APAKAH             FESTIVAL           OWLERY

 

Chapter Two
-News about somebody-

 




Setelah mengambil jus apel itu, aku duduk selama 5 menit sendirian di teras belakang. Sampai tiba-tiba aku merasakan ada yang menyelimuti punggungku dengan selendang tebal.

“ Dingin sekali di sini.. Sebentar lagi salju akan turun.. hati-hati nanti kamu sakit..” kata Lupin yang duduk disebelahku, lalu mengencangkan syal yang dikenakannya.

“Oh.. Hallo Prof. Lupin..”

“ Panggil saja Lupin.. toh aku sudah lama tidak mengajar di Hogwarts..” kata Lupin sambil meneguk secangkir kopi panas yang dibawanya. Aku mengangguk.

“Aaa.. Hogwarts.. sudah lama sekali tidak berada di sana.. Haha, aku ingat dulu saat ditahun ketiga kalian.. Kamulah yang pertama tahu kalau aku ini adalah manusia srigala..”

Aku tersenyum sambil mengingatnya. Mengingat juga betapa repotnya aku dulu saat mengambil banyak sekali mata pelajaran. Sehingga aku harus menggunakan jam pasir pembalik waktu.

“ Ditahun ketiga dulu banyak sekali dementor di Hogwarts ya.. Aku ingat Harry sampai terjatuh saat bermain Quidditch..” kataku pelan sambil meneguk jus apel yang kubawa. Aku merasa senang Lupin datang untuk menemaniku.. Dia orang yang paling dewasa dan enak diajak bicara tentang apapun.. Apa aku bisa bicara dengannya tentang perasaan khawatirku ini..?

“ Harry dan Ron..” kata Lupin pelan memandang lurus dengan tatapan kosong.

Aku langsung menoleh ke arahnya saat Lupin menyebut nama mereka.

“Tinggal mereka yang belum pulang.. Ini sudah memasuki hari ke-6 sejak pertempuran itu di mulai.. kita tidak tahu apakah Voldemort telah terkalahkan atau belum.. kita juga tidak tahu apakah tidak terjadi apa-apa pada Harry dan Ron..”

Mendengarkan Lupin mengatakan ini, aku membenamkan wajahku kedalam lipatan tanganku. Aku kan tidak biasanya cengeng. Bahkan sesering apapun aku bertengkar dengan Ron, aku jarang sekali menangis (walaupun pernah..). Tapi.. Rasa sedih benar-benar tak bisa kutahan.. Membayangkan Harry dan Ron masih berada disana.. 2 orang itu adalah sahabat terbaik yang pernah aku miliki. Selama 7 tahun kita selalu bersama.. kemanapun pergi selalu bertiga.. tapi kenapa sekarang aku disini tapi kalian berdua mati-matian bertempur di sana?!

“Cepatlah kembali, Ron.. Cepatlah kembali, Harry.. Aku menunggu kalian disini..” isakku pelan. Aku berusaha mengangkat wajahku.. menarik nafas dan berkata.

“Mereka pasti kembali kan? Mereka pasti pulang kan..?” kataku sambil menyibak rambutku dengan kedua tangan. Menatap Lupin dan mengharapkan jawaban baik.

Lupin tidak mengatakan apa-apa. Dia hanya menatapku dengan pandangan kosong.

“Kau tau, Hermione.. Apapun mungkin terjadi.. Hidup ini masih panjang, kamu baru berusia 17 tahun.. Begitu juga dengan Harry dan Ron.. Kalian telah melalui 7 tahun bersama.. Tentu kamu masih ingin bersama dengan mereka lagi kan di tahun-tahun mendatang..?”

Aku mengangguk.

“ Karena itulah kamu harus percaya dalam hatimu bahwa mereka tidak apa-apa. Dan akan segera kembali berkumpul denganmu..”

Sedih.. hanya itu yang bisa kurasakan sekarang.. Aku tidak bisa mengeluarkan mereka berdua dari pikiranku, aku merasa cemas setiap kali memikirkan tentang mereka..

“ Aku sering pisah dengan mereka saat liburan musim panas, dan aku selalu kengen mereka.. Rasa kangen itu wajar karena kita berpisah hampir sebulan lamanya.. Ta.. Tapi.. kenapa sekarang…” Aku berusaha bicara dengan jelas diantara isakku. Lupin meminjamkan sapu tangannya kepadaku.

