Mengenal Jemaah Salamullah

Sebuah Takdir Menjelang Kiamat
Oleh : Lia Aminuddin



Hikmah Mutasyabihat Surah Ar Ruum

Persepsi

41. Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan 
manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan 
mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).
 
	Sesungguhnya kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh manusia sendiri telah 
menyebabkan penderitaan. Allah telah menciptakan alam semesta ini dengan keseimbangan. Saat 
ini telah terjadi pencemaran di laut maupun di darat.  Sesungguhnya segala penimbunan limbah di 
laut maupun di darat telah mengakibatkan kekebalan virus yang telah mengakibatkan terjadinya 
kekacauan sistem keseimbangan ekologi. Penimbunan sampah dan polusi yang disebabkan oleh 
industri dan otomotif serta tiadanya penjagaan kebersihan yang memadai telah menyebabkan 
terjadinya kontaminasi dengan virus-virus yang telah berubah habitatnya. 
	Sesungguhnya percobaan nuklir serta percobaan senjata kimia serta pencemaran laut 
akibat peperangan telah menyebabkan laut dan darat telah dipenuhi oleh virus-virus baru yang 
ganas, sehingga mengakibatkan umat manusia menderita. Berbagai penyakit tak dapat 
disembuhkan. Karena sesungguhnya semua ini adalah peringatan dari Allah. Ketika umat manusia 
mengalami penderitaan ini, Allah akan menunjukkan kekuasaan-Nya. Allah akan menurunkan obat 
bagi penyakit-penyakit itu, karena sesungguhnya Allah telah berfirman, Allah selalu menurunkan 
obat bagi semua penyakit. Sesungguhnya obat itu telah diturunkan. Dan sesungguhnya ini 
pertolongan Allah kepada umat manusia yang telah dijanjikan-Nya.
	Sungguh di zaman ini telah banyak penyakit-penyakit yang belum ditemukan obatnya. 
Dan sungguh penyakit-penyakit itu kini susah disembuhkan. Menyebarnya virus-virus baru yang 
ganas semakin menyulitkan manusia menyembuhkan penyakit dan menolong orang-orang yang 
sakit. Penyakit yang diderita itu segera merebak dan bernanah. 
	Penemuan obat pemunah terlangkahi oleh kekebalan virus-virus itu. Obat-obat yang 
dinyatakan valid dapat menyembuhkan ternyata tak bereaksi seperti yang diharapkan. Karena 
sesungguhnya virus-virus itu telah menjadi kebal  akibat kelalaian umat manusia sendiri. Mereka 
menjadi kebal oleh polusi dan radiasi. Mungkinkah bencana virus kebal itu dapat diakhiri, 
sedangkan mereka itu tumbuh dan berkembang tanpa dapat dihentikan dan tanpa dapat 
dihindarkan. Sedangkan umat manusia sulit menyamakan penemuan obat-obatanya dengan 
ketahanan dan pertumbuhan virus-virus itu. Mereka beterbangan dan menghuni tempat yang sulit 
dihindari karena sesungguhnya mereka itu telah hidup dan berkembang bersama-sama di dalam 
kehidupan umat manusia. Bagaimana mungkin mengenyahkan mereka padahal mereka itu 
beterbangan di antara oksigen yang dihirup umat manusia. 
	Mungkinkah umat manusia, melalui hidupnya dengan selalu mempergunakan masker 
agar dirinya itu terlindung oleh virus-virus ganas itu? Bumi ini dapat menjadi lengang oleh 
banyaknya orang-orang yang mati karena serangan penyakit. Sungguh keadaan itu bukanlah 
mengada-ada melainkan umat manusia telah merasakannya. 
