|
utama
- kung
fu boy - chinmi
other stories - new
kung fu boy - kabar
terbaru |
|
KUNG FU BOY -
RINGKASAN CHINMI NOMOR 01 - 05
|
|
Rangkuman
Disusun:
01 Maret 2002 Kisah ini bermula
dari kedatangan seorang Pak Tua di
sebuah rumah makan kecil. Pak tua sedang mencari seorang ahli kung fu yang telah diramalkan
dalam kitab kitab kuno. Lalu tiba tiba ketika Pak Tua itu berjalan dia melihat seorang
remaja � Chinmi �
yang sedang membuat 100 pasang
sumpit dari bongkahan kayu hutan dengan ketajaman tangannya dan mengisi air sebuah
gentong besar dengan melemparkan
tiga belas ember kayu dari sungai yang tidak jauh dari rumah makan itu. Chinmi melakukan
ini karena dimintai tolong oleh kakak perempuannya. Lalu Pak Tua mengetes Chinmi untuk mengetahui
apakah dia yang telah ditulis oleh kitab kitab kuno tersebut. Tetapi setelah tes kung funya,
di dahi remaja ini tidak ditemukan tahi lalat oleh Pak Tua, salah satu tanda yang disebutkan
di dalam kitab kuno.
Di dalam perjalanan
Pak Tua berkata pada Chinmi bahwa kung-fu itu seperti air
(Pelajaran
Kung-fu Pertama). Dalam perjalanan menuju kuil
Dairin, Pak Tua dan Chinmi dimintai tolong seseorang untuk menjaga kedai tuak dari beberapa
perampok. Mereka berjumlah empat orang. Dan Chinmi menyetujui tawaran
itu karena tuak. Malam harinya, Chinmi melawan keempat perampok
itu. Kepala
Perampok menggunakan jurus
tangan pemotong baja. Tangannya mampu memotong apa saja dengan mudah. Chinmi mengalahkan
pemilik jurus ini dengan bantuan kelompok lebah. Setelah mengalahkan perampok ini,
mereka pun melanjutkan perjalanan. Di sebuah kota Chinmi
mengikuti perlombaan kung fu yang hadiahnya dua gentong besar berisi
tuak. Chinmi berkenalan dengan Lie
Chai Setelah tiba di depan kuil utama
Dairin, Chinmi melihat banyak biksu berlatih
kung-fu. Ada yang berlatih jurus jurus kung fu, melatih tonjokan di pasir,
latihan tanding, melatih tendangan ke pohon dengan kepala dan banyak lagi.
Semua hal ini membuat Chinmi ingin cepat cepat bergabung berlatih kung fu bersama mereka.
Kemudian Chinmi diperkenalkan dengan Biksu
Kepala, lalu Biksu Kepala memberikan Chinmi semacam tes masuk untuk menjadi murid
di Kuil Dairin. Ujiannya yaitu membelah bulan menjadi dua dan Chinmi hanya diberikan
waktu selama tiga hari. AKhirnya Chinmi melewati ujiannya dengan mengambil pelajaran dari burung walet.
Maka dimulailah saat saat Chinmi menjadi murid di Kuil Dairin. Kejadian pertama menjadi murid di
Kuil Dairin dialami Chinmi. Pertarungan pertama
di Kuil Dairin yang dijalani Chinmi adalah melawan Jintan.
Jintan menggunakan jurus tiga sasaran. Jurus ini dapat diatasi oleh Chinmi
dengan Jurus penahan tiga sasaran dan akhirnya Chinmi memenangkan pertarungan
pertamanya. Biksu Kepala kemudian bertanya kepada Jintan mengapa dia sampai kalah
dari Chinmi.(Pelajaran
Kung-fu Kedua). Pelajaran Kung-fu Pertama
: Kung-fu
itu laksana air. Hati laksana danau yang tenang, gerakan laksana aliran sungai yang deras dan
semangat laksana ombak yang beriringan. Yang terpenting adalah keseimbangan. Pelajaran Kung-fu
Kedua : Dari Biksu Kepala yaitu yang mengetahui dikalahkan oleh yang menyukai.
Yang menyukai dikalahkan oleh yang menghayati.
Semua murid
Kuil Dairin berlatih untuk dapat melewati
ujian di hutan. (Pelajaran Kung-fu Ketiga).
Ada empat tahapan yang harus dilewati dalam ujian ini.
Tahap pertama adalah memanjat pohon di hutan yang tidak bercabang dengan cepat.
Tahap kedua yaitu menangkap ikan tanpa peralatan apa-apa, hanya dengan tangan, minimal menangkap lima ekor ikan.
Pada tahap ini masih banyak murid yang lolos.
Tahap ketiga melewati sungai yang alirannya berarus sangat deras.
Pada tahap ini hanya Chinmi yang melewatinya.
Akhirnya tahap keempat yang hanya diikuti oleh Chinmi, yaitu akan dikunci di sebuah gua dan harus dapat keluar sebelum matahari terbit.
