Mengenal Jemaah Salamullah

Sebuah Takdir Menjelang Kiamat
Oleh : Lia Aminuddin



Hikmah Mutasyabihat Surah Ar Ruum

Persepsi

 
48. Allah, Dialah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah 
membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya 
bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat hujan ke luar dari celah-celahnya, maka apabila hujan 
itu turun mengenai hamba-hamba-Nya yang  dikehendaki-Nya, tiba-tiba mereka bergembira.
	Allah-lah yang mengatur apa saja di muka bumi dan di langit. Allah dapat menurunkan 
hujan di tempat di mana yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya alam semesta ini hanya tunduk 
dan patuh hanya kepada Allah Subhanahu wa Taala. Sesungguhnya Allah telah menahan hujan 
sehingga saat ini terjadi  kekeringan. Demikianlah peringatan Allah kepada bangsa ini. Karena 
sesungguhnya umat manusia telah banyak melakukan dosa-dosa. Musim kemarau saat ini adalah 
peringatan dari Allah. Karena sesungguhnya setiap bencana adalah peringatan.
	Berkatalah Jibril, “Seandainya Allah ingin membinasakan umat manusia melalui alam 
semesta, maka seluruh alam ini akan mengikuti kehendak-Nya.” Bersamaan diturunkannya makna 
kalimat-kalimat mutasyabihat Allah, berdatangan pula bencana-bencana alam. Perubahan-
perubahan alam itu merupakan akibat kelalaian dosa-dosa umat manusia. 
	Maka di tengah penderitaan umat manusia menerima bencana-bencana itu, Jibril 
diturunkan Allah dan berjalan di bumi ini menyertai manusia yang ditemaninya, melihat umat 
manusia sebaik manusia melihatnya. Malaikat Jibril menyertai Nabi Isa  dan menempatkan dirinya 
bersama-sama dengan umat manusia, meletakkan kembali ajaran-ajaran Allah sebagaimana yang 
telah diterimakan Allah kepada Nabi Muhammad Sallallahu alaihi wasallam  sebaik ajaran-Nya 
yang diturunkannya melalui Isa Alaihissalam. Sedapat-dapatnya mereka berdua (Jibril dan Isa) 
menyatukan kembali ajaran-ajaran Allah itu. 
	Di tengah berbagai penderitaan, Allah menurunkan bantuan-Nya bertahap. Malaikat Jibril 
dan Isa menuntun penyesuaian-penyesuaian yang dapat memulihkan kerusakan-kerusakan dan 
penyakit-penyakit melalui kesadaran penjernihan kembali kedua agama Allah itu. 
	Siapa-siapa yang melapangkan dirinya dan tak mengungkit-ungkit penyatuan ini, 
sedangkan mereka tak menambahkan perpecahan, padahal mereka sendiri belum sempat 
terlapangkan hatinya. Sesungguhnya mereka itu tak bisa menyesuaikan dirinya melainkan tak 
menginginkan kerusakan yang lebih besar. Mereka itu adalah orang-orang yang menjaga 
imannya, orang-orang yang tawadu, dan berjalan di jalan yang benar. Sesungguhnya mereka itu 
diberkahi Allah. 
	Pernahkah melihat seseorang yang berdiam diri dan tak mencela, sedangkan dia 
berpikir? Dia berpikir  ingin memilih sedangkan dia tak mau menjawab. Sesungguhnya hati mereka 
itu sedang menyaksikan, berapakah kebenaran yang dilihatnya. 
	Dalam perang sabil  banyak orang yang menyertai kebenaran, banyak pula yang 
menyertai kebenaran melalui hatinya. Semua yang menyertai kebenaran, baik yang melalui 
tindakan maupun yang melalui hatinya, sesungguhnya mereka itu telah berjalan di jalan Allah. 
Sesungguhnya mereka itu dapat menerima karena ketakzimannya, karena kejernihannya beriman. 
Siapa-siapa yang sesungguhnya beriman, mereka selalu terjaga. Hati mereka akan dituntun Allah, 
melihat dan dapat merasakan kebenaran. 
