| Mengenal Jemaah Salamullah |
Persepsi
Hikmah Mutasyabihat Surah Ar Ruum
21. Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri
dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan
dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu
benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.
Allah telah menciptakan laki-laki dan perempuan, dari berbagai bangsa dan golongan.
Jadikanlah perkawinan itu di antara sesama muslim sendiri, karena yang demikian itu kamu akan
tenteram. Sesungguhnya mengawini orang-orang kafir adalah menjauhkan diri dari keselamatan.
Dan sesungguhnya mencampuradukkan antara yang mukmin dan yang kafir, antara halal dan
haram, antara benar dan batil, dapat memberikan kesempatan bagi iblis menjauhkan diri dari
kebenaran dan keselamatan. Sesungguhnya jauhilah segala yang melibatkanmu dengan iblis.
Kini tiada lagi batasan. Laki-laki menjadi wanita. Laki-laki berpasangan dengan laki-laki,
wanita dengan wanita. Musik yang memabukkan, obat yang memabukkan. Laki-laki dan wanita
bertelanjang di depan umum dan di depan kamera sehingga menjadi tontonan maksiat.
Umat manusia tak pandai lagi melihat kebenaran. Karena dosa pun nampak benar. Tak
tertutup lagi dosa-dosa itu. Dan tak ada yang malu melakukan dosa dan maksiat. Suami atau istri
berkasih-kasihan dengan suami atau istri yang bukan pasangannya. Malaikat mencatat, sungguh
banyak perbuatan maksiat. Sebanyak itu pula perbuatan zalim, lalim, serta kejahatan yang tak
terukur lagi besarnya.
Sesungguhnya tak ada lagi perbuatan dosa yang belum dilakukan oleh umat manusia.
Kejahatan yang telah dilakukannya telah menggugah langit sehingga langit terasa sesak oleh
panasnya dosa-dosa itu. Sungguh para malaikat pun tak sanggup menempatkan dirinya lagi di
antara kerumunan dosa-dosa itu.
Bumi ini sudah panas, terbakar oleh dosa-dosa umat manusia yang tak ingin membatasi
dirinya. Kesucian hanya merupakan masa silam dan hanya kini tinggal berupa tulisan. Kiamat akan
datang ketika dosa-dosa umat manusia sudah sebanyak jumlahnya dengan manusia yang
bernapas. Sungguh keadaan itu adalah cerminan kehidupan pada masa kini. Maka kiamat pun tak
lama lagi.
22. Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan langit dan bumi dan
berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-
benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui.
Sesungguhnya dalam ayat ini Allah telah menyebutkan bahwa umat manusia akan
bergolong-golongan dan berbangsa-bangsa dan warna kulit yang berbeda-beda. Sesungguhnya
penjelasan ini adalah pada saat ini. Manusia kini hidup berbangsa-bangsa dan bergolong-
golongan dengan warna kulit yang berbeda-beda. Sungguh itu telah tertulis.
Allah telah menyampaikan, bahwa pada saat umat manusia menjadi berbangsa-bangsa
dan berbeda warna kulit, maka pada saat itu dajjal menjadikan mereka saling bermusuh-musuhan.
Pada saat itu perpecahan di antara bangsa-bangsa terjadi. Karena sesungguhnya waktu itulah
dajjal telah menjadikan mereka bermusuh-musuhan. Setiap golongan atau bangsa mencari
kekuatannya sendiri. Mereka akan menguatkan dirinya lebih baik dari yang lainnya, sehingga
mereka dapat saling menguasai. Saat ini, bangsa-bangsa inilah yang ingin menguasai, dengan
menciptakan nuklir.
Perbedaan bangsa-bangsa menyebabkan bangsa-bangsa itu ingin saling mengungguli.
Seiring dengan keinginannya itu bangsa-bangsa itu pun berusaha menciptakan kekuatan dan
kekuasaannya di antara bangsa-bangsa di dunia. Telah berkuasa bangsa adidaya Amerika yang
ingin menjadi bangsa yang paling unggul. Dia ingin menguasai seluruh bangsa-bangsa di dunia
melalui teknologinya, melalui kekuatan militernya, dan melalui penguasaannya terhadap informasi
global serta kekuatannya terhadap sistem perekonomian. Sesungguhnya krisis moneter yang
dialami beberapa bangsa di dunia ini, termasuk di Indonesia itu kini tak mampu membela
perekonomiannya. Bangsa-bangsa itu telah dibuatnya lemah dan tak berdaya.
