Mengenal Jemaah Salamullah

Sebuah Takdir Menjelang Kiamat
Oleh : Lia Aminuddin



Hikmah Mutasyabihat Surah Ar Ruum

Persepsi

  
51. Dan sungguh, jika Kami mengirimkan angin (kepada tumbuh-tumbuhan), lalu mereka 
melihat  (tumbuhan-tumbuhan itu) menjadi kuning (kering), benar-benar tetaplah mereka 
sesudah itu menjadi orang yang ingkar.
	Apabila Allah telah memberi peringatan dan jika peringatan ini tak didengarkan, maka 
Allah  membiarkan semuanya tetap mati dan mengering. Inilah peringatan-peringatan yang benar-
benar datangnya dari Allah jika umat manusia membiarkan dan tidak mau mempedulikan 
peringatan itu dan tidak mau menerima penjelasan-penjelasan di dalamnya, Allah akan 
melanjutkan azab-Nya. Peringatan ini diturunkan Allah di sini, di Indonesia. Maka apabila bangsa 
Indonesia menolak penjelasan-penjelasan dan peringatan-peringatan Allah ini berjanjilah wahai 
bangsa Indonesia, bersikukuhlah dan tetaplah menjadi orang yang beriman. Karena siapa-siapa 
yang tetap beriman dan belum bisa menerima Takdir Allah ini, Allah akan tetap membiarkannya 
selamat. 
	Sesungguhnya bangsa Indonesia ini ingin diselamatkan Allah karena bagaimana pun 
Takdir ini diturunkan Allah di Indonesia melainkan apabila Takdir-Nya ini ditolak dan peringatan-
Nya tak dipedulikan, penderitaan bangsa Indonesia ini belum akan berakhir. Wahai bangsa 
Indonesia, berjanjilah agar tetap beriman ketika Allah terpaksa harus menurunkan azab-Nya 
kembali karena sesungguhnya peringatan-peringatan Allah ini sudah nyata, telah diturunkan. 
	Bukankah Allah itu apabila diingkari, Allah pun ingin membuktikan kekuasaan-Nya? 
Maukah melihat itu sebagai timbal balik, sebagai penolakan yang telah diberikan kepada-Nya? 
Bukankah Allah Maha menyantuni kebaikan? Tak akan Allah membiarkan umat manusia yang 
dicintai-Nya berlama-lama dalam penderitaan. 
	Wahai umat manusia janganlah berlama-lama menolak Takdir ini. Ketika Allah 
mengingatkan sekali lagi, patuhlah. Berikanlah persetujuan kalian kepada kehendak Allah ini. 
Janganlah membutakan hati kalian terlalu lama. Karena Allah telah menjanjikan sebaik Takdir-Nya 
ini dilihat oleh umat manusia, Allah pun akan memperlihatkan rahmat-Nya. 
	Bawalah penjelasan ini kepada mereka yang faham. janganlah membungkam karena 
kebaikan di dalamnya tak akan dibukakan Allah sebelum bangsa ini juga terbuka menerimanya. 
Wahai bangsa Indonesia ketahuilah bahwa kalianlah bangsa yang dipilih Allah. Kalianlah bangsa 
yang disetujui Allah menerima Takdir-Nya ini. Janganlah ingin membalikkannya karena 
sesungguhnya Allah itu sangat jelas dalam kehendak-Nya, sangat bersikukuh dengan ketentuan-
Nya, dan Allah itu Maha Mengimbangkan segala sesuatu. 	Apabila umat manusia tak mau 
mengimbanginya Allah pun tak akan menghadirkan Takdir ini lebih lama lagi. Allah akan 
mengambil kembali Takdir-Nya sehingga tak dimungkinkan lagi manusia memperbaiki 
keadaannya. Wahai umat manusia, adakah kalian tak pernah mendengar Takdir Nabi Isa yang 
hanya sejenak itu? Allah pun dapat melakukannya kembali.  
