Di kekalan masa silam tiga
oknum dari Trinitas ber 'konperensi' sebelum dunia diciptakan dan
merumuskan sebuah Rencana.
Ia telah dipilih sebelum dunia dijadikan,
tetapi karena kamu baru menyatakan diri-Nya pada zaman akhir. 1Pe 1:20
Mengapa
Rencana itu diperlukan? Karena didalam kemahatahuan Tuhan Allah
Tritunggal
[Elohim - dalam bahasa Ibrani],
mereka maklum bahwa manusia yang akan diciptakan sesuai dengan gambar
dan
peta teladanNya akan berdosa terhadapNya.
Walaupun pelanggaran
terhadap titahNya akan terwujud dan berakibat kematian
spritual serta kebinasaan; namun kasihNya kepada manusia ciptaanNya
tidaklah
berubah.
Sebab
upah {bayaran] dosa ialah maut [keterpisahan
spiritual]; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus
Yesus, Tuhan kita.
Rom 6:23
Dahulu
kalian mati secara rohani karena kalian berdosa
dan melanggar perintah-perintah Allah. Eph 2:1 (BIS)
Mendekatlah kepada-Ku, dengarlah ini: Dari dahulu tidak
pernah Aku berkata dengan sembunyi dan pada waktu hal itu terjadi Aku
ada di situ." Dan sekarang, Tuhan ALLAH mengutus aku dengan Roh-Nya.
Isa 48:16
Oleh
karenanya, sebuah jalan keluar harus disiapkan agar manusia berdosa
dimungkinkan kembali kedalam hubungan pribadi temporal
dan kekal dengan yang menciptakanNya.
Rencana itu ialah "Operasi Anugraha" dan dibukukan sebagai Alkitab.
Setelah manusia jatuh dalam dosa, rencana keselamatan dan hakekat
eksistensiNya dinyatakan secara progresif melalui umat pilihan Israel;
Dengarlah,
hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa! (De 6:4)
| Persiapan
melalui umat Israel |
Manifestasi
lewat anak dara Yahudi |
Proklamasi
oleh rasul Yahudi |
Doktrin
Pengajaran oleh rasul Yahudi |
Konsumasi
zaman akhir
|
PERJANJIAN LAMA
|
4 Kitab Injil
|
Kisah Para Rasul
|
21 Surat surat Jemaat &
Pribadi
|
Kitab Wahyu |
Setelah Anak Allah (oknum kedua dari Trinitas) setuju pada 'konperensi
hidup kekal', Ia masuk kedunia melalui rahim seorang anak perawan
Yahudi sebagai anggota ras manusia berdosa, dalam rangka menanggung
hukuman DOSA seluruh umat manusia;
Psalms
2:7 Aku mau menceritakan tentang ketetapan TUHAN; Ia berkata
kepadaku: "Anak-Ku engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini.
Jawab
malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun
atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu
anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. Luk
1:35
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga
Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang
percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
Joh 3:16
Allah
Bapa (oknum pertama dari Trinitas) mengutus Allah Anak (oknum kedua
dari Trinitas) dan Roh Kudus (oknum ketiga dari Trinitas) membuntingi
anak dara itu.
Alhasil lahirlah seorang Pribadi yang unik diseluruh
jagat raya, yaitu Yesus Kristus, Manusia-Allah didalam satu Pribadi
tanpa kesudahan. Beda dengan Tuhan Allah, Yesus Kristus adalah benar
benar manusia
dengan sebutan
Anak Manusia;
beda dengan manusia, Yesus Kristus
benar benar Allah dengan sebutan
Anak Allah.
Melalui pelayananNya waktu dibumi, sang Anak selalu melakukan
kehendak dari sang Bapa, sedang Roh Kudus menopang, menuntun dan
memelihara Juruslamat dunia ini dalam keberadaanNya sebagai manusia
yang berdarah dan berdaging.
