APAKAH             FESTIVAL           OWLERY

 

Bab 1

 

Length: Bakal lumayan panjang
Bahasa: Indonesia, dong..
Rating: SU
Disclaimer: Semua yang berhubungan dengan Harry Potter milik JK Rowling


"Piala Dunia Quidditch tahun ini akan diadakan di Indonesia," Pelatih Timnas Quidditch Inggris Lucas Eriksson masuk kedalam ruang ganti dengan tergesa-gesa. "Kita akan latihan beberapa jam hari ini. Wood, pimpin tim. Aku ada urusan sebentar." Dan ia pun ber-Disapparate.

Harry Potter, seeker timnas Inggris mengangkat wajahnya dari Firebolt Phoenix miliknya yang sedang ia gosok. Tak masalah, pikirnya.

"Indonesia?" keeper timnas, Oliver Wood, berkata tak percaya. "Jauh sekali. Apa mereka siap mengadakan pesta akbar ini?"

"Cuacanya panas sepanjang hari di Indonesia," chaser Luna Lovegood angkat bicara. "Sihir kuno juga masih kuat disana. Tapi tak apa. Aku akan berusaha menangkap Genderuwo disana. Ayah pasti senang dan The Quibbler akan laku keras. Genderuwo makhluk langka yang hanya ada di Indonesia. Kuntilanak juga menarik untuk ditemui. Hantu ini bisa jadi saingan Banshee. Selain itu..."

"Luna, please. Jangan ngelantur," potong chaser yang lain Ginny Weasley sambil mengibaskan rambutnya. "Menurutku tak masalah main di Indonesia. Iya kan, Theo..." ia menambahkan sambil melirik mesra pada Theo Walcott, chaser.

"Tentu, Gin-Gin. Tak masalah asal ada kau," balas Theo tak kalah mesra.

Harry memandang mereka dari sudut matanya dengan perasaan muak. Seminggu yang lalu Ginny masih jadi miliknya, sebelum ia tergoda si tampan Walcott.

"Aku setuju dengan Ollie, jauh sekali. Hermione bisa membunuhku kalau aku pergi terlalu jauh tanpanya," gumam Ronald Weasley, beater, sambil melatih ayunan pukulannya.

"Aku tak suka dipanggil Ollie," kata Wood ketus. "Kau kan bisa mengajak tunanganmu itu ke Indonesia."

"Aku akan mengajaknya kalau Bulgaria tidak lolos seleksi. Aku tak mau dia bertemu Krum disana." Kata Ron keras.

"Tapi, yang paling penting kita harus dapat tiket ke Indonesia. Aku tak mau kita tak dapat tiket kesana. Ayo, Wood latihan sekarang." Milicent Bulstrode, cewek kekar partner Ron di posisi beater mengangkat pemukulnya.

"Baik. Kita latihan sekarang, dan bersikaplah profesional kalian berdua!" serunya kepada Walcott dan Ginny yang saling berangkulan di bangku tengah.

"Gin, kau memang sudah cukup umur. Tapi aku tetap abangmu yang akan melaporkan tiap gerak-gerikmu kepada Mum. JANGAN NEMPEL TERUS PADA WALCOTT, GINERVA!!!" teriak Ron sambil mengayunkan pemukulnya berbahaya.

"Kau benar-benar mirip tante-tante, Ron." Kata Ginny dingin.

"Sudahlah, ayo latihan." Harry menyela dan naik ke sapunya. Ia meluncur ke lapangan Quidditch, diikuti Wood, Bulstrode, Lovegood, Ginny, Ron, dan Theo Walcott.
____________________________________

"Keren, kita diliburkan waktu opening ceremony sama final piala dunia!" Gilang menatap pengumuman yang ditempel di aula Institut Sihir Indonesia.

"Dan ada tiket setengah harga buat murid-murid ISI," sambung Riza. "Tiap anak dijatah satu tiket."

Mereka berdua duduk di meja aula besar untuk sarapan. "Woi, Fer!" Gilang menyapa cowok berkacamata yang tenggelam dibalik koran yang sedang ia baca. "Udah diumumin dua puluh tim yang bakal ke Indonesia untuk pesta akbar ini?"

"Cih, bahasamu berat amat!" Riza mencibir sambil mengambil bubur ayam dan menabur cakwe banyak-banyak.