Politik, perekonomian, informasi, pertahanan, semua di bawah kekuasaannya.
Sebenarnyalah keadaan itu membuktikan keserakahan dan kekejaman bangsa Amerika. Bumi
dicengkeram olehnya. Mereka ingin menjadi penguasa bagi umat manusia di seluruh dunia.
Adakah itu bukan menuhankan dirinya? Sesungguhnya itu adalah penyekutuan terhadap Allah.
Sungguh Allah itu tak boleh disekutukan oleh siapa pun. Sembahlah Allah, karena Allah Maha
Kuasa.
23. Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari
dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu
benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan.
Saat ini, orang menjadikan malam menjadi siang, siang menjadi malam. Mereka tak tidur,
mereka berbuat maksiat. Kemaksiatan itu dijajakan secara terbuka, diberikan tempat dan
dilokalisir, kemaksiatan diberi tempat. Adakah perbuatan seburuk itu? Mereka tidak mendengar
peringatan. Di mana-mana orang menjajakan kemaksiatan. Bahkan mereka tak membatasi
usahanya dan mengembangkannya ke mana-mana. Hotel menjadi tempat maksiat, rumah makan
menjadi tempat maksiat, motel-motel, taman-taman menjadi tempat maksiat.
Adakah kemaksiatan menjadi gejala saat ini? Adakah kemaksiatan seburuk ini?
Mengapa semua ini dibiarkan? Bahkan mereka bangga dengan apa yang mereka lakukan.
Bahkan tempat-tempat maksiat itu sengaja dibangun dan dijajakan. Keadaan macam apakah ini
sebenarnya? Telah dibangunkan tempat-tempat pelayanan maksiat yang diusahakan secara legal.
Bahkan sepertinya hal itu bukanlah sebuah penyimpangan apalagi dianggap sebagai perbuatan
dosa. Dosa kini dilegalkan, diusahakan, dan dijadikan hiburan.
Sudahkah ini semua diperingatkan? Sesungguhnya, bila tak ada orang yang
mengingatkannya dan kalau segala kemaksiatan terjadi, maka bangsa ini akan mendapatkan
peringatan dari Allah.
24. Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya, Dia memperlihatkan kepadamu kilat untuk
(menimbulkan) ketakutan dan harapan, dan Dia menurunkan air hujan dari langit, lalu
menghidupkan bumi dengan air itu sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian
itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mempergunakan akalnya.
Allah telah memberi peringatan melalui kemarau yang panjang. Ayat ini mengandung
ramalan yang akan terjadi di sini, di Indonesia. Akan ada petir yang sangat keras yang seakan-
akan bumi akan terbelah, setelah itu akan ada banjir sehingga seluruhnya akan tergenang air.
Setelah kemarau ini, semua itu akan terjadi. Sesungguhnya semua ini adalah peringatan dari Allah
atas segala dosa-dosa yang terjadi di sini. Allah akan menurunkan kekuasaannya melalui berbagai
bencana alam agar mereka mengetahui bahwa Allah murka kepada umat manusia yang telah
membiarkan segala kebatilan, kemunafikan, kezaliman serta kemusyrikan, dan tak ada yang
berusaha menghentikannya.
Maka sesungguhnya padi itu akan hanyut, petir akan menyambar-nyambar dan langit tak
henti-hentinya menurunkan hujan. Itulah yang akan terjadi, tak lama lagi. Inilah bukti apa-apa yang
telah disampaikan telah tertulis dalam kitab Al-Quran. Berapa banyak lagikah bencana itu?
Padahal telah begitu banyak bencana yang terjadi. Masih adakah bencana yang akan menyertai
penderitaan-penderitaan bangsa Indonesia yang telah lemah oleh peringatan-peringatan Allah
sebelumnya. Kesedihan bangsa Indonesia kini telah berlarut-larut oleh peringatan yang telah
diturunkannya. Sekiranya mau dipahami dan ditakuti. Sedangkan umat manusia itu lebih banyak
yang memilih suka tetap ingkar.