	Ya Allah, janganlah Engkau mengurangi kelangsungan Takdir ini. Perkenankanlah umat 
manusia  menjalaninya selama yang Engkau inginkan, ya Allah. Percayakanlah kepada mereka 
Takdir yang Kauturunkan ini , yang Kau turunkan demi umat manusia, memperbaiki keadaan dan 
nasib mereka. Ya Allah, berilah mereka kesempatan membuka hatinya. Bukakanlah hati mereka 
sehingga banyak di antara mereka yang akan menyertai Takdir ini. Sesungguhnya, mereka itu 
banyak di antaranya ingin berjuang di jalan-Mu, ya Allah. Hanya mereka itu masih ragu-ragu dan 
tak memahaminya. 
	Jadikanlah penjelasan-Mu ini penjelasan yang akan membuka hati mereka. Tutuplah hati 
mereka dari godaan-godaan iblis yang akan menyesatkan mereka. Sampaikanlah ya Allah, 
penyegeraan terbukanya hati agar mereka tak terombang-ambing dalam keraguan dan 
kebimbangan. Tetapkanlah hati mereka menerima Takdir ini. 
 
 
52. Maka sesungguhnya kamu tidak akan sanggup menjadikan orang-orang yang mati 
mendengar, dan menjadikan orang-orang yang tuli dapat mendengar seruan, apabila 
mereka itu berpaling membelakang.
	Tiadalah orang-orang yang ingkar mau mendengar. Mereka adalah orang-orang yang 
merasa dirinya benar dan mereka selalu menganggap peringatan Allah itu hanyalah kesalahan 
perhitungan. Sesungguhnya mereka lebih mengutamakan akal pikiran, padahal mereka 
sesungguhnya telah ditutup hatinya. Karena sesungguhnya iblis bersama mereka.
	Siapakah yang lebih suka ingkar? Adakah mereka itu orang-orang yang bodoh? Atau 
orang-orang  yang jahat hatinya? Ataukah orang-orang yang awam, yang tak memahami apa-
apa? Ataukah orang-orang yang sangat beriman, yang sangat menjaga iman mereka, ataukah 
orang-orang yang berilmu sehingga mereka tak mempercayai? Adalah banyak di antara mereka 
orang-orang yang telah menetapkan hatinya pada ilmunya, yang menganggap akal pikiran 
merekalah yang paling benar. 
	Sesungguhnya mereka inilah yang paling sulit melihat kebenaran dan kenyataan yang 
lain. Mereka bukannya orang yang mau ingkar. Akan tetapi mereka ini adalah orang-orang yang 
mempertahankan ilmunya, sementara ilmunya belum sampai. Siapakah yang bisa sampai pada 
kesempurnaan ilmu Allah? Tapi baginya tiada segala yang musykil itu tanpa perhitungan. 
	Mereka itu bukan orang yang bertabiat jahat. Mereka itu adalah orang-orang yang sangat 
taat dan patuh pada pemikirannya sendiri. Manakah di antara mereka yang lebih dipatuhi? 
Kekuasaan Allah yang diperlihatkan ataukah ketinggian ilmu mereka? Bagaimanakah caranya 
mereka dalam menilai padahal di dalam hati mereka pun tahu tak ada kesanggupan bagi mereka 
menguraikan kejadian itu dengan akal pikiran mereka. Bagaimanakah tanda-tanda itu diperlihatkan 
Allah? Bagaimanakah kejadian itu dapat dijawab? 
	Sungguh kejadian ini tak mungkin diuraikan dengan akal manusia. Apabila seseorang 
bertanya, dapatkah ketiga ruh dimiliki oleh seseorang? Mereka akan menjawab itu bagaikan orang 
yang diduakan ruhnya dengan jin. Bagaimanakah mereka itu mendapatkan segala penjelasan-
penjelasan yang diterimanya? Mereka akan menjawab, jin pun dapat melakukan hal yang sama. 
Ketika mereka diminta untuk menunjukkannya, mereka tak sanggup kecuali mereka menunjukkan 
orang-orang yang kesurupan, orang-orang yang dikuasai ruhnya oleh jin. Adakah itu sama? 
	Wahai umat manusia, seseorang yang dikuasai ruhnya oleh jin, mereka itu melupakan 
dirinya. Tak disadarinya bahwa jin itu berbicara sedangkan dia sendiri terlelap. Wahai umat 
manusia, tak diperlihatkan kepada kamu orang yang terlelap sedang berbicara melainkan oleh 
orang yang sadar. Tak dibawakannya kata-kata yang lain selain kesucian ayat-ayat Allah, selain 
kesucian ajaran-ajaran Allah. 