"Udah!" kata Feri cerah. "Indonesia masuk babak besar ini!!"

"Ah! Yang bener?" Gilang menarik koran yang sedang dibaca Feri. "Gila! Gara-gara banyak ujian jadi ketinggalan berita piala dunia!"

"Waaa... Indonesia masuk grup C bareng Inggris, Jerman, sama Ethiopia!" pekik Riza. Sikunya menyenggol gelas susu. "Hebat, ya! Kalo di tim sepak bola muggle kita nggak pernah lolos, lho..."

"Kok kamu tau?" tanya Feri.

"Aku kan kelahiran muggle. Lupa, ya?" kata Riza sambil membereskan susu yang tumpah. "Lang, coba bacain grup yang lolos."

"Oke," Gilang berdehem. "Grup A Swiss, Togo, Iran, Jepang. Grup B Turki, AS, Belanda, Brazil. Grup C Indonesia, Inggris, Ethiopia, Jerman. Grup D Argentina, Cina, Korsel, Pantai Gading. Grup E Prancis, Senegal, Italia, Spanyol. Seru... seru..."

"Gila! Bulgaria nggak lolos? Irlandia? Wah... wah... kok gila gini, yak?" Riza geleng-geleng kepala.

"Seminggu lagi opening ceremony piala dunia. Pasti seru banget ngeliat Indonesia tanding ama Inggris. Kan tim hebat, tuh Inggris." Kata Feri.

"Harry Potter kan main di timnas Inggris," kata Gilang sambil melipat korannya. "Wah, bakalan digulung abis Indonesia ama mereka. Potter, gitu!"

"Aku tau, sih dia ngalahin Voldemort. Tapi kan nggak berarti dia bisa seenaknya melibas tim kita. Pokoknya, aku seratus persen dukung Indonesia!" kata Riza.

"Woi, sarapan, woi. Ntar pada telat, lho! Si Supratman nih abis ini." Kata Feri.

"Iya, ntar dirubah jadi kodok, lho sama dia." Gilang nyengir.
____________________________________

"Yoo... balik lagi di Sihir Station, radionya penyihir keren di Indonesia barengan gue Ari Otot. Duh, baidewai kneazle gue sekarang banyak yang sakit. Mencret gitu. Nggak tau deh kenapa. Sedih gue... bahkan kemaren ada satu kneazle yang mati. Huhuhu, tinggal 67 deh kneazle gue! Sedih banget gue... err, ehm.. berhubung gue udah dipelototin produser gara-gara kebanyakan curhat, mendingan kita langsung aja ke topik kita hari ini yang tak lain tak bukan adalah.. Quidditch World Cup 2010! Yiiihaaa.."

"Prestasi besar dan acungan jempol buat Kementrian Sihir yang udah sibuk-sibuk nyiapin ini acara," ia bercuap. "Para gila Quidditch se-Indonesia bergembira ria! Nah, untuk menyambut itu kita bakal ngadain program Total Quidditch barengan gue disini selama piala dunia untuk ngebahas semua hal tentang Quidditch. Dari sejarah sampai berita yang terjadi berhubungan dengan Quidditch."

Ari melambaikan tongkatnya dan mengambil sekotak Kacang Klaten Segala Rasa Mbok Jah dengan mantra panggil.

"Dan jangan lupa momen ini dipersembahkan oleh... Kacang Klaten Segala Rasa Mbok Jah! Tiap kacang mengandung kejutan, asli dari kacang bermutu di Klaten! Dan untuk menyambut piala dunia ada rasa barunya, lho. Ada rasa Kulit Quaffle, Gagang Sapu, dan Tiang Gawang!" Ari mengunyah sebutir kacang. "Errr... sepertinya gue baru dapet rasa Keringet Pemain Quidditch, deh.."

"Well, untuk hari ini ada bintang tamu spesial yang udah hadir di sebelah gue. Dia ini jago terbang. Dia ini banyak digandrungi cewek-cewek. Dia ini kapten timnas Quidditch Indonesia. Siapa lagi kalo bukan Harianto!!" kata Ari riang. "Halo Harianto! Apa kabarnya? Sehat?"

Cowok bertubuh besar dengan jubah merah putih yang sedari tadi duduk di sebelah Ari berkata, "Halo, Ari. Yap, Alhamdulillah sehat.. sehat.."

