| Mengenal Jemaah Salamullah |
Persepsi
41. Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan
manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan
mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).
Sesungguhnya kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh manusia sendiri telah
menyebabkan penderitaan. Allah telah menciptakan alam semesta ini dengan keseimbangan. Saat
ini telah terjadi pencemaran di laut maupun di darat. Sesungguhnya segala penimbunan limbah di
laut maupun di darat telah mengakibatkan kekebalan virus yang telah mengakibatkan terjadinya
kekacauan sistem keseimbangan ekologi. Penimbunan sampah dan polusi yang disebabkan oleh
industri dan otomotif serta tiadanya penjagaan kebersihan yang memadai telah menyebabkan
terjadinya kontaminasi dengan virus-virus yang telah berubah habitatnya.
Sesungguhnya percobaan nuklir serta percobaan senjata kimia serta pencemaran laut
akibat peperangan telah menyebabkan laut dan darat telah dipenuhi oleh virus-virus baru yang
ganas, sehingga mengakibatkan umat manusia menderita. Berbagai penyakit tak dapat
disembuhkan. Karena sesungguhnya semua ini adalah peringatan dari Allah. Ketika umat manusia
mengalami penderitaan ini, Allah akan menunjukkan kekuasaan-Nya. Allah akan menurunkan obat
bagi penyakit-penyakit itu, karena sesungguhnya Allah telah berfirman, Allah selalu menurunkan
obat bagi semua penyakit. Sesungguhnya obat itu telah diturunkan. Dan sesungguhnya ini
pertolongan Allah kepada umat manusia yang telah dijanjikan-Nya.
Sungguh di zaman ini telah banyak penyakit-penyakit yang belum ditemukan obatnya.
Dan sungguh penyakit-penyakit itu kini susah disembuhkan. Menyebarnya virus-virus baru yang
ganas semakin menyulitkan manusia menyembuhkan penyakit dan menolong orang-orang yang
sakit. Penyakit yang diderita itu segera merebak dan bernanah.
Penemuan obat pemunah terlangkahi oleh kekebalan virus-virus itu. Obat-obat yang
dinyatakan valid dapat menyembuhkan ternyata tak bereaksi seperti yang diharapkan. Karena
sesungguhnya virus-virus itu telah menjadi kebal akibat kelalaian umat manusia sendiri. Mereka
menjadi kebal oleh polusi dan radiasi. Mungkinkah bencana virus kebal itu dapat diakhiri,
sedangkan mereka itu tumbuh dan berkembang tanpa dapat dihentikan dan tanpa dapat
dihindarkan. Sedangkan umat manusia sulit menyamakan penemuan obat-obatanya dengan
ketahanan dan pertumbuhan virus-virus itu. Mereka beterbangan dan menghuni tempat yang sulit
dihindari karena sesungguhnya mereka itu telah hidup dan berkembang bersama-sama di dalam
kehidupan umat manusia. Bagaimana mungkin mengenyahkan mereka padahal mereka itu
beterbangan di antara oksigen yang dihirup umat manusia.
Mungkinkah umat manusia, melalui hidupnya dengan selalu mempergunakan masker
agar dirinya itu terlindung oleh virus-virus ganas itu? Bumi ini dapat menjadi lengang oleh
banyaknya orang-orang yang mati karena serangan penyakit. Sungguh keadaan itu bukanlah
mengada-ada melainkan umat manusia telah merasakannya.
Adalah peringatan ini ditujukan kepada orang-orang yang telah melakukan perbuatan
anarki, yang telah berlomba-lomba merakit senjata. Kecenderungan ingin berkuasa menjadikan
umat manusia berlomba-lomba merakit senjata yang dapat mengakibatkan kemusnahan dan
kerusakan yang sangat dahsyat bagi kehidupan umat manusia.