	Adalah peringatan ini ditujukan kepada orang-orang yang telah melakukan perbuatan 
anarki, yang telah berlomba-lomba merakit senjata. Kecenderungan ingin berkuasa menjadikan 
umat manusia berlomba-lomba merakit senjata yang dapat mengakibatkan kemusnahan dan 
kerusakan yang sangat dahsyat bagi kehidupan umat manusia.  
	Penelitian-penelitian mereka, sebagaimana halnya mereka telah mengupayakan 
penelitian itu, berupa penyatuan-penyatuan dan penyubliman bahan kimia dan organik yang dapat 
disemaikan sehingga mampu dijadikan pengancam bagi pemusnahan kehidupan. Sudah 
bermunculan para perambah nuklir di mana-mana. Sungguh keadaan itulah yang menjadikan 
penyebab langit berkalang karena terjejali uap-uap udara kotor sehingga tak dimungkinkannya 
daya dorong dan pembiasan sebagaimana layaknya lagi.  Sehingga kelayakannya itu tak mungkin 
lagi dipertahankan, menjadikan kasa langit itu berubah. Sehingga telah terjadi kebocoran-keboran 
lapisan ozon.
	Pemburaman kasa langit dan pengurangan penebalan awan, yang memungkinkan 
penyubliman curah hujan yang layak dan pengaturan tahapan curah hujan berjenjang itu kini  tak 
dapat disesuaikan lagi. Perubahan itu menghasilkan pembiasan semampunya sehingga sistem 
relativitas menjadi senjang dan bersenjangan dengan kemampuannya menyublim H2O. Karena 
kelambatan penyubliman itu, kasa langit menjadi rawan sehingga elektromagnetik yang tersimpan 
di dalam sambungan sumber-sumber atom magnetik memantik. Sehingga mengakibatkan 
persentuhan di antara mereka itu dan akan menjadikan sambungan sumber-sumber atom 
magnetik itu akan menarik pemantik energi basah sebagai penghantar arus positif bersambungan 
langsung dengan arus negatif ketika sampai ruang penimbunan karbondioksida pada awan 
hampa. 
	Maka sesungguhnya keadaan itulah yang akan mengakibatkan betapa dahsyatnya 
halilintar yang akan menghantarkan curah hujan. Sesungguhnya curah hujan itu akan tercurah 
sangat deras. Dan pengaruh curah hujan itu akan dirasakan pada kelima benua. 
	Melalui peristiwa ini, Allah akan menyatukan kembali virus-virus ganas itu ke dalam alam, 
sehingga mereka itu akan tertimbun. Sementara penjagaan terhadap virus kebal itu kini 
dipersiapkan Allah melalui peringatan-peringatan-Nya itu, yaitu dengan menyerukan agar umat 
manusia berhati-hati memperlakukan senjata nuklirnya itu dan berhati-hati menyimpannya. 
	Sungguh bencana virus kebal itu akan menjadi ancaman bagi umat manusia yang 
sungguh sangat sulit mengatasinya. Malaikat Jibril turun bersama Nabi Isa mengajarkan 
pengolahan kalbu, yang dapat menahan virus kebal itu memasuki jaringan tubuh. Melalui 
pengolahan energi di dalam tubuh dengan kemukjizatan kalimat mutasyabihat Allah, maka dapat 
dijadikan sebagai pencegahan dan kekebalan menolak virus-virus kebal itu. Sungguh itulah 
pertolongan Allah. Dari bacaan kalimat yang diberkahinya, umat manusia insya Allah sanggup 
melalui keadaan itu. 
	Mungkinkah kemukjizatan Allah itu dapat diperbanding-bandingkan? Mungkinkah umat 
manusia dapat mencapai dan menyamai kekuasaan Allah? Kalimat mutasyabihat Allah adalah 
pertolongan Allah.
 
