Friday, 9/05/03 6:44
In The Name of Allah The Most Gracious The Most Merciful
 


MUDA, MEDIA, DAN MASA DEPAN
Oleh : Doni Riadi

YOU ENTERING THE CENTER OF INTEGRATED GODSPOT MEDIA TERRITORY, SAY ASSALAMU'ALAIKUM BEFORE GET IN !. Kalimat itu terpampang di depan pintu gerbang masuk utama (maingate). Jika diterjemahkan, kira-kira berbunyi : ANDA MEMASUKI TERITORIAL PUSAT MEDIA FITRAH TERPADU, UCAPKAN SALAM SEBELUM MASUK !.

Di kawasan seluas kira-kira enam kali lapangan bola itu, berdiri dengan kokoh beberapa gedung yang didesain mengitari sebuah bangunan dengan arsitektur khas. Ya, ini adalah sebuah Islamic Center dengan sebuah masjid sebagai titik pusatnya.

Islamic Center ini mempunyai spesifikasi sebagai pusat multimedia. Ada komplek stasiun televisi dan radio lengkap dengan production house-nya. Di sebelah sisi yang lainnya adalah komplek penerbitan surat kabar dan majalah. Ada juga bangunan dengan banyak antena parabola yang dirancang sebagai pusat pengendali server dan cybermedia.

Dekat dengan masjid adalah gedung perpustakaan dengan ratusan ribu buku dan kitab didalamnya yang ter-komputerisasi. Pepustakaan ini sekaligus berfungsi sebagai pusat penerbitan buku dan markas beberapa kelompok studi wacana dan pemikiran yang melahirkan banyak buku, tulisan dan karya-karya intelektual.

Semua luaran (output) dari media-media itu bersifat multilingual, diterjemahkan dalam banyak bahasa dan memiliki jaringan luas yang dapat mencapai negara-negara manapun di seluruh pelosok dunia.
Di salah satu sudutnya berdiri pula pusat pendidikan jurnalistik dengan metode pengajaran muktahir yang ditujukan untuk mencetak para jurnalis multibangsa berkualitas sekaligus sebagai wahana penelitian dan pengkaderan jangka panjang.

Untuk urusan keamanan, tidak ada satupun detektor logam yang digunakan sebagai alat deteksi dini. Juga tidak ada kamera perekam dan petugas berseragam bertampang masam dengan senjata terkokang di tangan. Semua gejala overacting pengamanan yang merepresentasikan paranoid dan ketakutan akan adanya sabotase dan serangan terorisme tidak akan dijumpai di sini. Semuanya berjalan dengan alami dan humanis. Petugas meyakini 100 % sistem sekuriti yang digunakan.

Penemuan sistem tercanggih yang disebut sebagai pengamanan fitrah (godspot security) ini dapat mengubah orang dengan niatan buruk langsung berubah menjadi sosok yang penuh ramah dan kasih sayang ketika melangkahkan kakinya memasuki kawasan ini dari sudut manapun. Bahkan rudal jarak jauh hanya akan menjadi bongkahan besi ketika memasuki garis batas udara kawasan. Hulu ledaknya tak dapat meledak karena dijinakkan oleh sistem atmosfer fitrah (godspot atmosphere). Intinya, selain bencana alam, tidak ada bencana rekayasa manusia yang dapat menghancurkan areal terpadu ini.
Yang menarik adalah komunitas pekerjanya adalah dominan pemuda-pemuda terdidik dengan semangat energik yang terpancar dari raut mukanya. Suasana yang tercipta adalah suasana akrab, penuh persaudaraan, dan sangat menjunjung tinggi etika pergaulan antar lawan jenis dengan grafik angka pelecehan seksual yang mendekati titik nol.

Implementasi prinsip public relations berupa personal relationship (ukhuwah) menjadi pemandangan yang biasa dijumpai di komunitas ini. Meskipun berbentuk Islamic Center, ada beberapa pemeluk nonmuslim yang juga bekerja di sini. Namun mereka cukup enjoy karena sistem yang diciptakan mengapresiasi hak-hak mereka dengan baik, khususnya mengenai penghargaan atas profesionalisme kerja.