Penelitian-penelitian mereka, sebagaimana halnya mereka telah mengupayakan
penelitian itu, berupa penyatuan-penyatuan dan penyubliman bahan kimia dan organik yang dapat
disemaikan sehingga mampu dijadikan pengancam bagi pemusnahan kehidupan. Sudah
bermunculan para perambah nuklir di mana-mana. Sungguh keadaan itulah yang menjadikan
penyebab langit berkalang karena terjejali uap-uap udara kotor sehingga tak dimungkinkannya
daya dorong dan pembiasan sebagaimana layaknya lagi. Sehingga kelayakannya itu tak mungkin
lagi dipertahankan, menjadikan kasa langit itu berubah. Sehingga telah terjadi kebocoran-keboran
lapisan ozon.
Pemburaman kasa langit dan pengurangan penebalan awan, yang memungkinkan
penyubliman curah hujan yang layak dan pengaturan tahapan curah hujan berjenjang itu kini tak
dapat disesuaikan lagi. Perubahan itu menghasilkan pembiasan semampunya sehingga sistem
relativitas menjadi senjang dan bersenjangan dengan kemampuannya menyublim H2O. Karena
kelambatan penyubliman itu, kasa langit menjadi rawan sehingga elektromagnetik yang tersimpan
di dalam sambungan sumber-sumber atom magnetik memantik. Sehingga mengakibatkan
persentuhan di antara mereka itu dan akan menjadikan sambungan sumber-sumber atom
magnetik itu akan menarik pemantik energi basah sebagai penghantar arus positif bersambungan
langsung dengan arus negatif ketika sampai ruang penimbunan karbondioksida pada awan
hampa.
Maka sesungguhnya keadaan itulah yang akan mengakibatkan betapa dahsyatnya
halilintar yang akan menghantarkan curah hujan. Sesungguhnya curah hujan itu akan tercurah
sangat deras. Dan pengaruh curah hujan itu akan dirasakan pada kelima benua.
Melalui peristiwa ini, Allah akan menyatukan kembali virus-virus ganas itu ke dalam alam,
sehingga mereka itu akan tertimbun. Sementara penjagaan terhadap virus kebal itu kini
dipersiapkan Allah melalui peringatan-peringatan-Nya itu, yaitu dengan menyerukan agar umat
manusia berhati-hati memperlakukan senjata nuklirnya itu dan berhati-hati menyimpannya.
Sungguh bencana virus kebal itu akan menjadi ancaman bagi umat manusia yang
sungguh sangat sulit mengatasinya. Malaikat Jibril turun bersama Nabi Isa mengajarkan
pengolahan kalbu, yang dapat menahan virus kebal itu memasuki jaringan tubuh. Melalui
pengolahan energi di dalam tubuh dengan kemukjizatan kalimat mutasyabihat Allah, maka dapat
dijadikan sebagai pencegahan dan kekebalan menolak virus-virus kebal itu. Sungguh itulah
pertolongan Allah. Dari bacaan kalimat yang diberkahinya, umat manusia insya Allah sanggup
melalui keadaan itu.
Mungkinkah kemukjizatan Allah itu dapat diperbanding-bandingkan? Mungkinkah umat
manusia dapat mencapai dan menyamai kekuasaan Allah? Kalimat mutasyabihat Allah adalah
pertolongan Allah.
42. Katakanlah: "Adakan perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan
orang-orang yang dahulu. Kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang
mempersekutukan (Allah)".
Umat manusia kini mempersekutukan Allah. Mereka telah menjadikan kekuasaan sebagai
berhala mereka. Mereka telah menjadikan teknologi sebagai Tuhan mereka. Dan juga orang-orang
musyrik ini telah membiarkan bangsa yang memiliki segala kemampuan teknologi adalah yang
menentukan segala kepentingan bagi umat manusia di muka bumi ini. Sesungguhnya melalui
teknologi, mereka telah meracuni keyakinan mereka kepada Allah, sehingga mereka berpaling.
Dan sesungguhnya yang demikian itulah orang-orang musyrik.
Mengapa dikatakan mereka itu orang-orang musyrik padahal mereka itu hanyalah orang-
orang yang pertama menyatakan kedaulatan mereka atas penemuan ilmu-ilmu mereka? Padahal
mereka itu hanya ingin menambahkan pengaruh dan kekuasaan mereka. Bukankah Allah yang
telah membuat mereka pandai? Dan bukankah Allah yang telah memberikan ilmu itu?
