Mengenal Jemaah Salamullah

Sebuah Takdir Menjelang Kiamat
Oleh : Lia Aminuddin



Hikmah Mutasyabihat Surah Ar Ruum

Persepsi

 
56. Dan berkata orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan dan keimanan (kepada orang-
orang yang kafir): "Sesungguhnya kamu telah berdiam (dalam kubur) menurut ketetapan 
Allah, sampai hari berbangkit; maka inilah hari berbangkit itu, akan tetapi kamu selalu tidak 
meyakini(nya)".
	Allah telah menjanjikan hari kebangkitan. Mereka yang ingkar tak dapat menerima itu, 
karena mereka tak mau mendengarkan apa-apa yang telah disampaikan. Pada hari kebangkitan 
kelak, sesungguhnya mereka berada di tempat yang nista. Allah telah menyampaikan seluruh 
penjelasan tentang perjalanan kehidupan di dunia maupun kehidupan sesudah mati yang 
termaktub dalam Al-Quran. 	
	Sesungguhnya Allah menjadikan Al-Quran sebagai penuntun bagi mereka yang ingin 
selamat. Siapa-siapa yang menjadikan Al-Quran sebagai kitab tuntunannya, maka merekalah yang 
selamat. Allah telah menyampaikan apa-apa yang diperintahkan-Nya dan apa-apa yang dilarang-
Nya. Dan Allah telah menyampaikan jalan keselamatan itu. 
	Sesungguhnya penjelasan Allah tentang segala kejadian kehidupan,  kehidupan  setelah 
kematian, dan hari kiamat serta janji surga,  itulah jalan keselamatan. Karena yang demikian itu tak 
dapat diupayakan oleh siapa pun melainkan hanya Allah Subhanahu wa Taala. 
	Segala firman Allah dalam Al-Quran adalah tuntunan. Dan tuntunan itu diturunkan 
langsung oleh Allah kepada Rasulullah, untuk disampaikan kepada umat manusia. Ajaran Islam 
adalah tuntunan yang diturunkan langsung  dari Allah dan bukanlah sesuatu yang diupayakan oleh 
umat manusia itu sendiri. Sesungguhnya ayat-ayat Allah diturunkan melalui utusan-Nya,  yaitu 
Jibril, dengan nyata. Sesungguhnya  wahyu-wahyu itu diturunkan Allah untuk menyelamatkan 
umat manusia. 
	Ayat-ayat Allah dalam Al-Quran akan tetap dijaga kesuciannya sampai hari kiamat. Oleh 
karena itu siapa-siapa yang selalu berpegang pada Al-Quran, maka merekalah yang melihat 
kebenaran dan merekalah yang melihat jalan keselamatan.
	