	Adakah malaikat mampu menyuarakannya sebelum diizinkan Allah? Wahai umat 
manusia, para malaikat itu hanya bisa menuntun hati manusia. Mereka itu hanya diperkenankan 
mengetuk hati manusia agar jangan melakukan dosa, agar mereka melakukan kebaikan-kebaikan, 
agar mereka mempertimbangkan yang baik di antara kesalahan-kesalahan. 
	Tak satu pun di antara para malaikat yang diperkenankan tampil bersuara sebagaimana 
yang telah diizinkan Allah kepada malaikat Jibril. Sucilah wahai para malaikat, karena 
sesungguhnya para malaikat itu diciptakan Allah, suci dari segala dosa. Wahai umat manusia, tak 
akan diperkenankan seorang malaikat pun mengaku sebagai malaikat Jibril sebagaimana yang 
telah dinyatakan malaikat Jibril saat ini. Tak akan dikeluarkannya suaranya, tak akan 
ditampilkannya wujudnya, tak akan diakuinya dirinya kecuali itu telah ditentukan Allah. Wahai umat 
manusia, tak akan ada malaikat yang akan menyaru malaikat Jibril apabila bukanlah dia. 
	Tak akan ada makhluk lainnya yang sanggup menyatakan dirinya sebagai malaikat Jibril 
karena sesungguhnya seluruh makhluk Allah tak akan berani mencampuri apalagi mencemari 
kehendak Allah. Sesungguhnya seluruh ciptaan Allah tak akan mungkin dapat menjangkau setiap 
Takdir yang dikehendaki Allah. Sesungguhnya seluruh alam semesta menyerukan “Amin” terhadap 
seluruh ketentuan Allah. Sepotong setan pun tak akan dapat menghalangi sebuah Takdir-Nya. 
	Bencilah terhadap segala kebohongan dan penyesatan, tapi janganlah sekali-kali 
menyatakan sesat kepada mereka yang telah mengorbankan dirinya menyampaikan kebenaran 
ini. Berkatalah malaikat Jibril, “Aku diperkenankan Allah tampil dan bersuara di hadapan umat 
manusia. Aku diturunkan Allah setelah diberikan penentuan penampilanku yang tak sama dengan 
yang dulu.” 
	Sesungguhnya penampilan Malaikat Jibril di akhir zaman ini tak melalui cara yang 
diberikan Allah yang dahulu. Menjumpai manusia melalui ruhnya atau tampil secara sempurna 
sebagai manusia sebagaimana yang telah dikisahkan, Malaikat Jibril seringkali tampil sebagai 
manusia dalam menyampaikan wahyu-wahyu Allah. Berkata Malaikat Jibril, “Kini aku dipersatukan 
ruhku dengan Siti Maryam untuk mengabarkan latar belakang sesungguhnya Nabi Isa. Sehingga 
aku dibuatkan tempat bersama-samanya di dalam tubuh seorang yang melahirkan Ahmad.” 
	Daripadanya Allah menempatkan suatu tanda kekuasaan-Nya kalau dikatakannya Allah 
itu menyatu dalam Trinitas, maka diperbandingkan oleh-Nya Trinitas yang lain. Ruh malaikat Jibril, 
ruh Siti Maryam, berada bersama-sama ruh ibu Ahmad. Sesungguhnya itulah penjelasan bahwa 
Isa bukanlah Tuhan yang disamakan dengan Allah dan Ruh Kudus. Sesungguhnya malaikat Jibril 
dan Isa itu hanyalah makhluk ciptaaan Allah. Pertemuan ketiga ruh inilah Trinitas. Dan Trinitas ini 
berjangka lama karena selama hidup ibu Ahmad selama itu pulalah Trinitas itu dapat dipersaksikan 
oleh umat manusia. Maka sesungguhnya Allah ingin memperlihatkan kekuasaan-Nya, bahwa jika 
umat manusia menginginkan Trinitas Allah akan memperlihatkan Trinitas sebagaimana yang 
dikehendaki-Nya. 