Sungguh bukan Allah yang telah memberikan ilmu-ilmu itu yang sementara ilmu itu akan
diperuntukkan memusnahkan umat manusia. Sungguh ilmu-ilmu sesat disumbangkan oleh iblis
kepada umat manusia. Iblis mempengaruhi pikiran umat manusia agar mereka menciptakan ilmu-
ilmu itu supaya dapat dijadikan pencabutan atas hak-hak mereka. Sudilah kiranya umat manusia
menyadari bahwa dengan diciptakan alat pemusnah kehidupan itu, bukankah umat manusia itu
telah menjadikan diri mereka sendiri kehilangan hak-hak mereka atas kehidupan itu?
Adakah ciptaan mereka itu tak mendekatkan mereka pada hari kiamat? Bukankah hari
kiamat itu adalah hari berakhirnya kehidupan manusia? Sungguh telah dipadankan oleh mereka
nafsu keserakahan terhadap kekuasaan yang telah dijadikan iblis untuk memalingkan umat
manusia dari kehidupannya sendiri dan mendekatkan dirinya sendiri kepada hari kiamat.
Binatang-binatang renik pun akan menjadi pemangsa. Dan jasad umat manusia terancam
kerapuhan. Umat manusia menderita penyakit tukak. Dan iblis terus berusaha mengelabui
manusia dengan penjaminan ruh. Sepuluh persen umat manusia akan dijangkiti penyakit
kerapuhan tulang akibat pengeroposan dan yang disebabkan racun dan pengaruh rangsangan
kerasnya obat-obatan, sebagian lagi menderita penyakit lemah lunglai dan susah berdiri berkaitan
dengan kemunculan penyakit baru oleh virus-virus kebal yang dapat melumpuhkan saraf dan
pertahanan tubuh. Dan selebihnya adalah penyakit yang diakibatkan oleh berbagai kontaminasi
dampak obat-obatan dalam larutan asam di dalam lambungnya. Sementara itu umat manusia
terbuai oleh penyiasatan ruh-ruh jahat yang berjuang menyerikatkan ruhnya dengan ruh manusia.
Buruknya keadaan itu disebabkan penciptaan obat-obat yang semakin tajam dan keras,
sedangkan obat-obat itu tak menjadikan kesembuhan. Selaput silang jaringan tubuh menjadi
tempat penimbunan pembuangan haemoglobin dan plasma-plasma darah non-aktif itu menyumbat
dan mengakibatkan peradangan. Sedangkan pengaruh obat-obat keras akan menimbulkan
dampak sampingan. Sehingga serum-serum yang dipakai menjadikannya imun dan justru akan
merusak sel-sel darah yang aktif.
Penyembuhan penyakit demi penyakit pun saling tertanggungkan. Demam semakin sulit
diatasi karena peradangan itu selalu berdampak dan semakin meruyak. Itulah kejenuhan tubuh
manusia menghadapi penambahan pemuaian obat-obatan yang juga menyebabkan iritasi pada
jaringan usus sehingga daya tahan tubuh manusia sangat lemah dan menjadi imun terhadap obat-
obatan dan menjadi lemah terhadap serangan penyakit-penyakit yang lainnya. Sungguh umat
manusia itu telah menjadi lemah oleh perkembangan ilmu-ilmu mereka sendiri.
Dari kedua penyebab itu, umat manusia menjadi semakin lemah dan semakin dikuasai
oleh iblis. Maka sungguh umat manusia itu telah masuk ke dalam jaring-jaring yang dibuat iblis.
Mereka telah terjebak di antara kebiadaban iblis dan ketakaburan umat manusia terhadap ilmunya.
Sungguh umat manusia memerlukan kendali yang kencang agar mereka dapat menyeimbangkan
kembali kehidupannya. Di akhir zaman ini Allah menurunkan kendalinya. Maka sesungguhnya
berita kebangkitan Nabi Isa ini adalah kendali itu.
43. Oleh karena itu, hadapkanlah wajahmu kepada agama yang lurus (Islam) sebelum
datang dari Allah suatu hari yang tak dapat ditolak (kedatangannya); pada hari itu mereka
berpisah-pisah.
