keluar sangat besar, dan ini membuat setiap totokan dari jari pengawal tidak memberikan akibat apa apa kepada tubuhnya. Dan Chinmi pun memenangkan pertarungan ini. Setelah kejadian ini, murid murid Dairin pun membantu Chinmi membangun rumah Yan setelah habis terbakar.

Chinmi menantang kepada pengawal penagih hutang untuk duel satu lawan satuDi suatu pagi ketika Ryukai sedang mengajar, seorang biksu memberikan surat tantangan kepadanya dari Won. Won memaksa untuk membalas dendam kematian adiknya - Pei - yang dibunuh oleh Ryukai empat tahun yang lalu. Ryukai mengabulkan tantangannya, dan tanpa menyerang sekali pun, Ryukai dikalahkan Won. Chinmi membantu Ryukai yang berdarah. Won memberikan pesan ke Chinmi bahwa dia akan menghancurkanKuil Dairin seminggu lagi dari sekarang.

Sesampainya di Kuil Dairin, Ryukai diberitahu bahwa Won menggunakan kung fu tangan beracun.Pak Tua dan Chinmi mencari cara untuk mengatasi kung fu yang menakutkan ini. Biksu Kepala, Daisojo memberitahukan Chinmi untuk tidak membunuhnya jika dia menang melawan Won, karena Chinmi yang akan melawan Won.


Seri: 05
Sampul Depan: Chinmi sedang berlatih jurus kung fu
Diterbitkan: Tahun 1992 Indonesia
Cover komik Kung fu Boy yang mengenalkan empat tokoh baru
Rangkuman Disusun: 03 Maret 2002

Chinmi yang melawan Won, dengan susah payah akhirnya dapat memenangkan pertarungan dengan menghiraukan perasaaan takut hatinya. Won diberitahu Daisojo bahwa adiknya, Pei meninggal karena penyakit jantungnya ketika dia bertarung dengan Ryukai. Dan Won pun diantarkan Ryukai ke makam Pei. Won menyesali perbuatannya selama ini.

Zangi bersiap menyerang Chinmi dengan jurus pelontar tenaga dalamDi suatu pagi setelah memenangkan balap lari 20 km, Chinmi dipanggil Pak Tua. Chinmi mendapat surat dari kakak perempuannya, Mei Lin yang memberitahukan akan menengoknya di Kuil Dairin. Lalu Chinmi berangkat menjemput kakaknya ke Desa Soke karena saran dari Pak Tua. Sebelum tiba di desa itu, Chinmi harung melawan dengan sekelompok pasukan Kokuen yang dipimpin oleh Tn. Ryuhi. Chinmi kalah ketika melawannya karena dia menggunakan tombak trisulanya. Kemudian gerombolan itu pun pergi. Lalu Chinmi pergi ke Desa Soke dengan membawa seorang Ayah yang sudah meninggal yang dibunuh gerombolan Kokuen.

Zangi tidak tahu bahwa strategi Chinmi ada di ujung jari kakinyaKelompok Kokuen sebenarnya dipimpin oleh tiga bersaudara, mereka adalah Zangi, Doko dan Ryuhi. Mereka telah menyandera kakak Chinmi, Mei Lin. Pada malam harinya Chinmi mencoba untuk menyelamatkan kakaknya dari Pondok Tn. Ryuhi dan akhirnya Chinmi dapat mengalahkan Ryuhi dengan menghilangkan tanda tanda keberadaannya. Mereka lari menuju Desa Soke. Hal ini membuat Doko sangat marah. Dan Chinmi akhirnya harus melawan dengan pemimpin Kelompok Kokuen setelah menantang Zangi. Zangi mempunyai kung fu pelontar tenaga dalam. Kung fu ini dapat menghancurkan bagian dalam tubuh seseorang tanpa menghancurkan bagian luarnya. Seperti menghancurkan semangka menjadi air, ketika dibelah daging semangkanya berubah menjadi cairan. Chinmi dan Zangi akhirnya bertarung. Chinmi kalah dan masih diberikan kesempatan hidup satu malam untuk menghadapi takdir kematiannya yaitu pada pagi hari.

Akhirnya Chinmi menemukan cara untuk menghadapi kung fu Zangi dengan jarinya, yang pernah diajarkan oleh Daisojo. Yaitu bagaimana caranya membuat sebuah lubang pada gelas dengan satu jari (Pelajaran Kung Fu Ketujuh).

Pelajaran Kung-fu Ketujuh : Dari Daisojo yaitu dengan memusatkan titik pukul agar efek pukul yang ditimbulkan tidak menyebar dan bahkan memberikan akibat yang besar kepada tubuh lawan.


utama - kung fu boy - chinmi other stories - new kung fu boy - kabar terbaru - rangkuman 06-10

Hosted by www.Geocities.ws

1