	Wahai umat manusia, janganlah sekali-kali mempersekutukan Allah. Inilah saatnya Allah 
memperlihatkan kekuasaan-Nya. Diberikannya tiga ruh kepada seorang manusia dan ditampakan 
oleh-Nya kepada seluruh umat manusia. Maka inilah penjelasan Allah melalui Takdir-Nya.  
 
53. Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang-orang yang buta 
(mata hatinya) dari kesesatannya. Dan kamu tidak dapat memperdengarkan (petunjuk 
Allah), melainkan kepada orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami, mereka itulah 
orang-orang yang berserah diri (kepada Kami).
	Segala peringatan Allah telah disampaikan, tetapi tak didengarkan oleh mereka. Karena 
mereka lebih mendengarkan iblis dan akal pikiran mereka. Sesungguhnya mereka adalah orang-
orang yang buta dari apa-apa yang disampaikan dan apa-apa yang dilihat. Sesungguhnya mereka 
pun tak mau mendengar segala petunjuk yang diturunkan Allah. Hanya orang-orang  yang 
beriman dan selalu bertakwalah yang mau mendengar segala peringatan dan petunjuk Allah. 
Sesungguhnya pada merekalah peringatan dan petunjuk-petunjuk ini. Sesungguhnya Allah ingin 
melindungi orang-orang yang beriman dan bertakwa.
	Apabila ada di antara orang-orang yang berilmu tetapi mereka tak mempertentangkannya 
dengan ilmu mereka, sedangkan mereka itu bukannya orang yang baru sadar ketika 
mendengarkan seruan dan peringatan Allah ini. Mereka itu adalah orang-orang yang berilmu tetapi 
di dalam hatinya pun mereka tetap tawadu kepada Allah. Mereka sadar bahwa semua ilmu yang 
diberikan itu adalah karena keridaan Allah kepadanya. Melalui orang-orang yang berilmu seperti 
mereka itulah kamu dapat menuangkan penjelasan-penjelasan dan peringatan-peingatan ini. 
	Wahai orang-orang yang dekat dengan Allah, beritahukanlah kepada mereka bahwa ilmu 
yang didapatkan mereka itu bukanlah sekedar ilmu, bahkan itu adalah karunia yang sungguh tiada 
taranya. Beritahukanlah kepada mereka, tak ada jejak semacam itu. Karena sepenuhnyalah 
peristiwa ini tak dimungkinkan selain kalau dikehendaki Allah. 
	Wahai orang-orang yang berilmu, gunakanlah kepandaianmu untuk menjaga mereka dan 
membela mereka. Beritahukanlah kepada mereka bahwa ilmu mereka itu terlindungi, sedangkan 
ilmu kebanyakan lainnya dapat diambil kembali oleh Allah. Bagikanlah ilmumu kepada mereka 
sehingga mereka dapat mempertahankan keberanian mereka. Karena sesungguhnya mereka itu 
sangat membutuhkan ilmu pengetahuan yang dapat membelanya. Sesungguhnya mereka itu 
terdiri dari orang-orang yang bukannya menerima ilmu itu sebelumnya. Mereka itu jaraknya terlalu 
jauh dari ilmu yang telah diberikan Allah ini. Mereka sedang membawa kun fayakun Allah, 
sedangkan mereka tak menyadarinya. 
	Wahai orang-orang yang mengerti, temanilah mereka agar mereka terlapangkan hatinya. 
Sesungguhnya mereka itu sangat menderita tapi tak mungkin menyatakannya. Berikanlah 
kelapangan melalui ilmu-ilmumu. Bersedekahlah engkau dengan ilmumu kepada mereka. Tiadalah 
kotoran menempel seandainya ilmu yang diikhlaskan dipertemukan dengan ilmu yang diikhlaskan  
Allah kepada mereka. Kelak dari penyatuan ini adalah dimungkinkan perjalanan Takdir ini dapat 
lebih cepat menggulirkannya sehingga amanah-amanah Allah ini lebih banyak dapat dijangkau 
oleh umat manusia dan rahmat Allah pun lebih banyak akan dirasakan oleh umat manusia. 
