WWVGO

 English Version


Ditayangkan 15 April 1999

KUTU MILENIUM DALAM PENGHITUNGAN BIDANG AIRTANAH?

************

Airtanah merupakan salah satu sumberdaya alam yang terbaharui dan bersifat dinamis. Oleh sebab itu variable waktu sangat berperan dalam penghitungan bidang airtanah dalam segala aspek, seperti jumlah, waktu pengaliran, serta umur airtanah. Masukan data untuk penghitungan tersebut, berasal dari data yang umumnya tersimpan dalam suatu pangkalan data airtanah. Mengingat sifat airtanah yang dinamis tersebut, maka data airtanah selalu mengacu pada waktu tertentu atau berhubungan dengan rangkaian waktu (time series) tertentu, semisal data tentang muka airtanah.

Secara lebih khusus, pada dasarnya parameter airtanah yang menunjuk pada waktu tertentu atau satu rangkaian waktu, dan sangat berpengaruh dalam penghitungan di bidang airtanah adalah muka airtanah. Sementara variable waktu tersebut adalah:

  • kondisi waktu awal t0

  • kondisi waktu saat ini atau akhir tn

  • jeda antar waktu awal dan waktu saat ini/waktu akhir Dt = tn - t0

Dengan demikian, pembacaan atau masukan data yang salah tentang waktu tersebut, akan menimbulkan kesalahan dalam penghitungan airtanah semisal penyusunan hydrograph dari sumur-sumur pemantau, neraca air, ataupun pra kiraan kondisi airtanah berdasarkan penghitungan model di suatu cekungan tertentu. Pada akhirnya kesalahan tersebut akan memberikan arahan pengelolaan airtanah yang keliru, yang tentunya akan sangat merugikan masyarakat dan sumberdaya airtanah itu sendiri.

Saat ini hampir semua penghitungan di bidang airtanah dan perekaman data untuk keperluan pangkalan data dilakukan dengan bantuan komputer, dan bermacam perangkat lunak aplikasi penghitungan dipakai untuk keperluan tersebut.

Pemakaian komputer dan perangkat lunak aplikasi airtanah tersebut, di samping dampak positifnya, adalah pangkal kemungkinan terjadinya kesalahan penghitungan memasuki tahun 2000 (tahun terakhir sebelum masuk millenium ke tiga), sering disebut dengan "kutu milenium", apabila perangkat keras dan perangkat lunak tersebut tidak memenuhi kriteria tahun 2000 (Year 2000 atau disingkat Y2K Compliance).

Seperti dimaklumi, pada awal penggunaan komputer, karena masalah memori yang masih terbatas, maka penggunaan waktu tahun hanya ditulis dengan dua digit, sehingga dua digit 00 oleh komputer diartikan sebagai tahun 1900 ( dan ini bukan tahun kabisat). Konvensi penulisan waktu tahun dengan dua digit ini terus terbawa hingga sekitar dekade 90 an. Bagi komputer dan perangkat lunak yang tidak memenuhi kriteria Y2K, memasuki tahun 2000 nanti penghitungannya akan menghasilkan hal yang rancu, karena tahun 2000 (yang berupa tahun kabisat) akan diartikan sebagai tahun 1900. Sehingga dapat dibayangkan hasil penghitungan neraca air, hydrograph atau model airtanah, dengan masukan data parameter airtanah yang menunjuk pada rangkaian waktu t0 dan tn, akan rancu hasilnya. Belum lagi kalau komputer membaca data airtanah yang menunjuk pada t0 atau tn, sama dengan 29 Februari 2000.

Kutu milenium dalam bidang airtanah tidak hanya berpengaruh terhadap perhitungan yang bersifat teknik, tetapi juga dalam penata-usahaan airtanah semisal waktu pembaharuan izin usaha perusahaan pengeboran, izin pengeboran, dan izin pengambilan airtanah. Komputer akan salah mengartikan bahwa izin yang masih berlaku hingga tahun 2000 diartikan sebagai izin yang sudah kedaluwarsa dan pemegang izin harus segera memperbaharui.

Uraian singkat di atas memberikan gambaran bahwa kerancuan yang disebabkan oleh kutu milenium dalam penghitungan dan juga perekaman pangkalan data di bidang airtanah memasuki tahun 2000 yang tinggal beberapa ratus hari lagi, mungkin saja terjadi.

*************

Di Indonesia, bagi insitusi baik pemerintah maupun swasta yang berkaitan dengan airtanah yang belum menyadari pentingnya Y2K Compliance, meskipun sudah terlambat, masih lebih baik daripada tidak berbuat apa-apa, perlu melakukan beberapa upaya untuk mengantisipasi dampak kutu millenium.