Ayat ini mengingatkan umat manusia agar kembali kepada ajaran Islam. Karena ajaran
Islam-lah ajaran yang benar. Dan ajaran Islam lah yang membawa umat manusia kepada
keselamatan. Karena sesungguhnya Allah telah menurunkan Islam sebagai tuntunan bagi orang-
orang yang ingin selamat.
Maka sesungguhnya telah dinyatakan bahwa setiba waktunya, Allah akan menyusulkan
suatu keadaan yang tak dapat ditolaknya, yaitu pada suatu keadaan sebagaimana umat manusia
kehilangan tempat bersandarnya dan berlari-lari ingin menjauhi bencana-bencana sedangkan
mereka itu tak dapat menghindarinya. Dan di dalam keadaan yang lainnya adalah sebagaimana
Allah menjamin keselamatan bagi orang-orang mukmin yang beriman. Selayaknyalah umat
manusia itu selalu menjaga imannya. Karena yang dengan demikian itulah Allah menguatkan
mereka sehingga mereka dapat melalui keadaan itu. Sungguh keadaan itu sedang ditempuh oleh
umat manusia pada saat ini.
Sebelum keadaan itu diperlihatkan, Allah terlebih dahulu membiarkan umat manusia
saling menyatakan kekuasaannya. Sebelum umat manusia melihat penderitaan itu, mereka tak
dapat melihat diri mereka itu telah berdosa. Mereka tidak melihat kebenaran lagi. Salat dan
kemusyrikan dipadukan. Kebenaran dan kebatilan disatukan. Mereka tak melihat kebenaran lagi.
Pengaruh dan kekuasaan mereka itu melalui penyilangan alat-alat mereka di permukaan
bumi sehingga mereka mampu menguasai ilmu-ilmu yang menyerupai gaib. Mereka tak menapak
di tanah, melainkan melalui kepanjangan saluran, melalui pengemasan satelit. Energi dan panas
memuaikan magnetik sehingga mereka dapat melampaui waktu dan jarak jauh.
Dari manakah keunggulan itu? Sedangkan mereka itu tak memiliki kegaiban. Mereka
ingin melampaui fitrah mereka sebagai manusia. Adakah mereka itu menyimpang? Jarak dan
waktu memang dapat dipendekkan, dapat dibiaskan, dapat disekat-sekat, sehingga dimungkinkan
melipat batasan-batasannya, sehingga tayangan visualisasi keadaan apa pun dapat dibiaskan.
Penyampaian audio visual sebaik penyampaian rekaman tulisan dan suara. Sehingga
dimungkinkan dijangkaunya teknologi yang dapat menyempitkan bahkan sangat mendekatkan
jarak dan waktu sebagaimana halnya dengan kegaiban.
Adakah umat manusia itu tak diperkenankan meninggikan ilmunya? Sesungguhnya ilmu
dan teknologi itu kalau digunakan untuk keselamatan dan kemaslahatan umat manusia, maka ilmu
itu akan dijaga dan diberkahi Allah. Padahal oleh umat manusia, saat ini ilmu mereka itu banyak
digunakan untuk saling menyakiti dan saling menguasai.
Adakah ilmu akal itu tak terhingga? Dari ketinggian ilmulah umat manusia menjadi takabur
dan ingin menjadi penguasa di antara seluruh umat manusia. Teknologi secanggih apa pun tak
boleh dijadikan alat kekuasaan. Manakala teknologi telah menguasai umat manusia, dajjal
menjadikan teknologi itu pengendali baginya. Tak dimungkinkah umat manusia itu melambungkan
ilmunya untuk mencari kehidupan yang lebih mudah.