Dapat dipastikan, ketika waktu sholat tiba, masjid menjadi tempat yang paling ramai karena hampir semua pekerja kecuali mereka yang berada pada posisi tugas tertentu, berbondong-bondong ke masjid untuk merebut pahala utama sholat tepat pada waktunya.

Dan yang terpenting adalah, seluruh aktifitas pusat media terpadu ini didukung sepenuhnya oleh sang presiden. Sebagai kepala negara dan pemerintahan (umara), presiden yang satu ini memiliki keistimewaan tersendiri karena mempunyai kredibilitas dan kapabilitas dalam penguasaan ilmu agama (ulama). Karena itulah, sang presiden mengetahui dengan pasti apa dan bagaimana arti sebuah propaganda terhadap eksistensi negara dan agamanya dan seperti apa kebijakan yang tepat terhadapnya.

Lembaga-lembaga zakat nasional yang langsung dibawah kendalinya dan dikelola secara professional berdasar standar internasional ternyata terbukti dapat mengelola dana umat. Islamic Center terpadu ini bahkan hanyalah salah satu dari beberapa mahakarya yang dananya diperoleh dari lembaga zakat.
Kebijakannya mengganti mata uang negara menjadi dinar dan dirham juga berdampak positif dalam menciptakan stabilitas moneter karena meminimalisasi nilai inflasi yang disebabkan dolar AS. Bahkan setelah itu, nilai dinar jauh lebih tinggi dari dolar sehingga membuat status negara ini berubah dari negara debitor menjadi negara donor.

Propaganda vs Propaganda
Jenuh rasanya, berbicara mengenai kondisi umat Islam saat ini dalam kaca mata pesimistis dan ketidakberdayaan. Jeritan dan teriakan yang berusaha mencerahkan umat pun terdengar hambar karena kata kunci pelaksanaannya selalu digantungkan kepada orang lain. Padahal dalam dunia pergerakan Islam, populis retorika yang menyatakan bahwa kemenangan umat Islam adalah hal yang membahagiakan akan tetapi menjadi menyedihkan jika kemenangan itu diukir oleh orang lain bukan oleh tangan kita sendiri.

Karena itulah, penulis lebih memilih sudut pandang optimistis dan visioner dalam memandang masa depan Islam. Keterpurukan umat saat ini dibaca dalam kacamata positif sebagai tantangan untuk menumbuhkan semangat perjuangan. Bahkan dalam QS. 3:139, Allah sendiri telah menegaskan bahwa umat Islam tidak boleh merasa lemah dan bersedih hati (wa laa tahinuu wa laa tahzanuu) karena umat Islam adalah manusia yang diberi derajat paling tinggi.

Ilustrasi Pusat Media Fitrah Terpadu diatas adalah ekspresi kegeraman penulis terhadap serangan propaganda yang mengarah kepada umat Islam. Kita tak dapat berdiam diri, selalu dan selalu mengambil peran sebagai pihak yang bertahan. Sudah saatnya kita juga melawan propaganda dengan propaganda, melawan karya intelektual juga dengan karya yang setara. Hanya saja, jika propaganda mereka bersifat destruktif maka propaganda Islam bersifat konstruktif. Dengan kata lain, hakikat propaganda Islam adalah bagaimana cara mengangkat harkat manusia, memakmurkan bumi dan memberi rahmat kepada alam semesta. Pemuda khususnya mahasiswa adalah pihak yang sangat kompeten dalam melaksanakan aktifitas kontra propaganda. Dengan kemampuan pegetahuan dan kecerdasan yang melebihi orang awam, pemuda dapat mematahkan atau meluruskan propaganda yang merugikan umat Islam.

