Pengantar
Masalah dosa merupakan penghalang utama mencapai surga. Secara naluri kita percaya ada surga, tempat yang amat aduhai, tanpa jeritan dan cucuran airmata, berpesona mentakjubkan dan setiap insan betah menetap untuk selama lamanya. Dipihak lain kita juga percaya adanya neraka, tempatnya lautan api dimana roh dan jiwa yang jahat serta iblis menempati habitatnya juga untuk selama-lamanya. Tempatnya secara skematis disebelah bawah kanan (Lake of Fire).
Karena kita manusia adalah ciptaan yang telah cacat dosa sejak dari lahir, maka tak mampulah manusia melalui usahanya, melalui agamanya, kesolehannya, kepandaiannya bersilat lidah, kesuciannya beramal untuk bisa masuk surga karena upah dosa yalah maut. Manusia berdosa menuju lautan api (The Lake of Fire) tanpa pengharapan, kecuali ada pertolongan dari sang Pencipta sendiri.
Diagram diatas mengambarkan skema sederhana keberadaan Surga dan Neraka berdasarkan perkataan Yesus;
Ada seorang kaya yang selalu berpakaian jubah ungu dan kain halus, dan setiap hari ia bersukaria dalam kemewahan. Dan ada seorang pengemis bernama Lazarus, badannya penuh dengan borok, berbaring dekat pintu rumah orang kaya itu, dan ingin menghilangkan laparnya dengan apa yang jatuh dari meja orang kaya itu. Malahan anjing-anjing datang dan menjilat boroknya. Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham (Abraham's Bosom). Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur (The Body in the Grave). Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya. Lalu ia berseru, katanya: Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini (Hades). Tetapi Abraham berkata: Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita. Selain dari pada itu di antara kami dan engkau terbentang jurang yang tak terseberangi (A Great Gulf), supaya mereka yang mau pergi dari sini kepadamu ataupun mereka yang mau datang dari situ kepada kami tidak dapat menyeberang." (Lu 16:19-26 Baru)
Nyawa (soul) penjahat yang dipaku disebelah Yesus dan bertobat masuk ke Firdaus menyusul Yesus yang sudah masuk duluan;
Lalu ia berkata: "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja." Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus." (Lu 23:42-43 Baru)
Pada waktu Yesus bangkit dengan tubuh kemuliaanNya, keluar dari wilayah SHEOL sambil membawa jiwa-jiwa naik masuk kesurga; [Old Testament Saints Raised with Christ]
Itulah sebabnya kata nas: "Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan; Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia." Bukankah "Ia telah naik" berarti, bahwa Ia juga telah turun ke bagian bumi yang paling bawah? Ia yang telah turun, Ia juga yang telah naik jauh lebih tinggi dari pada semua langit, untuk memenuhkan segala sesuatu. (Eph 4:8-10 Baru)
Mengupas masalah DOSA, setiap orang tua yang normal pasti menghadapi dilema bagaimana caranya men- disiplin dengan tegas dan meyakitkan terhadap anak yang membangkang dan kurang ajar. Apa yang akan anda lakukan; Anda mengasihinya, tetapi ia tidak taat dan sekarang ia berbohong lagi untuk menutupinya. Anda juga tahu bahwa kesalahannya tak bisa dibiarkan. Ia harus dihukum - dan anda harus melakukannya.
Situasi yang disebabkan oleh dosa jauh lebih kompleks dari contoh diatas. Namun ada pararelismenya. Ada kemiripannya. Karena Sang Pencipta itu kudus, suci, Ia tidak dapat mengabaikan dosa kita. Justru karena Sang Pencipta itu juga Kasih, Ia tidak rela membiarkan kita mendapatkan bagian yang wajar kita terima. Yaitu hukuman dosa. Binasa kekal. Masuk lautan Api.
Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu. (Re 20:15 Baru)
Sebuah analogi sederhana;
Pada suku Apache Indian di Amerika, ditenggarai bahwa seseorang telah mecuri ayam. Kepala suku mengumumkan, pencuri yang tertangkap harus menerima hukuman 10x cambukan. Ketika pencurian tetap berlangsung, ia menaikkan hukuman menjadi 20x cambukan. Ayam ayam tetap hilang. Dalam kemarahannya kepala suku menaikkan menjadi 50x cambukan, sama dengan hukuman mati.
Akhirnya pencurinya tertangkap. Tetapi kepala suku ini menghadapi dilema besar. Karena pencuri itu adalah ibu kandung sendiri. Ketika hari penghukuman tiba, seluruh warga berkumpul. Apakah kasihnya sang pemimpin kepada sang ibu akan menghapus ucapannya dengan membiarkan ibunya lolos dari hukuman cambuk ?
Penonton menahan napas ketika ia memerintahkan ibunya diikat pada tiang hukuman. Kepala suku itu melepas bajunya, sehingga terlihat tubuhnya yang kekar, mengambil cambuk ditangannya. Ketika tangan terangkat untuk mulai memukul, mendadak tangannya berhenti diudara dan diserahkan cambuk itu kepada seorang pemuda berotot dibelakangnya. Kemudian didekati ibunya dan ditutupi tubuh sang ibu dengan seluruh badannya dan pelukan kedua tangannya menyelimuti tubuh ibunya. Lalu ia memerintahkan sang pemuda melaksanakan hukumannya.
Itulah gambaran yang dilakukan oleh Yesus, sang Juru Slamat untuk kita manusia yang berdosa. Dalam kasihNya Ia menjadi pengganti kita dan rela mati untuk masa depan kita. Dalam ketidak mampuan kita untuk keluar dari cacat dosa, Kristus telah menjadi substitusi kita, menerima kutukan hukuman dosa menggantikan kita. Karena pada hari penghakiman DIA lah yang akan menjadi hakimnya.
Karya penebusan Kristus dikayu salib merupakan titik balik dari apa yang diperbuat oleh Adam. Tidak ada nama lain dibawah kolong langit yang dianugrahkan kepada umat manusia berdosa dimana kita dapat menerima Hidup Kekal (hidup disorga selama lama nya) dengan cuma cuma. Ia menjembatani jurang tak terseberangi antara Sang Pencipta Maha Kudus dan manusia berdosa.
Sebab ada tertulis:
Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum (Kabar baik John 3:17);
barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman (Kabar buruk), sebab ia tidak
percaya dalam nama Anak Tunggal Allah. (John 3:36)
Anda Sudah Siap ?
Beranda