Pada waktu beliau digantung dikayu salib dan dihukum menggantikan
kita orang, Anak Allah ditinggalkan sendirian secara total dan saat
itulah Allah Bapa menghukum Yesus seolah olah Yesus secara pribadi
telah melakukan setiap pelanggaran dosa dari setiap pribadi manusia
yang akan
percaya Dia dan yang menolak untuk percaya.
Dia
yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita,
supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah. (2Co 5:21)
Pokok karya keselamatan, telah
tercapai sesaat sebelum Ia menghembuskan nafas terakhir.
Sesudah Yesus meminum anggur
asam itu, berkatalah Ia: "Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan
kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya. (Joh 19:30)
..
dan sesudah Ia mencapai kesempurnaan-Nya, Ia menjadi pokok keselamatan yang
abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya,
Heb 5:9
Neither
by the blood of goats and calves, but by his own blood he entered in
once into the holy place, having obtained eternal
redemption [for us].
(Heb 9:12)
Barangsiapa
percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa
tidak percaya, ia telah
berada di bawah hukuman, sebab ia tidak
percaya
dalam nama Anak Tunggal Allah.
(Joh 3:18)
Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi
barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan
murka Allah
tetap ada di atasnya."
(Joh 3:36)
Rencana Operasi Anugraha ini melibatkan 3 fase:
- Fase Pertama: Keselamatan
- Fase Kedua: Jalan kehidupan Kristen
- Fase Ketiga: Kekekalan
'Fase Pertama'
diperoleh ketika orang berdosa (mati rohani) berputar arah haluan
hidupnya (bertobat), percaya dan menerima
Yesus Kristus sebagai Juruslamatnya pribadinya.
Tetapi
semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak
Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; Joh 1:12
Gambar sebelah kiri adalah orang
hidup tapi rohaninya mati.
Tetapi Yesus
berkata kepadanya: "Biarlah orang mati menguburkan orang mati; tetapi
engkau, pergilah dan beritakanlah Kerajaan Allah di mana-mana." (Lu 9:60 Baru)
Fase
Kedua
dari Operasi Anugraha dimulai pada titik momentum menerima keselamatan
dan
berlanjut selama kehidupan orang percaya itu dibumi. Hidup Kristiani
adalah jalan kehidupan yang supra natural. Penyeleggaraannya bergantung
pimpinan Roh Kudus dan ajaran doktrin Alkitab yang ditanamkan kedalam
jiwa sang
Kristen.
Maksud Tuhan Allah selalu ingin agar setiap orang pecaya
menerima berkat Tuhan secara maksimum; dengan prasyarat bahwa
anugrah yang berkelimpahan itu terkait dengan pertumbuhan iman
dan pengenalan akan Juruslamatnya serta mau diatur oleh Roh
Kudus.
Mekanisme hidup yang dipenuhi Roh Kudus mirip permainan yo-yo (naik
& turun),
kalau ada dosa dosa yang tersembunyi dan tidak dimintakan pengampunan.
Kehidupan yang taat & kudus akan membuahkan kasih, sukacita, damai
sejahtera,
kesabaran, kemurahan, kebaikan, iman, kesetiaan, kelemahlembutan,
penguasaan
diri.
Gal 5:22-23
Fase
Ketiga ini bagi gerejaNya (tubuh Kristus) tercapai
pada
waktu peristiwa Pengangkatan, pada masa
pengakhiran zaman Ekklesia (Ras Manusia Baru), zaman anugrah gratis.
Sebab
pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan
sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan
mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; sesudah itu,
kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama
dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa.
Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan. (1Th
4:16-17)
Melalui keterbatasan
kosa
kata manusia, tidaklah mungkin menggambarkan
bagaimana kehidupan dibalik kematian itu. Kita hanya mampu
menjelaskannya dengan bentuk negatif seperti kalau kita membaca laporan
pemeriksaan dokter.