Peringkat ilmu selalu diturunkan Allah. Dungukah umat manusia selama ini? Dari
manakah kepandaian-kepandaian dan ilmu yang diperoleh umat manusia itu? Janganlah pernah
merasa bahwa ilmu itu milik umat manusia sendiri. Allah selalu menyampaikan kepada umat
manusia kelayakan ilmunya sesuai sebagaimana yang diusahakannya. Sehingga kini telah nyata
umat manusia itu telah memiliki ilmu yang sangat tinggi. Adakah akal itu bukan ciptaan Allah? Dan
adakah akal itu dapat berfungsi bila tak dikehendaki Allah? Adakah akal itu bisa disimpan atau bisa
dipindahkan sementara akal itu terus ingin ditingkatkan kemampuannya? Siapakah yang
menetapkan akal itu sebagaimana halnya yang demikian itu? Siapakah yang telah menyebabkan
akal itu dapat ditingkatkan kemampuannya, sedangkan umat manusia tak dimungkinkan
menyambungkan akalnya sendiri, sedangkan mereka tak dimungkinkan mengubah keadaan
akalnya itu tanpa terlebih dahulu menerima isyarat panduannya?
Siapakah yang mengatur jalannya akal itu? Dari mana munculnya isyarat? Sebuah ilmu
yang terlintas pada dirinya itu, siapakah yang melintaskannya? Padahal sebelum itu dia belum
merasakannya. Adakah mereka itu punya tangga untuk mencapai ilmu-ilmu itu? Adakah mereka
telah melihat itu sebelumnya? Maka pertanyakanlah itu. Adakah itu bukan pemberian Allah?
Sebaik ilmu, sebaik keinginan. Sejahat ilmu, sejahat keinginan.
Berilmulah kepada ilmu Allah, karena sesungguhnya ilmu Allah itu abadi. Ilmu Allah itu
sangat bermanfaat. Dan ilmu Allah itu adalah karunia. Berilmulah kepada ilmu yang baik sebelum
iblis menuntunmu kepada ilmu yang sesat. Siapa-siapa yang menjaga dirinya dengan memiliki
ilmu-ilmu yang bermanfaat, sesungguhnya merekalah yang akan meneruskan keseimbangan
kehidupan. Kepada merekalah akan diberikan tanggung jawab meluruskan dan meneruskan
kehidupan ini.
44. Barangsiapa yang kafir, maka dia sendiri menanggung kekafirannya. Dan barangsiapa
yang beramal saleh, maka mereka menyiapkan tempat (di surga)untuk diri mereka.
Allah telah menurunkan Al-Quran bagi siapa-siapa yang menginginkan keselamatan.
Allah memberikan akal dan pikiran bagi setiap manusia yang dilahirkan. Daripadanyalah mereka
dapat mempertimbangkan mana yang benar dan mana yang salah. Sesungguhnya kebenaran
ajaran Islam itu nyata dan tak perlu diragukan. Karena tak ada ajaran sesempurna ajaran Islam.
Karena sesungguhnya Allah menurunkan Islam untuk menuntun umat manusia mendapatkan
keselamatan di dunia maupun di akhirat. Siapa-siapa yang tak meyakini dan tak mau melihat
Islam, maka mereka adalah orang-orang yang kafir.
Janganlah menyatakan diri sebagai orang mukmin sebelum menemukan esensi ajaran
Islam dan sebelum menemukan penghayatan yang jernih dari Al-Quran. Karena, sesungguhnya
hanya kepada Al-Quran dan agama Islam-lah Allah menurunkan tuntunan-Nya kepada umat
manusia sehingga menemukan jalan keselamatan, di dunia maupun di akhirat.
45. Agar Allah memberi pahala kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh dari
karunia-Nya. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang ingkar.
Allah telah menurunkan Al-Quran untuk petunjuk bagi orang-orang yang beriman dan
beramal saleh. Karena sesungguhnya hanya orang-orang yang ingkarlah yang tak mau
mendengar apa-apa yang telah disampaikan Al-Quran. Dan sesungguhnya mereka buta, karena
mereka tak mau melihat kebenaran itu. Saat ini sungguh banyak orang-orang yang ingkar dan
musyrik, di samping orang-orang yang beriman dan beramal saleh. Karena sesungguhnya saat ini
telah banyak orang yang ingkar dan musyrik melainkan banyak juga orang-orang yang kembali ke
jalan Allah. Karena sesungguhnya saat ini Allah sedang menurunkan dan menaburkan rahmat-
Nya kepada mereka yang berusaha mencari jalan kebenaran.
