Operasi Anugraha

Ishak Natan
Jul 05, Sep 10, Aug 20, Sep24

Di kekalan masa silam tiga oknum dari Trinitas ber 'konperensi' sebelum dunia diciptakan dan merumuskan sebuah Rencana.
 Ia telah dipilih sebelum dunia dijadikan, tetapi karena kamu baru menyatakan diri-Nya pada zaman akhir. 1Pe 1:20

Mengapa Rencana itu diperlukan? Karena didalam kemahatahuan Tuhan Allah Tritunggal [Elohim - dalam bahasa Ibrani], mereka maklum bahwa manusia yang akan diciptakan sesuai dengan gambar dan peta teladanNya akan berdosa terhadapNya.
Walaupun pelanggaran terhadap titahNya akan terwujud dan berakibat kematian spritual serta kebinasaan; namun kasihNya kepada manusia ciptaanNya tidaklah berubah.

Sebab upah {bayaran] dosa ialah maut [keterpisahan spiritual]; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. Rom 6:23
Dahulu kalian mati secara rohani karena kalian berdosa dan melanggar perintah-perintah Allah. Eph 2:1  (BIS)
Mendekatlah kepada-Ku, dengarlah ini: Dari dahulu tidak pernah Aku berkata dengan sembunyi dan pada waktu hal itu terjadi Aku ada di situ." Dan sekarang, Tuhan ALLAH mengutus aku dengan Roh-Nya.
Isa 48:16

Oleh karenanya, sebuah jalan keluar harus disiapkan agar manusia berdosa dimungkinkan kembali kedalam hubungan pribadi temporal dan kekal dengan yang menciptakanNya.

Rencana itu ialah "Operasi Anugraha" dan dibukukan sebagai Alkitab.
Setelah manusia jatuh dalam dosa, rencana keselamatan dan hakekat eksistensiNya dinyatakan secara progresif melalui umat pilihan Israel;

Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa! (De 6:4)

Persiapan melalui umat Israel Manifestasi lewat anak dara Yahudi Proklamasi oleh rasul Yahudi Doktrin Pengajaran oleh rasul Yahudi Konsumasi
zaman akhir
PERJANJIAN LAMA
4 Kitab Injil
Kisah Para Rasul
21 Surat surat Jemaat & Pribadi
Kitab Wahyu


Setelah Anak Allah (oknum kedua dari Trinitas) setuju pada 'konperensi hidup kekal', Ia masuk kedunia melalui rahim seorang anak perawan Yahudi sebagai anggota ras manusia berdosa, dalam rangka menanggung hukuman DOSA seluruh umat manusia;

 Psalms 2:7 Aku mau menceritakan tentang ketetapan TUHAN; Ia berkata kepadaku: "Anak-Ku engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini.
Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.
Luk 1:35
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
Joh 3:16 

Allah Bapa (oknum pertama dari Trinitas) mengutus Allah Anak (oknum kedua dari Trinitas) dan Roh Kudus (oknum ketiga dari Trinitas) membuntingi anak dara itu.
Alhasil lahirlah seorang Pribadi yang unik diseluruh jagat raya, yaitu Yesus Kristus, Manusia-Allah didalam satu Pribadi tanpa kesudahan. Beda dengan Tuhan Allah, Yesus Kristus adalah benar benar manusia dengan sebutan Anak Manusia; beda dengan manusia, Yesus Kristus benar benar Allah dengan sebutan Anak Allah.

Melalui pelayananNya waktu dibumi, sang Anak selalu melakukan kehendak dari sang Bapa, sedang Roh Kudus menopang, menuntun dan memelihara Juruslamat dunia ini dalam keberadaanNya sebagai manusia yang berdarah dan berdaging.
Pada waktu beliau digantung dikayu salib dan dihukum menggantikan kita orang, Anak Allah ditinggalkan sendirian secara total dan saat itulah Allah Bapa menghukum Yesus seolah olah Yesus secara pribadi telah melakukan setiap pelanggaran dosa dari setiap pribadi manusia yang akan percaya Dia dan yang menolak untuk percaya.
Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah. (2Co 5:21)

Pokok karya keselamatan, telah tercapai sesaat sebelum Ia menghembuskan nafas terakhir.
Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya. (Joh 19:30)
 .. dan sesudah Ia mencapai kesempurnaan-Nya, Ia menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya, Heb 5:9
Neither by the blood of goats and calves, but by his own blood he entered in once into the holy place, having obtained eternal redemption [for us]. (Heb 9:12)
Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.
(Joh 3:18)
Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya."
(Joh 3:36)

Rencana Operasi Anugraha ini melibatkan 3 fase:
  • Fase Pertama: Keselamatan
  • Fase Kedua: Jalan kehidupan Kristen
  • Fase Ketiga: Kekekalan
Rohani Mati'Fase Pertama' diperoleh ketika orang berdosa (mati rohani) berputar arah haluan hidupnya (bertobat), percaya dan menerima Yesus Kristus sebagai Juruslamatnya pribadinya.
Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; Joh 1:12 

Gambar sebelah kiri adalah orang hidup tapi rohaninya mati.
Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Biarlah orang mati menguburkan orang mati; tetapi engkau, pergilah dan beritakanlah Kerajaan Allah di mana-mana." (Lu 9:60 Baru)



Dihidupkan KristusFase Kedua
dari Operasi Anugraha dimulai pada titik momentum menerima keselamatan dan berlanjut selama kehidupan orang percaya itu dibumi. Hidup Kristiani adalah jalan kehidupan yang supra natural. Penyeleggaraannya bergantung pimpinan Roh Kudus dan ajaran doktrin Alkitab yang ditanamkan kedalam jiwa sang Kristen.

