Mengantisipasi Kedatangan Kristus Dan Memperbaiki Yang Telah Dirusak.

 Ishak Natan
Jan. 1999
June 2010

Prakata edisi Juni 2010

Tujuan penulisan awal Januari 1999 untuk menyikapi masalah peristiwa Mei 1998 di Jakarta.
Tulisan kali ini membenahi ungkapan kalimat, format penampilan disana sini dan dalam bahasa Inggris kalau cursor menindih
ayat-ayat.

Pengantar

Kami amat prihatin dengan keadaan yang makin memburuk ditanah air sekarang, dimana orang tidak tahu lagi bagaimana masa depan dan mau kemana.
Bagi non kristen pasti ada yang takut, putus asa, atau malah melihat peluang untuk mewujudkan ambisinya.
Bagi yang Kristen, nah disinilah letak problematikanya. Yang berduit, cepat angkat kaki keluar negeri.
Disatu pihak ada yang takut, putus asa, tidak melihat kemungkinan membaiknya lagi kehidupan di tanah air, sehingga pasrah dan menempatkan pengharapannya 'keatas'. Dilain pihak ada yang ulet, tahan banting, tak gentar dengan apa yang terjadi dan masih bertekun mengusahakan kesejahteraan masyarakat ditempat dimana Tuhan tempatkan.
Dua kelompok ini memiliki pandangan yang benar adanya, asal mereka tidak membalas dendam kepada mereka yang telah menganiaya dan merusak. Pastilah dalam batin kita 'ngomel' ataupun sedih karena barangkali kita telah merasakan penganiayaan secara mental & fisik dan kerugian material.
Penulis ingin memberikan sedikit kontribusi, bagaimana sebaiknya kita menyikapi masa depan di Indonesia.
Pertama tama kita melandasinya dengan Firman Tuhan dari Perjanjian Lama kitab Nehemia.
 
Nehemiah 4:16-18 Sejak hari itu sebagian dari pada anak buahku melakukan pekerjaan, dan sebagian yang lain memegang tombak, perisai dan panah dan mengenakan baju zirah, sedang para pemimpin berdiri di belakang segenap kaum Yehuda yang membangun di tembok. Orang-orang yang memikul dan mengangkut melakukan pekerjaannya dengan satu tangan dan dengan tangan yang lain mereka memegang senjata. Setiap orang yang membangun bekerja dengan berikatkan pedang pada pinggangnya, dan di sampingku berdiri peniup sangkakala.

Kalau anda renungkan sampai akhir pasal, strategi Nehemia yalah 'mengantisipasi serangan, sambil bekerja memperbaiki tembok Jerusalem'. Satu tangan pegang senjata, tangan yang lain pegang alat membangun.
Mari kita pakai pendekatan ini. Karena orang berdosa yang telah menerima karya penebusan Kristus tidak membela diri ; karena mereka bukan dari dunia ini ...
John 17:14-16 Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat. Mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia.

Jadi kita mengantisipasi apa ?

Kita mengantisipasi 'keatas' yaitu berjaga jaga sambil bekerja. Sesuai dengan himbauan dari rasul Paulus kepada jemaat di Kolose;
Colossians 3:1-4 Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah. Apabila Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri kelak, kamupun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan.
dengan kata lain kita mengantisipasi akan kedatanganNya, karena kita yang telah ditebus oleh darahNya sedang mengerang menanti nanti pengangkatan sebagai anak.. khususnya ayat-ayat Firman Tuhan dibawah dalam konteks 'sengsara masa sekarang'
Romans 8:18-23 Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita. Sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan. Karena seluruh makhluk telah ditaklukkan kepada kesia-siaan, bukan oleh kehendaknya sendiri, tetapi oleh kehendak Dia, yang telah menaklukkannya, tetapi dalam pengharapan, karena makhluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah. Sebab kita tahu, bahwa sampai sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin. Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita.
Sejalan dengan mengantisipasi kedatanganNya, kita masih perlu bekerja memperbaiki apa yang telah rusak dengan tenaga, pikiran dan sumber daya yang masih ada bagi kesejahteraan masyarakat dimana kita berkarya dan berkarsa selagi hari masih siang.
Dalam hal ini jadikanlah 'Operation Rescue' sebagai prioritas utama dalam memperbaiki apa yang rusak. Apa itu ? Yaitu 'melarikan' yang berdosa ke Sang Juruslamat. Karena mereka tidak akan mungkin tertolong tanpa Sang Juruslamat. Mereka perlu dikasihani karena mereka tidak punya harapan (no hope). 

2:12 Pada waktu itu kalian tidak bersatu dengan Kristus, kalian adalah orang asing yang tidak
termasuk umat pilihan Allah. Kalian tidak termasuk dalam ikatan perjanjian yang dibuat Allah
dengan umat-Nya. Kalian hidup dalam dunia ini tanpa harapan dan tanpa Allah.
2:13 Tetapi sekarang, karena kalian sudah bersatu dengan Kristus Yesus, kalian yang dahulu
jauh, telah didekatkan oleh kematian Kristus.
 

Lalu pengharapan warga Kristen apa?

