Re: TUHAN YESUS DIPAKSA BER-DOSA

Note: Tanggapan dengan tulisan warna biru

From: ishaknatan <[email protected]>
To: SATARE GUTO <[email protected]>
Date: Mar 2 2000 - 11:48am

SATARE GUTO wrote:

> TUHAN YESUS DIPAKSA

dicobai supaya

> BER-DOSA
>
> Dengan hormat
>
> Setelah Yesus selesai dibaptis oleh Yohaness Pembaptis, maka Yesus di bawa
> ke > padang gurun untuk dicobai.
> Sebelum-nya Yesus puasa 40 hari tidak makan.
> Rupa-rupanya Yesus akan mengalami peristiwa yang sangat penting sehingga IA
> harus terlebih dahulu puasa.
> Peristiwa ini begitu penting baik bagi Yesus maupun bagi BAPA SORGAWI dan
> bagi seluruh Umat Manusia.
> Bila Yesus gagal, maka BAPA SORGAWI harus mencari upaya lain untuk
> menebus Umat ciptaan kesayangan-NYA yaitu MANUSIA.

mungkin ya, mungkin tidak, karena kita tidak diberi tahu.

> Kemungkinan ada perasaan was-was dalam hati BAPA SORGAWI. Pengalaman
> kegagalan Adam di Taman Eden dahulu kala masih membekas dalam ingatan
> BAPA SORGAWI. Betapa tidak sedihnya BAPA SORGAWI melihat kegagalan
> Adam dikala itu.

yang jelas TUHAN Allah memanggil: "Dimanakah engkau ?' Panggilan dari
'seseorang' yang kehilangan 'fellowship'.

> Bila saja pada saat itu Adam tidak gagal, maka sudahlah jelas
> bahwa Alkitab tidak akan setebal sekarang ini. Alkitab akan ber-isi 2 (dua )
> lembar hanya sampai Kejadian 3: 5. Kegagalan Adam telah membuat Alkitab menjadi
> beribu-ribu lembar. Dan bila tidak dibatasi, maka Dunia ini tidak akan
> sanggup menampung semua buku yang ditulis tentang Yesus yang adalah Messiah
> Juruselamat Umat Manusia.

> Apakah Yesus dapat berhasil mengatasi cobaan dari Iblis ini? Begitulah
> kira-kira > pertanyaan yang timbul di dalam hati BAPA SORGAWI.
> Adam saja telah gagal, apakah Yesus akan berhasil? Bila dilihat dari lokasi
> tempat > peristiwa itu terjadi, maka posisi Adam sebenar-nya lebih menguntungkan dari
> posisi Yesus. Adam ketika itu ber-ada di lokasi sejuk aman tentram
> menyenangkan > penuh kekenyangan makanan. Sedangkan Yesus ber-ada pada lokasi gersang panas
> padang gurun kelaparan.

> Tidak heran bila BAPA SORGAWI dag-dig-dug was-was
> menantikan hasil akhir dari pencobaan itu.

tafsiran eixegese, dari luar masuk kedalam ayat...[lawan dari exegese]


> BAPA SORGAWI masih ingat kurang dari 6 (enam) hari yang lalu, satu hari
> buat > TUHAN adalah 1000 tahun buat manusia, bagaimana Adam dikalahkan oleh Iblis.
> Bila saja pada waktu itu Iblis kalah, maka sudahlah jelas Yesus tidak perlu
> lagi > mengambil rupa sama dengan ciptaanNYA manusia. Betapa berat bagi Yesus
> untuk mengambil rupa ciptaan-NYA sendiri. Suatu penghinaan yang tidak bisa
> dilupakan begitu saja. Bila saja pada waktu itu Adam menang atas Iblis, maka
> tamatlah sudah eksistansi dari Iblis itu. Tapi kini semua hanya impian saja.
> Adam gagal melawan Iblis dan Manusia  harus menderita akan kegagalan ini.

kata yang lebih pas - ketidak taatan- dari Adam membuka pintu masuknya DOSA.
Roma 5:12-21. Ketidak taatan mengandung unsur -tidak percaya-