42. Katakanlah: "Adakan perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan 
orang-orang yang dahulu. Kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang 
mempersekutukan (Allah)". 
	Umat manusia kini mempersekutukan Allah. Mereka telah menjadikan kekuasaan sebagai 
berhala mereka. Mereka telah menjadikan teknologi sebagai Tuhan mereka. Dan juga orang-orang 
musyrik ini telah membiarkan bangsa  yang memiliki segala kemampuan teknologi adalah yang  
menentukan  segala kepentingan bagi umat manusia di muka bumi ini.  Sesungguhnya melalui 
teknologi, mereka telah meracuni keyakinan mereka kepada Allah, sehingga  mereka berpaling. 
Dan sesungguhnya yang demikian itulah orang-orang musyrik.
	Mengapa dikatakan mereka itu orang-orang musyrik padahal mereka itu hanyalah orang-
orang yang  pertama menyatakan kedaulatan mereka atas penemuan ilmu-ilmu mereka? Padahal 
mereka itu hanya ingin  menambahkan pengaruh dan kekuasaan mereka. Bukankah Allah yang 
telah membuat mereka pandai? Dan bukankah Allah yang telah memberikan ilmu itu?
	Sungguh bukan Allah yang telah memberikan ilmu-ilmu itu yang sementara ilmu itu akan 
diperuntukkan memusnahkan umat manusia. Sungguh ilmu-ilmu sesat disumbangkan oleh iblis 
kepada umat manusia. Iblis mempengaruhi pikiran umat manusia agar mereka menciptakan ilmu-
ilmu itu supaya dapat dijadikan pencabutan atas hak-hak mereka. Sudilah kiranya umat manusia 
menyadari bahwa dengan diciptakan alat pemusnah kehidupan itu, bukankah umat manusia itu 
telah menjadikan diri mereka sendiri kehilangan hak-hak mereka atas kehidupan itu?
	Adakah ciptaan mereka itu tak mendekatkan mereka pada hari kiamat? Bukankah hari 
kiamat itu adalah hari berakhirnya kehidupan manusia? Sungguh telah dipadankan oleh mereka 
nafsu keserakahan terhadap kekuasaan yang telah dijadikan iblis untuk memalingkan umat 
manusia dari kehidupannya sendiri dan mendekatkan dirinya sendiri kepada hari kiamat. 
	Binatang-binatang renik pun akan menjadi pemangsa. Dan jasad umat manusia terancam 
kerapuhan. Umat manusia menderita penyakit tukak. Dan iblis terus berusaha mengelabui 
manusia dengan penjaminan ruh. Sepuluh persen umat manusia akan dijangkiti penyakit 
kerapuhan tulang akibat pengeroposan dan yang disebabkan racun dan pengaruh rangsangan 
kerasnya obat-obatan, sebagian lagi menderita penyakit lemah lunglai dan susah berdiri berkaitan 
dengan kemunculan penyakit baru oleh virus-virus kebal yang dapat melumpuhkan saraf dan 
pertahanan tubuh. Dan selebihnya adalah penyakit yang diakibatkan oleh berbagai kontaminasi 
dampak obat-obatan dalam larutan asam di dalam lambungnya. Sementara itu umat manusia 
terbuai oleh penyiasatan ruh-ruh jahat yang berjuang menyerikatkan ruhnya dengan ruh manusia.
	Buruknya keadaan itu disebabkan penciptaan obat-obat yang semakin tajam dan keras, 
sedangkan obat-obat itu tak menjadikan kesembuhan. Selaput silang jaringan tubuh menjadi 
tempat penimbunan pembuangan haemoglobin dan plasma-plasma darah non-aktif itu menyumbat 
dan mengakibatkan peradangan. Sedangkan pengaruh obat-obat keras akan menimbulkan 
dampak sampingan. Sehingga serum-serum yang dipakai menjadikannya imun dan justru akan 
merusak sel-sel darah yang aktif. 
	Penyembuhan penyakit demi penyakit pun saling tertanggungkan. Demam semakin sulit 
diatasi karena peradangan itu selalu berdampak dan semakin meruyak. Itulah kejenuhan tubuh 
manusia menghadapi penambahan pemuaian obat-obatan yang juga menyebabkan iritasi pada 
jaringan usus sehingga daya tahan tubuh manusia sangat lemah dan menjadi imun terhadap obat-
obatan dan menjadi lemah terhadap serangan penyakit-penyakit yang lainnya.  Sungguh umat 
manusia itu telah menjadi lemah oleh perkembangan ilmu-ilmu mereka sendiri. 
	Dari kedua penyebab itu, umat manusia menjadi semakin lemah dan semakin dikuasai 
oleh iblis. Maka sungguh umat manusia itu telah masuk ke dalam jaring-jaring yang dibuat iblis. 
Mereka telah terjebak di antara kebiadaban iblis dan ketakaburan umat manusia terhadap ilmunya. 
Sungguh umat manusia memerlukan kendali yang kencang agar mereka dapat menyeimbangkan 
kembali kehidupannya. Di akhir zaman ini Allah menurunkan kendalinya. Maka sesungguhnya 
berita kebangkitan Nabi Isa ini adalah kendali itu. 
 