(Pelajaran Kung-fu Keempat). Dalam gua ini,
Chinmi hanya ditemani dengan spanduk bertuliskan 'Pusatkan Mata Hatimu', sebuah lilin
dan sebuah batu besar yang menempel dengan dinding gua. Akhirnya Chinmi dapat keluar
dari gua ini berkat batu besar dengan menggunakan mata hatinya. Karena Chinmi lulus ujian di hutan ini,
dia mendapat kesempatan pelajaran Kempo di Gunung Shinzangyo. Kemudian Chinmi berangkat
ke gunung tersebut. Pelajaran pertama Chinmi, adalah menangkap tangan
Master Kempo - Zenji. (Pelajaran Kung-fu Kelima). Pelajaran kedua dari Master
Tendo adalah Chinmi harus menyatu dengan alam sekitarnya, atau mudahnya
Chinmi harus menjadi batu yang membuat binatang tidak mengira kalau dirinya adalah manusia.
Pelajaran Kung-fu Ketiga
:
Dari Biksu Kepala, latihan di hutan adalah latihan berat.
Karena seseorang akan mengetahui dan menghadapi ketakutannya. Pelajaran Kung-fu Keempat : Dari Biksu Kepala, Semua
kondisi yang tidak terlihat oleh matamu, hal itu dapat terlihat jernih hanya jika
kamu memusatkan mata hatimu.
Chinmi harus
melewati ujian di gunung. Gua ini harus dilewati Chinmi.
Hanya ada satu jalan, dan Chinmi tidak bisa balik ke belakang. Hambatan pertama
adalah Chinmi harus melewati kolam magma yang sangat panas. Hambatan kedua adalah harus melewati lorong di dalam sungai yang panjang
dan hambatan ketiga adalah dirinya harus melawan patung prajurit yang dapat
mengeluarkan ribuan pisau bayangan, pisau aslinya hanya sebuah, patung itu
terlihat bagaikan Dewi Kwan In. Akhirnya Chinmi dapat mengalahkan patung itu dengan memusatkan
mata hatinya. Dan tiba tiba patung itu sesungguhnya adalah Pak Tua dari Kuil Dairin yang ingin menjemput
Chinmi. Dengan selesainya pertarungan ini, pelajaran dari Master Kempo pun
berakhir. Chinmi, Go Kong dan Pak Tua pun kembali ke Kuil Dairin.
Di suatu pagi musim dingin yang dingin, Chinmi dan Go Kong membantu seorang gadis yang membawa sayuran untuk dijual, namanya adalah Yan. Karena Yan sakit, Chinmi dan Go Kong akhirnya menjual sayuran itu ke pasar. Sayuran itu terjual cepat, setelah itu mereka bertiga pulang ke rumah Yan, untuk mengantar Yan yang sedang sakit. Ketika sampai di rumah, Yan melihat penagih hutang dan pengawalnya, mereka memukul kakek Yan. Secara tidak langsung, Chinmi mendengar pembicaraan mereka dari luar rumah. Pelajaran Kung-fu Keenam : Dari Ryukai, kamu membutuhkan keyakinan besar dalam suatu pertarungan.
Penagih hutang ini
menghancurkan abu orang tua Yan karena tidak puas atas pembayaran hutangnya.
Melihat ini Chinmi sangat marah, dia berteriak ke mereka untuk bertarung di luar rumah.
Sekarang Chinmi harus melawan pengawalnya yang mempunyai jurus kung fu totokan.
Chinmi kalah dan mendapat pukulan cukup banyak. Penagih hutang tersebut memberikan
waktu kepada Yan tiga hari untuk membayar hutangnya.
Walaupun Yan menyarankan Chinmi untuk tidak membantunya, Chinmi masih mencari cara
untuk melawan kung totokan. Dengan bantuan dari Jintan, Chinmi menguji kekuatan tubuhnya dengan pukulan, hasilnya
kayu yang dipukulkan hanya retak saja.
Sesampainya di Kuil Dairin,
Ryukai diberitahu bahwa Won menggunakan kung fu tangan beracun.Pak Tua dan Chinmi mencari
cara untuk mengatasi kung fu yang menakutkan ini. Biksu Kepala, Daisojo
memberitahukan Chinmi untuk tidak membunuhnya jika dia menang melawan Won, karena
Chinmi yang akan melawan Won. Seri:
05 Chinmi yang melawan Won,
dengan susah payah akhirnya dapat memenangkan pertarungan dengan menghiraukan perasaaan takut
hatinya. Won diberitahu Daisojo bahwa adiknya, Pei meninggal karena penyakit jantungnya
ketika dia bertarung dengan Ryukai. Dan Won pun diantarkan Ryukai ke makam Pei.
Won menyesali perbuatannya selama ini.
Akhirnya Chinmi menemukan cara untuk menghadapi kung fu Zangi dengan jarinya, yang pernah diajarkan oleh Daisojo. Yaitu bagaimana caranya membuat sebuah lubang pada gelas dengan satu jari (Pelajaran Kung Fu Ketujuh). Pelajaran Kung-fu Ketujuh
: Dari
Daisojo yaitu dengan memusatkan titik pukul agar efek pukul yang ditimbulkan tidak menyebar
dan bahkan memberikan akibat yang besar kepada tubuh lawan. |
|
utama
- kung
fu boy - chinmi
other stories - new
kung fu boy - kabar
terbaru - rangkuman
06-10 |