Pada saat ini Allah sedang menyemaikan rahmat-Nya. Siapa-siapa yang menyuarakan
dan membela kebenaran, dan siapa-siapa yang mengimani Al-Quran dan ajaran-ajarannya di
antara melimpahnya orang-orang yang buta terhadap ajarannya, dan tak melihat kebenaran di
antara orang-orang yang ingkar dan musyrik. Maka sesungguhnya beriman di antara mereka itu
adalah berat. Karena sesungguhnya mereka selalu berusaha menegakkan kebenaran di antara
kejahatan.
Sungguh sulit memijakkan diri di atas kebenaran di antara kepungan dosa-dosa.
Sungguh keadaan sekarang ini, memilih kebenaran adalah pekerjaan yang berat.
Penyandang kebenaran terpaksa harus selalu menjaga dirinya agar tak bersentuhan
dengan kemusyrikan. Sedangkan dosa-dosa itu tak terlihat lagi bedanya dengan penyamaran
kebenaran. Di antara kebenaran dan dosa sungguh sangat banyak pembenaran-pembenaran,
dosa-dosa yang dilayakkan sebagai kebenaran, penyesuaian dosa menjadi kebenaran, dan dosa
dicampurkan sehingga terlihat seperti kebenaran. Sungguh sangat banyak terlihat dosa-dosa yang
menyerupai kebenaran. Manakah kebenaran itu? Dan manakah dosa itu? Kini semuanya
menyerupai.
Dosa riba yang dilayakkan sebagai sebuah sistem. Dosa maksiat yang dilegalisir dan
ditempatkan sesuai dengan kehendak mereka.
Penyatuan beberapa dosa seringkali menjadikan umat manusia itu biadab.
Membangkitkan mayat-mayat dari kubur dan menjadikannya tumbal, menjadikannya perekat
dengan ilmu iblis, berkasih-kasihan dengan sesama jenis, mengumbar nafsu melalui narkotika,
menyembah berhala dan musyrik, menemani iblis, menguatkan agama-agama baru yang
mempersekutukan Allah. Alangkah beratnya perjuangan orang-orang yang beriman di antara
perbuatan-perbuatan dosa itu.
Sungguh menempatkan diri pada kebenaran saat ini tak mudah. Maha Benar Allah dan
Maha Menjaga Kebenaran.
46. Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah bahwa Dia mengirimkan angin sebagai
pembawa berita gembira dan untuk merasakan kepadamu sebagian dari rahmat-Nya, dan
supaya kapal dapat berlayar dengan perintah-Nya, dan (juga) supaya kamu dapat mencari
karunia-Nya; mudah-mudahan kamu bersyukur.
Allah telah menjanjikan alam semesta bagi kelangsungan hidup umat manusia.
Sesungguhnya seluruh ciptaan Allah saling memberi kehidupan dan saling menjaga. Dan
demikian itu adalah tanda-tanda kekuasaan Allah. Betapa Allah telah menciptakan alam semesta
serta segala mahluknya untuk saling memanfaatkan. Dan sesungguhnya Allah Maha Pemurah dan
Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Allah memberikan nikmat bagi segala rahmat dan karunia-
Nya.
47. Dan sesungguhnya Kami telah mengutus sebelum kamu beberapa orang Rasul kepada
kaumnya, mereka datang kepadanya dengan membawa keterangan-keterangan (yang
cukup), lalu Kami melakukan pembalasan terhadap orang-orang yang berdosa. Dan Kami
selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman.
Allah selalu menyampaikan segala perintah dan segala kebenaran-Nya melalui orang-
orang yang ditunjuk, yaitu para Rasul. Allah selalu melindungi orang-orang yang beriman dan
beramal saleh. Sesungguhnya Allah selalu menurunkan peringatan-Nya kepada orang-orang
yang beriman dan beramal saleh untuk melindunginya. Ayat ini menjelaskan bahwa Allah akan
menurunkan peringatan melalui orang-orang yang ditunjuk-Nya, untuk melindungi orang-orang
yang beriman dan beramal saleh. Karena sesungguhnya Allah mencintai mereka.
