Mengapa Kristus Harus Mati Disalib ? Feb 2005, Sep 2010, Okt 2022 Kayu Salib membuat dua dilema besar - dari perspektif Tuhan Allah Maha Kudus dan manusia bercacat DOSA. serta memandang kepada Yesus,
yang mengadakan dan menyempurnakan iman.
Maka Ia pun, karena kesukaan yang menanti Dia sudah menderita sengsara
salib dengan tiada
mengindahkan malunya, lalu duduk di sebelah kanan arasy Allah. Heb
12:2 TLama
Contoh dari perspektif manusia bercacat dosa. Setiap orang tua yang normal pasti menghadapi dilema mendidik anaknya. Apakah mengkoreksi dengan cambuk yang meyakitkan terhadap anak yang membangkang atau tidak. Apa yang akan anda lakukan; Anda mengasihinya anak kecil itu. Tetapi ia kurang ajar dan sekarang ia berbohong untuk menutupinya. Pasti, anda mengasihinya. Tetapi anda juga tahu bahwa kesalahannya tak bisa dibiarkan. Ia harus di disiplin - dan anda harus melakukannya. Hajarlah anakmu selama ada
harapan, tetapi jangan engkau menginginkan
kematiannya. Pr 19:18
Situasi yang disebabkan oleh dosa jauh lebih kompleks dari contoh diatas. Namun ada pararelismenya. Ada kemiripannya. Karena Allah itu kudus, suci, Ia tidak dapat mengabaikan dosa kita. Justru karena Allah juga Kasih, Ia tidak rela membiarkan kita mendapatkan bagian yang wajar kita terima. Yaitu hukuman dosa. Celakanya "Upah DOSA itu maut ......." Rom6:23 Contoh analogi. Bayangkan sekelompok manusia terjebak diatas atap gedung pencakar langit yang sedang terbakar. Hanya ada dua pilihan, berdiam diri, pasrah dan mati terbakar. Atau berusaha lolos untuk selamat dengan meloncat keatap gedung disebelahnya - 7 meter berseberangan. Dalam keputus asaan satu persatu mulai meloncat mencoba menyelamatkan diri. Namun semua gagal dan jatuh binasa dijemput maut. Demikian juga situasi manusia yang tak tertolong (= tak dapat meyelamatkan diri dari gedung dimana kita berada dan sedang terbakar) dihadapan hadirat Allah yang Maha Kudus (=gedung yang berseberangan). Dosa kita meyebabkan keterpisahan itu (= berjarak 7 meter dari gedung seberang yang aman itu). Meloncat untuk meyelamatkan diri = memeluk suatu agama (termasuk agama Kristen) agar kalau mati nanti semoga (= tidak ada kepastian) masuk surga (= selamat dari neraka). Ini semua adalah kabar buruk bagi semua umat manusia keturunan Adam yang pertama. Lalu apa ada kabar baiknya ? Puji Tuhan bahwa Kasih Ilahi telah menyediakan satu satunya jalan yaitu Salib Kristus. Mari kita lihat dulu awal peritiwa bencana di taman Firdaus yang menyeret seluruh manusia kedalam sengsara masa kini yang makin menuju klimaks. Pada waktu nenek moyang kita yang pertama secara sadar dan sengaja tidak taat untuk tidak memakan buah pohon pengetahuan baik dan jahat itu. Maka masuklah dosa dan Adam & Hawa mati, putus hubungan dengan sang Pencipta (Gen2:17) berdampak keterpisahan pertama; Dampak pertama; Mati spiritual = keterpisahan dengan Allah yang Kudus dan sumber Hidup. Keterpisahan pertama dicatat "mereka bersembunyi". Dampak kedua: Keterpisahan jiwani satu dengan yang lain (Hawa membela DIRI dengan menyalahkan ular, Adam membela DIRI dengan menyalahkan Hawa). Karakteristik manusia berdosa lalu menjadi seperti allah, minta dihormati, disanjung. Pada umumnya haus pujian, selalu membenarkan diri, egosentris, tak mau disalahkan. Selalu berusaha menutupi kesalahan diri dengan berdalih. DIRI menjadi fokus. Keterpisahan yang terakhir yaitu berpisahnya nyawa dengan raga (= tubuh berdarah dan berdaging). Ini takdir manusia yang berdosa. Tidak ada harapan sama sekali. No hope. Beberapa kesaksian Alkitab.
Selanjutnya kami tidak mau, saudara-saudara, bahwa kamu tidak
mengetahui tentang mereka yang meninggal, supaya kamu jangan
berdukacita seperti orang-orang lain yang tidak mempunyai pengharapan.