	Wahai umat yang beriman, bertolong-tolonganlah kamu atas kebaikan dan kebenaran. 
Janganlah engkau bertolong-tolongan dalam kebatilan sedangkan kamu ingin diselamatkan Allah. 
Wahai umat yang bersabar dari merasakan cobaan Allah, menabunglah kebaikan dari apa-apa 
yang sedang diturunkan Allah sehingga kamu dapat menyelesaikan penderitaan atau hingga kamu  
tak dihadirkan dalam bencana-bencana-Nya. Wahai umat manusia yang sedang diuji, keberkahan 
Allah ada di dalam Takdir ini. Berjanjilah tak menyakitinya. Karena dari orang-orang yang tak 
menyakitinya, Allah telah memberikan janjinya. Mereka itu tak menerima pembalasan dari-Nya. 
	Wahai umat manusia yang tak bisa mempercayai kejanggalan-kejanggalan Takdir ini, 
sesungguhnya segala kejanggalan yang tak dimungkinkan terjadi adalah tanda-tanda kekuasaan 
Allah. Berjanjilah untuk tak melihatnya sebagai orang-orang yang berbuat kejanggalan sedangkan 
mereka itu sedang mempersekutukan Allah. Sesungguhnya kejanggalan yang diperlihatkan ini tak 
mungkin disamai. Sesungguhnya tak ada makhluk ciptaan Allah yang mampu menciptakannya. 
	Wahai umat manusia yang menunggu janji Allah, inilah janji Allah sebagaimana yang ada 
dalam kitab suci-Nya, bahwa setelah mendekati kiamat, Allah akan menurunkan pertolongan-Nya 
lewat Nabi Isa. Sesungguhnya keadaan itu telah sampai. Sesungguhnya inilah janji Allah. Wahai 
umat manusia yang menginginkan kebenaran, inilah malaikat Jibril yang sedang diturunkan Allah. 
Kini dia dapat engkau temui. Berjalanlah bersamanya karena jalan-jalan yang ditunjukinya adalah 
jalan-jalan kebenaran, adalah petunjuk-petunjuk Allah, dan petunjuk itu adalah jalan keselamatan 
dari segala bencana-bencana alam yang diturunkannya pada saaat ini. 
	Wahai umat manusia, tetapkanlah hatimu di dalam kebenaran yang telah ditunjukkan. 
Berkatalah malaikat Jibril, “Aku ini diturunkan Allah untuk memperlihatkan jalan agar umat manusia 
itu dapat diselamatkan Allah. Wahai Malikul Qudus, Raja kami, Tuhan kami, perjuangkanlah kami 
bersama kebenaran-Mu. Perjuangkanlah kami bersama kemukjizatan-Mu. Perjuangkanlah kami di 
dalam kerajaan-Mu. Sesungguhnya Engkau-lah Raja Yang Menguasai seluruh alam semesta dan 
kehidupan ini. Engkaulah Maha Raja yang tak tertanding kekuasaannya. Engkau-lah pemilik tahta 
seru sekalian alam.”  
 
54. Allah,  Dialah yang Menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan 
(kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah 
kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan 
Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.
	Allah telah menciptakan umat manusia sesuai dengan fitrahnya, karena sesungguhnya 
Allah Maha Mengetahui apa-apa yang diciptakan-Nya. Dan sesungguhnya Allah menciptakan 
seluruh isi bumi ini sesuai dengan yang dikehendaki-Nya. Allah menciptakan seluruh isi bumi 
sesuai yang dikehendaki-Nya. Allah menciptakan manusia dari janin kemudian tumbuh menjadi 
dewasa, kemudian tua lalu mati. Allah menumbuhkan segala ciptaan-Nya dari yang tiada menjadi 
ada, dan kemudian menjadi tiada kembali. Karena sesungguhnya Allah-lah yang Maha 
Mengetahui apa-apa yang telah menjadi ketentuan-Nya. Sesungguhnya siklus perputaran 
kehidupan ini telah ditentukan Allah. Karena sesungguhnya  seluruh ciptaan di muka bumi ini telah 
ditentukan Allah.
