|
Chapter 2: Dancing Elf
‘’Hi,Albus”sapa xiao yu.
“Hi. Aku sudah menduga akan bertemu dgn mu disini. Mom
bolehkah?”tanya Albus. “Oh tentu saja Albus, jangan jauh2
dan siapkan tongkat mu “. Albus meraba kedalam jubahnya,dan
untunglah hari ini dia tidak lupa membawa tongkat.
“Ok,ready to go” kata Albus sambil menggandeng tangan xiao
yu. Mereka menyusuri jalan Diagon Alley yg becek dan
berlumpur krn hujan. Akhirnya mereka berhenti di depan
sebuah kedeai yg di atas pintu masuk terdapat plakat lusuh
dengan tulisan besar-besar “ Dancing Elf “.
Albus mengambil tempat duduk dipojok.”Ok,mungkin kita harus
segera memesan sesuatu sebelum mr Red Horn menendang kita
keluar ’’ kata Albus yg disambut senyum oleh Xiao yu. Saat
Xiao Yu asik memilih menu mata Albus terpaku pada sosok tua
berjenggot yg duduk tidak jauh dari tempatnya.
“Albus apakah kau tau apa itu Bourbon Sling?” Tanya Xiao yu.
“Er no idea…tapi kelihatanya enak” jawab Albus sekenanya
sambil matanya terus tertuju pada sosok di sebelahnya.
15 menit kemudian minuman yg dipesan datang, dan tahulah
mereka berdua apa itu Baurbon Sling. Minuman ini berwarna
merah kecoklatan dan baunya mempunyai keharuman yg khas,
mengingatkan si pencium tentang suatu tempat yg tidak pernah
tersentuh musim dingin. Suatu tempat yg kaya dengan aroma
musim semi.
Albus duduk merapat disebelah Xiao yu , mata mereka beradu
dan ada kedamaian terpancar dari mata Xiao yu. “ Albus
maukah kau berjanji pada ku satu hal ?” Tanya Xiao yu
tiba-tiba. “ Er..ok “ jawab Albus.
“Berjanjilah kau akan selalu berdiri berseberangan dengan
evil apapun yg terjadi, dan Albus jangan pernah berhenti
mencintai ku “. Mendengar ini Albus perlu beberapa waktu
untuk mencerna arti kata-kata Xiao yu namun sebelum otaknya
pulih dari shock, Albus menangkap dengan sudut matanya
cahaya merah berpendar di tembok sebelah kanan dan seper
sekian detik kemudian tembok itu meledak.
Albus terlempar ke kiri, meja-meja terbalik dan tiba-tiba
beberapa sosok hitam secara bersamaan berkata AVADA KEDAVRA
. suara meraung memenuhi udara dan sinar hijau berkelebat
kemana-mana. Albus meraih tongkatnya, sosok tua yg tadi
duduk disebelah Albus sudah bangkit dan mulai betempur
dengan sosok-sosok hitam penyihir yg tetap menghujani
ruangan dengan berbagai kutukan.
Albus menoleh kekiri dan dia mendapati horror terbesar dalam
hidupnya, sesosok tubuh cantik tergeletak dengan mata
terbuka bahkan expresi kaget masih tersirat di wajahnya yg
cantik. Linglung dengan apa yg terjadi Albus meraba
pergelangan tangan si gadis, dan Albus mendapati pergelangan
tangan yg dingin dan sudah ditinggakan denyut-denyut
kehidupan.
Amarah memuncak dalam diri Albus darahnya serasa mendidih …ZIZAM
ARMANTE…seberkas cahaya keemasan keluar dari tongkatnya dan
menghantam sosok penyihir yg sedang melancarkan kutukan ke
pada sosok tua yg sekarang terlihat terdesak. Si penyihir
langsung terlempar menabrak temannya . Albus berdiri dan
mengarahkan tongkatnya kelantai…AMONDEUS….lantai kedai
tempat sosok penyihir hitam berdiri tiba-tiba bergerak
menggulung para penyihir yg berdiri diatasnya sebelum
kemudian meledak dengan kobaran api besar.
Tiba-tiba terdengar bunyi serentetan letusan dan sosok-sosok
penyihir hitam serta si penyihir tua hilang begitu saja .
Albus bersimpuh di sebelah tubuh Xiao yu,hatinya menjerit
menolak apa yg sudah terjadi. Amarah, penyesalan dan rasa
benci akan apa yg sudah terjadi memenuhi dadanya. Tak terasa
air mata meleleh membasahi pipinya, kenangan-kenangan
bersama Xiao yu berkelebatan di otaknya membuatnya semakin
sulit membendung air mata.
Kembali Next
Previous |