|
Prolog
Lupin tergolek, lemas,
dan dengan baju yang sudah robek di sana sini. 4 jam yang
lalu ia masih berlarian dengan keempat kakinya di fairest
Forest.
Tak lama, Lupin tersadar, ia berdiri dan menatap silaunya
sinar mentari, ia pun membersihkan debu debi yang ada di
pakaiannya, lalu ber-apparate menuju The Burrow.
*****
“ Remus, lihat dirimu, apa yang terjadi? apa pelahap maut
menyerangmu?” teriak Mrs. Weasley melihat kumalnya
penampilan lupin.
“Tenang Molly, aku baik baik saja, tak ada yang perlu
dikhawatirkan, semalam bulan purnama Molly” jawab lupin
santai.
Mrs. Weasley menarik nafas lega. “ Apa kau sudah makan? aku
baru saja membuat pie apel.”
“Yah, sebenarnya tadi malam aku sudah makan setidaknya 4
ekor kelinci malang, tapi… aku tak keberatan Molly”.
Dalam Orde, Molly Weasley sebenarnya lebih bertugas sebagi
”kepala rumah tangga” ketimbang bertempur dengan pelahap
maut. Ia lah yang bertugas mengurus segalanya tentang orde,
mulai dari pertemuan sampai urusan makan para anggota orde.
”Oh iya, Molly, bagaimana urusan Arthur? bukankah ia ke inda..
indanesa... apalah itu” tanya lupin.
“Indonesia Remus….” jawab Mrs. Weasley
“ Yah!, Indonesia! bagaimana urusannya? apa permasalahan
kementrian disana?”
“ Tsunami, yah.. begitulah para muggle mengatkannya” kata
Mrs. Weasley.
“ Betul betul Tsunami?” tanya lupin.
“ Jelas tidak remus… Naga air Bangkok, naga air Bangkok
mengamuk karena salah satu nelayan disana tidak sengaja
mencungkil mata makhluk itu leawat mata kail pancing mereka”
” Apa ada korban?”
” Beribu Muggle remus... Kementrian di Indonesia meminta
bantuan pada negara kita untuk membantu menenangkan naga itu,
lebih dari 200 penyihir kita ke Indonesia” jawab Mrs.
Weasley.
” Sehebat itukah naga itu?” tanya lupin kembali
” Arthur mengatakan naga itu naga terbesar dan tertua di
dunia, dari pada membicarakan hal itu remus, bagaimana kalau
kita sedikit bicara tentang dirimu”, kata Mrs. Weasley, ia
kemudian mengambil kursinya dan duduk di depan lupin yang
sedang menghabiskan sepotong besar pie apel buatannya. ”
Jika kau tidak keberatan....” sambung Mrs. Weasley.
Lupin menelan potongan terakhir pie-nya, kemudian minum jus
ganglion yang disediakan Mrs. Weasley untuknya, lalu ia
bersandar kekursinya.
” Apapun itu Molly sayang.....” Kata lupin.
Wajah Mrs. Weasley memerah.
” Apa kau sadar selagi menjadi Werewolf?” tanya nya
” Hm... aku tidak sadar akan diriku, tetapi ketika aku
kembali menjadi manusia, aku ingat segala hal yang terjadi
ketika aku menjadi werewolf”
” Kalau begitu ceritak kisahmu ketika menjadi werewolf remus”
tanya Mrs. Weasley.
” Ketika menjadi Werewolf? wah, tidak banyak yang bisa
kuceritakan pada mu Molly, kalau kuceritakan, pasti hanyalah
kebiadabanku sebagai werewolf” jawab lupin.
”Ayolah remus.... masa tidak ada satupun selama ini yang
berkesan”.
”Tubggu dulu.. ada!, ya ya... aku ingat, terjadi ketika aku
masih menjadi Professor di Hogwart!”
” Nah, Ceritakan” kata Mrs. Weasley.
” Baiklah...”
Kembali
Next |