Tandanya Allah selalu menurunkan Rasul-Nya, pertanda saat ini Allah sedang
menurunkan Rasul-Nya, yaitu malaikat Jibril. Malaikat Jibril-lah yang selalu menerima tugasnya
mendampingi umat manusia dan menyampaikan segala perintah dan peringatan Allah. Dan
melalui orang yang ditunjuk-Nya yaitu Isa yang dibangkitkan-Nya untuk melindungi orang-orang
yang beriman dan beramal saleh dan menempatkan dirinya menjadi penyambung ajaran Allah.
Ajaran-ajaran Allah, Islam, dan Nasrani. Karena sesungguhnya Allah mencintai mereka. Karena
sesungguhnya Islam itu ajaran Allah. Dan ajaran Nasrani pun ajaran Allah. Sesungguhnya Al-
Quran dan Injil itu adalah kitab suci yang diturunkan kepada hamba-hamba-Nya.
Melalui Malaikat Jibril, pertentangan dari keduanya akan diluruskan. Sesungguhnya
Malaikat Jibril itu akan tampil menyerupai manusia sebelum ditampilkannya Isa di antara umat
manusia. Sesungguhnya segala peringatan-peringatan Allah diberitakan oleh Malaikat Jibril dan
segalanya itu merupakan penjelasannya dalam penantiannya menyertai Isa. Sesungguhnya
penjelasan-penjelasan yang tertulis ini menyibakkan keberadaannya.
Siapa-siapa yang ditemuinya, hendaklah jujur menyatakannya. Siapa-siapa yang tak
mempercayainya, tanggapilah dengan mencari kebenarannya. Pernahkah seorang malaikat yang
menyatakan dirinya akan dibiarkan Allah? Sedangkan malaikat telah menyatakan dirinya, bahkan
telah menyempatkan menemani mereka yang mempercayainya. Malaikat Jibril menuntun mereka,
mengingatkan apa-apa yang harus dijauhinya, dan mendekatkan apa-apa yang harus diikutinya.
Siapa-siapa yang melihat petunjuk-Nya ini, bukakanlah hati menerima kebenaran itu.
Janganlah memperturutkan kemarahan karena tak mempercayainya. Allah selalu melindungi
seluruh ayat-ayat-Nya. Melalui penjelasan hikmah yang tersirat dalam surah Ar Ruum ini, Allah
menambahkan penjagaan-Nya.
Beranikah Malaikat Jibril dan orang-orang yang menyertainya itu mengelabui Allah?
Beranikah Malaikat Jibril yang telah menyatakan dirinya itu menjelaskan apa-apa yang
diamanahkan Allah, sedangkan Allah tak mengetahuinya? Bukankah jejak Malaikat Jibril itu tak
dimungkinkan dinyatakan kalau bukanlah dia sebenar-benarnya utusan Allah? Bumi ini tak akan
menerimanya. Dengan menyebutkan nama Malaikat Jibril, seluruh alam semesta Allah akan
menolaknya. Bumi dan langit akan menghalangi dan akan menghancurkan siapa-siapa yang
mengatasnamakan utusan Allah.
Bertahanlah semua wahai orang-orang yang telah menerima Takdir Allah ini. Tak akan
menjadi celaka apabila menempatkan dirimu bersamanya. Sesudah umat manusia menyekutukan
Allah, sesudah umat manusia berlumuran dosa, adakah Allah membiarkan itu semua?
Adakah umat manusia tidak memahami dengan apa-apa yang telah dijanjikan Allah?
Allah telah menjanjikan akan dibukanya mutasyabihat Allah dan akan diturunkannya kembali Nabi
Isa. Sudahkah umat manusia mau menyertai kebenaran itu? Sudahkah umat manusia ingat pada
janji-janji Allah itu? Janji-janji Allah selalu ditepati.
Tinggikanlah Arasy Allah. Sesungguhnya melalui ketinggian Arasy, Allah menurunkan
Takdir-Nya ini. Sesungguhnya Allah menempatkan Takdir-Nya ini di dalam kesucian Al-Quran dan
Injil-Nya.