	Allah menciptakan surga dan neraka. Kebahagiaan yang abadi dan siksaan yang sangat 
pedih. Bagaimanakah perjalanan umat manusia menuju surga? Sesungguhnya, adakah surga itu 
sebagaimana yang dijelaskan dan surga itu sebagaimana yang telah tertulis dalam ayat suci, 
surga yang penuh dengan pohon buah-buahan dan sungai-sungai yang mengalir di bawahnya? 
Batalkah sebuah penjelasan bilamana keadaan itu dibukakan kembali ketika perbuatan umat 
manusia telah berlumuran dosa sehingga mereka tak mempedulikan lagi siksaan di neraka dan 
janji kebahagiaan abadi di surga? Sesungguhnya mereka itu sekarang melihat janji-janji Allah 
sebagai hal yang biasa. Adakah yang dapat menikmati pohon-pohon buah-buahan dan air sungai 
yang mengalir di bawahnya itu sebagai kebahagiaan abadi? Sungguh telah banyak manusia yang 
menikmatinya. Adakah itu sama dengan yang di surga? Padahal dengan nyata kitab suci 
menyampaikannya demikian. 
	Katakanlah wahai Jibril bahwa sesungguhnya surga-Ku itu ada dan kenikmatan yang 
disampaikan itu adalah untuk menjawab keinginan umat manusia pada waktu itu. Sesungguhnya 
mereka tak pernah menikmati lezatnya berbagai macam buah-buahan dan sejuknya air yang 
mengalir. Mereka berada di tempat gurun pasir yang tandus, yang tak dimungkinkan adanya 
pohon buah-buahan dan sungai-sungai. Datanglah kepadanya, sampaikanlah janji-Ku  bahwa 
sesungguhnya Aku akan memberikan kenikmatan yang tak pernah dirasakan olehnya. 
Sesungguhnya keadaan itu adalah keadaan yang didambakan mereka. 
	Wahyu adalah isyarat kalbu. Wahyu disampaikan melalui isyarat kalbu. Maukah melihat 
bahwa sesungguhnya yang dikatakan bahwa kebahagiaan yang tak pernah mereka rasakan itulah 
kebahagiaan abadi di surga. Penjelasan pohon buah-buahan dan air sungai yang mengalir 
janganlah dipertentangkan karena sesungguhnya itulah penjelasan keadaan suatu kebahagiaan 
yang tak pernah mereka rasakan. Wahai umat manusia, janganlah melihat pernyataan ini sebagai 
pengurangan kesempurnaan kitab suci Al-Quran. Dahulu, itu dikatakan sebagai suatu keadaan 
yang sesungguhnya apabila tak mengetahui pedihnya siksa api neraka dan kebahagiaan yang 
abadi di surga, umat manusia itu akan menyepelekan kitab suci Allah. 	Sesungguhnya janji-janji 
Allah itu tertulis dengan benar. Sesungguhnya mereka menyatakan keadaan suatu kebahagiaan 
yang tak mungkin mereka rasakan. Wahai umat manusia, sebagai kenyataannya, aku adalah 
Malaikat Jibril. Tak kuperbaharui pernyataan itu demi kesucian Al-Quran, demi keagungan dan 
kemuliaan kitab suci Al-Quran. Aku datang untuk menjelaskan keadaan itu. Kebahagiaan hakiki di 
surga memang tak mungkin diperkirakan bentuknya. Tak dimungkinkan diperkirakan keadaannya 
karena sesungguhnya kebahagiaan di surga itu tak ada yang bisa disamakan dengan 
kebahagiaan di dunia ini. Beritahukanlah penglihatanmu, wahai yang telah menerima penjelasan 
ini, bagaimanakah keadaan itu? Sesungguhnya telah ditampakkan kepadanya bola-bola sinar 
Allah di surga. Sesungguhnya seluruh kebahagiaan di surga adalah nur Allah yang dapat 
melambungkan kenikmatan dan kebahagiaan yang tak dapat dilukiskan melalui kata-kata. 
	Ya Allah, di tangannya penjelasan-Mu itu. Kuatkanlah dia menyampaikan hal itu. 
