Indonesia - Akan Kemana?

8 Februari 2002

Bertubi tubinya kabar 'buruk' akan meningkatnya frekwensi bencana alam, gempa bumi, isu persiapan perang, maraknya terorisme global, menjamurnya 'sleeper' bom bunuh diri; warga penduduk bumi mengantisipasi masa depan dengan waswas.
MEE dan UN berusaha keras untuk mewujudkan 'peace' dan 'safety' bagi seluruh bangsa bangsa didunia.
Semoga  negara kesatuan Republik Indonesia masih sempat mencapai masyarakat yang aman, adil & makmur. Mari kita doakan.

Karena ada tertulis: "Dan akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut. Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang."

Masyarakat kita sudah rusak dari dalam. Apa yang ditabur oleh para elite pemimpin bangsa selama 3 dasawarsa, itulah yang dituai sekarang. Kata orang pembusukan seekor ikan selalu dimulai dari kepalanya.

Pranata dan tatanan hukum tak lagi mampu untuk memberikan rasa aman dan damai pada mayoritas rakyat kita. Tanah Aceh, bumi Poso, daerah Ambon masih lembab dengan darah, duka nestapa dan cucuran air mata.
Martabat bangsa Indonesia beradab makin terpuruk di pergaulan dunia International dan didalam negeri sendiri. Hal serupa terjadi juga dimana mana. Salah satu contoh terkini negara Zimbabwe di Afrika.

Mayoritas generasi penerus tidak dibiasakan dididik dengan disiplin dan self control.
Setiap hari mereka ketularan  nilai nilai amoral, kekerasan, enaknya narkoba, ketamakan materi, keangkuhan hidup yang ditayangkan melalui media audio & video, TV, bacaan dan Internet. Santapan batiniah  sampah dengan toxin kandungan tinggi menjadi 'makanan'  mereka sehari hari.

Pikiran mereka telah rusak, sehingga dilakukanlah hal-hal yang dilarang. Hati mereka penuh dengan semua yang jahat, yang tidak benar; penuh dengan keserakahan, kebusukan dan perasaan dengki; penuh dengan keinginan untuk membunuh, berkelahi, menipu dan mendendam.
Mereka suka membicarakan orang lain, suka memburuk-burukkan nama orang lain; sombong dan kurang ajar, dan suka membual. Pandai mencari cara-cara baru untuk melakukan kejahatan. Mereka melawan, membodohi dan menghina orang tua; banyak orang tua yang sekarang takut terhadap anaknya sendiri.

Kelompok masyarakat  yang masih menjunjung tinggi kesopanan, kejujuran, disiplin, tanggung jawab, keramahtamahan, suka menolong, mudah memaafkan, toleran kepada kesalahan yang tak disengaja; menyusut secara tajam. Kekuatan nilai luhur sebagai unsur pengawet lestarinya kehidupan tentram merosot sangat drastis.

Menurut tradisi ada tiga institusi yang mempengaruhi pertumbuhan karakter dan pengembangan sumber daya dari saat sesorang lahir sampai masuk liang kubur. Pertama rumah tangga sebagai wadah pendidikan asih, asuh dan asah.
Kedua sekolah untuk mendapatkan ilmu dan keterampilan sebagai bekal memasuki kehidupan masyarakat. Dan ketiga lembaga keagamaan dalam mengembangkan nalar, budi pekerti, nilai nilai luhur dan moral kehidupan saleh terhadap sesamanya.
Kalau salah satu institusi  sistemnya rusak, maka keluarannya akan rusak pula. Yang paling kritis adalah sistem keluarga.
Anak anak yang diproduksi dari sistem keluarga yang bobrok, celakalah masa depannya. Kecuali ada pertolongan dari 'atas', amatlah gelap nasibnya diatas bumi dan diakhirat.

Generasi penerus menjadi sasaran empuk untuk ditanamkan sistem nilai berorientasi kepada membela diri ketimbang membela kebenaran. Mereka amat getol kepada pemenuhan kebutuhan sesaat, berdedikasi mencari jawaban instant daripada pemikiran jauh kedepan. Malas berpikir merumuskan solusi tuntas berjangka panjang demi kesejahteraan semua komponen bangsa.