Meminjam istilah fitrah (godspot) dalam konsep ESQ-nya Ari Ginanjar Agustian, saya ingin menegaskan bahwa Islam adalah agama fitrah. Islam membimbing manusia yang memiliki kecenderungan menyembah Dzat ketuhanan dalam kerangka tauhidullah dan mewarisi sifat-sifat fitrah (suci) sebagaimana sifat Dzat yang menciptakannya. Sehingga, terminologi fitrah dalam kata Pusat Media Fitrah Terpadu memiliki konotasi makna yang sama dengan terminologi Islam itu sendiri.

Pusat Media Fitrah Terpadu itu terletak di Indonesia. Ia adalah ilustrasi Indonesia masa depan. Saat itu, Indonesia menjadi lokomotif kebangkitan Islam dan cikal bakal terbangunnya kembali internasionalisme ('alamiyah) Islam dalam satu sistem kekhalifahan.. Prediksi dan harapan ulama asal Mesir, Dr. Yusuf Qardhawi saat berceramah di Masjid Al-Azhar Jakarta pada awal-awal abad ke-21 , bahwa Indonesia memiliki prasyarat untuk menjadi garda terdepan dalam memimpin kebangkitan Islam, menjadi kenyataan. Indonesia telah membangun sebuah Pusat Media Fitrah Terpadu yang disegani dan menjadi rujukan banyak media dunia. Melalui pusat multimedia inilah nilai-nilai dan pemikiran Islam tersebar dan mendapatkan tempat di hati setiap manusia di penjuru dunia. Ia bahkan menjadi saingan utama dari dominasi multimedia yang dimiliki oleh kaum Yahudi di AS yang telah lebih dulu unggul sejak tahun 90-an.

Keunggulan Yahudi dalam hal media itu dipaparkan David Duke (Pustaka Tarbiatuna, 2001) yang mensinyalir bahwa media-media paling berpengaruh di AS dan menjadi rujukan dunia : The New York Times, The Washington Post, dan The Wall Street Journal dibawah pengaruh Yahudi. Termasuk juga tiga majalah utama : Time, Newsweek, dan US News and World Report dan media penyiaran utama Amerika seperti Time-Warner dan Disney, serta jaringan berita ABC, CBS, dan NBC.

Sehingga wajar jika kemudian Yahudi dapat membentuk opini dunia. Mendiskreditkan pihak-pihak yang tak disukainya. Mengubah seorang penjahat perang menjadi seorang pahlawan dan mengubah pahlawan menjadi seorang buronan. Wajar juga, jika kemudian melalui media ini mereka melakukan cuci otak terhadap banyak pemuda di negara manapun yang mereka inginkan dengan program-program media yang didesain sedemikian rupa. Prinsip siapa menguasai media akan menguasai dunia disempurnakan menjadi siapa yang menguasai pemuda dan media sekaligus maka dunia seisinya akan menjadi miliknya.

Kejahatan dan niat buruk Yahudi adalah fakta yang tak terbantahkan. Tidak hanya diabadikan dalam Al-Quran, sejarah dan fakta empirik pun membuktikannya. Sejak zaman para nabi dan rasul, Yahudi adalah pihak yang harus bertanggungjawab atas tragedi-tragedi kemanusiaan lingkup internasional. Dalam catatan Dr. Satori Ismail (2001), Talmud yang menjadi pedoman hidup Yahudi bahkan adalah manifesto yang paling berbahaya bagi perikemanusiaan karena menggariskan penghancuran total semua agama dan peradaban yang ada di dunia demi tegaknya zionisme internasional. Ia menjadi lebih berbahaya dari buku "Mein Kampf" karya Hitler yang menyatakan bahwa bangsa Jerman diatas semua bangsa di dunia.