> Iblis juga mempersiapkan diri-nya dengan mantap. Ini adalah kali kedua ia
> mencobai manusia. Yang pertama ialah di Taman Eden. Dan sekarang yang kedua
> di padang gurun. Iblis bangga bahwa ia telah leading 1 – 0 terhadap TUHAN.
> Bila > saja kali ini ia menang lagi, maka posisi score akan 2 – 0 bagi kemenangan
> Iblis. Taktik yang digunakan oleh Iblis untuk memenangkan pertandingan ini tetap
> saja  sama. Iblis tetap mengunakan SAMA SEPERTI TUHAN untuk mengalahkan
> Yesus. Karena Iblis tahu bahwa SAMA SEPERTI TUHAN itu sangat ampuh dan
> mujarab untuk mengalahkan lawan-lawan-nya.
> Hanya saja variasi untuk menyampaikan perkataan SAMA SEPERTI TUHAN itu
> harus dirubah sehingga tidak begitu jelas menuju sasaran dan dibuat agak
> samar- > samar sehingga lawan-nya bisa terkecoh akan hal itu.
>
> DOSA yang ditawarkan Iblis kepada Yesus tetap saja sama seperti yang
> ditawarkan-nya kepada Adam yaitu SAMA SEPERTI TUHAN.

tidak selalu.(1 Yoh 2:15-17)
Pencobaan 'roti' identik dengan keinginan daging - to do
Pencobaan 'terjun' identik dengan keangkuhan hidup - to be
Pencobaan 'sembah' identik dengan keinginan mata - to have
Dalam bahasa Indonesianya 'Tiga TA'
waniTA (to do) - harTA (to have) - tahTA (to be)
Hawa terjungkal karena ketiga unsur ini dipakai semua.
Adam jatuh karena tidak taat. Tidak taat karena tidak percaya.
>
> Iblis tidak menawarkan kepada Yesus agar Yesus melakukan kejahatan spt:
> Mencuri, membunuh, berbohong, melawan, dengki, iri, benci, marah, zinah,
> perkosa, mabuk, judi, narkotik, cabul, pesta pora dll.
> Iblis juga tidak menganjurkan Yesus agar melakukan Galatia 5:19-21 (
> Percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir,
> perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri,
> percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan
> sebagainya yang tidak tercantum disini ).

> Iblis tahu persis bahwa hal-hal ini bukan DOSA dipemandangan TUHAN. Hal-hal
> ini hanyalah manifestasi dari DOSA. Dan DOSA itu sendiri adalah MAU SAMA
> SEPERTI TUHAN.

manifestasi ya, hakekat DOSA yaitu membelakangi sang Pencipta,
memberontak, I will run my own life. Definisi DOSA a.l. missing the mark (hamartia).
MAU SAMA SEPERTI TUHAN salah satunya.

>
> Iblis sudah mendapatkan dua (2) buah bukti akan hal ini.
> Pertama: Bukti atas pengalaman-nya sendiri ketika ia MAU SAMA SEPERTI
> TUHAN. Yangmana berakibat ia harus terlempar keluar dari SORGA dan
> dibuang ke BUMI. Iblis sangat menyesal sekali mengapa dulu ia punya pikiran
> untuk menjadi MAU SAMA SEPERTI TUHAN. Bila saja ia tahu akan akibatnya,
> maka ia tidak akan mau punya pikiran MAU SAMA SEPERTI TUHAN. Tapi apa
> boleh buat. Nasi sudah menjadi bubur. Kenyataan harus dihadapi. Kehidupan
> harus diteruskan sampai titik darah penghabisan. Untung-nya masih punya
> teman yaitu manusia yang telah kena tipu oleh kecerdikan-nya.
> Kedua: Bukti atas pengalaman ADAM-HAWA yang terbuang dari Taman
> Eden karena kena bujuk rayu dari-nya agar MAU SAMA SEPERTI TUHAN.
> Dengan menggunakan alasan makan buah larangan, maka tujuan MAU SAMA
> SEPERTI TUHAN diselipkan begitu saja sehingga tujuan makan buah itu menjadi
> sarana bukti untuk MAU SAMA SEPERTI TUHAN. Adam-Hawa tertipu dan
> akhir-nya mereka harus keluar dari Taman Eden.
>

Saya pernah baca satu tafsiran eixegese yang masuk diakal. Waktu Lucifer
berubah jadi Setan dan dibuang kebumi bersama malaikat lain yang ikut
memberontak, berakibat bumi awal porak peranda. (Kej.1:2). Pasalnya telah terjadi
peperangan antara malaikat yang setia kepada sang Peciptanya dan yang
memberontak. Oleh karena jugdment yang dijatuhkan kepada Setan dan
pengikutnya luar binasa dasyatnya, mungkin timbul dihati pikiran para malaikat yang tidak
ikut memberontak, dimana 'kasih' Ilahi itu ?
Untuk menunjukkan bahwa hukuman yang dijatuhkan itu adil adanya, maka
sang Pencipta membuat proyek baru 'Manusia'. Dan TUHAN membuktikan dikayu
Salib akan 'kasih' Ilahinya.