Para malaikat mencatat siapa-siapa yang sungguh-sungguh mau mendengar dan
bertaubat. Akan tetapi keadaan itu tak sebanyak dengan yang menutup mata dan telinganya
sehingga keadaan itu berjalan tak sebagaimana yang dikehendaki Allah. Sesudah peringatan yang
nyata ini telah disampaikan, sekiranya tetap diabaikan, maka bencana yang pedih itu akan tetap
datang. Sungguh peringatan itu dapat disegerakan, namun dapat pula dikurangi. Sungguh
keadaan sekarang ini seperti halnya sedang menunggu jawaban. Pada saat itu perbanyaklah
membaca surat Ar Ruum. Dan surat ini akan didengar Allah.
25. Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah berdirinya langit dan bumi dengan
iradat-Nya. Kemudian apabila Dia memanggil kamu sekali panggil dari bumi, seketika itu
(juga) kamu keluar dari kuburnya.
Sesungguhnya orang mati sangat tersiksa, bahkan ingin bangkit dari kuburnya. Pada
waktu nanti banyak kubur-kubur yang terbongkar. Mereka adalah orang-orang yang sangat
tersiksa. Mereka adalah orang-orang yang dahulu ketika hidup telah membiarkan dirinya dan
keluarganya hidup dalam maksiat. Alangkah sedihnya karena di antara kuburan itu terdapat orang-
orang mukmin yang ikut hanyut bersamanya. Ketika itu langit dan bumi seakan bergetar.
Inilah peringatan terhadap apa yang akan terjadi sebelum disampaikan peringatan ini.
Keadaan yang telah dilukiskan itu adalah gambaran sebuah keadaan yang diakibatkan oleh
bencana banjir itu. Sangat mudah bagi Allah melipat bumi ini, apalagi dengan hanya membuat
banjir. Sungguh mudah bagi Allah untuk memusnahkan sebuah kehidupan dan umat manusia
sebagaimana Allah telah memusnahkan kaum Aad dan Tsamud. Tak ada bedanya bangsa
Indonesia ini dengan mereka.
Sampaikanlah peringatan Allah ini karena dengan menyampaikannya bangsa Indonesia
dapat menyelamatkan dirinya. Sungguh banjir bandang itu telah dapat diperkirakan dan sungguh
keadaan itu sebenarnya dapat dikurangi sekiranya bangsa Indonesia mau menyadarinya.
Kenalilah tanda-tanda kemurkaan Allah. Sungguh saat ini Allah sedang murka. Bertaubatlah dan
berjanjilah untuk mengubah keadaan ini.
26. Dan kepunyaan-Nya-lah siapa saja yang ada di langit dan di bumi. Semuanya hanya
tunduk kepada-Nya.
Seluruh alam semesta mengingatkan karena mereka tunduk kepada Allah. Pada saat itu,
langit dan bumi tak lagi bersahabat kepada manusia. Mereka hanya tunduk kepada Allah.
Bumi akan retak, badai, banjir, dan banyak lagi bahasa Allah kalau sedang murka.
Sebenarnyalah alam semesta itu selalu menyuarakan kehendak Allah. Alam semesta itu bahasa
Allah.
Apabila alam menyapa bencana, jangan diperkirakan bahwa hal itu hanya sekedar
perubahan alam. Karena sesungguhnya perubahan alam itu merupakan kesaksiannya
menyambung kehendak Allah yang ingin memperingatkan umat manusia. Dan umat manusia yang
ingin diingatkan itu supaya segera bertaubat dan mensucikan dirinya dari perbuatan dosa dan
menambah keimanannya.
27. Dan Dialah yang menciptakan (manusia) dari permulaan, kemudian mengembalikan
(menghidupkan)nya kembali, dan menghidupkan kembali itu adalah lebih mudah bagi-Nya.
Dan bagi-Nyalah sifat yang Maha Tinggi di langit dan di bumi; dan Dialah yang Maha
Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Allah Maha menghidupkan. Allah dapat menghidupkan apa-apa yang Dia inginkan.