43. Oleh karena itu, hadapkanlah wajahmu kepada agama yang lurus (Islam) sebelum 
datang dari Allah suatu hari yang tak dapat ditolak (kedatangannya); pada hari itu mereka 
berpisah-pisah.
	Ayat ini mengingatkan umat manusia agar kembali kepada ajaran Islam. Karena ajaran 
Islam-lah ajaran yang benar. Dan ajaran Islam lah yang membawa umat manusia kepada 
keselamatan. Karena sesungguhnya Allah telah menurunkan Islam sebagai tuntunan bagi orang-
orang yang ingin selamat.
	Maka sesungguhnya telah dinyatakan bahwa setiba waktunya, Allah akan menyusulkan 
suatu keadaan yang tak dapat ditolaknya, yaitu pada suatu keadaan sebagaimana umat manusia 
kehilangan tempat bersandarnya dan berlari-lari ingin menjauhi bencana-bencana sedangkan 
mereka itu tak dapat menghindarinya. Dan di dalam keadaan yang lainnya adalah sebagaimana 
Allah menjamin keselamatan bagi orang-orang mukmin yang beriman. Selayaknyalah umat 
manusia itu selalu menjaga imannya. Karena yang dengan demikian itulah Allah menguatkan 
mereka sehingga mereka dapat melalui keadaan itu. Sungguh keadaan itu sedang ditempuh oleh 
umat manusia pada saat ini.
	Sebelum keadaan itu diperlihatkan, Allah terlebih dahulu membiarkan umat manusia 
saling menyatakan kekuasaannya. Sebelum umat manusia melihat penderitaan itu, mereka tak 
dapat melihat diri mereka itu telah berdosa. Mereka tidak melihat kebenaran lagi. Salat dan 
kemusyrikan dipadukan. Kebenaran dan kebatilan disatukan. Mereka tak melihat kebenaran lagi. 
	Pengaruh dan kekuasaan mereka itu melalui penyilangan alat-alat mereka di permukaan 
bumi sehingga mereka mampu menguasai ilmu-ilmu yang menyerupai gaib. Mereka tak menapak 
di tanah, melainkan melalui kepanjangan saluran, melalui pengemasan satelit. Energi dan panas 
memuaikan magnetik sehingga mereka dapat melampaui waktu dan jarak jauh. 
	Dari manakah keunggulan itu? Sedangkan mereka itu tak memiliki kegaiban. Mereka 
ingin melampaui fitrah mereka sebagai manusia. Adakah mereka itu menyimpang? Jarak dan 
waktu memang dapat dipendekkan, dapat dibiaskan, dapat disekat-sekat, sehingga dimungkinkan 
melipat batasan-batasannya, sehingga tayangan visualisasi keadaan apa pun dapat dibiaskan. 
Penyampaian audio visual sebaik penyampaian rekaman tulisan dan suara. Sehingga 
dimungkinkan dijangkaunya teknologi yang dapat menyempitkan bahkan sangat mendekatkan 
jarak dan waktu sebagaimana halnya dengan kegaiban. 
	Adakah umat manusia itu tak diperkenankan meninggikan ilmunya? Sesungguhnya ilmu 