>
> Iblis tahu dan mendengar ketika Yesus selesai dibaptis bahwa TUHAN
> mengatakan dengan suara nyaring bahwa: Ini adalah ANAK-KU yang KU-KASIHI, kepada-
> NYA-lah AKU berkenan. Iblis tahu bahwa Yesus sudah SAMA SEPERTI TUHAN. Iblis tahu bahwa Yesus
> adalah ANAK TUHAN.
> Sama seperti Adam dahulu ketika diciptakan SAMA SEPERTI TUHAN, maka
> Iblis juga tahu akan hal itu. Iblis tahu persis bahwa Adam diciptakan SAMA
> SEPERTI TUHAN. Hanya saja persoalan bahwa Adam TIDAK DIKASIH TAHU
> OLEH TUHAN bahwa diri-nya adalah SAMA SEPERTI TUHAN.
> Yesus tahu dan dengar bahwa IA adalah ANAK TUHAN. Dan sebagaimana Anak,
> maka IA sama dengan BAPA-NYA. Jadi Yesus sudah SAMA SEPERTI TUHAN.
>
> Iblis harus merubah taktik-nya dalam hal ini. Dahulu memang Adam tidak
> dikasih  tahu bahwa ia diciptakan sama seperti TUHAN atau SEGAMBAR DENGAN
> TUHAN. Tapi sekarang Yesus telah dikasih tahu bahwa IA adalah ANAK TUHAN.
>
> Iblis putar otak dan mencari akal agar jebakan-nya bisa berhasil dan Yesus
> bisa terjebak. Iblis memang cerdik dan pintar. Maklum ia sudah punya pengalaman
> jutaan bahkan milliar-an tahun dalam hal tipu menipu dan bohong membohong.
> Tidak salah bila Iblis dijuluki Bapak segala Pembohong dan Penipu dan
> Pembunuh.
>
> Iblis berkata kepada Yesus: Jika ENGKAU ANAK TUHAN, maka jadikanlah
> BATU ini menjadi ROTI.
> Bagi Yesus membuat BATU menjadi ROTI adalah hal kecil sepele. Seluruh Alam
> Jagad Raya Berserta Isi-nya ini adalah YESUS yang membuat-nya. Apalagi
> hanya > membuat BATU jadi ROTI tidak begitu sulit bagi Yesus.
> Dan hal itu juga diketahui oleh Iblis. Karena Iblis tahu bahwa Yesus sebagai
> FIRMAN adalah yang MENCIPTAKAN segala CIPTAAN yang pernah
> DICIPTAKAN sehingga tidak sukar bagi Yesus membuat BATU jadi ROTI.
> Iblis berharap bahwa Yesus mau melakukan hal kecil sepele ini.
>
> Rupa-rupanya Yesus sangat teliti mendengar dan sangat lihay dalam hal
> bahasa.  Dibalik permintaan kecil sepele itu tersembuyi hal besar fatal yang
> mematikan. Dibalik permintaan Iblis untuk membuat BATU jadi ROTI ada tambahan kata
> yang sangat menjerumuskan yaitu : JIKA ENGKAU ANAK TUHAN.
>
> Jadi bila Yesus membuat BATU jadi ROTI maka ada ke-inginan YESUS untuk
> MAU SAMA SEPERTI TUHAN. Yesus secara tersamar MAU MENJADI ANAK
> TUHAN. Yesus secara tersamar menolak secara sepihak POSISI ANAK TUHAN
> yang telah diteriakan dengan suara nyaring oleh BAPA SORGAWI ketika Yesus
> selesai dibaptis.
> Bila Yesus sempat membuat BATU jadi ROTI, maka Yesus telah MAU MENJADI
> SAMA SEPERTI TUHAN versi Iblis. Dan ini akan membuat Yesus gagal dan
> dianggap DOSA oleh BAPA SORGAWI. Untunglah Yesus tidak melakukan
> mujizat membuat BATU jadi ROTI. Membuat air jadi anggur saja Yesus bisa
> apalagi membuat Batu jadi Roti.
>

Tuhan Yesus bergumul antara taat atau tidak taat. Puasa sebelumnya
melemahkan kemampuannya secara fisik.