1Thessalonians 4:13-18 Selanjutnya kami tidak mau, saudara-saudara, bahwa kamu tidak mengetahui tentang mereka yang meninggal, supaya kamu jangan berdukacita seperti orang-orang lain yang tidak mempunyai pengharapan. Karena jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia. Ini kami katakan kepadamu dengan firman Tuhan: kita yang hidup, yang masih tinggal sampai kedatangan Tuhan, sekali-kali tidak akan mendahului mereka yang telah meninggal. Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan. Karena itu hiburkanlah seorang akan yang lain dengan perkataan-perkataan ini.

Inilah pengharapan orang yang telah di tebus dan percaya kepada Tuhan Yesus Kristus. Pengharapan apa lagi yang mampu melebihi dan melampaui pengharapan seperti ini ?? Ayo, pengharapan apa lagi yang kita bisa kedepankan, yang memiliki kwalitas lebih tinggi dari pada pengharapan yang ditulis rasul Paulus diatas.
Oleh karena itu memperbaiki apa yang telah rusak itu harus mengandung misi dan menjadikan sebagai landasan utama bagi pemberitaan Kabar Baik.
Kabar baik apa Pak ?

1Corinthians 15:1-4 Dan sekarang, saudara-saudara, aku mau mengingatkan kamu kepada Injil yang aku beritakan kepadamu dan yang kamu terima, dan yang di dalamnya kamu teguh berdiri. Oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang padanya, seperti yang telah kuberitakan kepadamu--kecuali kalau kamu telah sia-sia saja menjadi percaya. Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci;

Kenapa disebut Kabar Baik ? Disebut begitu karena bagaimanapun canggihnya usaha manusia mengatasi problema masyarakat dan masalah kehidupan, tanpa Tuhan Yesus Kristus akan sia sia, percuma, no hope. Masih ingat sejarah Perang Dunia I, PD II dan y.a.d. PD III ? (= malam hari??). Karena akar inti masalahnya terletak didalam diri manusia itu sendiri yaitu DOSA. Karena upah dosa itu maut, tetapi karunia Allah itu hidup yang kekal didalam Kristus Yesus Tuhan Ro 6:23 (Terjemahan Lama). Tambahan lagi ada tertulis
John 3:18 Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.
John 3:36 Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya."
Mark 16:15-16 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.

Jadi manusia tanpa Kristus akan binasa kekal, sudah dibawah hukuman .Tidak perduli agama apapun yang mereka peluk. Termasuk pemeluk agama Kristen. Lho, masa begitu Pak ?

Matthew 7:22-23 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"
Tuhan tidak menyanggah bahwa mereka memakai nama Tuhan untuk pelayanan dan membawa mujijat dan keberhasilan yang mencengangkan banyak orang. Namun jawaban Tuhan amat mengkagetkan mereka.

Jadi apa yang harus kita lakukan?

Check ulang apakah kita sudah dislamatkan olehNya.
John 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;

Percaya akan karya penebusanNya bagi kita sebagai Juruslamat pribadi kita dan menerima Dia sebagai Tuhan kehidupan kita. Percaya dan menerima tak terpisahkan! Sola Gratia, Sola Fide, Sola Scriptura, Sola Christo.

Yang menyelamatkan kita bukan Gereja, bukan Pastor, bukan Pendeta, bukan baca atau menghafal Alkitab, bukan melibatkan diri dengan aktivitas Gerejani, bukan kegiatan pelayanan disana-sini, melainkan Sang Anak Domba Allah Yang telah mati bagi dosa umat manusia dan dosa dosa kita.
Sehingga bagi yang telah ditebus, dan telah menerima anugrahNya, mau tidak mau maka pengharapannya adalah 'diatas', mengapa diatas ? Karena hidupmu tersembuyi bersama dengan Kristus; (ciptaan baru dalam Kristus 2Cor 5:17)
 Colossians 3:3-4 Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah. Apabila Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri kelak, kamupun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan.

Walaupun kita tidak tahu kapan Tuhan menjemput, kita perlu mengantisipasinya seperti perumpamaan 10 Anak Dara di Matt 25:1-13. Kata kuncinya persiapan dan berjaga-jaga.

Ada sekitar 20 lebih ayat yang mengantisipasi akan kedatangan Tuhan bagi tunanganNya (tubuhNya) dari Kisah Para Rasul - Wahyu. Bagaimana mungkin seorang yang telah dipertunangkan tidak mengharapkan dan tidak mengantisipasi kedatangan suaminya? Paulus menulis;
2Corinthians 11:1-2 Alangkah baiknya, jika kamu sabar terhadap kebodohanku yang kecil itu. Memang kamu sabar terhadap aku! Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus.

Jadi 'Mengantisipasi Kedatangan Kristus Dan Memperbaiki Yang Telah Dirusak' pada intinya yalah Get ready for the Bridegroom AND at the same time get busy for the Master (macam macam bidang pelayanan yang semuanya berfokus pada Operation Rescue). Mumpung hari masih siang, karena malam segera datang dimana kita tidak bisa bekerja lagi.

Kalau kita memakai pendekatan ini , maka ...

John 14:27 Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.
John 14:1-3 Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada.
Philippians 4:7 Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.
Revelation 22:20-21 Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman: "Ya, Aku datang segera!" Amin, datanglah, Tuhan Yesus! Kasih karunia Tuhan Yesus menyertai kamu sekalian! Amin.
 
Maranatha.

Balik Daftar Artikel