	Sedangkan bencana-bencana yang diturunkan Allah, hanya menyerupai bencana, 
karena sesungguhnya mereka itu melihat tapi tak merasakannya. Sesungguhnya bencana-
bencana yang diturunkan Allah, bukanlah ditujukan kepada mereka yang beriman. Mereka dijamin 
Allah terjaga. Mereka yang teperdaya dan tak mau membuka hatinya, dan yang selalu menutup 
hatinya, dan yang membatasi hatinya, di antara orang-orang itu ada yang membuka sedikit 
hatinya. Sehingga ketika mereka kesal dan tidak mempercayai dan mereka yang tak mau 
mengindahkan tetapi mereka itu orang-orang yang beriman, sementara mereka belum 
mempercayai. Mereka melipat kedua tangannya sehingga walaupun mulutnya terbuka dan 
mengucapkan celaan, tapi mereka sendiri tidak melangkah dan tidak melakukan serangan, 
sedangkan mereka selalu memohon petunjuk Allah untuk dapat melihat keadaan yang benar.  
	Mereka ini selalu mewajibkan dirinya mengambil tindakan apabila menghadapi 
penyimpangan-penyimpangan, terlebih-lebih kepada penyimpangan ajaran Allah. Kecuali mereka 
yang tak menyertakan kutukan, mereka itu akan diperlihatkan Allah jalan mereka sehingga mereka 
terketuk hatinya dan dapat menerima kebenaran. Mereka ini hanyalah orang-orang yang 
ditangguhkan menerima kebenaran itu karena ketaatannya menjaga iman mereka.
 	Penyakit-penyakit hati dan dosa-dosa yang telah diperbuat akan menghalangi terbukanya 
hati menerima keadaan ini. Sesungguhnya mereka itu menjadi tertutup hatinya karena dosa-dosa 
mereka sendiri. Iblis menyaru dan membayangi hatinya melalui dosa-dosa yang telah 
diperbuatnya itu, sehingga iblis mampu menutup hati mereka. Sesungguhnya mereka itu 
menerima keadaan ini karena iblis ingin menjauhkan mereka. 
	Sementara banyak di antara orang-orang yang menyatakan dirinya bertuhan, padahal 
mereka sendiri tak pernah menerima keadaan itu sebagaimana yang diucapkannya. Berita 
semacam ini tetap dibiarkannya sedangkan mereka tak juga mendekatkan dirinya. Mereka itu tak 
terpanggil karena mereka itu orang yang selalu terburu-buru memberikan pernyataan tapi tak suka 
melaksanakannya. Mereka itu ingin dipercayai sedangkan mereka tak menerima safaat ini seperti 
yang diucapkannya. Mereka menambahkan selalu janji-janjinya. Sedangkan mereka lebih suka 
berduyun-duyun dan menyuarakan ‘tidak’ bilamana dia berada di antara yang menolak. 
Sedangkan mereka menunggu bayaran bilamana mereka bertemu dengan penjaminan. 
	Di antara umat manusia ada yang  berakal busuk, ada yang batil, ada yang kikir, ada 
yang munafik, dan ada yang suka berbohong. Sebenarnya mereka itu semua berjamaah 
menunggu syafaat dari Allah sehingga mereka berlutut ketika Allah menjatuhkan cobaan kepada 
mereka. Mereka mencoba menghiba-hiba, memohon dibagikan keringanan, sedangkan mereka 
telah lama berbuat durjana sedangkan Allah mengetahuinya. 
	Sebenarnya azab Allah yang diturunkan itu adalah kepada mereka. Sedangkan 
pertolongan Allah ini hanya ditujukan kepada mereka yang beriman dan yang selalu 
mengutamakan kebaikan dan kebenaran. Orang-orang mukminlah yang dijanjikan keberkahan 
dan rahmat ini. Mereka akan segera terpanggil menyertai Takdir ini, sementara mereka yang 
menghujat dan mempertentangkan akan dibukakan Allah hatinya kalau mereka dalam hujatannya 
itu tetap memohon ditunjukkan Allah kebenaran. Mereka yang hanya ikut-ikutan, mereka tak 
diikutkan Allah sampai mereka bersungguh-sungguh. Mereka yang berdiam diri dan tak 
mengusahakan dirinya padahal mereka itu bukanlah orang-orang yang ingin berjuang, mereka 
akan tetap diberikan kesempatan menemukan kebenaran sampai mereka ingin bangkit dan 
bekerja. 