57. Maka pada hari itu tidak bermanfaat (lagi) bagi orang-orang yang zalim permintaan uzur 
mereka, dan  tidak pula diberi kesempatan bertaubat lagi.
	Orang-orang yang  zalim yang menyekutukan Allah dan orang-orang yang tidak mau 
mendengarkan, merekalah orang-orang yang merugi. Karena sesungguhnya pada saat Allah 
menurunkan azab-Nya dan  pada  hari kiamat, Allah tak akan mendengar doa mereka. Merekalah 
golongan orang-orang yang berputus asa, karena ketika mereka berdoa tak ada perubahan yang 
mereka alami. Mereka tetap dalam siksaan, mereka menangis dan berkeluh kesah. Tetapi mereka 
tak mendapatkan apa-apa. Karena sesungguhnya Allah telah memberi peringatan dan 
kesempatan. Akan tetapi mereka tetap ingkar dan tetap zalim. 
	Allah memperlihatkan siapa-siapa yang diputuskannya dari pengabulan doanya. Banyak 
orang yang ketika mereka berdoa, tak ada kelapangan apa-apa yang ditemuinya. Sungguh saat ini 
banyak umat manusia yang tak didengarkan Allah doanya, ketika batu-batu berjatuhan di atas 
tempat tinggal mereka, ketika badai dan banjir menimpa mereka, ketika mereka berteriak dan 
menangis, memohon pertolongan Allah, tetapi mereka tetap merasakannya. Sedangkan mereka 
yang diselamatkan Allah, berduyun-duyun mereka diarahkan ke tempat yang selamat. 
	Bangsa ini adalah bangsa yang telah dijanjikan Allah menerima syafaat-Nya. Wahai 
bangsa Indonesia, berjalanlah di jalan Allah agar Allah melapangkan hidupmu. Berkaitan dengan 
bencana-bencana yang sedang diturunkan Allah, kelak akan sampai di sini cobaan Allah yang 
lainnya, yaitu banjir. Wahai bangsa Indonesia, persiapkanlah diri kalian dari datangnya bencana itu 
di pertengahan bulan Agustus ini. 
	Selamatkanlah diri kalian menjauhi. Inilah penjelasan sebuah ketentuan Allah yang akan 
diturunkan di sini. Ketahuilah wahai umat manusia bahwa ketentuan Allah ini telah sampai. 
Perlindungan Allah, pertolongan Allah adalah melalui penjelasan ini. Maha Suci Allah yang selalu 
menurunkan pertolongannya. 
	Sesungguhnya inilah pertolongan Allah, mengingatkan umat manusia sebelum 
kejadiannya. Sesungguhnya banjir itu akan menyengsarakan bangsa ini. Berduyun-duyunlah 
mencari tempat yang lebih tinggi. Wahai umat manusia, sesungguhnya Allah tak hanya 
menurunkan azab kepada bangsa Indonesia ini melainkan sebuah rahmat yang sangat tinggi  dan 
mulia adalah kebangkitan Nabi Isa ditentukan Allah untuk bangsa Indonesia. 	
	Sesungguhnya sebelum menerima rahmat itu, Allah ingin menjadikan bangsa Indonesia 
ini bersih dari segala dosa-dosanya. Sesungguhnya dengan penderitaan yang pedih, umat 
manusia itu tak berani lagi melakukan dosa. Wahai umat manusia, jadikanlah penderitaan ini 
sebagai peringatan agar kalian semua tak lagi berani melakukan dosa. Sesungguhnya bencana 
banjir itu akan merendam sebagian besar wilayah Indonesia. Persiapkanlah diri kalian sebaik-
baiknya karena di dalam mempersiapkannya, itulah jalan keselamatan bagimu.  
58. Dan sesungguhnya telah Kami buat dalam Al-Quran ini segala macam perumpamaan 
untuk manusia. Dan sesungguhnya jika kamu membawa kepada mereka suatu ayat, 
pastilah orang-orang yang kafir itu akan berkata: "Kamu tidak lain hanyalah orang-orang 
yang membuat kepalsuan belaka".
	Ketika ada orang yang menyerukan untuk kembali, dan ketika ada orang yang  
menyampaikan peringatan Allah, mereka menyatakan, itu adalah palsu. Sebenarnya mereka 
orang-orang yang ketakutan. Karena sesungguhnya Allah telah memberikan peringatan melalui 
segala kejadian di muka bumi ini, yaitu  bencana-bencana alam. 
	Allah menurunkan peringatan melalui berbagai kesengsaraan. Sesungguhnya peringatan 
itu telah sampai dan sesungguhnya peringatan itu telah kita saksikan. Adakah keraguan pada 
ayat-ayat Allah? Adakah keraguan pada apa-apa yang kita saksikan? 	
	Sesungguhnya apa-apa yang terjadi saat ini adalah peringatan. Sesungguhnya surah Ar 
Ruum ini adalah peringatan Allah, dan juga janji Allah akan rahmat-Nya. Sesungguhnya rahmat 
Allah akan diturunkan apabila peringatan ini didengarkan. Sesungguhnya rahmat Allah telah 
sampai. Sesungguhnya surah Ar Ruum adalah peringatan sekaligus rahmat Allah.
	Bagaimanakah selanjutnya setelah surah Ar Ruum ini disampaikan. Sesungguhnya 
apabila peringatan-peringatan Allah ini didengarkan, adakah keragu-raguan akan 
ketidakbenarannya peringatan ini? Malaikat Jibril-lah yang menyampaikan peringatan-peringatan 
ini. Tulisan-tulisan ini dapat dihadirkan karena penjelasan-penjelasan itu darinya. 
	Penjelasan hikmah surah Ar Ruum ini akan disampaikan kepada pemimpin-pemimpin 
negeri ini yang sebelumnya telah mendahului penjelasan ini. Telah disampaikan usulan agar  
bangsa ini menyadari dosa-dosanya dan memohon ampunan kepada Allah. Sesungguhnya usulan 
yang telah disampaikan itu adalah pendahuluan dan penjelasan dari peringatan-peringatan ini. 
	Sesungguhnya rahmat Allah akan diturunkan terkhusus kepada bangsa Indonesia yang 
telah dipilih Allah demi kebangkitan agama Islam yang seharusnya dijunjung oleh umat manusia 
karena agama Islam-lah agama yang dibenarkan Allah dan yang sempurna. Berjamaahlah 
menerima rahmat Allah ini dan jangan sekali-kali tak mempedulikan peringatan-peringatan-Nya. 