Pada sisi perangkat keras periksalah sistem waktunya. Seperti kita ketahui setiap komputer mempunyai sistem jam yang terdapat pada BIOS (Basic Input/Output System), yang tertanam (embeded) pada salah satu chip komputer. Meskipun komputer mati, sistem jam akan tetap berjalan. Secara lebih rinci Anda dapat melihat di KOMPAS atau situs web lain yang membahas Y2K bug.

Anda dapat melakukan sendiri langkah sederhana untuk memeriksa apakah mesin Anda memenuhi kriteria Y2K, dengan melakukan hal-hal berikut:

  • Mesin dalam keadaan hidup
  • Set tanggal 31 Desember 1999
  • Set jam 23:58:00
  • Tunggu beberapa saat apakah tanggal menunjuk 1 Januari 2000
  • Mesin dalam keadaan hidup
  • Set tanggal 31 desember 1999
  • Set jam 23:58:00
  • Matikan mesin
  • Setelah dua menit hidupkan mesin
  • Periksa, apakah tanggal menunjuk 1 Januari 2000

Apabila pergantian berjalan mulus, mesin Anda memenuhi kriteria Y2K, dan tidak perlu membeli mesin yang baru.

Untuk lebih meyakinkan, coba Anda jalankan program pengetesan yang dapat anda download dari NSTL. Program pendek ini akan memberikan evaluasi apakah mesin Anda Y2K Compliance atau tidak.

Jadi dari sisi hardware jangan buru-buru mengambil keputusan untuk mengganti mesin Anda dengan yang baru!.

Dari sisi perangkat lunak, langkah-langkah yang perlu diambil agak rumit, karena di samping menyangkut biaya juga menyangkut keahlian pemrograman. Dari ribuan atau jutaan baris sumber program (source code) harus diteliti baris demi baris yang mengandung kode tahun dua digit dan programmer menuliskannya kembali dalam kode digit yang memenuhi kriteria Y2K.

Program aplikasi untuk penghitungan maupun pangkalan data airtanah banyak yang berupa paket maupun dibuat atas pesanan (tailored). Untuk program yang berupa paket dapat ditanyakan langsung kepada perusahaan penerbitnya, apakah programnya Y2K compliance. Sementara paket yang dibuat atas pesanan, pemrogramnya dapat dipanggil untuk menuliskan kembali programnya sekiranya tidak memenuhi kriteria tahun 2000.

Program yang berjalan di atas sistem operasi Linux biasanya sudah Y2K Compliance, karena sifatnya yang terbuka (open source code) sehingga siapa saja yang mengerti bahasa pemrograman dengan mudah dapat menyempurnakannya kapan saja.

Mengingat waktu yang tersisa, maka program aplikasi yang berupa paket yang dibeli dari perusahaan perangkat lunak airtanah, mungkin tidak terlalu mencemaskan, karena biasanya perusahaan tersebut sudah peduli terhadap dampak kutu milenium, sehingga program yang telah kita beli tinggal ditukarkan dengan yang sudah Y2K Compliance, hingga hampir tanpa biaya. Sementara untuk program pesanan, waktu yang tersisa mungkin tidak cukup (seandainya hingga saat ini belum ada langkah-langkah korektif) dan butuh biaya yang besar karena perlu kontrak kerja pemrograman yang baru.

**************

Bahwa penghitungan juga pangkalan data bidang airtanah terkait erat dengan variable waktu, maka kutu milenium pada tahun 2000 dapat mengakibatkan kerancuan dalam penghitungan teknik maupun penata-usahaan di bidang airtanah. Mengingat peristiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya, maka untuk menghindari hal-hal yang merugikan dalam pengelolaan airtanah di Indonesia, perlu segera diambil langkah-langkah antisipatif untuk mengatasi hal tersebut.

Langkah-langkah yang telah diambil di bidang perbankan, bidang yang paling rawan akan terkena dampak kutu milenium, seharusnya diambil juga di bidang airtanah, mengingat uang dan air mempunyai sifat yang serupa.

Meskipun waktu yang tersisa sudah sangat sedikit, namun lebih baik terlambat daripada tidak berbuat sama sekali. Apabila menggunakan falsafah untung, secara sinis mungkin dapat dikatakan, berbahagialah insitusi yang masih menggunakan cara-cara manual dalam melakukan penghitungan, perekaman data, dan penata-usahaan bidang airtanah, karena pergantian ke milenium baru tidak berarti apa-apa.

(Soetrisno S.)

**************

BACK

Redarrow © Copyright @wiligar SOHO Semua hak dilindungi. Dengan ini izin untuk menggunakan, menyebarkan dan menyalin
   dokumen dalam halaman ini, diberikan , sepanjang pengakuan dikreditkan kepada penulis. MCMXCVIII
Hosted by www.Geocities.ws

1