Wahai umat manusia, berjuanglah di jalan Allah, dan berpegang teguhlah pada ayat-ayat
Allah di dalam kitab suci-Nya. Janganlah berseteru, karena sesungguhnya berseteru itu adalah
keinginan iblis. Berbicaralah yang baik-baik saja dari ayat-ayat Allah, dari kitab suci-Nya.
Janganlah memperturutkan keinginan iblis. Hindarilah tanda-tandanya, yaitu yang selalu
menginginkan umat manusia bermusuh-musuhan, yang selalu menginginkan umat manusia
mengikuti nafsunya, mengikuti angkara murkanya, dan yang selalu ingin mencela.
Berjamaahlah yang dipimpin dengan imammu, yang jujur, yang tidak munafik, dan yang
tidak menjual ayat-ayat Allah dan yang sangat takut menyerukan kebenaran sedangkan dirinya
diliputi dosa. Berjamaahlah wahai umat manusia, menemani Nabi Isa yang akan menyelamatkan
umat Nasrani, umatnya Nabi Isa, yang telah menuhankan dirinya, yang telah musyrik karena telah
menyekutukan Allah.
Sesungguhnya banyak di antara mereka yang tak menyadarinya. Sesungguhnya banyak
di antara mereka memuji Allah dan berbuat baik dan tak suka mencelakakan dirinya dengan
berbuat dosa. Sesungguhnya banyak di antara mereka yang beriman.
Tak dimasukkan mereka sebagai orang-orang yang benar karena kelalaian mereka yang
telah memahami ajaran Injil yang telah berubah dan tak sesuai lagi dengan yang dulu diajarkan
Nabi Isa. Sesungguhnya mereka itu meyakini Trinitas yang menurut keyakinan mereka Tuhan itu
menyatu, Tuhan itu terdiri dari Allah, Ruhul Kudus dan Isa. Manakah mungkin Allah itu disamakan
dengan Ruh Kudus maupun Isa sedangkan mereka itu adalah ciptaan Allah? Allah tak
dimungkinkan berada di antara ciptaan-Nya.
Berdamailah wahai umat-umat Allah. Sesungguhnya Al-Quran dan Injil itu diturunkan
Allah kepada umat manusia. Umat manusia berjamaah menjadi umat Nabi Muhammad Sallallahu
alaihi wassallam dan umat manusia juga berjamaah menjadi umat Nabi Isa Alaihissalam. Allah
akan menarik keduanya agar menjadi satu dan Allah akan menempatkan ajaran-Nya, yaitu Islam,
bersama-sama. Di antara keduanya, Islam-lah yang dipilih Allah untuk selalu dijaga-Nya. Islam-lah
agama yang dibenarkan Allah.
Berjanjilah wahai umat Islam, tak dipertentangkan lagi keberadaan umat Nasrani dan
kebenaran Injilnya. Karena malaikat Jibril dan Nabi Isa akan menyerukan bahwa Injil yang
dibenarkan Allah adalah Injil yang dahulu diajarkan Nabi Isa, yang di dalamnya terkandung ajaran
yang sama dengan Al-Quran. Maka pertanyakanlah kepada mereka, adakah mereka bersedia
menjadi saudara, menjadi pengikut Nabi Isa yang juga menjadi pengikut Nabi Muhammad
Sallallahu alaihi wassallam?
Wahai umat Islam, berjuanglah menyertai Nabi Isa, mengajak umat Nasrani menerima
agama Islam. Jauhkanlah godaan iblis yang selalu menginginkan umat manusia saling mencerca,
saling menghalangi, sehingga penyatuan umat Nasrani dan umat Islam ini dapat dihalangi dan
dapat digagalkan oleh mereka. Sungguh bukakanlah hati. Jernihkanlah hati nurani sehingga mau
melihat dan mau menerima kebenaran ini.
Wahai umat Islam dan umat Nasrani, tanggapilah seruan ini. Beritakanlah seruan ini.
Berdosalah mereka yang ingin menggagalkan kebenaran ini karena sesungguhnya Allah ingin
menghentikan penyekutuan umat manusia kepadanya.
Armansyah.,