	Sungguhpun demikian sangat banyak jenis perilaku dan sifat umat manusia yang 
kesemuanya itu selalu berbias balik kepada apa-apa yang diupayakannya dan apa-apa yang 
meyakinkan mereka. Sungguh keadaan Takdir ini selalu akan ditautkan kepada umat manusia 
yang ingin memperbaiki imannya dan yang selalu meyakini keesaan dan kekuasaan Allah. 
	Berjamaahlah menyertai syafaat Allah ini, sebaik-baik syafaat di akhir zaman. 
Berjamaahlah menyertai karunia Allah ini karena sesungguhnya ketaatan dan kepatuhan kepada 
Allah-lah yang dapat menyambungkannya. Berjuanglah membela ajaran-ajaran Allah karena 
sesungguhnya para malaikat menjunjung tinggi segala ketentuan Allah. Para malaikat tak pernah 
menyia-nyiakan waktunya dalam menyembah Allah. Dan para malaikat itu dalam tugasnya 
menyembah Allah adalah memberikan dorongan dan bantuannya kepada mereka yang berjuang 
di jalan Allah. Mereka itu selalu bersegera menyambungkan doa-doa orang-orang yang 
menjumpai dengan segera apabila mereka melihat perjuangan yang membela Allah. 
	Sungguh sangat banyak rahmat yang menyertai perubahan keadaan bagi umat manusia 
yang telah ditentukan keadaannya itu oleh Takdir ini. Berupayalah menyegerakan kelancaran dan 
kemakrifatan perjalanan Takdir ini. Sebab-sebab terjadinya kejanggalan yang terlihat dalam 
perjalanan Takdir ini janganlah tak dipercayai karena setiap kejanggalan itu diturunkan Allah untuk 
meyakinkan umat manusia bahwa Allah itu Maha Kuasa dalam segala ketentuan-Nya. 
	Malaikat Jibril yang diturunkan sehingga dapat berbicara dan dapat berjanji dan dapat 
menyampaikan segala perintah-perintah dan peringatan-peringatan Allah bukanlah suatu 
kewajaran, dan tak akan sepenting dan senyata itu kelayakan penampilannya, seandainya 
keadaan umat manusia itu tak seburuk ini. Malaikat Jibril sanggup berbicara sebagaimana umat 
manusia sedangkan dia sendiri terbingkai dalam kodratnya sebagai malaikat. Manakah kejadian 
semacam ini, kecuali pada zaman ini? Setiap kata yang diucapkannya dapat dibantah, dapat 
ditelaah, tapi jangan dikatakan itu adalah penipuan, kebohongan dan pendurhakaan kepada Allah. 
	Sesungguhnya, kejadian ini telah ditentukan Allah. Siapa-siapa yang menghujat atau 
menolaknya, janganlah sampai menamakan dirinya sebagai ahli kebenaran sedangkan mereka 
tak paham. Sesungguhnya keadaan ini adalah sungguh-sungguh ketentuan Allah dan tak dapat 
ditolak kehadirannya dan tak dimungkinkan untuk ditiadakan.  Kedamaian dan perbaikan nasib 
umat manusia tak akan mungkin  didatangkan sebelum Allah berkehendak, manakah yang lebih 
berkuasa, apakah akal manusia atau Allah? 
	Perbandingkanlah segala hasil-hasil pemikiran dan ilmu manusia dengan segala yang 
diciptakan oleh Allah. Masuk akalkah melihat Malaikat Jibril berjuang bersama-sama umat manusia 
dengan nyata, dan segala penjelasannya itu diberitahukan melalui keadaan yang tak diperkirakan 
oleh umat manusia sebelumnya? Jangan lagi melihat ini sebagai penyesatan karena 
sesungguhnya di antara mereka itu  telah dijauhkan dari iblis. Mereka tak berjarak dengan 
malaikat, tetapi sangat jauh dari iblis. Sesungguhnya mereka semua ini orang-orang yang 
terpanggil untuk menyertai Takdir ini. 