Imperialisme modern dalam bentuk invasi pemikiran yang dijalankan Yahudi berkolaborasi dengan orientalis dan misionaris telah melenakan banyak kaum muda Islam, khususnya pada bangsa dengan kondisi yang makmur dan tenang. Kemakmuran warganya dan hegemoni kekuasaan pemerintah membuat kaum muda kehilangan sense of crisis dan aktifitasnya cenderung tertuju pada dirinya sendiri daripada untuk umatnya. Sehingga main-main dan hura-hura, yang lebih dikenal dengan sebutan generasi MTV, menjadi sebuah keniscayaan karena tidak ada hal yang membuat idealisme mudanya tertantang.

Dengan demikian, modal pertama dalam investasi jangka panjang masa depan adalah pencerahan kaum muda Islam. Walaupun semisal secara ekonomis makmur, namun kaum muda harus disadarkan bahwa 'moncong-moncong meriam' musuh tertuju padanya dari segenap penjuru. Bahwa dirinya dan segenap bangsanya dikuasai dan diperbudak oleh lawannya baik secara ideologis maupun materialis. Tidak ada alternatif baginya selain berjuang mendedikasikan dirinya untuk mengambil kembali hak-hak yang dirampas, membebaskan tanah airnya dari keterjajahan, dan mengembalikan kebebasan, kemuliaan serta nilai-nilai agung yang sempat hilang.

Agama Masa Depan
Mengubah suatu paradigma membutuhkan mekanisme, strategi, dan konsistensi yang bisa jadi melelahkan. Tapi kita bisa mencobanya secara praktis dengan memanfaatkan media. Selain melalui jalur pendidikan formal, kita juga dapat menempuhnya dengan memberi tontonan, siaran dan bacaan alternatif kepada kaum muda. Pusat Media Fitrah Terpadu didesain untuk memenuhi kebutuhan itu. Awalnya memang bersifat alternatif, namun lama-kelamaan ia akan menjadi kebutuhan dan diburu oleh banyak orang.

Futurolog John Naisbitt menyatakan bahwa pada zaman yang semakin modern dengan dominasi kecanggihan teknologi, akan tumbuh arus kuat berlawanan yang ingin merengkuh kembali nilai-nilai ketuhanan (back to God). Nah, Pusat Media Fitrah Terpadu ini memfasilitasi dan mengeksplorasi segala jalan untuk mendekatkan diri seorang hamba kepada Tuhannya tanpa harus mengeliminasi solusi perkembangan masalah-masalah kontemporer dunia.

Sebagai contoh, dari stasiun televisi ini, Anda akan dapat mengikuti liputan live 24 jam heroisme perjuangan intifadhah Palestina dan kebiadaban tentara Israel yang banyak ditutupi atau disiarkan secara tidak berimbang oleh media-media internasional lain. Di channel lainnya, Anda tetap tidak akan menemukan tayangan selebritis yang mengumbar aurat atau sinetron-sinetron remaja yang mengumbar cinta murahan. Di sini, Anda akan disuguhi konsep yang benar tentang bagaimana sejatinya Pernikahan Dini yang dimaksud oleh Islam. Anda juga akan melihat bagaimana cara Islam mengapresiasi seni dan budaya secara benar.

Dengan menyimak gelombang radionya, Anda akan disuguhi berita-berita bermutu berdasar kaidah jurnalistik yang ketat, isu-isu kontemporer, materi-materi pengkayaan ruhiyah, dan dialog-dialog berkualitas bersama para pakar yang memiliki kompetensi. Di saluran ini, Anda tidak akan mendapatkan sandiwara radio bernuansa klenik, lagu-lagu yang menghanyutkan atau iklan-iklan yang membohongi publik. Demikian juga dengan penerbitan buku, majalah, surat kabar, dan cybermedia-nya. Analisis depth reporting dan investigating report memberikan nilai diferensiasi tersendiri atas produk jurnalisme Media Fitrah Terpadu ini.

Kebenaran sejati dari perjuangan umat dan Islam sebagai rahmah yang sering disembunyikan oleh media lainnya, dikupas dengan berimbang, jelas dan jujur. Pertentangan kepentingan antara media sebagai idealisme dan industri yang membuat suatu media menjadi berpihak dan tendensius tak akan dijumpai di grup media ini. Prinsip yang digunakan adalah memberikan ruang sebesar-besarnya terhadap nilai-nilai fitrah dan tegaknya keadilan.