dan teknologi itu kalau digunakan untuk keselamatan dan kemaslahatan umat manusia, maka ilmu 
itu akan dijaga dan diberkahi Allah. Padahal oleh umat manusia, saat ini ilmu mereka itu banyak 
digunakan untuk saling menyakiti dan saling menguasai. 
	Adakah ilmu akal itu tak terhingga? Dari ketinggian ilmulah umat manusia menjadi takabur 
dan ingin menjadi penguasa di antara seluruh umat manusia. Teknologi secanggih apa pun tak 
boleh dijadikan alat kekuasaan. Manakala teknologi telah menguasai umat manusia, dajjal 
menjadikan teknologi itu pengendali baginya. Tak dimungkinkah umat manusia itu melambungkan 
ilmunya untuk  mencari kehidupan yang lebih mudah. 
	Peringkat ilmu selalu diturunkan Allah. Dungukah umat manusia selama ini? Dari 
manakah kepandaian-kepandaian dan ilmu yang diperoleh umat manusia itu? Janganlah pernah 
merasa bahwa ilmu itu milik umat manusia sendiri. Allah selalu menyampaikan kepada umat 
manusia kelayakan ilmunya sesuai sebagaimana yang diusahakannya. Sehingga kini  telah nyata 
umat manusia itu telah memiliki ilmu yang sangat tinggi. Adakah akal itu bukan ciptaan Allah? Dan 
adakah akal itu dapat berfungsi bila tak dikehendaki Allah? Adakah akal itu bisa disimpan atau bisa 
dipindahkan sementara akal itu terus ingin ditingkatkan kemampuannya? Siapakah yang 
menetapkan akal itu sebagaimana halnya yang demikian itu? Siapakah yang telah menyebabkan 
akal itu dapat ditingkatkan kemampuannya, sedangkan umat manusia tak dimungkinkan 
menyambungkan akalnya sendiri, sedangkan mereka tak dimungkinkan mengubah keadaan 
akalnya itu tanpa terlebih dahulu menerima  isyarat panduannya? 
	Siapakah yang mengatur jalannya akal itu? Dari mana munculnya isyarat? Sebuah ilmu 
yang terlintas pada dirinya itu, siapakah yang melintaskannya? Padahal sebelum itu dia belum 
merasakannya.  Adakah mereka itu punya tangga untuk mencapai ilmu-ilmu itu? Adakah mereka 
telah melihat itu sebelumnya? Maka pertanyakanlah itu. Adakah itu bukan pemberian Allah? 
Sebaik ilmu, sebaik keinginan. Sejahat ilmu, sejahat keinginan. 
	Berilmulah kepada ilmu Allah, karena sesungguhnya ilmu Allah itu abadi. Ilmu Allah itu 
sangat bermanfaat. Dan ilmu Allah itu adalah karunia. Berilmulah kepada ilmu yang baik sebelum 
iblis menuntunmu kepada ilmu yang sesat. Siapa-siapa yang menjaga dirinya  dengan memiliki 
ilmu-ilmu yang bermanfaat, sesungguhnya merekalah yang akan meneruskan  keseimbangan 
kehidupan. Kepada merekalah akan diberikan tanggung jawab meluruskan dan meneruskan 
kehidupan ini.  
 