	Berikanlah  kejernihan hati dan keteguhan iman melihat keadaan ini dan sampaikanlah 
kalimat-kalimat suci Allah sebelum menghujat apalagi mengutuk. Tak diharuskan berjuang 
bersama mereka, melainkan benahilah hati sehingga jangan sampai menghujat apalagi mengutuk 
karunia Allah. Berjuanglah bersama mereka apabila dikehendaki, namun berkatalah yang benar 
dan jauhilah dosa. Sesungguhnya hanya kepada mereka yang mensucikan diri dan yang teguh 
imannya dan yang hanya takut kepada Allah yang boleh menyertai mereka.  
	Butakanlah hati dari terbitnya sebuah dosa. Tutuplah telinga rapat-rapat dari 
mendengarkan yang maksiat dan kalimat-kalimat batil. Dan ucapkanlah hanya kata-kata yang jujur 
dan benar. Tutuplah penglihatan dari segala yang jahanam dan kemaksiatan melainkah hanya 
melihat kebesaran Allah dan kesucian Allah. Sesungguhnya hanya kepada mereka yang 
menjauhkan diri dari dosa, yang bertaubat, dan yang mensucikan dirinya, dan  menjaga 
keinginannya kecuali keinginan menyertai kebenaran, dan berjuang di jalan Allah, dan yang hanya 
takut kepada Allah, merekalah yang dapat menyertai Takdir ini.
 
49. Dan sesungguhnya sebelum hujan diturunkan kepada mereka, mereka benar-benar 
telah berputus asa.
	Musim kering ini sungguh panjang. Tanah-tanah retak kekeringan sehingga tumbuh-
tumbuhan tak dapat tumbuh. Musim kemarau ini telah menyebabkan hutan-hutan terbakar dan 
tiada air untuk mematikannya. Adakah peringatan ini akan didengarkan? Sesungguhnya apabila 
peringatan ini tak juga didengarkan, Allah akan menurunkan azab yang lebih pedih. Bertambahnya 
kepedihan-kepedihan oleh krisis ekonomi, peralihan kekuasaan, berdentangnya waktu salat yang 
tak dihiraukan, perbuatan-perbuatan musyrik yang dibiarkan, perbuatan biadab, perbuatan batil 
dan zalim yang tak diperingatkan. 
	Janji-janji Allah, akan dibalasnya segala perbuatan dosalah  telah mengakibatkan 
diturunkannya azab Allah ini. Malaikat Jibril diturunkan Allah untuk menyampaikan peringatan-
peringatan-Nya. 
	Allah telah menguji umat manusia dengan azab-azab-Nya. Apakah peringatan-peringatan 
yang disampaikan itu dapat menyadarkan umat manusia? Atau adakah mereka tetap tak 
menghiraukannya. Berbedakah peringatan-peringatan yang disampaikannya ini dengan 
peringatan-peringatan sebelumnya? Selayaknyalah umat manusia mau mendengar dan mau 
menyadarinya.  Tertera sungguh sangat banyak peringatan-peringatan Allah di dalam Al-Quran. 
	Manakah yang lebih layak didengarkan, pernyataan-pernyataan umat manusia ataukah 
peringatan ini? Janganlah menampik peringatan-peringatan, yang kalau diturunkan Allah, adalah 
berada di tengah. Sesaat sebelum diturunkan peringatan-Nya, Allah menurunkan bencana-
bencana, sehingga umat manusia dapat merasakannya. Setelah bencana-bencana itu dan 
sebelum diulanginya menurunkan  bencana-bencana yang lain, di antaranya Allah menurunkan 
peringatan-Nya. 
	Sesungguhnya saat ini sedang ditangguhkan bencana-bencana yang lain. Kalau 
sekiranya umat manusia tak bisa melihat ini sebagai kunjungan utusan Allah untuk memberikan 
peringatan, tandanya umat manusia telah diperdaya oleh iblis sehingga mereka tak mempedulikan 
peringatan-peringatan ini. Dapatkah dibayangkan kalau sekiranya Allah menurunkan lagi azab-
azab-Nya yang lain? Mampukah bangsa ini menahannya? Bayangkanlah itu seandainya Allah 
menurunkannya. Bahkan di balik penyampaian peringatan ini, Allah ingin menurunkan 
pertolongan-Nya. 