Sesungguhnya Allah akan menghidupkan Isa kembali. Allah menumbuhkan janin menjadi bayi dan
tumbuh dewasa. Dan kehendak Allah mematikannya, dan bagi Allah sangatlah mudah
menghidupkan kembali sesudah mati. Dan Sesungguhnya kebangkitan Nabi Isa telah dijanjikan
Allah.
Inilah saatnya Nabi Isa dibangkitkan kembali oleh Allah. Mendekatnya kiamat sebagai
tanda-tandanya. Isa dilahirkan sebagai bayi kembali dan ditumbuhkan sampai ia dewasa.
Menjelang ia diberitahukan kebangkitannya, berdua Jibril dan Siti Maryam menyuarakan
kebangkitannya. Di dalam pertemuannya itu, keduanya menyatu dengan Ibu Isa yang
melahirkannya.
Sebelum dibangkitkannya, Isa disamakan dengan umat manusia yang lain, yang terbiasa
dengan segala pengaruh kehidupan umat manusia saat dia ditumbuhkan. Sesungguhnya Allah itu
menginginkan dia terlihat sebagaimana manusia biasa. Karena dia bukanlah anak Tuhan, bahkan
dia bukanlah Tuhan.
Seandainya dia kelak telah akan menyandang amanah-amanah Allah, akan disesuaikan
keadaannya sehingga dia dipercaya bahwa Allah telah mempertemukan ruhnya dengan Isa. Maka
apalah sebenarnya makna kejadian itu?
Sesungguhnya Allah menginginkan Isa datang kembali sebagai manusia biasa yang tak
diperhitungkan karena keawamannya. Sehingga dapat menghapus anggapan bahwa
sesungguhnya dia itu anak Tuhan. Sebaiknyalah umat manusia melihat perkembangannya itu
sebagaimana dia ditumbuhkan Allah, dan sebagaimana ketika Allah menyudahinya sebagai
manusia biasa, dan menjadikannya pelurus iman umat manusia dan mengangkatnya menjadi Nabi
Isa.
Berapa lama lagikah dia akan dimunculkan Allah? Sebaik peringatan-peringatan Allah ini
ditentang. Sesudahnya kaum penentangnya itu mengepungnya, dan sesudahnya kaum
penentangnya itu dibalas Allah. Sesungguhnya sejarah Nabi Isa itu akan terulang kembali dan
pada saat ini dia akan menghadapi penderitaan yang lebih pedih karena tak satu pun ada orang
yang mau mempercayainya.
Sedangkan orang-orang yang dipersiapkan Allah menyertainya adalah orang-orang
mukmin yang bersahaja, yang hanya dapat berkata jujur dan bertawakal kepada Allah.
Sungguhpun demikian Allah akan menyertakan kepadanya orang-orang miskin dan orang-orang
yang sakit, yang menunggu pertolongannya.
Separuh dari kebanyakan umat manusia muak melihatnya dan menyatakan tak pantas.
Mungkinkah Allah harus menjadikan Nabi Isa itu dari orang-orang yang pantas menurut penilaian
umat manusia sedangkan itu tak pantas menurut penilaian Allah? Sungguh hanya Allah-lah yang
dapat melihat kepantasannya. Nabi Isa sudah sepantasnya demikian. Nabi Isa dipantaskan oleh
mukjizat-mukjizat yang diberikan Allah kepadanya. Bahasa langit selalu menyertainya dan Allah
selalu akan melindunginya. Tugasnya yang sangat berat adalah menyelamatkan umat manusia
dari cengekeraman dajjal dan mengembalikan iman mereka kepada ajaran-ajaran Allah yang
sebenarnya.
28. Dia membuat perumpamaan untuk kamu dari dirimu sendiri. Apakah ada di antara
hamba sahaya yang dimiliki oleh tangan kananmu, sekutu bagimu dalam (memiliki) rezeki
yang telah kami berikan kepadamu; maka kamu sama dengan mereka dalam (hak
mempergunakan) rezeki itu, kamu takut kepada mereka sebagaimana kamu takut kepada
dirimu sendiri? Demikianlah Kami jelaskan ayat-ayat bagi kaum yang berakal.