44. Barangsiapa yang kafir, maka dia sendiri menanggung kekafirannya. Dan barangsiapa 
yang beramal saleh, maka mereka menyiapkan  tempat (di surga)untuk diri mereka.
	Allah telah menurunkan Al-Quran bagi siapa-siapa yang menginginkan keselamatan. 
Allah memberikan akal dan pikiran bagi setiap manusia yang dilahirkan. Daripadanyalah mereka 
dapat mempertimbangkan mana yang benar dan mana yang salah. Sesungguhnya kebenaran 
ajaran Islam itu nyata dan tak perlu diragukan. Karena tak ada ajaran sesempurna ajaran Islam. 
Karena sesungguhnya Allah menurunkan Islam untuk menuntun  umat manusia mendapatkan 
keselamatan di dunia maupun di akhirat. Siapa-siapa yang tak meyakini  dan tak mau melihat 
Islam, maka mereka adalah orang-orang yang kafir.
	Janganlah menyatakan diri sebagai orang mukmin sebelum menemukan esensi ajaran 
Islam dan sebelum menemukan penghayatan yang jernih dari Al-Quran. Karena, sesungguhnya 
hanya kepada Al-Quran dan agama Islam-lah Allah menurunkan tuntunan-Nya kepada umat 
manusia sehingga menemukan jalan keselamatan, di dunia maupun di akhirat. 
45. Agar Allah memberi pahala kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh dari 
karunia-Nya. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang ingkar.
	Allah telah menurunkan Al-Quran untuk petunjuk bagi orang-orang yang beriman dan 
beramal saleh. Karena sesungguhnya hanya orang-orang yang ingkarlah yang tak mau 
mendengar apa-apa yang telah disampaikan Al-Quran. Dan sesungguhnya mereka buta, karena 
mereka tak mau melihat kebenaran itu. Saat ini sungguh banyak orang-orang yang ingkar dan 
musyrik, di samping orang-orang yang beriman dan beramal saleh. Karena sesungguhnya saat ini 
telah banyak orang yang ingkar  dan musyrik melainkan banyak juga orang-orang yang kembali ke 
jalan Allah. Karena sesungguhnya saat ini Allah sedang menurunkan dan menaburkan rahmat-
Nya kepada mereka yang berusaha mencari jalan kebenaran.
	Pada saat ini Allah sedang menyemaikan rahmat-Nya. Siapa-siapa yang menyuarakan 
dan membela kebenaran, dan siapa-siapa yang mengimani Al-Quran dan ajaran-ajarannya di 
antara melimpahnya orang-orang yang buta terhadap ajarannya, dan tak melihat kebenaran di 
antara orang-orang yang ingkar dan musyrik. Maka sesungguhnya beriman di antara mereka itu 
adalah berat. Karena sesungguhnya mereka selalu berusaha menegakkan kebenaran di antara 
kejahatan. 
	Sungguh sulit memijakkan diri di atas kebenaran di antara kepungan dosa-dosa. 
Sungguh keadaan sekarang ini, memilih kebenaran adalah pekerjaan yang berat. 
	Penyandang kebenaran terpaksa harus selalu menjaga dirinya agar tak bersentuhan 
dengan kemusyrikan. Sedangkan dosa-dosa itu tak terlihat lagi bedanya dengan penyamaran 
kebenaran. Di antara kebenaran dan dosa sungguh sangat banyak pembenaran-pembenaran, 
dosa-dosa yang dilayakkan sebagai kebenaran, penyesuaian dosa menjadi kebenaran, dan dosa 
dicampurkan sehingga terlihat seperti kebenaran. Sungguh sangat banyak terlihat dosa-dosa yang 
menyerupai kebenaran. Manakah kebenaran itu?  Dan manakah dosa itu? Kini semuanya 
menyerupai. 
	Dosa riba yang dilayakkan sebagai sebuah sistem. Dosa maksiat yang dilegalisir dan 
ditempatkan sesuai dengan kehendak mereka. 
	Penyatuan beberapa dosa seringkali menjadikan umat manusia itu biadab. 
Membangkitkan mayat-mayat dari kubur dan menjadikannya tumbal, menjadikannya perekat 
dengan ilmu iblis, berkasih-kasihan dengan sesama jenis, mengumbar nafsu melalui narkotika, 
menyembah berhala dan musyrik, menemani iblis, menguatkan agama-agama baru yang 
mempersekutukan Allah. Alangkah beratnya perjuangan orang-orang yang beriman di antara 
perbuatan-perbuatan dosa itu.
	Sungguh menempatkan diri pada kebenaran saat ini tak mudah. Maha Benar Allah dan 
Maha Menjaga Kebenaran.  
 	
46. Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah bahwa Dia mengirimkan angin sebagai 
pembawa berita gembira dan untuk merasakan  kepadamu sebagian dari rahmat-Nya, dan 
supaya kapal dapat berlayar dengan perintah-Nya, dan (juga) supaya kamu dapat mencari 
karunia-Nya;  mudah-mudahan kamu bersyukur.
	Allah telah menjanjikan  alam semesta bagi kelangsungan hidup umat manusia. 
Sesungguhnya seluruh ciptaan Allah saling memberi kehidupan  dan saling menjaga. Dan 
demikian itu adalah tanda-tanda kekuasaan Allah. Betapa Allah telah menciptakan alam semesta 
serta segala mahluknya untuk saling memanfaatkan. Dan sesungguhnya Allah Maha Pemurah dan  
Maha Pengasih lagi Maha  Penyayang. Allah memberikan nikmat bagi segala rahmat dan karunia-
Nya.
 
47. Dan sesungguhnya Kami telah mengutus sebelum kamu beberapa orang Rasul kepada 
kaumnya, mereka datang  kepadanya dengan membawa keterangan-keterangan (yang 
cukup), lalu Kami melakukan pembalasan terhadap orang-orang yang berdosa. Dan Kami 
selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman.
	 
	Allah selalu menyampaikan segala perintah  dan segala kebenaran-Nya melalui orang-
orang yang ditunjuk,  yaitu para Rasul. Allah selalu melindungi orang-orang yang beriman dan 
beramal saleh. Sesungguhnya Allah selalu menurunkan peringatan-Nya  kepada orang-orang 
yang beriman dan beramal saleh untuk melindunginya. Ayat ini menjelaskan bahwa Allah akan 
menurunkan peringatan melalui orang-orang yang ditunjuk-Nya, untuk melindungi orang-orang 
yang beriman dan beramal saleh. Karena sesungguhnya Allah mencintai mereka.
	Tandanya Allah selalu menurunkan Rasul-Nya, pertanda saat ini Allah sedang 
menurunkan Rasul-Nya, yaitu malaikat Jibril. Malaikat Jibril-lah yang selalu menerima tugasnya 
mendampingi umat manusia dan menyampaikan segala perintah dan peringatan Allah. Dan 
melalui orang yang ditunjuk-Nya yaitu Isa yang dibangkitkan-Nya untuk melindungi orang-orang 
yang beriman dan beramal saleh dan menempatkan dirinya menjadi penyambung ajaran Allah. 
Ajaran-ajaran Allah, Islam, dan Nasrani. Karena sesungguhnya Allah mencintai mereka. Karena 
sesungguhnya Islam itu ajaran Allah. Dan ajaran Nasrani pun ajaran Allah. Sesungguhnya Al-
Quran dan Injil itu adalah kitab suci yang diturunkan kepada hamba-hamba-Nya. 
	Melalui Malaikat Jibril, pertentangan dari keduanya akan diluruskan. Sesungguhnya 
Malaikat Jibril itu akan tampil menyerupai manusia sebelum ditampilkannya Isa di antara umat 
manusia. Sesungguhnya segala peringatan-peringatan Allah diberitakan oleh Malaikat Jibril dan 
segalanya itu merupakan penjelasannya dalam penantiannya menyertai Isa. Sesungguhnya 
penjelasan-penjelasan yang tertulis ini menyibakkan keberadaannya. 
	Siapa-siapa yang ditemuinya, hendaklah jujur menyatakannya. Siapa-siapa yang tak 
mempercayainya, tanggapilah dengan mencari kebenarannya. Pernahkah seorang malaikat yang 
menyatakan dirinya akan dibiarkan Allah? Sedangkan malaikat telah menyatakan dirinya, bahkan 
telah menyempatkan menemani mereka yang mempercayainya. Malaikat Jibril menuntun mereka, 
mengingatkan apa-apa yang harus dijauhinya, dan mendekatkan apa-apa yang harus diikutinya. 
	Siapa-siapa yang melihat petunjuk-Nya ini, bukakanlah hati menerima kebenaran itu. 
Janganlah memperturutkan kemarahan karena tak mempercayainya. Allah selalu melindungi 
seluruh ayat-ayat-Nya. Melalui penjelasan hikmah yang tersirat dalam surah Ar Ruum ini, Allah 
menambahkan penjagaan-Nya.  
	Beranikah Malaikat Jibril dan orang-orang yang menyertainya itu mengelabui Allah? 
Beranikah Malaikat Jibril yang telah menyatakan dirinya itu menjelaskan apa-apa yang 
diamanahkan Allah, sedangkan Allah tak mengetahuinya? Bukankah jejak Malaikat Jibril itu tak 
dimungkinkan dinyatakan kalau bukanlah dia sebenar-benarnya utusan Allah? Bumi ini tak akan 
menerimanya. Dengan menyebutkan nama Malaikat Jibril, seluruh alam semesta Allah akan 
menolaknya. Bumi dan langit akan menghalangi dan akan menghancurkan siapa-siapa yang 
mengatasnamakan utusan Allah. 
	Bertahanlah semua wahai orang-orang yang telah menerima Takdir Allah ini. Tak akan 