"Great!" kata Ari. "Gimana, timnas kita udah siap menghadapi Inggris di partai pembuka?"

"Yah, kita sudah siap. Kami udah berusaha semaksimal mungkin dan kami bermain sangat bagus. Hal ini bisa dilihat waktu partai uji coba. Kami melibas Brunei Darussalam 230-150." Jawab Harianto. Matanya berkilat penuh semangat. "Inggris mungkin tim yang sangat tangguh tapi, kami optimis bisa menang."

"Para pecandu Quidditch dari seluruh dunia bakal tumpah ruah di Indonesia. Apa nggak nervous menghadapi penonton yang jumlahnya ribuan itu? Belum lagi timnas Inggris punya suporter fanatik mereka, Hooligan."

"Memang Indonesia baru sekali ini melaju jauh ke event besar seperti ini. Sebelum ini, kami cuma bisa sampai di tingkat Asia Tenggara dan itupun kalah. Tapi, kami yakin bisa mengatasi semua masalah itu. Kami punya skill dan itu membuat kami percaya diri di depan penonton," Harianto meneguk air yang disediakan. "Soal Hooligan itu, yah.. seperti yang kita tau Indonesia punya suporter yang nggak kalah rusuhnya. Bisa diimbangi, lah.. jadi nggak perlu khawatir. Tapi, kami mengharapkan nggak ada kerusuhan antar suporter seperti yang biasa terjadi. Pasti Kementrian Sihir punya solusi untuk itu."

"Oke.. terus, sapu official apa yang bakal dipake timnas kita?" tanya Ari.

"Kami bakal pake sapu yang dibuat dari kayu cendana dengan ukiran khas Jepara. Ditambah lagi dengan lidi dari pohon kelapa pilihan yang aerodinamis. Sapu ini akan dibuat oleh Mpu Gandrung, pengerajin sapu kelas satu yang sekarang tinggal di pedalaman Timika. Anti santet dan guna-guna," kata Harianto. "Pastinya sapu ini akan top sekali,"

"Apa nama sapu official ini?" tanya Ari lagi.

"Sapu Jagad Rantai Bumi Paku Alam Mangku Langit Sakti Mandraguna atau yang disingkat Sagarabukulamangitsaman," jawabnya. "Tidak dijual masal. Eksklusif, limited edition."

"Phew.. susah amat namanya.." komentar Ari. "Ya udah, nanti kita terusin lagi bincang-bincangnya. Tapi sebelum itu kita dengerin official song World Cup yang dinyanyikan oleh grup band ngetop tanah air, Santet on 7. Check it out!"
____________________________________

"Ayolah, Hermione.. ikutlah ke Indonesia.. kami akan pergi besok. Ikutlah.." pinta Ron memelas.

"Maaf, Ron aku tak bisa ikut kesana. Aku harus pergi karena ada urusan dengan kawan lama." Hermione menolak.

"Urusan itu kan bisa ditunda. Aku mungkin akan disana selama sebulan. Ayolah.. ayolah.." Ron masih memohon.

"Tak bisa, Ron. Aku sudah terlanjur berjanji dengannya. Urusan ini penting sekali dan tidak bisa ditunda lagi. Tanggal dan waktunya sudah ditetapkan. Aku tak bisa ikut denganmu. Maafkan aku." Hermione menepuk-nepuk tangan Ron dengan lembut sambil tersenyum memohon.

"Memangnya pergi dengan siapa, sih? Parvati? Lavender? Mereka pasti bisa mengerti kalau kau membatalkannya. Masa kau tak mendampingiku?" tanya Ron.

Hermione nampak agak salah tingkah. "Sebenarnya aku bukan pergi dengan mereka," ia menghindari tatapan menyelidik Ron. "Tapi, aku pergi dengan Viktor. Aku akan ke Bulgaria untuk..."

"Terserah padamu!" Ron bangkit dengan marah. "Kalau kau lebih memilihnya daripada aku, menikahlah dengannya nanti! Aku tak peduli!" Ia meninggalkan Hermione dengan kuping merah.

"Ron! Bukan begitu! Ron! Dengarkan aku!"

Namun Ron tak pernah menoleh lagi.
 

Kembali         Next

Hosted by www.Geocities.ws

1