Perlahan namun pasti, sebaran informasi utuh tentang Islam dapat mengubah paradigma seseorang bahkan suatu bangsa. Dunia akan menyadari bahwa selama ini mereka terhalangi oleh sebuah konspirasi jahat yang menyuplai informasi dan pengetahuan salah tentang Islam. Dunia akan mengetahui betapa tidak ada satupun terminologi terorisme dikenal dalam ajaran Islam. Bahkan, fitrah Islam akan membongkar kedok siapa gerangan teroris dunia sesungguhnya sekaligus membongkar inkonsistensi dan standar ganda negara-negara yang mengklaim dirinya sebagai kampiun HAM dan demokrasi.

Tidak tertutup kemungkinan pada masa depan, di barat, Islam menjadi agama paling favorit. Walaupun saat ini pemeluk Islam baru seperlima dari penduduk dunia, namun statistik pertumbuhan Islam di barat yang terus menaik khususnya pascatragedi WTC 11 September 2001, membuat Islam bisa dipastikan menjadi agama yang memiliki masa depan paling cemerlang. Salah satu parameter adalah berdirinya masjid-masjid baru diatas tanah yang dulu berupa diskotik atau bahkan gereja yang terlantar karena ditinggal umatnya.

Michael Wolfe , dalam artikelnya yang berjudul "Islam: Agama Amerika Masa Depan ?" mencatat setidaknya ada tujuh karakteristik Islam yang cocok dengan kondisi Amerika saat ini dan masa mendatang. Ketujuh karateristik itu adalah : monoteistik, semangat demokratik, tradisi sufisme yang menarik, egalitarian, teliti soal makanan alamiah dan diet, toleran pada keyakinan / agama lain, dan semangat perjuangan kebebasan beragama. Persamaan karakteristik antara Islam dan Amerika itulah yang dapat memungkinkan umat Islam menjadi arus utama (mainstream) di Amerika.

Namun ujian berat berupa intimidasi, diskriminasi bahkan invasi militer terlebih dahulu harus dihadapi umat Islam. Ini merupakan dampak dari skenario-skenario keji yang mengasasinasi karakter Islam dari pihak-pihak yang tak menginginkan Islam menjadi besar. Bagi mereka yang beriman, justru ujian-ujian itu menjadi pertanda bahwa kemenangan telah semakin dekat., karena Allah tidak akan menjadikan kemenangan al-bathil atas al-haq secara berkelanjutan. Perlindungan dan kekuatan dijanjikan Allah dalam banyak ayat Al-quran, seperti Al-Baqarah: 257, Al-Hajj: 40, Ali Imron: 150, dan Al-Munafiqun: 8.

Muda Berjiwa Renta
Sejak dulu hingga sekarang, pemuda merupakan pilar kebangkitan. Dalam setiap kebangkitan, pemuda merupakan rahasia kekuatannya. Dalam setiap ide dan pemikiran, pemuda adalah pendukung utamanya. Sehingga ketika seorang pemuda tak berani mengungkapkan idealismenya hanya karena tak ingin dicap sebagai pengkhayal dan pemimpi belaka, maka dapat dikatakan jiwa renta telah merasuki semangatnya.

Perpaduan dua karakter antara pemuda (mahasiswa) dan Islam sesungguhnya melahirkan energi potensial yang dahsyat. Pemuda mewakili sifat idealisme dan energik, Islam mewakili manhaj atau sistem yang sempurna dan menyeluruh (syaamil wa mutakaamil). Sehingga gabungan keduanya dapat menciptakan perubahan tatanan dunia global. Sejarah telah mencatat, bahwa tokoh-tokoh assabiqunalawalun yang kemudian menjadi tokoh dunia adalah orang-orang muda semisal Ali, Zaid, dan Umar bukan Abu Jahal atau Abu Sufyan yang waktu itu menjadi tetua kaum Quraish.