Dibidang karier kaum eksekutif muda dipacu selalu dalam top condition untuk memperbesar laba perusahaan. Kemegahan dibidang materi, nyamannya memiliki power to decide, makan makanan enak dan kenikmatan dibidang sex mendominasi para pemimpin yang sudah mapan; dan celakanya malah dijadikan panutan oleh bawahan atau pengikutnya.
Banyak yang akhirnya mengalami stress dan ambruk terkena stroke. Celakalah kita kalau tidak tahu apa makna/tujuan hidup.

Anak anak TK, SD/ SMP sudah diarahkan menjadi laskar 'jahat' sejak mampu bermain PC/Internet dan akrab dengan mesin Games seperti 'Mortal Combat', 'Dangerious Creature', "Dungeon & Dragon", Nitendo, Pokemon dst.
Generasi penerus yang dimasuki 'virus bom waktu' ini tak mengenal kelompok atau golongan. Apakah dari kalangan Nasrani, Muslim, Buddha, Hindu, Aliran Kepercayaan, semua sudah tercemar dengan dosa.
Strategi Gerakan Zaman Baru melanda seluruh dunia memakai pola GIGO - 'Garbage In Garbage Out'. Menerapkan hukum 'Menabur untuk Menuai'. Indonesia masih tambang emasnya industri play station.

Indonesia membutuhkan pemimpin yang berkwalitas, sarat dengan nilai luhur kebangsaan dan bisa diandalkan omongannya. Perkataannya dapat dipercaya dan dijadikan pegangan dalam rangka menapaki visi kedepan?
Masalah berlarut larut di Indonesia kalau dilihat secara mendasar disebabkan faktor kualitas kepemimpinannya. Masalah ekonomi hanyalah pemicu, bukan akar problemanya. Adakah pemimpin yang mumpuni, yang memiliki visi, karakter, walaupun hanya "secuil" karakter, kearifan dan prilaku dari seorang pemimpin dibawah ini ??

Seluruh barisan tentara yang pernah berbaris, seluruh armada perang yang pernah berlayar, seluruh parlemen dan pemerintahan yang pernah bersidang dan seluruh raja yang pernah berkuasa, semua digabung menjadi satu; tidak menang terhadap pengaruh dari satu orang ini.
Waktu baru lahir sebagai bayi digubuk, sudah dikunjungi raja. Beliau tidak pernah menulis buku, namun perpustakaan yang beken diseluruh dunia memuat buku buku tentang omongannya. Ia tidak pernah keluar dari negerinya apalagi keliling dunia, namun namanya hampir dikenal diseluruh muka bumi.
Tidak pernah mengarang lagu, namun jumlah musik tentang dia melampaui semua thema lagu dan nyanyian yang pernah dikarang orang. Kalender tahunan internasional dipatok dari waktu lahirnya di dunia.

Ia tak pernah mendirikan universitas atau sekolahan, namun murid muridnya berserakan keseluruh dunia -memberitakan kabar sukacita- sejak ia pergi untuk menyiapkan tempat kediaman baru bagi para pengikutnya.
Kisah hidupnya, ucapannya dibukukan oleh para muridnya dan telah diterjemahkan lebih dari 1000+ bahasa. Setahu penulis belum ada buku lain yang mampu menandingi dari segi jumlah dan terjemahan.
Banyak orang besar dan tersohor datang dan pergi, lahir dan mati.
Namun yang satu ini lain dari yang lain. Bahkan kematian sekalipun tak dapat menaklukkannya. Maut tak dapat mengalahkannya. Kuburanpun tak dapat mengekangnya. Dan yang paling asyik yalah dia akan datang lagi menjemput
orang orang yang percaya kepadanya, umat kepunyaannya, mereka mereka yang telah ditebus oleh kematiannya.

Penulis jadi mengerti mengapa banyak orang yang pasrah kepada dia, rela bertahan sampai akhir, karena ia berkata:
"Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.  Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.  Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan."
 


Kembali ke Artikel Indonesia