menjadi celaka apabila menempatkan dirimu bersamanya. Sesudah umat manusia menyekutukan 
Allah, sesudah umat manusia berlumuran dosa, adakah Allah membiarkan itu semua? 
	Adakah umat manusia tidak memahami dengan apa-apa yang telah dijanjikan Allah? 
Allah telah menjanjikan akan dibukanya mutasyabihat Allah dan akan diturunkannya kembali Nabi 
Isa. Sudahkah umat manusia mau menyertai kebenaran itu? Sudahkah umat manusia ingat pada 
janji-janji Allah itu? Janji-janji Allah selalu ditepati. 
	Tinggikanlah Arasy Allah. Sesungguhnya melalui ketinggian Arasy, Allah menurunkan 
Takdir-Nya ini. Sesungguhnya Allah menempatkan Takdir-Nya ini di dalam kesucian Al-Quran dan 
Injil-Nya. 
	Wahai umat manusia, berjuanglah di jalan Allah, dan berpegang teguhlah pada ayat-ayat 
Allah di dalam kitab suci-Nya. Janganlah berseteru, karena sesungguhnya berseteru itu adalah 
keinginan iblis. Berbicaralah yang baik-baik saja dari ayat-ayat Allah, dari kitab suci-Nya. 
Janganlah memperturutkan keinginan iblis. Hindarilah tanda-tandanya, yaitu yang selalu 
menginginkan umat manusia bermusuh-musuhan, yang selalu menginginkan umat manusia 
mengikuti nafsunya, mengikuti angkara murkanya, dan yang selalu ingin mencela. 
	Berjamaahlah yang dipimpin dengan imammu, yang jujur, yang tidak munafik, dan yang 
tidak menjual ayat-ayat Allah dan yang sangat takut menyerukan kebenaran sedangkan dirinya  
diliputi dosa. Berjamaahlah wahai umat manusia,  menemani Nabi Isa yang akan menyelamatkan 
umat Nasrani, umatnya Nabi Isa, yang telah menuhankan dirinya, yang telah musyrik karena telah 
menyekutukan Allah. 
	Sesungguhnya banyak di antara mereka yang tak menyadarinya. Sesungguhnya banyak 
di antara mereka memuji Allah dan berbuat baik dan tak suka mencelakakan dirinya dengan 
berbuat dosa. Sesungguhnya banyak di antara mereka yang beriman.
	Tak dimasukkan mereka sebagai orang-orang yang benar karena kelalaian mereka yang 
telah memahami ajaran Injil yang telah berubah dan tak sesuai lagi dengan yang dulu diajarkan 
Nabi Isa. Sesungguhnya mereka itu meyakini Trinitas  yang menurut keyakinan mereka Tuhan itu 
menyatu, Tuhan itu terdiri dari Allah, Ruhul Kudus dan Isa. Manakah mungkin Allah itu disamakan 
dengan Ruh Kudus maupun Isa sedangkan mereka itu adalah ciptaan Allah?  Allah tak 
dimungkinkan berada di antara ciptaan-Nya. 
	Berdamailah wahai umat-umat Allah. Sesungguhnya Al-Quran dan Injil itu diturunkan 
Allah kepada umat manusia. Umat manusia berjamaah menjadi umat Nabi Muhammad Sallallahu 
alaihi wassallam dan umat manusia juga berjamaah menjadi umat Nabi Isa  Alaihissalam. Allah 
akan menarik keduanya agar menjadi satu dan Allah akan menempatkan ajaran-Nya, yaitu Islam, 
bersama-sama. Di antara keduanya, Islam-lah yang dipilih Allah untuk selalu dijaga-Nya. Islam-lah 
agama yang dibenarkan Allah. 	
	Berjanjilah wahai umat Islam, tak dipertentangkan lagi keberadaan umat Nasrani dan 
kebenaran Injilnya. Karena malaikat Jibril dan Nabi Isa akan menyerukan bahwa Injil yang 
dibenarkan Allah adalah Injil yang dahulu diajarkan Nabi Isa, yang di dalamnya terkandung ajaran 
yang sama dengan Al-Quran. Maka pertanyakanlah kepada mereka, adakah mereka  bersedia 
menjadi saudara, menjadi pengikut Nabi Isa yang juga menjadi pengikut Nabi Muhammad 
Sallallahu alaihi wassallam? 
	Wahai umat Islam, berjuanglah menyertai Nabi Isa, mengajak umat Nasrani menerima 
agama Islam. Jauhkanlah godaan iblis yang selalu menginginkan umat manusia saling mencerca, 
saling menghalangi, sehingga penyatuan umat Nasrani dan umat Islam ini dapat dihalangi dan 
dapat digagalkan oleh mereka. Sungguh bukakanlah hati. Jernihkanlah hati nurani sehingga mau 
melihat dan mau menerima kebenaran ini. 
	Wahai umat Islam dan umat Nasrani, tanggapilah seruan ini. Beritakanlah seruan ini. 
Berdosalah mereka yang ingin menggagalkan kebenaran ini karena sesungguhnya Allah ingin 
menghentikan penyekutuan umat manusia kepadanya. 

Next : Misteri Ahmad dalam QS. 61:6
Sebuah Takdir Menjelang Kiamat 11


This Homepage is Copyright � 1996-1998, Armansyah.,
All Rights Reserved

Hosted by www.Geocities.ws

1