	Sesungguhnya apabila peringatan-peringatan Allah itu didengarkan, bencana-bencana 
yang lain akan berkurang sedangkan masalah-masalah dan kesulitan yang sedang membelit 
bangsa ini akan dibebaskan Allah sehingga seluruh masalah itu akan terurai. Sesungguhnya 
rahmat Allah itu benar-benar telah sampai. Dan sesungguhnyalah surah Ar Ruum peringatan 
sekaligus rahmat Allah.  
59. Demikianlah Allah mengunci mati hati orang-orang yang tidak (mau) memahami.
	Surah Ar Ruum tak akan dapat diterima oleh mereka yang hatinya telah terkunci. Siapa-
siapa yang mendengarkan peringatan ini, janganlah mengunci hatinya,  karena sesungguhnya 
peringatan ini benar. Dan sesungguhnya surah Ar Ruum diturunkan Allah untuk bangsa Indonesia. 
Sesungguhnya bangsa Indonesia adalah bangsa yang dilindungi Allah. Oleh karenanya kalimat 
mutasyabihat Ar Ruum, Alif Laam Miim diturunkan di sini. Maka bersujudlah kepada Allah. Hanya 
orang-orang yang bersujud dan bertaubat kepada Allah adalah orang-orang yang selamat. Dan 
sesungguhnya peringatan itu telah datang. Dan sesungguhnya surah Ar Ruum, menjelaskan 
peringatan Allah kepada bangsa ini.
	Tahukah bangsa Indonesia bahwa mereka adalah bangsa yang terpilih? Di pertengahan 
abad ini Allah telah menyerukan bahwa Allah akan mengundang Imam Mahdi yaitu Nabi Isa, 
menyelesaikan segala persoalan dan kerusakan yang telah menimpa umat manusia. 
	Sesungguhnya Imam Mahdi itu adalah Nabi Isa. Janganlah kalian bersujud kepada Imam 
Mahdi melainkan bersujudlah kepada Allah. Kalian hanya boleh bertanya kepadanya. Karena apa-
apa yang disampaikannya adalah petunjuk-petunjuk dari Tuhannya. Sesungguhnya Imam Mahdi 
itu adalah orang Indonesia. Berjayalah bangsa ini karena bersama Imam Mahdi bangsa ini akan 
menundukkan dajjal dan meluruskan kembali ajaran-ajaran Allah sedangkan dia tak 
berkemampuan apa-apa. Sesudah Ar Ruum ini disampaikan, dia belum memperoleh 
kemukjizatan. Sebelum manusia menyaksikan bahwa dia adalah manusia biasa. Sebelum 
manusia mendengarkan apa-apa yang diketahuinya, sebelum dia dibaiatkan Allah sebagai Imam 
Mahdi, tunjukkanlah dirimu! 
	Wahai Ahmad, perlihatkan siapa sebenarnya dirimu! Adakah engkau itu anak Tuhan? 
Adakah engkau Imam Mahdi? Sesunggguhnya dia bukan siapa-siapa. Berdosalah orang yang 
menyekutukannya dengan Allah. Dan berdosalah orang yang memuliakan dia di samping Allah. 
Dia tak sejajar dengan Allah. Dia pun tak pula anak Allah. Malaikat Jibril bersamanya, menyatu 
dengannya, sehingga perjalanan Takdirnya sebagai Imam Mahdi dikenal umat manusia. 
	Berjuanglah bersamanya wahai umat Islam. Berjuanglah mengingatkan umat Nasrani 
agar mereka meyakini kembali ajaran-ajaran Injil yang dibawa Nabi Isa dahulu. Sesungguhnya 
dilayakkan umat Nasrani tetap pada agamanya sebaik mereka meninggalkan keyakinan, 
menyekutukan Allah dengan Nabi Isa dan Ruhul Kudus. Sesungguhnya agama Nasrani itu tak 
menyalahi ajaran Allah sekiranya tetap pada ajaran Nabi Isa yang sebenarnya dibawa Nabi Isa 
dahulu. 
	Maka dari ketentuan penjelasan ini, sebaiknyalah umat Islam menempatkan dirinya 
sebagai saudara dengan umat Nasrani. Bertamulah kepada mereka. Ajaklah mereka dengan baik-
baik. Dan janganlah mereka dipaksakan. Sesungguhnya menyadarkan mereka itu dapat dengan 
kata-kata yang baik. Sesungguhnya dengan menyabarkan mereka dengan kata-kata sanjungan 
yang mengingatkan mereka bahwa Nabi Isa adalah Nabi Allah, yang telah menyebutkan bahwa 
ajaran Allah itu akan disempurnakan oleh Nabi Muhammad Sallallahu alaihi wasallam. Dan 
sebagai takdirnya dia akan dibangkitkan Allah untuk menjalin kembali ajaran-ajaran Allah. 
	Sesungguhnya pada zaman Nabi Isa itu pendekatan terhadap ajaran-ajaran Allah belum 
dicukupkan. Dikarenakan pengaruh agama Yahudi yang mendesak Nabi Isa sehingga ajaran-
ajarannya dibekukan oleh orang Yahudi ketika itu. Perjuangannya terbentur-bentur. Sungguh 
kaum Yahudi waktu itu tak berbelas kasihan. Sedangkan Nabi Isa tak dimungkinkan menjalankan 
tugasnya lebih lama lagi. Kebiadaban kaum Yahudi menempatkan Nabi Isa terkungkung oleh 
kejahatan-kejahatan mereka. 
	Sedangkan umat Yahudi sungguh sangat banyak. Perjalanan Nabi Isa waktu itu menjadi 
perantara. Di antara ajaran Allah melalui Taurat dan sifat kaum Yahudi yang penzalim. Di 
Yerusalem, umat Nasrani dibunuh. Berjanjilah wahai umat Islam, janganlah menjadi penzalim 
seperti kaum Yahudi. 
	Berikanlah kesempatan kepada Nabi Isa untuk menyesuaikan dirinya dengan agama 
Allah ini. Berikanlah pengertianmu kepadanya sampai dia mampu membuktikannya. Berjuanglah 
wahai umat Islam, merangkul sesama umat Allah. Perhatikanlah sebagian besar ayat-ayat suci 
mereka, adakah itu tak sama dengan ayat-ayat suci Al-Quran? Umat Nasrani pun diberkahi Allah 
sebagaimana Allah memberkahi umat Islam. 
	Berjuanglah wahai umat Islam, sesungguhnya melalui Takdir inilah perjuangan itu, 
sesungguh-sungguhnya perjuangan, sebenar-benarnya perjuangan, adalah sebenar-benar 
kesucian. Yakinlah bahwa sesungguhnya Takdir ini telah sampai.
60. Maka bersabarlah kamu, sesungguhnya janji Allah adalah benar dan sekali-kali 
janganlah orang-orang yang tidak meyakini (kebenaran ayat-ayat Allah) itu menggelisahkan 
kamu.
 