	Betapakah sulitnya menerima kenyataan peringatan-peringatan ini. Betapakah sulitnya 
menemui Allah, bersujud dan mohon pengampunan. Betapa mudahnya memohon rahmat Allah, 
karena sesungguhnya menemui Allah dan memohon taubat kepada-Nya, seyogianya  menyimak 
baik-baik atas segala perintah-perintah dan larangannya, dan mencoba menyempatkan diri melihat 
dan menilai keadaan Takdir Allah ini. Bertanya dan kajilah sebelum menempatkan diri untuk 
menyertainya atau mendiamkannya. 
	Pertanyakanlah di dalam hati, adakah peringatan-peringatan ini hanyalah sebuah berita 
kebohongan dan adakalanya dianggap sebagai penyesatan? Adakah peringatan-peringatan ini 
menyalahi ketentuan-ketentuan Allah yang telah diketahui? Adakah segala penjelasan yang telah 
dituangkan ini berjauhan atau bertentangan dengan wahyu-wahyu Allah di dalam Al-Quran? 
Sempatkanlah mengkaji seluruh penjelasan-penjelasan ini sebaik-baiknya. 
	Di dalam Takdir-Nya ini Allah menyertakan para malaikat-Nya berseru, sehingga umat 
manusia yang menginginkan kebenaran dan yang menanyakan ini langsung kepada Allah, mereka 
ini akan dituntun langsung oleh para malaikat dan menemui jawabannya. Salat dan istikharah 
untuk keselamatan iman niscaya akan mendapat tuntunan menemukan kebenaran iman. 
	Berjanjilah untuk menjauhkan diri dari segala godaan setan karena sesungguhnya setan 
itu dapat masuk melalui keragu-raguan, kemarahan, kekesalan, dan kekecewaan. Sesungguhnya 
jangan membiarkan diri membuka hatinya kepada pintu-pintu jalan iblis itu. Berjanjilah tak menyia-
nyiakan hati dengan segala tuduhan-tuduhan sebelum menyaksikan dari melihat kenyataan. 
Datanglah dan janganlah mempercayai sebelum melihat sendiri. Jangan mencerca hanya oleh 
pendengaran yang disampaikan oleh orang-orang yang belum mempercayainya atau oleh orang-
orang yang sebenarnya telah dirasuki oleh iblis. Sanggahlah apa-apa yang meragukan. Janganlah 
dipentingkan menerima hujatan dari orang lain sementara belum menyaksikan sendiri keadaan itu. 
Perbaikilah niat dan husnuzanlah kepada apa-apa yang belum tentu salah. 
	Adillah menyertakan penilaian karena sesungguhnya setiap orang yang beriman itu 
memilih dan memiliki perjuangannya masing-masing. Janganlah menyingkapkan pertentangan di 
antara orang-orang yang memiliki perbedaan lahan perjuangannya sedangkan mereka itu tak 
berjalan berdampingan. Kaitkanlah segala kebenaran-kebenaran yang dibawakan mereka. 
Hapuskanlah segala perbedaan-perbedaan terhadap mereka sehingga hanya kebenaranlah yang 
akan bersinar. Kalau kebenaran-kebenaran itu saling bertemu, maka mereka akan melihat 
kebenaran yang lebih besar dan lebih kukuh. Sehingga perbedaan kebenaran  itu akan hilang. 
	Maka beritakanlah yang benar segala kebenaran-kebenaran yang terlihat. Sedangkan 
kalau ada kekurangan atau kesalahan yang tak dipahami, ingatkanlah! Karena sesungguhnya 
manusia itu tak ada yang luput dari kesalahan. Tiada manusia yang sempurna. Perbaikilah mereka 
sehingga mereka terjauhkan dari kesalahan sehingga kebenaran yang mereka bawa semakin 
dijauhkan dari kesalahan. 
	Sungguh berjuang di jalan Allah itu penuh akan janji rahmat-Nya namun juga penuh 
dengan ancaman godaan iblis. Sebaik-baiknya berjuang adalah berjuang melawan godaan iblis 
untuk memperkuat perjuangan Allah.