“ Ta.. Tapi sekarang baru 6 hari.. Kenapa perasaan kangenku belum pernah sekuat ini pada mereka.. Sama seperti begitu banyak petualangan berbahaya yang kualami bersama mereka.. Ta.. Tapi rasa cemas dan takutku belum pernah sebesar ini..”

Sesuatu benda kecil jatuh ke pangkuanku.. Rasanya dingin..

Lupin melihat keatas. “ Salju sudah turun.. Ayo kita masuk ke dalam..”

Aku masuk mengikuti Lupin.. Lalu sarapan bersama yang lainnya. Semua orang memenuhi meja makan The Burrow. Mrs. Weasley menyihir meja makannya menjadi agak lebih panjang, sehingga cukup untuk kami semua. Semua kursi terisi. Kecuali dua kursi di kiri dan kananku. Aku tahu mengapa Mrs. Weasley menambah 2 kursi kosong.. Agar kita tidak merasa kekurangan anggota keluarga yang belum pulang itu. Sementara Mrs. Weasley duduk di tempat yang biasa di tempati oleh Mr. Weasley dulu.

Mrs. Weasley adalah wanita yang tabah menghadapi kematian suaminya dalam perang melawan Voldemort. Bellatrix Lestrange. Ya, dialah yang membunuh Arthur Weasley. Sama seperti yang dia lakukan terhadap Sirius.

Pada hari ketiga sejak peperangan di mulai, yaitu saat Fred dan George kembali. Mereka kembali dari peperangan karena bahu Fred tertusuk kutukan yang menembus bahunya, sedangkan George tidak sadarkan diri. Aku tahu dari kembar bersaudara itu kalau Bellatrix telah terbunuh oleh mereka berdua yang melontarkan kutukan Avada Kadavra kepada Bellatrix secara bersamaan.

Pada hari keempat, Lupin dan Tonks kembali. Lupin kembali dengan tubuh begitu banyak luka, membopong Tonks yang juga tidak sadarkan diri. Tonks terkena mantra beku tingkat tinggi. Baru kemarin malam Tonks sadar, karena ramuan buatan Fleur. Fleur dan Bill tidak ikut berperang karena Fleur sedang mengandung dan Bill dalam kondisi lemah sejak dia terkena gigit.

Aku melahap potongan terakhir dari roti panggangku, lalu meneguk segelas lagi jus apel. Aku melihat Ginny membantu Fleur turun dari tangga, kandungan Fleur memang sudah besar. Mungkin seminggu lagi juga akan lahir.

Aku merasa Ginny dan Fleur seperti aku dan Ron. Pada awalnya saling membenci, tetapi pada akhirnya bersahabat. Hubungan Fleur dan Ginny membaik saat Fleur menjadi tempat curhat Ginny, saat dia putus dari Harry tahun lalu.

“Aku merasa dia laki-laki..” kata Fleur saat begabung di meja makan. “ Dia terus menendang-nendang..”

Semua orang tersenyum mendengar berita ini. Memang kabar baiklah yang diperlukan saat ini, setelah begitu banyak kabar buruk yang sudah kami terima.

******************

Siang harinya Ginny mengajakku ke rumah kaca di sebelah taman The Burrow. Rumah kaca itu dibangun oleh Mrs. Weasley baru-baru ini. Selama 4 hari ini aku dan Ginny menanam berbagai macam tumbuhan sihir yang dapat digunakan sebagai obat.

“ Waa.. sudah tumbuh..” kata Ginny sambil memandangi bibit yang kami tanam itu. Ginny tersenyum seperti sedang mengingat sesuatu. “Dulu Dad sering mengajakku berkebun.. Dad..”

“Ginny.. Apakah kamu sudah mendengar kabar dari Neville..?” kataku sambil menyirami tanaman yang lainnya. “ Sebelum pingsan Neville bilang di melihat Harry..”

Aku melihat tubuh Ginny seperti tersentak. Pot air yang dibawanya hampir saja terjatuh. Seketika Ginny menjadi pucat dan menengok kearahku.

“Harry..?” tanya Ginny sambil membalik badan.

 

Kembali      Next      Previous

Hosted by www.Geocities.ws

1