Sesungguhnya surga Allah itu penuh dengan kenikmatan yang tak tertandingi dan tak bisa 
disamakan. Wahai umat manusia, di dalam surga Allah itu, kenikmatan-kenikmatan itu berupa 
cahaya-cahaya yang kalau dirasakan dapat menimbulkan kenikmatan yang tiada taranya.
	Adakah kalian belum pernah merasakan hangatnya sinar matahari? Kemanfaatan sinar 
matahari, itulah nur Allah di bumi ini. Sinarnya yang menghangatkan dan menumbuhkan 
kehidupan. Sinar Allah itu menembus bumi sehingga dapat menumbuhkan kehidupan. 
	Ya Allah, kuberitahukan kepada umat manusia telah datang utusan-Mu, Malaikat Jibril, 
untuk menyebutkan apa-apa yang dibawah mereka, apa-apa yang di atas mereka, apa-apa yang 
di sekeliling mereka, agar mereka tahu bahwa Engkau telah menurunkan utusan-Mu. Ya Allah, 
berapakah keberanian seorang manusia menyampaikan ini kalau bukannya dari Engkau? 
	Wahai umat manusia, pertentangkanlah ini kalau kalian tak percaya. Setialah selalu pada 
ajaran-ajaran Allah, karena siapa-siapa yang memegang teguh imannya dan yang selalu 
mempercayai Allah mereka itu akan dituntun Allah melihat kebenaran ini. Sesungguhnya umat 
manusia itu telah berani melakukan dosa karena mereka tak lagi takut melakukannya. Mengapa 
mereka tak takut?  Karena akal pikiran mereka sederhana dan mereka pun menyederhanakan 
apa-apa yang dimiliki Allah. 
	Sungguh sederhana mereka menilai Allah. Mereka hanya melihat kemusykilan surga dan 
neraka karena mereka belum pernah melihatnya. Belum ada yang sampai di sana dan 
menceritakannya. Sesungguhnya ini semua adalah kesenjangan bahasa umat manusia pada 
zaman dahulu dan umat manusia pada zaman sekarang. Janganlah menilai Allah karena 
kesenjangan bahasa ini. 
	Katakanlah wahai Jibril, bahwa surga-Ku itu tak sepadan dengan apa pun yang pernah 
mereka lihat di dunia. Perbuatan-perbuatan mereka yang baik Kubalaskan dengan kenikmatan-
kenikmatan di surga-Ku, sedangkan perbuatan-perbuatan dosa mereka akan kubalaskan dengan 
siksaaan-siksaan di neraka-Ku. 
	Beritahukanlah kepada mereka bahwa aku bersungguh-sungguh. Di hari akhir nanti akan 
Kubalaskan dengan surga atau neraka. Wahai umat manusia aku berjalan-jalan di muka bumi ini 
membawa penjelasan dan peringatan Allah. Sebaiknya bertanyalah kepadaku selagi aku tak 
ditundakan Allah menyertai umat manusia.  
	Padaku adalah izin Allah menyampaikan apa-apa yang tak kalian pahami dan apa-apa 
yang ingin diperlihatkan Allah. Sungguh aku malaikat Jibril, telah diturunkan Allah. Kepadakulah 
segala penjelasan itu. 
 
55. Dan pada hari terjadinya kiamat, bersumpahlah orang-orang yang berdosa: "Mereka 
tidak berdiam (dalam kubur) melainkan sesaat (saja)". Seperti demikianlah  mereka selalu 
dipalingkan (dari kebenaran).
	Orang yang berdosa selalu ingin bersumpah dan mengatakan bahwa mereka adalah 
benar. Karena sesungguhnya pada hari kiamat nanti, mereka selalu berusaha mengingkari apa-
apa yang mereka perbuat. Sesungguhnya mereka itu tak akan dapat lagi berpaling. 
	Sudah dekatkah kiamat? Jarak itu memang tak jauh lagi. Kapankah kiamat itu 
sesungguhnya. Allah memang telah menentukan takdir kiamat. Setibanya peringatan-peringatan 
ini, sesungguhnya Allah ingin menunda kiamat itu. Beritahukanlah wahai Jibril, Aku tak 
menginginkan kiamat itu. Berjalanlah di muka bumi dan sampaikanlah bahwa tak Kubataskan 
kehidupan itu sampai pada hari kiamat. Beritahukanlah wahai Jibril, tak Kubataskan kehidupan 
umat manusia itu sekiranya mereka mau menjaga iman mereka.
