APAKAH             FESTIVAL           OWLERY

 

Bab1



Awal bulan Desember membawa angin dan hujan bersalju ke Hogwart.
Danau mulai mengeras, dan kastil pun sudah mulai ditutupi salju. Lupin
berjalan melewati pintu masuk Hogwarts, ia baru saja kembali dari
pondok Hagrid. Murid murid Hogwart yang Lupin yakin masih kelas 1
karena tubuhnya yang kecil berlarian di lorong – lorong Hogwart. Ia berjalan melewati salah satu murid yang menangis karena diganggu oleh Peeves. Ia masuk ke dalam ruang kerjanya, meraba mencari saklar lampu di kegelapan ruangan itu, dinyalakannya lampu yang ada di sebelah meja kerjanya.

Ruangan yang besarnya 4 x 4 itu nampak kosong karena hanya ada satu tempat tidur dengan tas kecil dia kaki tempat tidur, dan sebuah meja kerja. Lupin brsyukur, hembusan angin salju tidak terasa disini karena tebalnya dinding – dinding hogwart. Ia duduk di tempat tidurnya, memandang keluar, dang bulan akan keluar sebentar lagi pikirnya.

Tak lama kemudian, pintu ruang kerjanya diketuk dari luar, ketukan yang halus.
” Siapa?” tanya Lupin.
tak terdengar jawaban, tetapi pintu kembali diketuk. Lupin membuka pintu, Snape berdiri membawa botol besar berisi cairan berwarna hitam pekat.
”Oh kau Sna...”
”Kepala sekolah memerintahkanku” potong Snape sebelum Lupin selesai berkatam ”membuat ini dan memberikannya kepadamu, semoga berguna” kata Snape datar dan seketika berbalik dan menghilang di lorong.
Lupin melihat botol itu dan menarik kertas yang terselip di ujung tutup botolnya
” Minum sebelum kau bertransformasi, kesadaranmu tidak akan hilang”.

Lupin melipat kertas itu dan meletakkan botol ramuan itu di meja kerjanya, ia ragu, dari dulu ia selalu bereksperimen membuat ramuan sejenis, tapi hasilnya nihil, tak satupun berhasil, apalagi kali ini Snape yang membuatnya, tapi ia ingat Snape menyebutkan kata kepala sekolah, ia merasa sedikit yakin akan ramuan itu, Lupin tak pernah meragukan Dumbledore, tak pernah sedikitpun. Tapi dalam hati Lupin bertanya tanya, mengapa Dumbledore tak pernah sekali pun mengatakan hal ini?

Lupin berjalan di lorong Hogwart menuju kantor kepala sekolah, lukisan wanita cantik sedang tertawa bersama lukisan seorang pria yang Lupin yakin lukisan pria ini adalah lukisan yang digantung di sebelah pintu ruang kerjanya.
”Profesor, Profesor Lupin!”
Lupin tersentak katrena suara itu, Hermione berlari kearahnya.
”Profesor, saya ingin mengatakan sesuatu kepada anda?”
”Aku disini Hermione” jawab Lupin
” Siang tadi, saya tidak sengaja melewati Profesor Snape ketika ia berbicara dengan Malfoy, ia menjukkan pada Malfoy sebotol ramuan berwarna hitam pekat yang katanya akan diberikan pada anda”
” Ya, Profesor Snape sudah memberikannya padaku”
”Saya kira ini agak mencurigakan Profesor, Malfoy tertawa saat itu, begitu juga dengan snape. dan juga, dari buku yang baru saja saya buka di perpustakaan, setiap ramuan yang berwarna hitam pekat berbahaya jika diminum oleh manusia” kata Hermione.
berbahaya bagi manusia tapi tidak untuk manusia srigala, jawab lupin dalam hati.
” Karangan Libatius Borage?”
” Benar Profesor, Anda sudah tahu akan hal ini, jadi saya rasa anda tidak perlu meminum ramuan itu”
” Tenang Hermione, aku tahu tentang hal itu, tapi kurasa tidak mungkin Pofesor Snape akan memembahayakan hidupku, tapi, terima kasih atas perhatianmu, akan kupikirkan” jawab Lupin sambil tersenyum
” Sekarang aku permisi dulu, aku ada sedikit urusan dengan kepala sekolah”
”Kepala sekolah?, sebelum bertemu anda, saya bertemu kepala sekolah, sepertinya ia sedang mau pergi” kata Hermione
”Benarkah? Sungguh disayangkan..... kalau begitu, terima kasih Hermione”
” Tak apa Profesor, tapi saya mohon Profesor, pikirkan sekali lagi jika anda ingin meminum ramuan itu Profesor”
” Terima kasih Hermione, tapi kurasa, lebih baik kau pergi dari sini, lihat siapa yang datang”
Profesor McGonnagall dan Snape berjalan menuju arah Lupin.
”Kalau begitu, saya permisi dulu dulu profesor” kata Hermione sambil berlari meninggalkan Lupin

” Remus, kenapa kau disini?” kata Mc Gonnagall
”Aku baru saja mau ke kantor kepala sekolah” jawab Lupin.
Snape mengangkat tangannya seakan mengintrupsi omongan McGonnagal dan Lupin, ” aku ada urusan di ruang rekreasi Slytherin, jadi aku permisi dulu” potong snape dan berjalan melalu McGonnagal dan Lupin.
” Kau mau ke kantor kepala sekolah Remus? Dumbledore baru saja pergi ke kementrian, kau terlambat beberapa menit remus”
” yah, aku juga baru saja diberitahu oleh Hermione tadi, Hm... apakah tentang dementor?
” Sepertinya begitu, tadi Dementor baru saja menyerang anak kelas satu, hampir di kecup oleh dementor, dan tampaknya Dumbledore pergi ke kementrian untuk melaporkan hal ini, yah, kau tahu, dia sangat tidak setuju tentang adanya dementor di sekolah”
” Baiklah kalau begitu, terima kasih Profesor” jawab Lupin
” Bukan masalah remus” kata McGonnagal, ia pun kemudian berlalu.

Lupin kembali kekantornya. Ia berjalan ke arah jendela dan membukanya, Puncak pepohonan di hutan terlarang bergoyang ditiup angin dingin, lupin mengamatinya, menikmati sapuan angin dingin di wajahnya, memikirkan datangnya malam hari, saat ia berubah menjadi werewolf. Kemudian ia melihat sesuatu, makhluk yang belum pernah dilihatnya, serigala berwarna putih tapi dengan sayap lebar putih terentang seperti elang yang sedang terbang, meluncur keangkasa dari antara pepohonan, seperti burung raksasa yang berbentuk aneh. Dia melayang membentuk lingkaran besar, kemudian menukik lagi ke dalam pepohonan. Seluruh kejadian itu berlangsung cepat sekali. Lupin nyaris tak mempercayai apa yang baru dilihatnya, kecuali bahwa jantungnya berdegup kencang sekali.

Kembali    Next     Previous

Hosted by www.Geocities.ws

1