1Th 4:13
bahwa waktu itu kamu tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia. Eph 2:12 Kita tidak dapat melakukan apapun untuk selamat. Pekerjaan baik apapun yang kita lakukan untuk menebus dosa kita sama dengan kain gombal (= kain lap yang amat kotor) dihadapan Allah yang maha kudus. Demikianlah kami sekalian seperti
seorang
najis dan segala kesalehan kami seperti kain kotor; kami sekalian
menjadi layu seperti daun dan kami lenyap oleh kejahatan kami seperti
daun dilenyapkan oleh angin. Isa 64:6
Kecuali ada pertolongan dari sorga, dari luar, bukan dari kita sendiri; 1 Cor 15:45-47 Seperti ada tertulis: "Manusia pertama, Adam menjadi makhluk yang hidup", tetapi Adam yang akhir menjadi roh yang menghidupkan. Tetapi yang mula-mula datang bukanlah yang rohaniah, tetapi yang alamiah; kemudianManusia berdosa ditakdirkan memasuki pengadilan Allah - mati kedua (=mati kekal), sebelum dimasukan kedalam lautan api yang disediakan untuk iblis dan pengikutnya. Tetapi orang-orang penakut,
orang-orang yang tidak percaya, orang-orang
keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir,
penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat
bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang;
inilah kematian yang kedua." Re 21:8
Kita butuh pertolongan. Kita butuh selamat dari kematian kekal itu. Kita butuh dimerdekakan dari dosa dan jerat maut, sebelum terlambat kekal. Pokoknya kita butuh Juruslamat. Dari perspektif Tuhan Allah - JALAN SELAMAT = SALIB GOLGOTHA. Analogi yang menarik. Setelah makan buah terlarang, mereka celik mata dan tahu apa itu telanjang bulat. Mereka menyemat daun daunan untuk menutupi ketelanjangan mereka. Ini ibaratnya memeluk agama dan berbuat sesuatu untuk menutupi ketelanjangan dosa. Berusaha menutupi dosa dengan amal perbuatan baik. Sebelum diusir keluar, pakaian daun daunan mereka diganti dengan kulit binatang. Gen 3:21 Maka TUHAN Allah
membuat
pakaian dari kulit binatang untuk Adam dan istrinya, lalu
mengenakan-Nya kepada mereka.
Sama seperti pakaian dari kulit binatang dibuat oleh Tuhan
dengan
penumpahan darah
dari binatangnya. Demikian juga metoda keselamatan yang dirancang oleh
Tuhan dan diberikan
cuma cuma kepada manusia memerlukan penumpahan darah. Sebuah gambaran
menunjuk ke Anak Domba Allah yang menumpahkan darahNya untuk
penebusan umat manusia
keturunan Adam. Joh1:29,36Kasih Ilahi menemukan jalan keluarnya. Kasih Allah menyiapkan pohon lain yaitu pohon salib seperti ada tertulis maka janganlah mayatnya dibiarkan
semalam-malaman pada tiang itu, tetapi haruslah engkau menguburkan dia
pada hari itu juga, sebab seorang yang digantung terkutuk oleh Allah;
janganlah engkau menajiskan tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu,
kepadamu menjadi milik pusakamu." De 21:23
Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah. Ro 5:6 Karena Allah itu juga adil, hukuman mati itu ditimpahkan kepada Yesus Kristus, agar manusia tidak mengalami mati kekal menanggung dosanya sendiri. Eph 1:7 Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu 2 Cor 5:21 Maka Ia, yang tiada mengenal dosa, telah dijadikan-Nya dosa , supaya kita ini akan menjadi kebenaran Allah di dalam Dia. [TL]Kasih karunia akhirnya menang melampaui keadilan. Jalan keselamatan telah terbuka sempurna. Misi penyelamatan yang dirancang sejak bencana di Firdaus telah tuntas. Dilema Allah telah diselesaikan dengan adil, tanpa menghilangkan kewibawaan akan Kekudusannya dan Keadilannya. Tinggal bagaimana umat manusia meresponsi kabar baik ini. Kisah nyata dari bangsa Indian; Pada suku Apache Indian di Amerika, ditenggarai bahwa seseorang telah mecuri ayam. Kepala suku mengumumkan, pencurinya harus menerima hukuman 10x cambukan. Ketika pencurian tetap berlangsung, ia menaikkan hukuman menjadi 20x cambukan. Ayam ayam tetap hilang. Dalam kemarahannya kepala suku menaikkan menjadi 100x cambukan, sama dengan hukuman mati. Itulah gambaran yang
dilakukan oleh Tuhan Yesus untuk kita manusia yang
berdosa. Dalam kasihNya Ia menjadi pengganti kita dan rela mati untuk
masa
depan kita. Dalam ketidak mampuan kita untuk menebus dosa, Kristus
telah
menjadi substitusi kita, menerima kutukan hukuman dosa menggantikan
kita. Kematian Kristus menjadikan nilai yang amat luar biasa. Karya penebusan Kristus dikayu salib merupakan titik balik dari apa yang diperbuat oleh Adam. Tidak ada nama lain dibawah kolong langit (Ac4:12) yang dianugrahkan kepada umat manusia berdosa dimana kita dapat menerima Hidup Kekal (=hidup disorga selama lama nya) dengan cuma cuma. Ia menjembatani jurang tak terseberangi antara Allah Maha Kudus dan manusia berdosa. 1 Tim 2:5 Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus,
Sehingga sekarang kita dapat melihat kontras antara kabar buruk dan kabar baik. Rom 6:23 Sebab upah dosa ialah
maut( Kabar buruk );
tetapi
karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan
kita.(Kabar baik)
John 3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. (Kabar baik) John 3:17 Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia (Kabar buruk), melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia. (Kabar baik) John 3:18 Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum (Kabar baik); barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman (Kabar buruk), sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah. John 3:36 Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya. (Kabar buruk)" John 5:24 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup. (Kabar baik ) John 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;(Kabar baik) 1 Cor. 15:22 Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam (Kabar buruk), demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus.(Kabar baik) Mark 16:15-16 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan (Kabar baik), tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. (Kabar buruk)
Maranatha
|