50. Maka perhatikanlah kepada bekas-bekas rahmat Allah, bagaimana Allah menghidupkan 
bumi yang sudah mati. Sesungguhnya (Tuhan yang berkuasa seperti) demikian benar-
benar (berkuasa) menghidupkan orang-orang yang telah mati. Dan Dia Maha Kuasa atas 
segala sesuatu.
	Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuasa. Dia  dapat menghidupkan apa-apa yang 
sudah mati. Sesungguhnya kala peringatan Allah didengarkan, maka Allah akan menggantikan 
apa-apa yang sudah mati. Allah akan menyuburkan tanah yang tandus dan menumbuhkan 
tumbuh-tumbuhan. Sesungguhnya Allah Maha Menghidupkan lagi Maha Memberi.
	Maka sesungguhnya di antara janji-janji Allah itu, di tanah yang telah tandus, di tanah 
yang tak  mungkin disemai kembali, di sana terdapat banyak penyimpanan emas. Berapa 
banyakkah emas itu, berapa besar perjuangan bangsa Indonesia ini agar dapat meruntuhkan 
sebuah kekuasaan yang sangat besar? Berapa besarnya penafsiran itu? Seberapa besarkah 
kedaulatan yang dapat mengimbangi kekuatan umat manusia yang ditemani dajjal? Berapa jauh 
lagikah sebenarnya perjalanan sehingga dapat mengantarkan keadaan itu? Kecuali peringatan ini 
tak diindahkan, perjalanan itu sudah dapat dibayangkan. Di manakah ditempatkan Allah kekayaan 
itu? Hanya dengan kalimat mutasyabihat inilah, keadaan itu dimungkinkan.  
	Kenalilah kejutan-kejutan rahasia Allah. Kalau dulu pernah Allah menanggapi Nabi 
Ibrahim dengan air Zam-zam, dengan Kabah serta batu Hajarul Aswadnya, diturunkan Allah dari 
surga-Nya, maka itulah jaminan Allah bagi sebuah ketentuan-Nya.  Bacalah Alif Laam Miim, kalau 
tak bersentuhan dengan Takdir ini, belum waktunya berjawab. 
	Dan ucapkanlah Alif Laam Miim wahai yang sudah menyatakan dirinya beserta Takdir ini. 
Manakah doamu yang tak berjawab? Berita ini bukanlah mempersekutukan ayat-ayat Allah. Mana 
yang sebaiknya dan mana yang paling diberkahi Allah. Sesungguhnya seluruh ayat-ayat Allah itu 
diberkahi. Sesungguhnya seluruh ayat-ayat Allah dapat menurunkan rahmat-Nya. 
	Berjanjilah untuk tak menyekutukan Alif Laam Miim dengan ayat-ayat Allah lainnya. 
Berjanjilah tak mengutamakannya. Selain untuk membuktikan kemukjizatan kalimat mutasyabihat 
Allah ini, tak diturunkan apa-apa kepada ayat tersebut. Ayat ini hanya diikatkan pada sebuah 
Takdir bilamana Takdir ini tak dipercaya. Bilamana Takdir ini dipertentangkan, maka siapa-siapa 
yang bersedia menyertai Takdir ini, Allah menyertakan pembuktian kepada mereka melalui 
ucapan-ucapan mereka dengan keberkahan Alif Laam Miim. Sedangkan mereka sendiri tak 
pandai membela diri karena kesahajaan pengetahuannya, karena ketidakmampuannya, karena 
ketidakberdayaanya. Maka kepadanyalah Allah menyertakan pembuktian itu. 
	Kalimat Alif Laam Miim ini tak akan disertai berkah Allah kecuali bagi mereka yang telah 
benar-benar menyatakannya. Kecuali mereka yang telah diterima pembelaannya dan 
perjuangannya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui siapa-siapa yang benar-benar membela-
Nya dan siapa-siapa yang hanya menginginkan keberkahan. Berjanjilah  wahai umat manusia, tak 
menyertakan keinginan-keinginan yang lain selain memohon rida Allah dari segala perjuangan-
perjuangan yang telah dipilih itu. Adakah Allah dapat dikelabui? Janganlah mengelabui sesama 
umat manusia, apalagi megelabui Allah. 