Saat ini memang tak ada perbudakan, tak ada hamba sahaya. Melainkan kita dapat
menyaksikan betapa banyak penindasan hak asasi manusia, baik antara majikan dengan
pembantunya maupun para pimpinan kepada bawahannya. Sesungguhnya perbudakan itu ada.
Buruh-buruh yang ditekan nasibnya dan tak berkuasa apa pun terhadap kehidupannya, pada saat
ini mereka akan memperjuangkan dirinya, mereka akan bersatu dan memperjuangkan keinginan
mereka. Sesungguhnya para pemimpin itu takut akan terjadi pemogokan masal di mana-mana.
Keadaan yang sulit telah membawa dampak PHK di mana-mana. Keadaan itu
menjadikan banyak orang berputus asa sehingga mereka menuntut agar dapat diberdayakan
kembali. Pemogokan dan kerusuhan menyusul kelumpuhan ekonomi. Pemutusan hubungan kerja
terhadap karyawan dan buruh tak mungkin dapat dihindarkan apabila dunia usaha mengalami
stagnasi. Pemberhentian mereka adalah juga pemutusan nafkahnya.
Dalam keadaan semacam ini, sangat banyak dampak keburukannya. Sesungguhnya
pengangguran itu mampu mengubah peranan sebuah bangsa. Siapa lagi yang mampu
menjalankan roda ekonomi kalau tak dimungkinkan adanya perbaikan itu? Bagaimana perbaikan
itu dimungkinkan kalau kehendak Allah belum diperhatikan? Padahal sementara itu umat manusia
masih juga belum sadar. Maka sesungguhnya peringatan-peringatan Allah itu sebaiknya
didengarkan. Keberkahan itu hanya diberikan kepada mereka yang menyadarinya.
29. Tetapi orang-orang yang zalim, mengikuti hawa nafsunya tanpa ilmu pengetahuan;
maka siapakah yang akan menunjuki orang yang telah disesatkan Allah? Dan tiadalah bagi
mereka seorang penolong pun.
Para pemimpin itu tak ingin mendengarkan mereka, bahkan mereka mengurangi hak
asasinya. Sesungguhnya kejadian ini, sekarang sedang terjadi.
Mungkinkah keadaan yang sedang menimpa bangsa Indonesia saat ini dapat dilihat
sebagai pengurangan keberkahan Allah, yang diakibatkan tertundanya selalu keadilan yang
sepatutnya menjadi hak seluruh bangsa Indonesia? Penzaliman dan ketidakadilan menimpa
mereka yang lemah. Sedangkan penguasa menyerukan takzim kepada pengkultusan. Sudahkan
keadaan itu menjadi pelajaran? Penguasa yang lama kini dituntut mempertanggungjawabkan
kesalahan-kesalahan yang telah diperbuatnya.
Maka keadaan ini bukti bahwa semua keadaan itu berasal dari ketentuan Allah.
Betapapun keadaan ini sebagai bukti bahwa yang bersalah itu pasti akan mendapatkan
pengadilannya dari Allah. Sesungguhnya keadaan sekarang ini adalah pertemuan di antara
perjuangan kebenaran dan kekalahan keburukan. Sedangkan peranan kebenaran itu kini sedang
dipertikaikan. Padahal pertikaian itu sendiri belum terlepas dari bencana penguasaan
keburukannya. Karena sesungguhnya dari pertikaian-pertikaian ini masih banyak penyusupan
kesalahan yang menyerupai kebenaran. Sesungguhnya kebenaran itu masih samar-samar. Dan
keculasan-keculasan yang dilakukan sesungguhnya adalah sama.
Keadaan ini apabila tetap dibiarkan, keberkahan Allah juga tetap akan tertunda.
Bagaimana pun dosa-dosa itu masih bertaburan di antara pernyataan kebenaran dan kebenaran
yang dimaksudkan yang sebenarnya.
Pengaruh kejahatan itu masih kuat melekat. Pengubahannya sungguh masih belum
terlihat. Sesungguhnya upaya pembersihan itu belum lagi terjangkau. Karena di dalamnya masih
bersama dengan kejahatan-kejahatan yang terselubung. Sungguh kebenaran itu haruslah terlihat
dengan jelas.
Armansyah.,