	Peringatan itu akan diterima oleh orang-orang yang beriman dan beramal saleh. Karena  
mereka tahu bahwa  Allah Maha Melindungi dan Maha Menunjuki. Dan mereka yakin Allah akan 
melindungi mereka dan  orang-orang yang beriman. Sesungguhnya merekalah yang selamat.  
Dan merekalah yang akan mendengarkan. 
	Ketika peringatan ini sampai, banyak orang yang tak mempercayainya. Sesungguhnya 
mereka adalah orang-orang yang ditutup hatinya oleh iblis. Janganlah meragukan apa-apa yang 
disampaikan, karena ayat-ayat Allah adalah benar. Dan ayat-ayat Allah akan membuktikan 
kebenaran itu. Sesungguhnya saat  peringatan ini sampai, Allah akan membuktikan kebenaran 
peringatan ini. 
	Sebaik-baiknya penjelasan adalah menjelaskan segala sesuatunya dengan ayat-ayat 
Allah. Sesungguhnya penjelasan ini adalah dari kandungan ayat-ayat Allah yang telah diturunkan 
sebelumnya, yaitu surah Ar Ruum. Segala penjelasan ini telah dijamin kebenarannya. Karena 
sesungguhnya Allah akan membuktikan-Nya secara nyata.   
Saksi dan Pencatat Hikmah mutasyabihat Surah Ar Ruum, tanggal 16 - 25 Juni 1998:
Lia Aminuddin, Landung Wahana, Abdul Rachman, Siti Zainab Luxfiati, Wowiek Prasantyo, Rinta 
Prasantyo, Sri Murdiningsih Irawan, Marike Sukayanti, Tri Sudiati, Umar Iskandar, Hendrawati 
Umar, Martini.

Next : Misteri Ahmad pada QS. 61:6
Sebuah Takdir Menjelang Kiamat 14


This Homepage is Copyright � 1996-1998, Armansyah.,
All Rights Reserved

Hosted by www.Geocities.ws

1