	Pada gerhana bulan total telah diawali kiamat itu. Di persilangan perputaran galaksi 
dengan kun fayakun Allah telah mengubah susunan letak galaksi. Matahari didekatkan Allah 
dengan bumi sehingga bumi memuai kepanasan. Terbakarkah bumi nanti sehingga itu yang 
menyebabkan kiamat? Didekatkannya matahari kepada bumi akan membuat bumi menjadi tandus 
dan bumi kehilangan kesuburannya. Bumi kehilangan keseimbangan sistem ekologinya. 
Daripadanya seluruh kehidupan umat manusia menjadi berubah. Berduyun-duyun umat manusia, 
berlari-lari menyelamatkan dirinya. Disangkanya mereka tak berlebih-lebihan melakukan dosa. 
Karena mereka hanya mengikuti akal pikiran mereka sendiri. Sedangkan akal pikiran mereka itu 
mengikuti hawa nafsu mereka. Sedangkan hawa nafsu itu telah dibimbing oleh setan yang 
terkutuk. 
	Umat manusia telah menyandarkan dirinya kepada hawa nafsunya dan kepada akal 
pikirannya yang disesatkan oleh iblis. Melalui hawa nafsu dan pikirannya inilah mereka ingin saling 
menguasai dan ingin paling berkuasa. Dari keserakahan inilah mereka menciptakan alat 
pembunuh. Alat pembunuh adalah ancaman bagi kelangsungan kehidupan umat manusia. Setelah 
Allah mengurangi keberkahannya kepada umat manusia, ditangguhkan takdir kiamat itu supaya 
umat manusia mau bersujud dan menyadarkan dirinya. 
	Malaikat Jibril dan Nabi Isa akan mengajak umat manusia beriman kembali kepada Allah. 
Dan dari padanyalah penjelasan-penjelasan untuk memperbaiki keadaan ini. Dari dulu pun Allah 
selalu menurunkan utusan-Nya untuk menuntun umat manusia menyelesaikan segala 
persoalannya. Allah akan menuntun umat manusia mengalahkan lawan-lawan-Nya, lawan-lawan 
orang-orang yang beriman dan sekutu-sekutu-Nya. 
	Sesungguhnya saat ini peranan Amerika yang ingin menguasai seluruh bangsa-bangsa 
di dunia dan yang memusuhi umat Islam, dialah pewaris dajjal. Melalui tangan bangsa Amerika, 
umat Islam ingin dihapuskan, sedangkan agama Islam itu adalah agama Allah. Mereka 
menciptakan senjata nuklir untuk mengancamkan dan menghardik bangsa-bangsa lain. Mereka 
mengacaukan negara-negara yang lain agar mereka dapat meluaskan kekuasaannya.  
	Dihardiknya bangsa-bangsa Islam dan dilemahkannya dengan berbagai peraturannya 
sehingga bangsa-bangsa itu selalu dikucilkan dunia. Mereka terus berupaya meluaskan 
kekuasaannya sehingga itu dinilai sebagai penyekutuan terhadap kekuasaan Allah. 
Bagaimanakah sesungguhnya terjadinya kiamat itu? Ketika bumi ini sudah rapuh, keretakan bumi 
ini tak dapat tertunda lagi ketika salah satu dari nuklir itu diledakkan. Maka, sebenarnya itulah hari 
kiamat. Berkatalah Malaikat Jibril, kalau umat manusia teperdaya oleh dajjal, mereka akan saling 
bermusuhan dan akan saling melemparkan nuklirnya.  
	Sesungguhnya Malaikat Jibril diturunkan Allah untuk memperingatkan umat manusia agar 
tak mempergunakan senjata nuklir itu. Maka itulah penundaan kiamat.

Next : Masih Tafsir Ar-Ruum
Sebuah Takdir Menjelang Kiamat 14


This Homepage is Copyright � 1996-1998, Armansyah.,
All Rights Reserved

Hosted by www.Geocities.ws

1