Maksud Tuhan Allah selalu ingin agar setiap orang pecaya menerima berkat Tuhan secara maksimum; dengan prasyarat bahwa anugrah yang berkelimpahan itu terkait dengan pertumbuhan iman dan pengenalan akan Juruslamatnya serta mau diatur oleh Roh Kudus. Mekanisme hidup yang dipenuhi Roh Kudus mirip permainan yo-yo (naik & turun), kalau ada dosa dosa yang tersembunyi dan tidak dimintakan pengampunan. Kehidupan yang taat & kudus akan membuahkan kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, iman, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Gal 5:22-23

Fase Ketiga ini bagi gerejaNya (tubuh Kristus) tercapai pada waktu peristiwa Pengangkatan, pada masa pengakhiran zaman Ekklesia (Ras Manusia Baru), zaman anugrah gratis.
Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan. (1Th 4:16-17)

Melalui keterbatasan kosa kata manusia, tidaklah mungkin menggambarkan bagaimana kehidupan dibalik kematian itu. Kita hanya mampu menjelaskannya dengan bentuk negatif seperti kalau kita membaca laporan pemeriksaan dokter.

Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu." Re 21:4

Karena Rencana Tuhan Allah ini ANUGRAH, cara manusia masuk rencana ini mesti berpadanan dengan anugrah pula. Karena Tuhan Allah itu sempurna; Rencana itu juga sempurna; jadi tidak dapat ditambahi lagi oleh perbuatan baik manusia dalam bentuk apapun.

pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus, Tit 3:5
Allah mengasihi kalian, itu sebabnya Ia menyelamatkan kalian karena kalian percaya kepada Yesus. Keselamatan kalian itu bukanlah hasil usahamu sendiri. Itu adalah anugerah Allah. Jadi, tidak ada seorang pun yang dapat menyombongkan dirinya mengenai hal itu. Eph 2:8  (BIS)

Satu satunya cara meresponsi agar bisa masuk kedalam Rencana Tuhan Allah ialah dengan sistem iman. Makna 'iman' ialah percaya dan menerima apa adanya, tanpa berbuat sesuatu apapun kecuali mengakui seperti penjahat tobat yang disalibkan disisi Yesus.

Lalu ia berkata: "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja." Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus."
(Luk 23:42-43)


Percaya adalah kata kerja yang memerlukan obyek dan subyek. Subyek adalah setiap anggota ras manusia berdosa; sedang obyek ialah Yesus Kristus, yang telah mentuntaskan Rencana Keselamatan itu.

Act 16:31  Jawab mereka: "Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu."
Rom 10:9  Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.
Rom 10:10  Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.

Sebuah kisah nyata . . .

Seorang usahawan Kristen yang memiliki banyak karyawan mengeluh karena banyak diantara mereka punya hutang terhadap perusahaan. Suatu hari muncul ide dibenaknya dan lahirlah sebuah rencana. Ia mengumumkan lewat buletin perusahaan sebagai berikut: "Barangsiapa yang mau datang kekantor saya hari Jumat depan antara pukul 11 sampai pukul 12 dengan mengakui jumlah hutangnya secara jujur, akan langsung dihapus ditempat." Para penghutang membaca pengumuman itu dengan sikap skeptis karena usahawan ini terkenal dengan sistem manajemen yang ketat dan memimpin secara otoriter.

Jumat pagi menjelang pukul 11 banyaklah karyawan yang dibelit dengan hutang perusahaan berkerumun dijalan didepan kantornya. Tidak ada yang berani masuk sampai sekitar 11.50 seorang bergegas lari ketangga yang membawanya kekantor serta menunjukkan catatan hutangnya.
"Mengapa kamu ada disini?" usahawan kaya itu bertanya. "Karena Bapak janji akan menghapuskan hutang kalau datang hari ini."
"Apakah kamu percaya akan janji itu?" tanya sang boss. "Ya, tuan". "Mengapa kamu percaya akan pengumuman itu?" kejar sang juragan. "Sebab, meski saya tidak mengerti, saya tahu bahwa Bapak bukan tipe orang suka bohong."
Orang kaya itu mengambil surat hutangnya, mencap LUNAS dan dibubuhi tanda tangan. Tiba tiba karyawan bebas utang itu menyeletuk:" Sudah aku bilang sama mereka, tapi kagak ada yang mau percaya, dan sekarang saya mau kasih tahu mereka."
"Eh, tunggu!" ujar sang pemimpin,"Masih belum jam 12, mereka yang diluar tidak perlu bukti kesaksian dari kamu!"

Waktu lonceng berbunyi, penghutang yang terampuni ini lari keluar sambil melambai-lambaikan surat hutang yang telah lunas. Serentak mereka yang menunggu diluar berhamburan kepintu masuk, namun terlambat. Pintunya sudah keburu digembok.

Maranatha



Beranda