Dan
Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka,
dan
maut tidak akan ada lagi; tidak
akan ada lagi perkabungan, atau ratap
tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah
berlalu." Re 21:4

Karena Rencana Tuhan Allah ini ANUGRAH, cara manusia masuk rencana ini
mesti
berpadanan dengan anugrah pula. Karena Tuhan Allah itu sempurna;
Rencana itu
juga
sempurna; jadi tidak dapat ditambahi lagi oleh perbuatan baik manusia
dalam bentuk apapun.
pada
waktu itu Dia telah menyelamatkan kita,
bukan
karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya
oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan
oleh Roh Kudus, Tit 3:5
Allah mengasihi kalian,
itu sebabnya Ia menyelamatkan
kalian karena kalian percaya kepada Yesus. Keselamatan kalian itu
bukanlah hasil usahamu sendiri. Itu adalah anugerah Allah. Jadi,
tidak
ada seorang pun yang dapat menyombongkan dirinya mengenai hal itu.
Eph 2:8 (BIS)
Satu satunya cara meresponsi agar bisa masuk kedalam Rencana Tuhan
Allah
ialah dengan sistem iman. Makna 'iman' ialah percaya dan menerima apa
adanya, tanpa berbuat sesuatu
apapun kecuali mengakui seperti penjahat tobat yang disalibkan disisi
Yesus.
Lalu
ia berkata: "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai
Raja." Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari
ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus."
(Luk 23:42-43)
Percaya adalah kata kerja yang memerlukan obyek dan subyek. Subyek
adalah setiap anggota ras manusia berdosa; sedang obyek ialah Yesus
Kristus,
yang telah mentuntaskan Rencana Keselamatan itu.
Act
16:31 Jawab mereka: "Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus
dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu."
Rom 10:9 Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu,
bahwa Yesus
adalah Tuhan, dan percaya
dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan
Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.
Rom 10:10 Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan
dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.
Sebuah kisah nyata . . .
Seorang
usahawan Kristen yang memiliki banyak
karyawan mengeluh karena banyak diantara mereka punya hutang terhadap
perusahaan. Suatu hari muncul ide dibenaknya dan lahirlah sebuah
rencana. Ia mengumumkan lewat buletin perusahaan sebagai berikut:
"Barangsiapa
yang mau datang kekantor saya hari Jumat depan antara pukul 11 sampai
pukul 12 dengan mengakui jumlah hutangnya secara jujur, akan langsung
dihapus ditempat." Para penghutang membaca pengumuman itu dengan sikap
skeptis karena
usahawan ini terkenal dengan sistem manajemen yang ketat dan memimpin
secara otoriter.
Jumat pagi menjelang pukul 11 banyaklah karyawan yang dibelit dengan
hutang perusahaan berkerumun dijalan
didepan kantornya. Tidak ada yang berani masuk sampai sekitar 11.50
seorang bergegas lari
ketangga yang membawanya kekantor serta menunjukkan catatan hutangnya.
"Mengapa kamu ada disini?" usahawan kaya itu bertanya. "Karena Bapak
janji akan menghapuskan hutang kalau datang hari ini."
"Apakah kamu percaya akan janji itu?" tanya sang boss. "Ya, tuan".
"Mengapa kamu percaya akan pengumuman itu?" kejar sang juragan. "Sebab,
meski saya tidak mengerti, saya tahu bahwa Bapak bukan tipe
orang suka bohong."
Orang kaya itu mengambil surat hutangnya, mencap LUNAS
dan dibubuhi tanda tangan. Tiba tiba karyawan bebas utang itu
menyeletuk:"
Sudah aku bilang sama mereka, tapi kagak ada yang mau percaya, dan
sekarang
saya mau kasih tahu mereka."
"Eh, tunggu!" ujar sang pemimpin,"Masih belum
jam 12, mereka yang
diluar tidak perlu bukti kesaksian dari kamu!"
Waktu lonceng berbunyi,
penghutang yang terampuni ini lari keluar sambil melambai-lambaikan
surat hutang yang telah lunas. Serentak mereka yang menunggu diluar
berhamburan kepintu
masuk, namun terlambat. Pintunya sudah keburu digembok.
Maranatha