>
> Iblis bingung. Umpan jebakan yang diberikan kepada Yesus tidak termakan.
> Yesus > rupa-rupanya sudah mengetahui taktik Iblis ini. Yesus mungkin sudah banyak
> belajar dari pengalaman Adam dahulu kala.
> Iblis tidak putus asa. Ia coba sekali lagi. Mungkin ia pikir bahwa Yesus
> salah  mendengar atau kurang memperhatikan pada permintaan-nya yang pertama tadi.
> Sekali lagi Iblis berkata: JIKA ENGKAU ANAK TUHAN, maka terjunlah dari
> ketinggian ini kebawah karena toch nanti kaki-MU tidak terantuk sebab banyak
> malaikat yang menolong-MU.
> JIKA ENGKAU ANAK TUHAN selalu digunakan Iblis. Karena kata-kata ini sama
> dengan MAU SAMA SEPERTI TUHAN hanya saja tidak terlalu jelas atau
> disamarkan.
> Bagi Yesus untuk terjun dari ketinggian apapun tidak ada masalah. Sedangkan
> turun dari SORGA saja tidak ada masalah bagi Yesus. Padalah SORGA adalah
> tempat yang MAHA-TINGGI. Jadi untuk terjun dari ketinggian apapun tidak
> masalah bagi Yesus. Yang menjadi masalah adalah kata-kata JIKA ENGKAU
> ANAK TUHAN.
> Bila saja Iblis tidak menambahkan kata-kata: JIKA ENGKAU ANAK TUHAN,
> maka Yesus dengan senang hati akan melakukan permintaan Iblis itu.

pencobaan kedua dilandasi oleh kutipan Sabda Tuhan karena Yesus
menangkisnya dengan Sabda Tuhan sebelumnya pada pencobaan pertama.

>
> Permintaan Iblis saja untuk masuk ke dalam babi-babi dikabulkan oleh Yesus. Apalagi
> permintaan seperti itu. Tapi karena ada tambahan kata-kata: JIKA ENGKAU
> ANAK TUHAN, maka Yesus tidak mau melakukan-nya.
>
> Walaupun Yesus dicobai sebanyak 3 (tiga) kali oleh Iblis, tapi dua percobaan
> itulah yang sangat fatal. Sedangkan pencobaan yang ketiga adalah sudah begitu kasar
> dan jelas sudah sangat terlihat arah-nya yaitu untuk menyembah Iblis agar
> menjadi anak buah-nya. Sudahlah pasti bahwa bila Adam saja diberikan pencobaan
> untuk menyembah Iblis, maka sudah pasti Adam tidak akan mau apalagi Yesus. Tapi
> mungkin iblis sudah kehabisan akal sehingga ia membabi buta, asal-asalan saja.
>

Cara Tuhan Yesus mengatasi pencobaan patut kita tiru. Yaitu pola 'Ada
tertulis.." Seperti Rasul Paulus bilang: pakailah --pedang Roh---

>
> Kali ini Iblis gagal. Dan Score menjadi seimbang 1 – 1. Satu kali kalah dan
> satu kali menang. TUHAN sangat puas atas kemenangan TUHAN YESUS. Tidak heran bila
> peristiwa ini disebut PENCOBAAN BESAR atau The Great Temptation. Dan
> untuk menyambut kemenangan YESUS, maka BAPA SORGAWI mengirim
> malaikat untuk menyambut kemenangan Yesus itu.
>

bukan menyambut, tapi datang melayani.

>
> Sekarang manusia mau pilih siapa. Karena scorer telah sama kuat yaitu 1 – 1.
> Bila manusia pilih Yesus, maka manusia itu akan masuk ketempat di mana Yesus
> ber-ada. Bila manusia menolak dan menyangkal Yesus, maka manusia itu tidak
> akan ber-ada di mana Yesus ber-ada. Pilihan bebas diberikan kepada umat manusia.
> Mengikut Yesus masuk Sorga. Menolak dan menyangkal Yesus masuk Neraka.
> Sederhana memang. Tapi kenyataan tidak sesederhana itu.
>
manusia diciptakan dalam kemampuannya untuk memilih, bukan seperti
robot. Memilih untuk percaya atau tidak percaya. Taat atau tidak taat.
Menentukan pilihan yang tepat menuntut informasi yang benar dan akurat.

> Yesus tidak ber-DOSA karena Yesus TIDAK MAU SAMA SEPERTI TUHAN

lebih afdol, ...tidak menganggap kesetaraan....telah mengosongkan...Filipi 2:1-11
>
> sebab Yesus memang adalah ANAK TUHAN yang adalah FIRMAN TUHAN yang
> tidak dapat DIPISAHKAN dengan TUHAN yang menjadi SATU dengan TUHAN.
> Karena FIRMAN TUHAN dengan TUHAN adalah SATU tidak TERPISAH.
> Terimakasih.
>