	Berjanjilah wahai umat manusia untuk mensyukuri rahmat Allah yang telah menurunkan 
kemukjizatan Alif Laam Miim ini. Sungguh kalimat mutasyabihat Alif Laam Miim adalah rahmat 
Allah, adalah berkah Allah, adalah pertolongan Allah untuk umat manusia. Berjuanglah di jalan 
Allah, tapi janganlah berjuang karena ingin mendapat keberkahan Alif Laam Miim melainkan 
berjuang untuk mendapat rida-Nya.  
	Siapa-siapa yang bersungguh-sungguh ingin memperjuangkan ajaran-ajaran Allah dan 
menyerupakan Takdir Allah ini sebagai perjuangan Nabi Isa yang terdahulu, tak menyekutukannya 
dengan ajaran Islam, karena sesungguhnya perjuangan ini hanyalah kelanjutan perjuangan Nabi 
Isa yang sesungguhnya telah disatukan dalam Al-Quran. Sesungguhnya Takdir ini ingin 
menyertakan umat Nabi Isa agar mereka menemukan kembali ajaran Nabi Isa yang 
sesungguhnya, yang dilapangkan ajarannya itu menjadi ajaran Islam. Sesungguhnya Nabi Isa itu 
hanya ingin menyelamatkan umatnya dan menyempurnakan ajarannya. Sesunggunya ajaran yang 
diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad Sallallahu alaihi wasallam adalah ajaran yang 
dibenarkan Allah. Janganlah diperbandingkan ajaran Allah dalam Injil kepada ajaran Allah dalam 
Al-Quran, padahal sesungguhnya ajaran Allah dalam Injil telah disebutkan dalam Al-Quran.
	Nabi Isa hanya ingin meluruskan kembali ajaran-ajarannya supaya mereka tak 
mempersekutukannya dengan Allah. Sebaik malaikat Jibril telah diperlakukan yang serupa. Nabi 
Isa ingin menyudahi pemahaman Trinitas, sebaik Allah mengutarakan Trinitas itu tak setara. Maka 
sesungguhnya Allah mempertemukan tiga ruh menjadi satu. Bersama-sama ruh Jibril, ruh Siti 
Maryam, dan ruh ibu Isa saat ini, ketiga ruh itu diberlakukan bersama-sama.
	Adakah kejanggalan menerima berita ini? Sebaiknya setiap kejanggalan yang tak 
dimungkinkan oleh siapa pun, maka itu adalah ketentuan Allah. Adakah satu orang mempunyai 
tiga ruh? Bagaimana itu dapat dibayangkan? Berjanjilah wahai Ibunya Isa, tak kaubiarkan 
penjelmaan kedua ruh yang lainnya itu kausembunyikan. Berjanjilah tak kaubiarkan dirimu 
dipertanyakan. 
	Sesungguhnya berbaliklah kamu dan perlihatkan kepada mereka mana kedua ruhmu 
yang lain. Ketika kau dipertanyakan, tutuplah matamu dari besarnya kebencian orang yang marah 
kepadamu, tetapi berjingkat-jingkatlah kau menemukan dirimu karena di dalam dirimu ada dua ruh 
yang akan bersedia menolongmu dan yang akan menyatakan dirinya senyata yang diinginkan 
kenyataannya. Sebaik menerangkan yang ingin dikatakannya. Selugas apa yang ingin 
disampaikannya. Sejenjang dengan apa yang telah menjadi tempatnya. Sefasih apa yang menjadi 
kemampuannya. 
	Bicaralah sebagaimana Jibril berbicara. Bicaralah sebagaimana Siti Maryam berbicara. 
Bicaralah sebagaimana dirimu berbicara. Beritahukanlah kepada umat manusia, ketiga dirimu itu. 
Wahai umat manusia, adakah di antara kamu pernah melihat kejadian semacam ini? Dan wahai 
umat manusia, buktikanlah kalau dia berbohong. Wahai umat manusia, adakah itu bukan suatu 
kenyataan? Dan adakah kenyataan itu bukan kekuasaan Allah? 
	Tunjukkanlah dirimu hai Siti Maryam, sebaik malaikat Jibril telah menunjukkannya. 