Bayangan akan besarnya hambatan dan kondisi realita umat saat ini mungkin memadamkan semangat dan ide brilian pemuda seperti layaknya semburan hidrant memadamkan nyala korek api. Karena itu, para pemuda harus mempertebal bekal keimanannya. Karena tanpa keimanan yang kuat, tak mungkin pasukan Rasulullah pada perang Badar yang hanya 319 orang dapat mengalahkan pasukan musuh yang jumlahnya seribu. Bahkan, ketika ratusan ribu pasukan Byzantium (Rum) dan Persia menyerang bersamaan, kemenangan tetap berada ditangan pasukan muslim walaupun jumlahnya hanya ribuan atau jika dikalkulasi rasionya 1:10. Itu berarti terkadang, hitung-hitungan logis matematis tidak cukup dapat menjawab bagaimana efektifnya keimanan bekerja.

Karena itu, uraian tentang Pusat Media Fitrah Terpadu menurut penulis bukanlah suatu hal yang mustahil. Sebagai media propaganda Islam, ia akan dapat menjadi kenyataan manakala infrastruktur dasarnya juga terpenuhi. Infrastruktur tersebut adalah hadirnya seorang pemimpin yang memiliki karakter pembaharu, pemerintahan yang tidak mengekor ke barat karena adanya keraguan atas kekuatan nilai-nilai Islam, masyarakat yang berkarakter civil society, optimalnya lembaga zakat, sistem perekonomian non-ribawi dan pemuda yang menjiwai semangat jihad.

Namun, saat ini pemuda Islam khususnya Indonesia sedang menghadapi tantangan serius. Pertama, adalah beragam isme yang menawarkan beragam manhaj dan metode perjuangan. Tapi bagi saya, Islam an sich tanpa embel-embel lain dibelakang namanya-lah yang paling tepat untuk dijadikan sandaran fikrah beramal, berjihad, dan berjuang.

Kedua, pemerintah yang paranoid terhadap pemuda. Idealisme dan kekritisan pemuda dianggap sebagai suatu ancaman yang berbahaya terhadap kekuasaannya sehingga harus diberangus. Padahal, potensi pemuda mestinya wajib dimediasi oleh pemerintah sebagai investasi kekuatan jangka panjang dengan cara menyediakan media dan sarana bagi pemuda untuk mengaktualisasikan dirinya sesuai kompetensinya masing-masing. Totalitas perjuangan dan pengabdian pemuda tergantung pada bagaimana mereka dididik dan dibesarkan pada awal mulanya.

Last, wasiat Jenderal Shalahuddin Al-Ayyubi, sang penakluk Yerusalem ini layak untuk direnungkan bagi setiap pemuda yang menginginkan panji-panji Islam bertebaran di muka bumi:
"Kini saatnya bagi kita untuk bangkit. Telah tiba saatnya bagi kita bersama membuang selimut kemalasan. Saatnya sekarang memanggil dan mengumpulkan mereka, laki-laki yang didalam urat nadinya mesih mengalir darah keimanan. Kami yakin, segala puji hanya bagi Allah Tuhan Seluruh Alam atas limpahan pertolongan-Nya sehingga keikhlasan dan kesungguhan hati serta ibadah kepada-Nya tetap terus berlangsung, Insya Allah orang kafir akan hancur, dan iman serta kebenaran akan tegak menjulang". []

(Tulisan Visioner ini Ditulis dalam rangka 'Second Islamic Book Fair' Jakarta, Maret 2003)

"Ilmu lebih utama dari harta, karena pemilik harta bisa mengaku Tuhan akibat harta yang dimilikinya, sedang orang yang berilmu justru mengaku sebagai hamba karena ilmunya."

(Ali bin Abi Thalib)

All Rights Reserved © 2003, dedicated to godspot journalism, designed by bro_doni under Dreamweaver 4, Swish 2.0, and Photoshop 7.0
1