Berjuanglah menyatakan diri kalian, bertiga, bahwa dari ketiganya itu telah disatukan Allah. Dalam 
tubuh yang melahirkan Ahmad, sungguh kejadian ini tak mungkin dibuat-buat dan tak akan terjadi 
oleh kehendak siapa pun kecuali kehendak Allah Subhanahu wa Taala. Malaikat Jibril, Siti 
Maryam, bersama-sama dengan ruh wanita yang melahirkan Ahmad. 
	Sebenarnya kemunculan malaikat Jibril dan Siti Maryam akan lebih jelas dan lebih nyata 
ketika sudah waktunya. Malaikat Jibril dan Siti Maryam, keduanya bagaikan sebelas jari bagi umat 
manusia. Sesuatu yang tak dimungkinkan. Adakah sesuatu yang tak dimungkinkan oleh umat 
manusia itu, tak dimungkinkan pula oleh Allah?  
	Yang tak dimungkinkan oleh Allah, tak dimungkinlah pula oleh umat manusia. Tapi yang 
tak dimungkinkan oleh manusia, akan dimungkinkan oleh Allah bilamana dikehendaki-Nya. 
Malaikat Jibril dan Siti Maryam kini akan tampil menyapa umat manusia sebaik umat manusia 
bertanya kepadanya. Bagaimanakah keduanya itu dapat ditemui kalau sekiranya bukan Allah yang 
menghendakinya?  
	Adakah ibu Ahmad itu dapat mempermain-mainkan sebuah kodrat sejenak, yang tak 
membahayakan dirinya? Siapakah yang berani mempermain-mainkan kodrat Allah, yang 
menyebut-nyebutkan dirinya didampingi Malaikat Jibril dan Siti Maryam, sedangkan Malaikat Jibril 
dan Siti Maryam adalah ruh-ruh yang disucikan Allah. 
	Siapakah yang boleh menentukan bahwa yang diperlihatkannya itu sebenarnyalah 
Malaikat Jibril dan Siti Maryam. Menjadi manusiakah mereka itu sehingga mereka bisa tampil 
seperti sebagaimana yang disampaikan ini? Mereka berdua tak menyimpangkan kodrat karena 
sesungguhnya ruh Malaikat Jibril dan ruh Siti Maryam berdampingan dengan ruh ibu Ahmad 
sehingga ketiganya dapat terwujud melalui kelangkaan sebuah perwujudan. 
	Malaikat Jibril dan Siti Maryam dapat terlihat membias dan dapat mengalihkan rupa ibu 
Ahmad sehingga wajah keduanya dapat terlihat melalui dirinya. Sesungguhnya keduanya itu 
dimunculkan Allah sejenak ataupun selama yang dikendaki Allah, sehingga mereka dapat 
menyapa umat manusia. Setibanya mereka di bumi ini mereka langsung menyatakan dirinya. 
Maka sebaik penjelasan ini sampai kepada umat manusia, maka inilah pernyataan dari keduanya. 
	Siapa-siapa yang membaca dan menerima penjelasan ini dan tak mengadakan 
penyelidikan sesudahnya, hanya langsung menuduhkan berita ini adalah palsu, mereka tak 
berikhtiar mencari kebenaran berita ini. Mereka langsung mempertentangkan dan bahkan 
menolaknya, dimohonkan janganlah menyudahi kecurigaannya itu dengan sungguh-sungguh, tak 
mau menyalami atau menyelidiki berita ini. Sungguh mereka yang telah menolak tanpa menelitinya 
lebih jauh, mereka adalah orang yang merugi karena di antara semua penjelasan ini, tak satu pun 
yang tak benar. Tak ada penipuan, tak ada penyesatan. Sesungguhnya inilah berita-berita 
kebenaran yang telah diturunkan Allah. 
	Janganlah menjauhi kebenaran apalagi menampiknya. Allah selalu mengendalikan 
kebenaran ketentuan-Nya sehingga seluruh umat manusia dapat menerimanya. Lahaula wala 
quwwata illa billahi aliyyil azim. 

Next : Masih Tafsir Ar-Ruum
Sebuah Takdir Menjelang Kiamat 12


This Homepage is Copyright � 1996-1998, Armansyah.,
All Rights Reserved

Hosted by www.Geocities.ws

1